Senin, 13 Agustus 2018

Inilah 5 Keistimewaan Sukhoi SU-35 Milik Tentara Nasional Indonesia.


Sebentar lagi Indonesia bakal memiliki 11 pesawat tempur baru, Sukhoi SU-35 buatan Rusia. Seperti diberitakan Kompas.com pada Sabtu (11/8), Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan, pembahasa pengadaan 11 pesawat itu sudah tuntas.

Pesawat-pesawat itu, masih menurut Ryamizard, dijadwalkan tiba bertahap pada Oktober 2019 nanti.

“Tidak ada masalah, semua sudah tuntas, kontrak sudah ditandatangani. Imbal belinya yang belum,” ujar mantan perwira tinggi TNI AD itu.

Berbicara soal Sukhoi SU-35 buatan Rusia ini, yang dikabarkan membuat Australia ketar-ketir, apa sih yang membuatnya begitu istimewa?

Yuk kita cari tahu kelebihan-kelebihan pesawat canggih ini, seperti dikutip dari Tribunnews.com.


  • Pesawat generasi 4++
Seperti dilaporkan oleh Sukhoi.org, SU-35 adalah pesawat gerenasi 4++ dengan teknologi generasi kelima.

Produsen pesawat ini membuat SU-35 lebih unggul dari semua tipe pesawat generasi empat lainnya.

Pihak Sukhoi sendiri mengklaim SU-35 akan mendominasi pasar dunia.

Video "Су-35. Гость из будущего». Военная приемка"
  • Sistem kontrol baru
SU-35 merupakan pesawat baru yang menggunakan nama lama. Badan pesawat SU-35 lebih baik, hal itu mampu meningkatkan masa kerja pesawat secara dramatis.

SU-35 mempunyai sistem kontrol terpadu baru yang dikembangkan oleh MNPK Avionika Moscow-based Research and Production Association.

Kontrol tersebut secara bersamaan melakukan fungsi beberapa sistem, di antaranya kendali jarak jauh, kontrol otomatis, sistem sinyal pembatas, sistem sinyal udara, dan sistem pengereman roda sasis.

  • Mata dan telinga
Inilah inti dari persenjataan SU-35 yang bikin para musuh gemetar.

SU-35 dilengkapi sistem kontrol radar baru dengan antena array bertahap (Irbis-E). Sistem kontrol ini mempunyai kemampuan unik dalam hal jangkauan deteksi target.

Irbis-E mendeteksi dan melacak hingga 30 target udara, mempertahankan kontinuitas pengamatan ruang dan melibatkan hingga delapan sasaran.

Sistem akan mendeteksi, memilih, dan melacak hingga empat target dasar dalam beberapa mode pembuatan peta dengan berbagai resolusi pada jarak hingga 400 km, tanpa berhenti untuk memantau wilayah udara.

Irbis-E mendeteksi target udara dengan penampang mutlak 3 m2 pada jalur langsung pada jarak hingga 400 km. Sebagai peningkatan radar dengan PAA, Irbis memiliki kemampuan yang jauh lebih baik.

Yaitu, bisa memperluas pita frekuensi operasi (lebih dari dua kali), kemampuan anti-jamming yang lebih baik, dan lain-lain.

Di antara sistem onboard Su-35 baru lainnya adalah peralatan navigasi dan komunikasi radio modern, sistem menjaga operasi pejuang dalam formasi dan suite penanggulangan elektronik yang sangat efisien.

  • Bagian penting pesawat
Perbedaan penting lain SU-35 dari pendahulunya adalah pesawat ini memiliki mesin baru dengan dorongan yang meningkat.


Mesin tersebut dikenal sebagai 117S yang dikembangkan oleh NPO Saturn Research and Production Association.

Dalam hal teknik, mesin secara substansial memodifikasi mesin produksi AL-31F yang menggunakan teknologi generasi kelima.

Kemutakhiran tersebut telah meningkatkan mode dorong mesin sebesar 16 persen, hingga 14.500 kgf.

  • Sistem onboard baru

Ciri khas Su-35 adalah penggunaan seperangkat instrumen onboard baru. Intinya adalah sistem manajemen informasi (IMS) yang mengintegrasikan subsistem fungsional, logis, informasi dan perangkat lunak ke dalam satu kompleks yang memastikan interaksi antara awak dan peralatan.

IMS mencakup dua komputer digital pusat, perangkat pergantian dan informasi dan sistem indikasi yang dibangun di atas konsep kokpit 'all-glass'.

Sistem onboard dan persenjataan di kokpit Su-35 yang baru, dikendalikan oleh tombol dan sakelar pada kontrol joystick pesawat dan tuas kontrol mesin serta dengan susunan tombol pada display multi fungsi.

Sumber : intisari.grid.id, Sabtu, 11 Agustus 2018, 17:15 WIB.

Inilah Alasan Mengapa Minum Obat Dengan Teh Hijau "Tidak Disarankan".


Banyak orang mengalami masalah ketika harus menelan obat dalam bentuk padat. Sulit menelan hingga tidak tahan terhadap rasa pahit yang muncul, menjadi alasan utama permasalahan ini. Banyak cara kemudian dipilih, sebagian besar orang memilih menggunakan minuman manis sebagai pengantar obat menuju pencernaan.

Terkait hal ini, kemudian muncul pertanyaan yang sering kita dengar, apakah tidak masalah bila kita meminum obat dengan teh?

Teh memang minuman yang jarang dihindari karena rasa dan manfaatnya. Namun ketika meminum obat, sebaiknya kita tidak menggunakan teh sebagai penghantar obat. Banyak dokter juga menghimbau pasien untuk tidak menggunakan teh, terutama teh hijau.


Stuktur kafein

Kafein yang terkandung dalam teh akan berikatan dengan zat kimia obat ketika bertemu di dalam pencernaan. Hal ini kemudian menyebabkan obat menjadi lebih sulit untuk dicerna. Alhasil tingkat efektivitas obat mengalami penurunan.

Tidak hanya itu, kandungan kafein yang berlebih di dalam tubuh juga dapat merangsang sistem saraf pusat sehingga menimbulkan rasa gugup, sakit perut, sulit berkonsentrasi, sulit tidur, peningkatan denyut jantung, dan peningkatan tekanan darah. Dengan demikian, efek ini semakin menghambat kinerja obat.

Sejalan dengan hal di atas, sebuah penelitian dari National Institute of Health mengungkap bahwa beberapa jenis obat seperti amfetamin, kokain, dan efedrin memiliki efek berbahaya jika berinteraksi dengan teh hijau.

Kandungan kafein dalam teh hijau—memang lebih tinggi dari jenis teh lainnya—yang berinteraksi dengan zat di dalam obat-obatan tersebut dapat membuat jantung berdetak lebih cepat dan meningkatkan tekanan darah.



Berdasarkan interaksi zat ini, beberapa jenis obat kemudian tidak disarankan untuk diminum dengan teh, atau minuman dengan kandungan kafein tinggi. Berikut ini adalah jenis obat-obatan yang dimaksud.


Obat penurun tekanan darah

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Clinical Pharmacology & Therapeutics mengungkapkan bahwa teh hijau dapat mengurangi tingkat efektivitas nadolol, obat penurun tekanan darah yang dikenal sebagai beta blocker.

Penelitian yang melibatkan 10 partisipan ini menggunakan metode meminum 30 miligram nadolol dengan air putih dan dibandingkan dengan meminum obat tersebut menggunakan teh hijau. Penelitian ini dilakukan selama 14 hari untuk melihat apakah ada perbedaan dalam dua metode tersebut.

Hasil pun didapat dengan memerika kadar nadolol dalam darah para partisipan. Penelitian mengungkapkan bahwa kadar nadolol menurun drastis hingga 76 persen pada kelompok yang meminum obat dengan teh hijau. Hal ini membuktikan bahwa teh hijau memang dapat menurunkan efektivitas obat nadolol secara drastis dengan mengganggu penyerapan di dalam usus.


Obat penurun berat badan

Obat penurun berat badan seperti phenylpropanolamine tidak dianjurkan untuk diminum bersamaan dengan teh hijau. Bukan tanpa alasan, kombinasi ini akan menyebabkan lonjakan pada tekanan darah dan berisiko terhadap perdarahan di otak.

Karena teh hijau cenderung memperberat kerja hati, sangat tidak dianjurkan untuk mengonsumsi obat yang memiliki efek samping yang buruk pada organ hati, seperti acetaminophen (paracetamol), phenytoin, methotrexate, dan lainnya.


Obat pengencer darah

Obat pengencer darah yang sering kita temui seperti warfarin, ibuprofen, dan aspirin sebaiknya juga tidak dikonsumsi bersamaan dengan teh hijau. Kandungan vitamin K pada teh dapat mengurangi daya kerja obat tersebut.

Teh hijau juga memiliki efek serupa dengan obat pengencer darah, sehingga bila dikonsumi bersamaan dapat meningkatkan risiko perdarahan.


Pil KB

Serupa dengan dampak yang muncul terhadap obat-obat di atas, kandungan kafein juga berdampak pada penurunan cara kerja. Proses penghambatan pembuahan pun terganggu.

Bagi orang yang secara rutin mengonsumsi pil KB sebagai alat kontrasepsi, maka sangat disarankan untuk tidak menggunakan teh sebagai media pengantar pil KB.


Antibiotik

Dampak yang berbeda muncul ketika teh hijau berinteraksi dengan antibiotik, lithium, adenosin, clozapine, dan beberapa jenis obat kanker. Zat di dalam teh dapat membuat bakteri di dalam tubuh menjadi resisten terhadap pengobatan yang tengah dilakukan.


Obat Herbal dan suplemen

Pada obat herbal dan suplemen, kandungan kafein di dalam teh dapat menurunkan proses penyerapan zat besi dan asam folat yang terkandung di dalam suplemen. Memang tidak berbahaya, namun manfaat dari obat herbal dan suplemen yang seharusnya didapat justru akan hilang sia-sia.

Penulis : Gregorius Bhisma Adinaya
Sumber : hellosehat, dikutip dari : nationalgeographic.grid.id, Rabu, 8 Agustus 2018, 11:31 WIB.

Sabtu, 11 Agustus 2018

Pusatnya Gempanya di Darat, Kenapa Gempa Lombok Berpotensi Tsunami?


Pulau Lombok pada Minggu (05/08/2018) malam lalu diguncang gempa bermagnitudo 7. Episenter (pusat) gempa tersebut berada di lereng Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB). Tak hanya itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat menyatakan gempa ini disebut berpotensi tsunami. 
Namun, beberapa jam setelahnya, peringatan tsunami kemudian dicabut karena ketinggiannya tidak signifikan. Meski begitu, hal ini menimbulkan pertanyaan: jika episenternya di darat, mengapa gempa tersebut bisa menimbulkan potensi tsunami? 

Widjo Kongko, ahli tsunami dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) membenarkan bahwa gempa bumi Lombok pada hari Minggu lalu memang berpusat di darat. 

" Gempa bumi ini berpusat di darat dengan 95 persen proyeksi bidang patahannya berada di darat dan sisanya di laut," ungkap Widjo kepada Kompas.com, Selasa (07/08/2018). 

"Namun demikian, deformasi (perubahan bentuk) positif di permukaan buminya sekitar 50 persen adalah di laut, sehingga gempa bumi ini berpotensi menimbulkan tsunami walaupun nilainya kecil atau minor (maks 30 cm)," imbuhnya. Widjo juga menjelaskan, bidang patahan gempa tersebut sumbernya berada di kedalaman 15 kilometer. 

"Luas bidang patahannya untuk kasus Lombok diperkirakan 30 kali 20 kilometer persegi," tuturnya. Karena bidang patahannya berada di bawah permukaan bumi, titik tengahnya jika diproyeksikan ke atas. Artinya, kenaikan ke atas ada di darat. 

Deformasi Vertikal (Masinha & Smylie, Bilek, Blaser etal, edit W.Kongko, 2018)

Meski begitu, Widjo menerangkan bahwa efek gesekan patahan mendadak itu berpengaruh ke atas permukaan bumi. 

"Permukaan bumi terdeformasi baik vertikal maupun horisontal," kata Widjo. "Untuk kasus tsunami, yang sensitif adalah deformasi vertikal (naik atau turun)," sambungnya. 

Hal inilah yang membuat gempa Lombok hari Minggu lalu punya potensi tsunami. "Nah, deformasi vertikal yang naik atau positif di permukaan bumi itu 50 persen luasannya ada di laut," tegasnya. "Peringatan dini tsunami oleh BMKG kemarin sudah benar karena memang berpotensi ada tsunami walaupun kecil," tutup Widjo. 

Penulis : Resa Eka Ayu Sartika
Editor : Resa Eka Ayu Sartika
Sumber : sains.kompas.com, 07 Agustus 2018, 20:06 WIB.

Jumat, 10 Agustus 2018

Inilah Bahayanya Jika Anda "NEKAD" Langsung Ngopi Setelah Minum Obat...


Bagi kebanyakan orang, minum kopi adalah kewajiban harian yang tidak bisa diganggu gugat bahkan saat sakit sekalipun. Akan tetapi jangan segera minum kopi setelah minum obat. Hal ini bisa menjadi senjata makan tuan bagi kesehatan Anda.


  • Minum kopi setelah minum obat bisa memicu aritmia jantung (denyut tidak normal).
Efek melek yang Anda rasakan setelah minum kopi didapat dari kandungan kafein yang bekerja dengan merangsang kerja otak dan jantung. Akan tetapi, kafein dalam kopi dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat. Contohnya efedrin dan fenilpropanolamin, dua obat yang berfungsi mengatasi gejala flu dan hidung tersumbat.

Ketika Anda minum kopi setelah minum obat ini, detak jantung akan meningkat drastis. Ini jelas sangat buruk dampaknya bagi jantung. Hal yang sama akan terjadi seperti pada obat asma, theophylline atau mirip dengan kafein, antidepressan dan obat antipsikotik, kelompok antibiotik kuinolon, dan pil KB.

Bahaya lainnya dari minum kopi setelah minum obat adalah bisa memicu keracunan karena kafein dapat bertahan lebih lama di dalam tubuh.

Itu sebabnya kafein tidak bisa dikonsumsi setelah Anda meminum obat. Minum obat sebaiknya dengan air putih. Tidak disarankan minum obat dengan kopi, teh, jus, susu, minuman ringan bersoda, apalagi minuman keras. Beri jarak 2-3 jam setelah minum obat, barulah minum kopi.


  • Kafein bisa "membatalkan kemanjuran obat" untuk menyembuhkan penyakit
Di samping itu, khasiat obat akan lebih lama munculnya (bahkan akan kurang manjur) jika Anda minum kopi setelah minum obat karena kafein mengganggu proses penyerapan obat dalam lambung dan usus halus. Efek ini terjadi pada beberapa jenis obat, terutama golongan antidepresan, esterogen, serta obat-obat untuk gangguan tiroid dan osteoporosis.

Sebuah penelitian tahun 2008 menunjukkan, penyerapan levothyroxine yang merupakan salah satu obat gangguan tiroid berkurang 55 persen saat diminum bersama kopi. Demikian juga dengan alendronate, sejenis obat osteoporosis yang penyerapannya juga turun 60 persen.

Pada perempuan, kopi juga mempengaruhi keseimbangan hormon. Dalam beberapa penelitian, kadar esterogen dan hormon lain pada perempuan mengalami penurunan sesaat setelah minum kopi, sehingga penyerapan beberapa jenis obat bisa terganggu.

Efek samping kopi saat diminum bersama obat sering kali terlupakan karena orang lebih peduli pada efek samping dari kopi itu sendiri misalnya jantung berdebar-debar dan susah tidur. Padahal ketika minum kopi setelah minum obat bisa memicu efek samping yang lebih beragam.

Penulis : Yuliati Iswandiari
Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum.
Sumber : hellosehat.com

Kamis, 09 Agustus 2018

Waspada : Durasi Tidur Berlebih, Memiliki Kaitan Dengan Kematian Seseorang


Kurang tidur kerap menjadi permasalahan bagi banyak orang. Selain berdampak pada stamina, kurang tidur juga berdampak pada kesehatan mental dan fisik seseorang. Seperti yang kita ketahui, waktu tidur ideal yang disarankan adalah tujuh hingga delapan jam setiap hari. Lalu, bagaimana jika pola tidur kita melebihi waktu yang ideal?

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa tidur di malam hari dengan waktu melebihi 10 jam, berisiko terserang penyakit stroke sebesar 56%. Selain itu, pola tidur semacam ini juga berisiko terhadap penyakit jantung sebesar 49%.

“Tidur berlebih adalah tanda adanya peningkatan risiko kardiovaskular,” ungkap Dr. Chun Shing Kwok, pempimpin penelitian.

Dr. Kwok menegaskan bahwa penemuan tersebut memiliki implikasi penting, terutama pada bidang kesehatan. Jika seorang pasien diketahui memiliki pola tidur lebih dari delapan jam, maka dokter harus mempertimbangkan untuk melakukan pemindaian mendalam. Hal tersebut untuk mengetahui risiko penyakit jantung secara detil.

Sebuah penelitian terkait juga dilakukan oleh Keele University, Universitas Manchester, Universitas Leeds, dan Universitas East Anglia dengan meninjau 74 penelitian sebelumnya.

Setelah melakukan peninjauan, ditemukan data yang menunjukkan bahwa orang dengan jumlah waktu tidur berlebih, sangat berpotensi meninggal dalam beberapa dekade. Orang-orang yang tidur selama lebih dari sembilan jam memiliki kemungkinan 25% lebih besar untuk meninggal.

“Penelitian ini dimulai karena kami tertarik untuk mengetahui apakah lebih berbahaya ketika tidur berlebih atau kurang tidur,” ucap Dr. Kwok.

Menurut Dr. Kwok, tidur seseorang juga dipengaruhi oleh budaya, sosial, psikologis, perilaku, patofisiologi dan lingkungan. Bahkan, pola hidup juga dapat memengaruhi pola tidur seseorang.

"Ini termasuk kebutuhan untuk merawat anak-anak atau keluarga, pola kerja yang tidak teratur, penyakit fisik atau mental, dan ketersediaan komoditas 24 jam dalam masyarakat,” lanjut Dr. Kwok.

Penulis : Mar'atus Syarifah
Editor : Gregorius Bhisma Adinaya
Sumber : mirror.co.uk, dikutip dari :nationalgeographic.grid.id, Selasa, 7 Agustus 2018, 16:54 WIB.

Senin, 06 Agustus 2018

Inilah Jawaban Mengapa Meskipun Pusat Gempa Lombok Berlokasi di Lereng Gunung Rinjani, Tetapi Bisa Memicu Tsunami...


Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengungkapkan, gempa bumi yang baru saja terjadi di wilayah Lombok dengan magnitudo 7 berlokasi di lereng Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Tepatnya berlokasi di darat pada lerang utara timur laut Gunung Rinjani pada jarak 18 kilometer arah barat laut Lombok Timur pada kedalaman 15 kilometer," ujar Dwikorita dalam konferensi pers di gedung BMKG, Jakarta, Minggu (5/8/2018) malam.

"Dengan memperhatikan kondisi episenter, hiposenter, mekanisme sumbernya maka gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas patahan naik atau sesar naik Flores," kata Kepala Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati dalam jumpa pers di Kantor BMKG, Jl Angkasa I, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (5/8/2018).

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik," ungkapya.

Video : "Konferensi Pers BMKG Terkait Gempa Lombok & Peringatan Tsunami"

Bacaan terkait : Pusatnya Gempanya di Darat, Kenapa Gempa Lombok Berpotensi Tsunami?

Gempa 7 SR ini merupakan satu rangkaian dengan gempa 6,4 SR pekan lalu yang berpusat di Lombok Timur. Gempa hari ini adalah gempa bumi utama. Dwikorita menjelaskan, gempa bumi ini tergolong gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas patahan yang naik. BMKG menyatakan gempa ini merupakan gempa bumi utama dari rangkaian gempa pendahuluan.

"Mengingat episenter atau pusat gempanya relatif sama dengan gempa bumi pada 29 Juli 2018 lalu, maka BMKG menyatakan bahwa gempa bumi ini yang baru saja terjadi merupakan gempa bumi utama atau main shock," jelas Dwikorita.


"Mengingat pusat gempanya sama dengan gempa bumi yang terjadi tanggal 29 Juli 2018 lalu maka BMKG menyatakan gempa bumi ini merupakan gempa bumi utama, atau main shock dari rangkaian gempa bumi yang terjadi sebelumnya," kata dia.

Dwikorita juga menyatakan masyarakat di Lombok yang sempat mengungsi ke dataran tinggi bisa kembali ke permukiman asalnya. Hal itu terkait telah dicabutnya peringatan dini tsunami sehubungan terjadinya gempa di wilayah Lombok yang bermagnitudo 7.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menyatakan peringatan tsunami telah berakhir pada Minggu (5/8/2018) malam, sehubungan terjadinya gempa di wilayah Lombok bermagnitudo 7. 

Dalam wawancara dengan Kompas TV Rahmat Triyono mengungkapkan peringatan tsunami telah berakhir. "Ini karena tsunami hanya setinggi 13 cm dan ini tiak signifikan, sehingga warning tsunami berakhir," jelasnya. 

Sebelumnya, BMKG menyatakan gempa Lombok memunculkan potensi tsunami terjadi di pantai Lombok Barat bagian utara dengan status waspada dan pantai Lombok Timur bagian Utara dengan status Waspada. BPBD telah memerintahkan masyarakat untuk menjauh dari pantai.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pusat meminta warga Nusa Tenggara Barat (NTB) tetap tenang dan menjauhi bibir pantai pasca gempa 7 Skala Richter (SR) mengguncang Lombok Utara pukul 18.46 WIB, Minggu (5/8).

Gempa yang berlokasi di 8.37 LS, 116.48BT dengan kedalaman 15 Kilometer tersebut berpotensi terjadinya tsunami.


“Meski prediksi gelombang paling tinggi hanya setengah meter, tapi kami minta masyarakat segera jauhi bibir pantai dan mencari tempat yang jauh lebih tinggi. Upayakan untuk tetap tenang dan tidak panik,” ungkap Kepala BMKG Pusat, Dwikorita Karnawati di Jakarta, Minggu (5/8).

Dwikorita mengatakan gelombang tsunami yang tiba bisa saja berbeda-beda. “Gelombang yang pertama bisa saja bukan yang terbesar,” tuturnya.

Diungkapkan, hingga saat ini BMKG terus memantau kondisi terkini pasca gempa dan berkoordinasi dengan pihak- pihak terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Terus kami pantau dari Pusat Gempa Nasional di Jakarta, termasuk potensi terus terjadinya gempa susulan,” terangnya.

Dwikorita memaparkan hingga pukul 19.51 WIB, telah terjadi 16 kali gempa susulan namun dengan magnitudo yang jauh lebih kecil. Namun demikian, Ia meminta masyarakat untuk terus waspada dan tidak mendiami bangunan atau rumah yang rawan runtuh.

Berapa saat setelah himbaun di keluarkan BMKG Pusat, Warga yang ada di kecamatan maluk kabupaten sumbawa barat NTB berhamburan keluar rumah dan mencari dataran tinggi untuk menyelamatkan diri.

Di samping himbauan dari BMKG pusat, Sirine sunami yang berada di pantai maluk berbunyi hingga membuat warga semakin panik. Seketika dataran tinggi yang berada tidak jauh dari kantor telkom maluk di penuhi warga yang menggunakan sepeda motor,  mobil dan para warga yang berlari ketakutan. Sementara itu pantauan reporter media ini, kantor kepolisian sektor maluk juga di penuhi dengan warga yang kawatir akan terjadinya sunami,

hingga BMKG pusat Mengeluarkan himbaun yang menarik peringatan dini sunami memvuat kehawatiran warga beransur membaik hingga sebagian warga memutuskan untuk kembali kerumah masing masing. Namun tidak sedikit pula yang masih merasa panik  bertahan di tempat. hingga brita ini di muat situasi dan kondisi di kecamatan maluk masih terpantau aman dan terkendali.


Gempa dirasakan di Pulau Lombok, Pulau Sumbawa, Pulau Bali hingga Jawa Timur bagian Timur. Guncangan sangat keras dirasakan di Kota Mataram. Masyarakat berhamburan keluar rumah. Masyarakat berlalu lalang di jalan dengn kondisi gelap karena listrik padam.


"Yang rumahnya tidak rusak, tidak retak, sudah aman untuk kembali ke rumah meskipun tetap harus waspada. Dan juga aman apabila rumahnya di dekat pantai karena peringatan dini tsunami telah berakhir," kata Dwikorita.

Ia juga mengingatkan, bagi masyarakat yang rumahnya retak atau rusak parah, diminta tak mendatangi atau tinggal di rumah tersebut.

"Bangunan yang retak dan rusak sebaiknya tidak usah di datangi, kalau miring sebaiknya tidak ditinggali. Yang masih utuh tidak apa-apa," ujarnya.

Sebelumnya, BMKG menyatakan gempa Lombok memunculkan potensi tsunami terjadi di pantai Lombok Barat bagian utara dengan status waspada dan pantai Lombok Timur bagian Utara dengan status Waspada.

BPBD telah memerintahkan masyarakat untuk menjauh dari pantai. Gempa dirasakan di Pulau Lombok, Pulau Sumbawa, Pulau Bali hingga Jawa Timur bagian Timur.

Guncangan sangat keras dirasakan di Kota Mataram. Masyarakat berhamburan keluar rumah. Masyarakat berlalu lalang di jalan dengn kondisi gelap karena listrik padam.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), intensitas gempa di Kota Mataram VII MMI, Karangasem VI MMI, Ubud V MMI, Denpasar IV MMI, Kuta IV MMI, Tabanan V MMI, Singaraja III MMI, Negara IV MMI, Banyuwangi III MMI, Jember III MMI, dan Malang II MMI.

Penyusun : Yohanes Gitoyo, S P
Sumber :

  • https://lensantb.com/2018/08/gempa-lombok-berpotensi-tsunami-bmkg-jauhi-bibir-pantai/
  • https://regional.kompas.com/read/2018/08/05/20471201/gempa-lombok-bmkg-akhiri-peringatan-dini-tsunami
  • http://jabar.tribunnews.com/2018/08/01/analisis-pvmbg-sebut-gempa-bumi-lombok-akibat-patahan-aktif
  • https://law-justice.co/tercatat-115-gempa-susulan-di-lombok.html
  • https://news.detik.com/berita/4151203/ini-pemicu-gempa-7-sr-di-lombok-ntb

Kamis, 02 Agustus 2018

Anak Kecil Tak Dianjurkan Terlalu Banyak Minum Jus Buah, Mengapa?


Jus buah yang digemari anak-anak ternyata tidak boleh dikonsumsi berlebihan. The American Academy of Pediatrics (AAP) menyebut, setiap anak dengan usia berbeda memiliki kebutuhan yang berbeda. 

Misalnya, anak sekolah berusia 7 sampai 18 tahun, hanya boleh mengonsumsi delapan ons jus per hari. 

Usia 4 sampai 6 tahun, hanya boleh mengonsumsi empat sampai enam ons jus per hari. Batita usia 1 sampai 3 tahun, maksimal hanya boleh mengonsumsi empat ons jus setiap hari. 

Sedangkan bayi di bawah 1 tahun, sama sekali tidak diperbolehkan minum jus. Menurut Steven Abrams, dokter anak dari University of Texas di Austin, ada dua aspek bertabrakan yang melatarbelakangi hal tersebut. 


"Jus buah mengandung serat dan vitamin yang dapat merusak gigi. Beberapa dokter anak (justru) tidak menyarankan jus sama sekali untuk anak. Namun, saya pikir hal itu cukup sulit dilakukan," kata Abrams, dilansir Science Alert, Sabtu (28/7/2018). 

Selain Abrams, seorang dokter keluarga di Dayton, Ohio, Gary LeRoy, juga menyampaikan hal serupa. LeRoy pun membuat program 5-2-1-0 dengan dewan kesehatan masyarakat setempat. Nama program ini mengacu pada lima porsi buah dan sayuran setiap hari, membatasi dua jam pada kegiatan di depan layar, satu jam aktivitas fisik, dan nol minuman manis. 

Metode itu adalah aturan praktis yang dapat diterapkan sebagai pola hidup sehat masyarakat setempat. Khusus untuk jus buah, LeRoy memberi catatan dan peringatan. "Jika jus buah dikategorikan sebagai salah satu porsi buah dan sayuran, pastikan itu 100 persen jus buah," tegas LeRoy. 

Selain jus buah murni, seringkali kita menemukan minuman jus koktail yang sudah diberi tambahan pemanis atau pengawet. Dibanding jenis minuman jus yang kedua, LeRoy menyarankan untuk kita lebih memilih jus buah murni, tanpa tambahan apapun termasuk gula. 


Umumnya minuman kemasan tetap mengandung gula, meski sudah dilabeli 100 persen dari buah asli. Tak tanggung-tanggung, rata-rata minuman kemasan memiliki kandungan gula dengan berat belasan gram. Meski sulit untuk mengetahui apakah anjuran yang dibuat LeRoy diterapkan dalam keluarga, namun Abrams memastikan sebagian besar produsen jus bayi telah menghentikan memproduksi dan hanya tersisa sedikit produk di pasaran. 

Standar nutrisi anak yang diterapkan untuk pusat penitipan anak di Amerika, juga memiliki aturan yang mirip AAP. Tidak ada jus untuk bayi sampai usia satu tahun, empat ons jus per hari untuk anak usia 1 hingga 3 tahun, dan empat sampai enam ons untuk anak usia 4 hingga 6 tahun. Menurut Bettina Elias Siegel, seorang penulis dan komentator tentang masalah yang melibatkan anak-anak dan kebijakan makanan, jus di tempat penitipan anak sebenarnya dapat menggantikan kebutuhan buah dan sayur. 

“Bukan jus yang buruk, tapi bahan tambahan di dalamnya. Setiap orang yang saya ajak bicara menyatakan irisan apel lebih baik daripada jus apel," kata Siegel. "Irisan apel mengandung serat makanan yang baik, dan mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk memakannya, yang memperlambat asupan kalori,” imbuhnya. 

Beberapa restauran di Amerika berhenti menyajikan minuman soda bagi anak-anak dan menggantinya dengan susu atau jus buah. Jus adalah pilihan yang lebih baik dibandingkan dengan soda, namun tidak selalu sehat. 


Namun, Siegel mengakui kelebihan jus. Ia mengatakan, jus sangat populer, mudah disimpan, tidak memerlukan persiapan, dan mungkin lebih murah daripada buah utuh. Untuk menghindari rasa yang tidak disukai anak-anak pada jus buah murni, LeRoy menyarankan untuk memberi air pada jus tersebut. Menurutnya, cara ini dapat tetap mempertahankan kandungan nutrisi dan rasa. 

Penulis : Bhakti Satrio Wicaksono
Editor : Gloria Setyvani Putri
Sumber : Science Alert, dikutip dari : sains.kompas.com, 31 Juli 2018, 21:01 WIB

Selasa, 24 Juli 2018

Tahukah Anda, Saat Ini Kita Tinggal di Zaman Geologi Baru? Namanya Meghalayan...


Menurut pakar geologi, saat ini kita sedang berada di pertengahan zaman geologi baru, namanya Meghalayan. Dalam keterangan International Union of Geological Sciences (IUGS), Meghalayan dimulai sejak 4.200 tahun lalu. Di mana saat itu terjadi kekeringan global yang menghancurkan seluruh peradaban di bumi. Meghalayan merupakan zaman paling baru yang diklasifikasikan dalam seri atau kala Holosen.

Seperti pengumuman yang dirilis IUGS pada Jumat (13/7/2018), artinya seri Holosen memiliki tiga tahapan umur geologi. Seri Holosen tertua disebut Greenlandian, terjadi sekitar 11.700 sampai 8.326 tahun yang lalu. Holosen tengah disebut Northgrippian, terjadi sekitar 8.326 tahun sampai 4.200 tahun yang lalu. Terakhir adalah Meghalayan yang dimulai pada 4.200 tahun lalu sampai sekarang. 

Dilansir Live Science, Rabu (18/7/2018), ahli geologi telah membagi dan menamai semua sejarah bumi sejak 4,54 miliar tahun lalu secara sistematis dan memuatnya dalam International Chronostratigraphic Chart. Semuanya telah dikelompokkan sesuai dengan skala waktu geologi. Berturut-turut skala waktu geologi dari yang terlama sampai terpendek adalah eon atau kurun, era atau masa, periode, dan kala/seri.

Menurut para ahli, saat ini kita berada di eon Fenerozoikum, era Kenozoikum, periode Kuarter, dan seri Holosen Meghalayan. Dalam keterangan yang disampaikan IUGS lewat unggahan twitter mereka, zaman Meghalayan terjadi pada 4.250 tahun yang lalu sampai saat ini. Sebelumnya, IUGS mengatakan bahwa Meghalayan terjadi sejak 4.250 tahun lalu sampai tahun 1950.

Namun, pernyataan itu telah diralat oleh mereka. Sebagai informasi, keterangan twit tersebut salah. Seperti kita lihat, IUGS mengatakan bahwa Meghalayan terjadi sejak 4.250 tahun lalu sampai tahun 1950. Namun, pernyataan itu telah diralat oleh mereka.

The official International Chronostratigraphic Chart. 
Source: International Union of Geological Sciences

"Koreksi: Greenlandian (11.700-8.326 tahun lalu), Northgrippian (8.326-4.200 tahun lalu), Meghalayan (sejak 4.200 tahun lalu). Meghalayan masih terjadi hingga saat ini, tidak hanya sampai 1950)," tulis IUGS dalam twitnya.


Bagaimana caranya membagi usia bumi?


"Untuk menentukan waktu awal setiap usia bumi, kami melihat jejak kimia unik yang ditemukan dalam sampel batuan dari waktu itu. Setiap jejak berhubungan dengan peristiwa iklim yang besar," kata IUGS dalam sebuah pernyataan. Misalnya saja Greenlandian, usia tertua dalam seri Holosen terjadi sejak 11.700 tahun lalu, saat bumi meninggalkan zaman es. Menurut laporan BBC, Northgrippian dimulai pada 8.300 tahun lalu, saat Bumi tiba-tiba mulai mendingin, gletser di Kanada mencair dan mengalir sampai Atlantik Utara. Fenomena ini mengganggu arus lautan.

Sedangkan Meghalayan dimulai 4.250 tahun yang lalu, saat peradaban bersejarah di seluruh dunia hancur. Ini termasuk hancurnya peradaban Mesir, Yunani, Suriah, Palestina, Mesopotamia, Lembah Indus, dan Lembah Sungai Yangtze. Terjadi kekeringan selama 200 tahun, kemungkinan dipicu oleh pergeseran lautan dan sirkulasi atmosfer.


Asal usul nama Meghalayan.

Ahli geologi memilih nama Meghalayan karena sampel batuan yang mereka analisis berasal dari Meghalaya, sebuah negara bagian di wilayah timur laut India. Nama Meghalaya berasal dari bahasa Hindi dan Sansekerta yang berarti rumah awan.

The Mawmluh Caves in Meghaaya (L). A portion of an Indian stalagmite that defines the beginning of the Meghalayan Age (R). 

Dengan menganalisis stalagmit yang tumbuh di dasar Goa Mawmluh, para ahli geologi menemukan masing-masing lapisan stalagmit memiliki tingkat isotop oksigen yang berbeda atau memiliki jumlah neutron yang berbeda.

Perubahan inilah yang menandai melemahnya kondisi monsun atau angin yang berhembus secara perioden dari waktu ke waktu. "Pergeseran isotop mencerminkan adanya penurunan curah hujan monsun sebanyak 20 sampai 30 persen," kata Mike Walker, profesor emeritus ilmu kuaterner di University of Wales, Inggris, yang memimpin penamaan usia bumi kepada BBC via Live Science. Walker menambahkan, dua pergeseran paling menonjol terjadi sekitar 4.300 sampai 4.100 tahun yang lalu. Dari angka tersebut, ahli kemudian mengambil titik tengah dimulainya masa Meghalayan, yakni 4.200 tahun lalu.

Masih kontroversi Meghalayan sudah diperkenalkan sejak enam tahun lalu, dalam studi yang terbit di Journal of Quaternary Science edisi Agustus 2012. Terkait penamaan dan pengukuran usia bumi, beberapa ahli geologi menyebut hal ini terlalu dini dilakukan. Menurut mereka, masih belum terbukti jelas apakah perubahan iklim yang terjadi di masa lalu benar-benar dirasakan secara global.

Sementara itu, IUGS pernah mengatakan dalam twitternya tentang zaman Anthropocene. Ini merupakan periode geologi yang ditandai oleh dampak dramatis manusia terhadap bumi. Namun, nama ini belum diresmikan. 

Penulis : Gloria Setyvani Putri
Sumber : Live Science, dikutip dari : sains.kompas.com, 23 Juli 2018, 18:29 WIB. 

Senin, 23 Juli 2018

Jamu dapat Menyembuhkan Berbagai Penyakit, Mitos atau Fakta?


Banyak yang menganggap jamu tradisional dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Faktannya, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Menurut Ir. Heru D. Wardana, jamu tidak dapat menyembuhkan penyakit. Ia menuturkan, fungsi jamu pada dasarnya adalah sebagai pencegah datangnya penyakit. 

“Sebenarnya jamu bukanlah obat, jamu lebih ke preventif dan promotif pencegahan. Jadi, (jamu) meningkatkan daya tahan, imun, kemudian mencegah (penyakit datang),” tegas Heru saat ditemui di Kampoeng Djamu Organik, Kamis (19/07/2018). 

Meskipun Heru mengatakan jamu tidak bisa menyembuhkan penyakit, ia tidak sepenuhnya menyalahkan mitos bahwa jamu bisa menyembuhkan penyakit. 

“ Jamu sebenarnya ada unsur kuratifnya, tapi enggak sekaligus seperti (obat) kimia. Kalau kimia, misalnya demam (diberikan) parasetamol, langsung turun panasnya. Tapi kalau jamu enggak, jamu ngobatinnya tidak langsung,” jelas Heru. 

Misalnya saja daun sirsak yang dipercaya dapat menyembuhkan kanker. Padahal sebenarnya, fungsi daun sirsak adalah sebagai pemotong rantai makanan dari sel kanker. “Sel kanker itu kan butuh makanan, dengan minum jamu (daun sirsak) dia memotong makanannya dan menyebabkan sel kankernya mati,” tutur Heru. 

Bisakah minum obat kimia dibarengi minum jamu? 
Mitos yang berkembang di masyarakat terkait jamu, secara tidak langsung memicu banyak oknum untuk mencampur jamu dengan bahan kimia lainnya. Tindakan ini sebetulnya sangat berbahaya.

“Jadi sekarang pengerajin jamu itu kan ahlinya jamu. Dia bukan ahli kimia, bukan famasi. Aplikasi kimia itu, kalau kita ke dokter coba, masing-masing orang itu dosisnya beda-beda, nah kalau jamu dikasih kimia sama rata ya ga bisa. Itu semua aturan per individu” ungkap Heru.


Hati-hati membeli dan mengkonsumsi jamu palsu berbahaya



Di pasaran  beredar Obat Tradisonal palsu, berkedok jamu/herbal yang komposisinya mengandung zat kimia. Tetangga saya pernah bertanya. Kenapa Jamu yang saya konsumsi berefek makan menjadi enak, tidur tambah pulas dan reaksi obat terasa cepat menghentikan nyeri pada lutut dan pinggang? Tapi, jika tidak dikonsumsi penyakit Rheumatik kambuh lagi. Kemudian, jadi ketergantungan dengan jamu tersebut?
Saya balik bertanya. Apakah jamu tersebut ada tertulis izin BPOM RI nya? Beliau menjawab. Tidak. Saya jawab lagi bahwa jamu yang ia konsumsi adalah jamu palsu yang mengandung zat kimia.

Badan pengawasan obat dan makanan (BPOM) merilis jenis obat Rheumatik dan penghilang rasa sakit yang paling banyak di racik menjadi jamu. Diantaranya obat kimia, seperti Fenilbutason,Metampiron, Asam Mefenamat dan Parasetamol.

Obat-obatan yang diracik tersebut tidak memenuhi standar pengobatan. Karena, dosis tidak jelas, kemudian sudah termasuk unsur penipuan. Berkedok obat tradisonal.

Rayuan maut banyak bertebaran dipasaran dengan iming-iming back to nature . Konsumen diharapkan teliti, Yang harus diperhatikan dengan seksama ketika membeli adalah, Apakah ada tercantum izin BPOM RI dilabel jamu? kemudian baca komposisi dan alangkah lebih baik konsultasikan dulu pada dokter anda.

Ingat. Penggunaan obat yang tidak sesuai dosis dan indikasi dapat menyebabkan kerusakan ginjal,hati dan jantung.Badan POM telah memberi peringatan keras bahwa daftar jamu/obat tradisional dibawah ini tidak boleh dikonsumsi:

Bolehkah meminum jamu dan obat secara bersamaan?



Hal ini menimbulkan pertanyaan, dapatkah kita meminum jamu dan obat secara bersamaan? 
Menurut Heru, tidak ada yang salah dengan meminum obat dan jamu namun perlu diperhatikan jaraknya. “Namanya paliatif. Jadi obat dokter kita minum dulu, dua jam kemudian kita bisa minum jamu," ujar Heru. 

Dalam beberapa kasus, meminum obat kimia yang diimbangi dengan jamu dapat memberi dampak positif. Misalnya saja, mereka yang memiliki riwayat darah tinggi berpeluang besar berhenti minum obat dari dokter jika diimbangi minum jamu. 

"Darah tinggi itu kan enggak bisa berhenti minum obat, dokter kasihnya seumur hidup. Kalau jamu enggak, saat tertentu enggak perlu lagi (minum obat), itu fungsi dari jamu," jelasnya. 

Terlepas dari perdebatan apakah jamu dapat menyembuhkan penyakit atau tidak, Heru menegaskan pada masyarakat saat ini untuk tetap merutinkan konsumsi jamu. 

“Yang sangat penting dari jamu itu preventif, jadi minumlah jamu sebelum sakit. Bukan sakit baru minum jamu.” Tandas Heru.


Amankah Minum Jamu Tiap Hari?


Bagi masyarakat, jamu atau ramuan obat tradisional Indonesia sebetulnya bukan hal baru. Ramuan dari tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral itu secara turun-temurun digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman.

Salah satu cara pengolahan obat tradisional yang sederhana adalah merebus atau menggodok bahan-bahan dari tumbuhan, misalnya saja daun sirsak atau temulawak, lalu airnya diminum secara rutin untuk memelihara kesehatan.

Menurut Indah Yuning Prapti, Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Kemenkes RI, penggunaan tanaman obat biasanya tidak akan kelebihan dosis.

"Karena zat aktif dalam tanaman masih macam-macam, umumnya tidak akan sampai ke situ efeknya. Kecuali jika ia ada alergi. Misalnya saja orang yang asma alergi bulu, ketika ia diberi tanaman jati Belanda untuk menurunkan kolesterolnya atau mengurangi kegemukan, bisa saja akan sesak," katanya.

Untuk mencegah hal tersebut, maka sebelum mengonsumsi obat herbal tertentu sampaikan dulu kondisi penyakit yang diderita sehingga bisa dicari obat pengganti. Masyarakat juga harus berhati-hati pada jamu atau herbal yang ternyata mengandung obat keras yang bisa berbahaya jika dikonsumsi setiap hari.

Indah menyebutkan, masyarakat sudah secara turun temurun menggunakan jamu dan dibekali kearifan cara menggunakannya. "Dulu memang takarannya hanya sejimpit, sejempol, segenggam. Tapi begitu kita ukur, misalnya saja daun jati Belanda dalam kondisi kering segenggam itu setara dengan 5 gram. Nenek moyang kita sudah sangat arif sebenarnya," ujarnya.

Pemerintah memang terus mendorong pemanfaatan jamu secara lebih luas, antara lain dengan program saintifikasi tanaman obat tradisional. Dengan proses saintifikasi, jamu yang selama ini telah dimanfaatkan masyarakat memiliki bukti ilmiah.

Penyusun : Yohanes Gitoyo, S Pd.
Sumber : 

Kamis, 19 Juli 2018

Sejak Kapan Dinosaurus Jadi Besar? Fosil Ingentia prima "Dinosaurus Raksasa Pertama "Menjawab.

Fosil Ingentia prima

Tahukah Anda bahwa dinosaurus tidak selalu raksasa. Mereka, termasuk sauropodomorpha yang merupakan hewan darat terbesar dalam sejarah, awalnya bertubuh kecil. Menurut teori yang ada sebelumnya, dinosaurus tiba-tiba menjadi besar pada periode Jura. 

Akan tetapi, fosil yang baru-baru ini ditemukan di situs Balde de Leyes, provinsi San Juan, Argentina membantah teori itu. Fosil dinosaurus besar tersebut berasal dari periode Trias akhir, yang berarti dinosaurus menjadi raksasa lebih awal dari dugaan sebelumnya. 

Salah satu anggota tim peneliti, Cecilia Apaldetti dari National University of San Juan di Argentina, mengatakan, begitu kami menemukannya, kami tahu ini sesuatu yang berbeda. “Kita menemukan sebuah bentuk, raksasa pertama di antara semua dinosaurus. Itu adalah sebuah kejutan,” ujarnya. 


Para paleontolog pun menamai dinosaurus tersebut Ingentia prima yang berarti raksasa pertama. I prima bersama fosil-fosil serupa di sekitarnya juga diberi nama famili baru, yakni Lessemsauridae. 

Ingentia prima (Agencia CTyS) Ketika hidup, I prima memiliki berat badan sekitar 10 ton. Berat ini kira-kira sama dengan dua atau tiga gajah Afrika, walaupun masih jauh dari Sauropoda yang beratnya mencapai 70 ton. 



Dengan leher dan ekor yang panjang, I prima yang panjangnya kira-kira 10 meter ini memiliki kemiripan bentuk dengan famili Sauropodomorph. 

Melalui fosil ini, para paleontolog juga menemukan beberapa petunjuk mengenai bagaimana dinosaurus bisa menjadi besar dalam waktu yang tergolong singkat. 

I prima memiliki sistem pernapasan seperti burung yang bisa menyimpan udara beroksigen. Ini membuat dinosaurus tersebut lebih cepat dingin. Ingentia prima (Jorge A. González) Tulang-tulang juga menunjukkan pertumbuhan yang tidak merata bila dibandingkan dengan Sauropodomorph yang pertumbuhannya lebih bertahap. 



Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Nature Ecology & Evolution. 

Penulis : Shierine Wangsa Wibawa
Editor : Shierine Wangsa Wibawa
Sumber: Science Alert, dikutip dari : sains.kompas.com, 14 Juli 2018, 21:08 WIB.

Jumat, 13 Juli 2018

Siapa Leluhur Manusia di Asia Tenggara? Tes DNA Manusia Purba Menjawabnya"


Asia Tenggara merupakan salah satu wilayah yang paling beragam secara genetik di dunia. Keunikan inilah yang pada akhirnya justru membuka perdebatan tak berujung di kalangan para ilmuwan. Lebih dari 100 tahun, mereka belum bisa memecahkan siapakah sesungguhnya moyang orang-orang Asia Tenggara ini. Sebuah teori yang terlontar menyebut jika moyang kita adalah masyarakat kuno berburu-meramu yang disebut dengan Hòabìnhian. 



Mereka berdiam di Asia Tenggara selama 40.000 tahun. Tapi kemudian ada yang menarik yang terjadi. Saat masa masa berburu meramu beralih menjadi menjadi masa masyarakat bercocok tanam, masyarakat prasejarah ini menghilang. 

Anehnya, tidak pernah diketahui bagaimana mereka lenyap dari muka Bumi ini. Apakah Hòabìnhian bisa beradaptasi dengan cara hidup yang baru sebagai masyarakat bercocok tanam ataukah tergeser oleh keberadaan populasi lain. 

Sebagai catatan pada masa itu terjadi migrasi petani besar-besaran dari Asia timur. Hipotesis Sehingga kedatangan para petani ini memunculkan teori baru lain yang dikenal dengan 'two-layer model'. 

Teori tersebut memandang jika kedatangan petani dari Asia timur ini menggantikan masyarat kuno Hòabìnhia. Namun kedua hipotesis tersebut nampaknya belum seluruhnya benar mengungkap asal-usul orang Asia Tenggara. 

Hingga sebuah penelitian internasional baru-baru ini berhasil mengungkap fakta baru. "Kami meneliti kerangka manusia purba mulai dari masa Hòabìnhian hidup hingga Zaman Besi. Dan kami menemukan jika populasi Asia Tenggara saat ini berasal dari setidaknya empat populasi kuno," jelas Fernando Racimo, peneliti genetika kuno dari University of Copenhagen, Denmark dikutip dari Science Alert, Selasa (10/07/2018). 

"Ini merupakan bentuk yang jauh lebih kompleks dari yang diperkirakan sebelumnya," tambahnya. 


Untuk penyelidikan mereka, peneliti mengekstraksi DNA dari sisa kerangka manusia purba berusia mulai 8000 tahun yang terdapat di Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, Indonesia, Laos dan Jepang. Secara total, 26 urutan genom manusia purba berhasil dipelajari. 

Hasilnya mengungkapkan jika pembentukan masa bercocok tanam serta catatan migrasi (keluar dan masuk) orang Asia tenggara lebih kaya daripada yang pernah ada sebelumnya. Kesimpulan Kompleks Mereka kemudian menyimpulkan jika tidak ada interpretasi yang sesuai dengan kompleksitas sejarah Asia Tenggara. Baik masyarakat berburu-meramu dan juga petani Asia Timur berkontribusi terhadap keragaman Asia Tenggara saat ini. 

Walapun belum sepenuhnya menjawab, tetapi hasil ini membantu menyelesaikan satu dari kontroversi yang berlangsung lama di prasejarah Asia Tenggara. Selain itu, para ilmuwan harus berjibaku dengan iklim Asia Tenggara. Panas dan kelembaban Asia Tenggara menjadi salah satu lingkungan yang paling sulit untuk pegawetan DNA. 

"Kami berusaha keras untuk mengambil DNA purba dari Asia Tenggara tropis yang dapat memberikan petunjuk baru," jelas pimpinan ahli genetika evolusioner, Eske Willerslev dari University of Cambridge di Inggris dikutip dari Science Daily, Jumat (06/07/2018). 

"Fakta bahwa kami dapat memperoleh 26 genom manusia dan menjelaskan kekayaan genetik luar biasa dari kelompok-kelompok di wilayah ini tentu sangat luar biasa," sambungnya. Studi ini dipublikasikan di Science. 

Penulis : Kontributor Sains, Monika Novena
Editor : Resa Eka Ayu Sartika
Sumber : Science Daily,Science Alert, dikutip dari : sains.kompas.com, 11 Juli 2018, 21:05 WIB.

Sabtu, 07 Juli 2018

Benarkah Suhu Dingin di Bumi 6 Juli 2018 Akibat Bumi Berada Di Titik Terjauhnya Dari Matahari (Aphelion)?


Jumat hari ini, 6 Juli 2018, Bumi berada di titik terjauhnya dengan Matahari dibandingkan dengan waktu lainnya selama satu tahun, atau disebut Aphelion. Kejadian ini tepatnya akan terjadi sekitar pukul 23.45 jelang tengah malam.

Namun, di mata pengamat astronomi, Avivah Yamani, kejadian ini merupakan hal biasa yang selalu dialami Bumi setiap tahunnya. Karena, Orbit Bumi saat mengelilingi Matahari berbentuk lonjong bukan bulat sempurna. Selain itu, akan ada periode di mana Bumi berada di titik terjauh (Aphelion) dan terdekat (Perihelion).


Apa Itu Aphelion? 

Dalam bidang astronomi, ada sebuah istilah bernama aphelion.
Aphelion (æpˈhiːliən) berarti jarak terjauh yang dicapai Bumi dalam orbitnya mengelilingi Matahari. Sedangkan kebalikannya adalah perihelion (ˌpɛrɪˈhiːliən), yaitu jarak terdekat Bumi dengan Matahari


Dilansir Nytimes, Jumat (6/7/2018), pada posisi Aphelion, Bumi akan berada tiga juta mil lebih jauh dari matahari. Perubahan ini terjadi karena orbit planet Bumi tidak melingkar secara sempurna, sehingga ada kalanya Bumi menempati posisi terdekat atau terjauhnya dengan matahari. Umumnya Aphelion terjadi pada saat Juli, sedangkan lawannya Perihelion, berada setiap Januari.

Titik terjauh Bumi dengan matahari menjadikan jumlah sinar matahari yang diterima oleh planet turun hingga 7 persen dibandingkan dengan Januari. Adanya perubahan dalam orbit planet ini tidak mempengaruhi fenomena musim di Bumi.

Wikipedia menerangkan bahwa Bumi berada pada jarak 147,1 juta kilometer dari Matahari saat perihelion, sementara pada aphelion Bumi berada sejauh 152,1 juta kilometer.

Artinya, terdapat perbedaan 2,5 juta kilometer dari jarak rata-rata biasanya Bumi, yaitu 150 juta kilometer. Meski begitu, baik Aphelion dan Perihelion, tidak memiliki banyak perbedaan dengan rata-rata jarak Bumi-Matahari seperti biasanya, namun hanya memiliki perbedaan dua persen.

Aphelion tahun ini terjadi 6 Juli 2018 pukul 23.48 WIB, karena fenomena ini terjadi pada malam hari, maka kita di Indonesia dan negara-negara sekitarnya tidak dapat melihat peristiwa ini. Akan tetapi, mereka yang tinggal di Amerika Serikat akan dapat menyaksikannya.


Saat Aphelion, oleh karena Bumi berada pada jarak terjauhnya dengan Matahari, maka Matahari akan tampak lebih kecil. Meskipun demikian, perbedaan ini tidak akan terlalu terlihat, karena jarak Bumi dengan matahari ketika Aphelion berubah sekira 3 persen.

Dan yang terpenting, peristiwa aphelion ini nggak berbahaya bagi kehidupan di Bumi.


Aphelion menjadikan Bumi lebih dingin ?


Walaupun berada pada titik terjauh dari Matahari, bukan berarti Bumi akan mengalami suhu yang lebih dingin. Dalam postingan di akun Facebooknya, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Thomas Djamaluddin, justru membantah ada hubungan suhu dingin di Indonesia dengan peristiwa Aphelion.

Beberapa waktu belakangan ini wilayah di Indonesia terasa lebih dingin dari hari biasanya. Dikabarkan wilayah Bandung, perbatasan Wonosobo dan Banjarnegara serta pegunungan Dieng turun salju.

Apakah suhu dingin ini terkait dengan fenomena aphelion atau kondisi di mana Bumi berada di titik terjauh dengan matahari?

Menurut Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, tidak ada kaitan antara suhu dingin di beberapa wilayah di Indonesia dengan fenomena Aphelion.


"Itu siklus yang rutin terjadi, sedangkan suhu permukaan, itu disebabkan karena distribusi panas di permukaan Bumi," kata Thomas kepada Okezone, Jumat (6/7/2018).

Thomas menjelaskan, pada Juli, matahari berada di belahan utara, sehingga belahan selatan sedang musim dingin. Pada saat posisi matahari di utara, di selatan dingin, maka tekanan udara lebih besar di selatan.

"Saat ini matahari berada di sebelah utara, sehingga belahan selatan mengalami musim dingin. Tekanan udara di belahan selatan juga lebih tinggi dari utara. Akibatnya, angin bertiup dari selatan ke utara," demikian kata Thomas dalam tulisannya.

Di Indonesia, ia melanjutkan, tiupan angin dari arah selatan ke utara mendorong awan dan mengakibatkan musim kemarau. Angin yang bertiup dari Australia yang sedang mengalami musim dingin mengakibatkan Pulau Jawa mengalami suhu udara yang dingin.

"Angin bertiup selatan ke utara. Pada saat kemarau ini, khususnya Jawa, angin bertiup dari Tenggara, Australia, sedang musim dingin. Sehingga, wilayah Jawa akan terasa lebih dingin dari rata-rata," terang Thomas.

Melihat pada data temperatur, pada saat kemarau ini, suhu memang relatif paling dingin. Efek pendinginan datang dari wilayah Australia. "Jadi, kondisi dingin pada saat ini, beberapa wilayah di Jawa, tidak ada kaitan dengan Aphelion," tuturnya.



Thomas mengatakan bahwa fenomena ini biasa terjadi setiap tahun.

Seseorang bisa merasakan suhu dingin saat ini disebabkan karena dua faktor. Ketika musim hujan, di mana orang menganggapnya sebagai sesuatu yang wajar dan ketika kondisi kemarau.

Khususnya ketika kemarau yang relatif panas, tetapi ternyata suhu dingin karena angin bertiup dari selatan.

"Selama kemarau, suhu relatif lebih dingin, tetapi tentu saja, dipengaruhi kondisi awan. Siangnya masih terik panas, itu mungkin tidak terlalu terasa. Kalau siang agak mendung lebih terasa dingin," imbuhnya.

Penyusun : Yohanes Gitoyo, S Pd.
Sumber : 

Jumat, 06 Juli 2018

NASA: Letusan Gunung Agung Adalah Kabar Bahagia Bagi Kehidupan Manusia


Masyarakat Bali mungkin sedang merasa "harap-harap cemas". Bukan tanpa alasan, Gunung Agung yang tengah aktif ini sudah beberapa kali mengalami erupsi. Salah satunya terjadi pada Senin (2/7/2018) malam, pukul 21.04 WITA.

Berdasarkan data PVMBG, Gunung Agung menyemburkan abu setinggi 2.000 meter di atas puncak, atau 5.142 meter di atas permukaan laut.

Berbeda dengan masyarakat Bali—dan mungkin masyarakat Indonesia—yang tengah was-was, para peneliti NASA justru merasakan hal yang bertokak belakang.

Para peneliti NASA mengatakan bahwa letusan Gunung Agung berpotensi sebagai penyelamat dunia dalam permasalahan perubahan iklim.


Letusan Gunung Agung dari satelit NASA
  
Dengan meneliti peristiwa alam ini, NASA berharap dapat menemukan banyak gambaran terhadap bagaimana bahan kimia yang dilepaskan ke atmosfer dapat digunakan untuk melawan perubahan iklim.

Setelah Gunung Agung bangun dari tidur dan kemudian meletus pada akhir November tahun lalu, secara konsisten gunung itu menyemburkan uap dan gas ke atmosfer.

Walaupun beberapa gunung berapi pernah mengalami letusan yang lebih besar dan menyebabkan "musim dingin vulkanik", namun Gunung Agung memiliki keunikan yang membuat para peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut.

Sekadar info, Gunung Tambora pada tahun 1815 meletus dan menyebabkan musim dingin sepanjang tahun. Bahkan Albany, New York mengalami musim salju selama setahun. Kelaparan pun terjadi di banyak tempat akibat adanya kerusakan tanaman pangan.

Letusan ini pun kemudian tercatat sebagai letusan gunung berapi terbesar dalam sejarah.

Bagi para peneliti, Gunung Agung bisa menjadi kesempatan mereka untuk mengetahui bagaimana gunung berapi mampu memengaruhi iklim seperti Gunung Tambora.



Penelitian terhadap Gunung Agung sebenarnya bermula pada tahun 1991. Saat itu para peneliti tengah meneliti Gunung Pinatubo, di Filipina yang sedang meletus. Letusan ini disebut-sebut sebagai letusan terbesar di abad ke-20.

Gunung Pinatubo memuntahkan satu kubik mil batu dan abu ke udara beserta 20 juta ton gas belerang dioksida ke atmosfer. Letusan ini tidak hanya berimbas pada masyarakat sekitar, namun juga memengaruhi Bumi.

Ketika Pinatubo meletus, sejumlah besar gas yang dikeluarkan menyebar ke seluruh dunia. Hal ini kemudian berimbas pada terjadinya sebuah reaksi kimia. Gas yang bercampur dengan uap air, menghasilkan tetesan “super dingin” yang dikenal sebagai aerosol.

Aerosol ini kemudian memantulkan sinar matahari menjauhi Bumi. Peristiwa ini lantas membuat suhu Bumi turun (rata-rata) sebanyak 1' F selama beberapa tahun. The New York Times menyebut letusan ini sebagai influencer alami Bumi.

Sementara itu, karakter Gunung Agung dinilai identik dengan Gunung Pinatubo. Oleh sebab itu para peneliti NASA mengincar letusan Gunung Agung untuk dijadikan "laboratorium" penelitian mereka.

Para peneliti kemudian merencanakan untuk menerbangkan balon berisi perangkat teknologi untuk mengukur dampak letusan di atmosfer Bumi.

Bila kekuatan letusan Gunung Agung sama dengan letusan yang pernah terjadi pada tahun 1963, maka Gunung Agung dipastikan akan memompa belerang dioksida dengan jumlah besar ke atmosfer.

(Left) Composite global mean surface temperature anomaly from the Community Earth System Model Large Ensemble (CESM) during the three volcanic eruptions Agung 1963, El Chichón 1982, and Pinatubo 1991. Anomalies are relative to the 5-year mean preceding the eruption. The CESM simulations have 40 members, yielding 120 simulations of the 3 eruptions. Once the 120 simulations are subsampled according to ENSO state during the eruption, they reveal how El Niños dampen and La Niñas exacerbate the volcanic cooling. Time series are filtered with a 1-2-1 filter, the shading shows 5-95% uncertainty range, the lines are the ensemble mean, and the blue and red bars indicate when the ‘El Niño’ and ‘La Niña’ cases differ significantly from the ‘All’ cases. 
(Right) Scenarios of annual mean global temperature evolution if an Agung­-like eruption occurred in 2017, constructed by adding the ensemble of temperature anomalies from the left panel to random ensemble members from CESM in 2017. Observations are from the Berkley Earth Surface Temperature (BEST) dataset.

Walau dampak awalnya akan merusak lapisan ozon, namun hal ini akan mampu menciptakan efek pendinginan Bumi. Namun permasalahan yang kemudian muncul adalah para peneliti tidak mengetahui kapan gunung ini akan meletus.

Source : The New York Times,intisari
Penulis : Gregorius Bhisma Adinaya
Sumber : nationalgeographic.grid.id, Kamis, 5 Juli 2018, 15:15 WIB.