Rabu, 25 Mei 2016

Mengenal Pindad SS2-V7 Subsonic, Senjata Serbu Tercanggih Milik TNI Saat ini.



PT Pindad Persero berhasil memroduksi senapan subsonic SS2-V7 beserta pelurunya. Senjata tersebut dikenalkan ke media, Rabu (11/5/2016) di lorong 1000 PT Pindad Turen.

Selain SS2-V7, PT Pindad tengah menyiapkan senapan subsonic lainnya, PM2-V2 yang menggunakan peluru kaliber 0.9 milimeter.

Penggunaan senjata subsonic ini mempunyai berbagai keunggulan. Misalnya untuk penyergapan, anti teroris hingga perang kita.

Biasanya setiap tembakan senapan serbu disertai letusan memekakkan telinga. Bahkan saat latihan menembak di  lokasi uji tembak tersebut harus mengenakan earplug (penutup telinga).

“Sekarang silakan semua lepaskan earplug-nya,” ucap Silmy sebelum memamerkan SS2-V7.

Senapan dengan peredam panjang di larasnya ini kemudian diletakkan di atas meja. Dua wartawan diberi kesempatan untuk melakukan tembakan dengan senjata terbaru ini. “Sep…..,” hanya bunyi kecil yang keluar saat SS2-V7 ditembakkan.

Tembakannya pun presisi, tepat mengenai sasaran dari jarak sekitar 100 meter.

“Jika menggunakan senapan konvensional keberadaan penembak bisa diketahui lawan. Kalau dengan senjata ini tidak ada suara, tiba-tiba musuh jatuh,” tutur Direktur Utama PT indad (Persero), Silmy Karim.

"Ini kan silent, senyap, menyusup sangat cocok untuk operasi-operasi khusus," ucap Silmy di Lapangan Tembak 1.000 meter milik PT Pindad, Turren, Malang, Rabu (11/5/2016). Silmy menambahkan, amunisi subsonic tekanannya tidak sama dengan peluru biasa. Pengguna pun tidak perlu melakukan kokang ulang saat menembak.

Pindad membuat senjata subsonic terbaru SS2 V7 dan amunisi subsonic

"Jadi hari ini kita launching SS2 Subsonic dan peluru 5.56 subsonic. Kita bertugas untuk kemandirian, untuk pembelian kita harapkan Kemhan maupun users (pengguna) dapat memilih produk-produk yang dibuat oleh anak bangsa," harapnya.

Senapan subsonic ini menjadi rahasia baru yang akan digunakan TNI. Selain senapan, PT Pindad (Persero) juga mampu memroduksi peluru subsonic.

“Senapan subsonic harus menggunakan peluru subsonic. Dan kita sudah bisa membuat keduanya,” terang Silmy.

Senjata ini menggunakan peluru kaliber 5.56 mm. Pindad juga sudah memroduksi senapan subsonic PM2-V2 yang belum dikenalkan ke publik. Senjata ini menggunakan peluru subsonic kaliber 0.9 milimeter.

Tim Money.id berkesempatan melihat pengujian SS2 V7 Subsonic dan Munisi 5.56 mm yang langsung dicoba oleh mantan anggota Komite Kebijakan Industri Pertahanan ini. Dua peluru ini nyaris tak terdengar saat ditembakkan ke plat baja yang sudah disiapkan.

Selesai pengujian, Silmy pun memperlihatkan video pengujian senjata MP7, silencer dan munisi subsonic yang pernah ia coba. Perbedaan kebisingan udara pun terlihat, SS2 V7 dan amunisi 5.56 mm subsonic buatan PT Pindad dinilai lebih baik.

"Ini hari pertama kali saya coba langsung amunisi subsonic. Saya pernah mencoba MP5 dan MP7 menggunakan silencer dan peluru subsonic. Setelah pengujian hari ini saya sangat terkejut karena ekspetasi saya awalnya tidak begitu senyap," imbuhnya.

SS2 V7 dan amunisi 5.56 mm Subsonic akan segera dilakukan sertifikasi agar bisa diproduksi massal. Meski belum menyiapkan target, PT Pindad optimis 2 produk barunya ini akan menjadi batu loncatan menuju kemandirian.


Spesifikasi SS2-V7


SS2-Senapan-Serbu-2-Pindad

Sekilas bentuk fisik SS2-V7 ramping mirip dengan SS2-V5. Yang membedakan hanya di bagian depan terdapat tabung peredam panjang. Senjata terbaru produksi Pindad diperkenalkan kepada wartawan saat media gathering, Rabu (11/5/2016) di Lorong 1000 PT Pindad Turen.

SS2-V7 mempunyai berat kosong 3,35 kilogram. Panjang dengan gagang 775 milimeter. Sedangkan panjang laras 225 milimeter. Senapan ini efektif digunakan pada jarak 200 meter. SS2-V7 menggunakan peluru kaliber 5,56 mm.

Meski punya receiver dan popor khas SS-2, namun SS2-V7 ini tampil beda, yakni tidak nampak handle diatas receiver, meski tetap dilengkapi picatinny rail, laras lebih pendek, langsung dibekali peredam, plus uniknya tidak dilengkapi pengokang. Bahkan disebut-sebut senjata ini punya kecepatan subsonic.

oke

SS2-V7 menggunakan peluru kaliber 5,56 mm. Untuk peluru, senjata subsonic menggunakan peluru khusus. Untuk menghasilkan senapan ini, peluru yang digunakan juga harus khusus. Inilah yang menjadi keunggulan SS 2 Subsonic. Senapan juga tidak perlu dikokang saat akan menembak. Secara fisik tampil SS2-V7 mirip dengan pendahulunya SS2-V5 dimana perbedaannya terletak pada bagian depan terdapat tabung peredam panjang. saat ditembakkan hanya ada sedikit suara.

Video : "Kecanggihan Subsonic SS2 V7 Buatan Pindad"

Kabarnya SS2-V7 memiliki suara yang lebih senyap dibandingkan MP7 buatan Jerman. SS2-V7 mempunyai berat kosong 3,35 kilogram. Panjang dengan popor 775 milimeter. Sedangkan panjang laras 225 milimeter. Senapan ini efektif digunakan untuk menghajar target pada jarak 200 meter.

Dengan alasan menjaga kerahasiaan, senapan dan peluru subsonic ini hanya diproduksi untuk pasar dalam negeri. “Tidak akan kita ekpor, Pindad membatasi penjualannya. Sejauh ini hanya TNI AD yang sudah menggunakan senapan dan peluru senyap ini,” ujar Direktur Utama PT Pindad (Persero), Silmy Karim, dikutip dari aktualita.co (12/5/2016). PT Pindad mengklaim bahwa salah satu senjata buatan mereka yang paling laris adalah tipe SS2. Sebelum mengeluarkan SS2-V7 yang merupakan senjata subsonic, sebelumnya telah dibuat senjata SS2-v1 jenis standart riffle, SS2-v2 carbine dan para-sniper SS2-V4.


Pindad SS2-V7 Subsonic di desain khussu untuk TNI, tidak akan di ekspor.

Produksi senjata ini sebagai jawaban Pindad, akan kebutuhan senjata untuk operasi khusus. Masih menurut Silmy, ada kebutuhan senjata subsonic dalam berbagai operasi pasukan khusus. Misalnya saat operasi Woyla yang dilakukan Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Saat itu pasukan khusus Angkatan Darat (AD) tersebut menggunakan MP5, senapan subsonic asal Jerman. Ke depan, Silmy berharap SS2-V7 bisa menggantikan kebutuhan varian senapan impor tersebut.

“Namun senapan dan peluru subsonic ini hanya untuk pasar dalam negeri. Tidak akan kita ekpor,” tegas Silmy.

Alasannya, teknologi subsonic ini menyangkut kerahasiaan dan kelebihan teknologi Pindad. Karena itu, Pindad membatasi penjualannya. Sejauh ini hanya TNI AD yang sudah menggunakan senapan dan peluru senyap ini.

“Tidak semua harus komersial, ada hal-hal yang harus kita jaga dan kita miliki sendiri. Termasuk senjata subsonic ini,” tandasnya.


Mengenal Senapan Serbu Pindad SS-2.


Senapan Serbu 2 atau SS2 adalah senapan serbu pertama yang dirancang Indonesia. Senapan serbu dikembangkan untuk menggantikan sebelumnya SS1. Pengembangan Senapan Serbu SS2 ini dilakukan melalui serangkaian uji yang dilakukan selama 2003-2005. 

Produksi Senapan Serbu SS2 dimulai pada tahun 2005. Pengiriman ke angkatan bersenjata Indonesia dimulai pada tahun 2006 di mana ia menggantikan tua Pindad SS1. Lebih dari 25 000 senapan serbu SS2 yang diproduksi untuk pasukan bersenjata Indonesia. Senjata ini sedang diusulkan untuk kemungkinan pelanggan ekspor. Beberapa sumber melaporkan bahwa telah diekspor ke Kamboja, Malaysia, Mali, Myanmar, Oman, Filipina, Arab Saudi dan mungkin beberapa negara lainnya.


Desain Senapan Serbu SS2 didasarkan pada SS1 sebelumnya, yang merupakan versi lisensi Senapan Serbu dari Belgia FN FNC . Pada saat dproduksi Senapan Serbu SS2 dilakukan beberapa modifikasi termasuk ruang lingkup rel terpisahkan. 

Senapan Serbu SS2  memiliki foregrip bergaris bulat dengan lubang ventilasi panas. Hal ini meningkatkan pendinginan per barel selama api berkelanjutan. Senapan Serbu SS2 mimiliki berat sedikit lebih ringan dari pendahulunya. Ia juga memiliki laras panjang dan sedikit lebih akurat. Senjata ini memiliki beberapa fitur dari AS M16 senapan serbu. 


Senapan serbu Pindad SS-2 yang saat ini menjadi andalan Kopassus merupakan generasi kedua dari senapan serbu Pindad sebelumnya, SS-1. Dibanding pendahulunya, SS-2 memiliki desain yang lebih ergonomis, tahan terhadap kelembaban tinggi, bobot lebih ringan, serta akurasi yang lebih baik. SS-2 memiliki kemampuan rata-rata tembakan 700 butir peluru per menit yang melesat 710 meter per detik dalam jarak efektif 450 meter.

Meskipun pengembangan dari SS-1, seorang prajurit dengan SS-2 mudah melakukan tembak jitu pada jarak-jarak tertentu. Sebab SS-2 dibekali pisir putar berbentuk O yang dapat diatur sesuai sasaran (100 m, 200m, 300m, dan seterusnya), mudah menentukan posisi pipi, dan mata pada lubang pisir, serta bisa dipasangi teleskop close quarter/tactical.



All varian dari SS-2
Timeline pengembangan Senapan Serbu Pindad SS-2 



Spesifikasi Senapan Serbu Pindad SS-2 

Kaliber5.56x45 mm
Berat (kosong)3,4 kg
Berat (dimuat)4.2 kg
Panjangnya990 mm
Panjang (dengan saham dilipat)740 mm
laras panjang460 mm
kecepatan moncong~ 730 m / s
Tingkat siklik api700 rpm
kapasitas Magazine30 putaran
kisaran penampakan?
Rentang api yang efektif500 m

Pindad SS2

Senapan dengan panjang laras 460 mm ini menggunakan peluru kaliber 5,56 x 45 mm standar NATO dan memiliki berat kosong 3,2 kg. Senapan ini juga digunakan oleh Kopaska dalam operasi militer mereka. Saat ini lebih dari 25.000 pucuk SS-2 sudah ada di tangan TNI.

Kopassus tercata sebagai kesatuan pertama yang menggunakan SS-2, tepatnya pada tahun 2006. SS-2 dibangun dari kombinasi dari keunggulan desain beberapa senjata serbu andalan dunia. Sebut saja bagian moncong laras yang mengacu pada AK-47, popornya layaknya SS-1, dan magasin yang menyerupai model M-16 Keberadaan SS-2 juga merupakan torehan emas untuk Pindad, pasalnya senapan serbu ini telah beberapa kali menjuarai beberapa ajang menembak, seperti Asean Armies Rifle Meet (AARM).

All varian dari SS-2

Varian Senapan Serbu Pindad SS-2 : 

  • Pindad SS2-V1, ukuran penuh senapan serbu standar. Ini adalah satu-satunya versi yang kompatibel dengan peluncur granat underbarrel;
  • Pindad SS2-V2 versi karabin dengan laras penyortir dan foregrip;
  • Pindad SS2-V3 ukuran penuh senapan serbu dengan saham plastik solid. Beberapa sumber melaporkan bahwa senjata ini direncanakan untuk diproduksi oleh Pindad, tapi ditolak;
  • Pindad SS2-V4 ditunjuk senapan penembak jitu. Depan pos sight telah dihapus. Senjata ini datang sebagai standar dengan lingkup. Ini meluas jangkauan api skuad. Juga beberapa sumber melaporkan bahwa senapan ini digunakan oleh pasukan khusus Indonesia;
  • Pindad SS2-V5 serbu kompak senapan. Versi ini pertama kali terungkap pada tahun 2008. SS2-V5C digunakan oleh pasukan khusus KOPASSUS Indonesia;
  • Versi Pindad SS2 dengan tata letak bullpup. Ini pertama kali muncul pada tahun 2012. Kadang-kadang disebut sebagai Pindad SS3.



Kopassus Bantu Pengembangan Senjata PT Pindad.


Pada akhir Januari lalu, Komandan Jenderal (Danjen) Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Mayjen TNI Doni Monardo, dengan jajarannya mengunjungi fasilitas produksi PT Pindad yang selama ini telah memenuhi quota Minimum Essential Forces (MEF) TNI.

TNI, khususnya Kopasus telah menggunakan senjata buatan Pindad dan akan memberikan masukan untuk pengembangan produk-produk unggulan berikutnya.Kerjasama yang terjalin antara Pindad dan Kopassus akan menjadi tolok ukur bagi Pindad dalam penyempurnaan produk unggulan mereka. Diantaranya seri senapan serbu SS-2, amunisi hingga senapan penembak runduk SPR-2 yang telah digunakan oleh satuan khusus tersebut.

Penyusun : Yohanes Gitoyo, S Pd.
Sumber :

Selasa, 03 Mei 2016

Siswa SMA Indonesia Akan Tumbuhkan Padi dan Ragi di Stasiun Antariksa ISS.


Sejumlah siswa sekolah menengah atas dari Sumatera Utara, Jakarta, Bandung, dan Jayapura, terlibat dalam penelitian ruang angkasa bersama International Space Station yang dikelola sejumlah negara, di antaranya National Aeronautics and Space Administration (NASA) dari Amerika Serikat, dan European Space Agency dari Eropa. 

Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Robert O Blake Jr, mengatakan, sejumlah siswa SMA asal Indonesia tersebut terlibat dalam eksperimen menumbuhkan padi dan ragi di stasiun luar angkasa.

"Mereka para siswa bereksperimen bagaimana menumbuhkan padi dan ragi untuk membuat beras dan tempe di gravitasi nol luar angkasa," ujar Blake Jr, dalam acara seminar bertajuk Tempe and Rice from Tanah Air Go to Space, di @america, Jakarta, Minggu.


Blake Jr menyampaikan kerja sama di bidang sains dan teknologi sangat penting bagi Amerika dan Indonesia.

Ia berharap penelitian ini dapat memberikan kontribusi positif tidak hanya bagi NASA, tetapi juga bagi para siswa.

Mentor para siswa gabungan, yakni Saputro menjelaskan para siswa membuat eksperimen dalam sebuah laboratorium mikro yang membawa padi dan ragi, kemudian dikirimkan ke stasiun luar angkasa pada tanggal 23 Maret 2016. 

Perbandingan kecepatan pembentukan kristal di bumi dan di antariksa.

Rencananya pada 20 Mei 2016, laboratorium mikro itu akan dikirim kembali ke Bumi. "Ini agenda serius. Bagaimana menumbuhkan makanan di luar angkasa," ujar Saputro.

Menurut Saputro, dibutuhkan waktu 25 menit bagi roket pembawa laboratorium mikro untuk bisa mencapai International Space Station (ISS) yang berada pada orbir di ketinggian sekitar 400 kilometer dari Bumi.

"Biaya peluncuran ini sekitar Rp4 miliar per kilogram, sedangkan angkutan yang dibawa roket adalah tiga ton. Namun, kami tidak perlu membayar semahal itu karena alasan tertentu," kata Saputro. 

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Luhut Panjaitan, yang hadir dalam seminar tersebut mengaku bangga atas keterlibatan anak bangsa dalam penelitian ruang angkasa.

Dia meminta anak bangsa tidak berhenti bermimpi.

"Jangan pernah berhenti bermimpi, tidak perlu malu siapa pun orang tuamu. Orang tua saya itu dahulu sopir bus, tetapi Tuhan punya misteri dalam perjalanan hidup kita, asalkan kita rajin belajar dengan disiplin, berhati baik, Indonesia pasti punya masa depan luar biasa," kata Pandjaitan.

Editor: Ade Marboen
Sumber : www.antaranews.com, Minggu, 17 April 2016 15:50 WIB.

Senin, 18 April 2016

Fakta : Kerajaan Majapahit "Tidak Menguasai Sepenuhnya" Seluruh Wilayah Nusantara.


Pada beberapa literatur sering disebutkan Majapahit adalah sebuah kerajaan yang berpusat di Jawa Timur, Indonesia, yang pernah berdiri dari sekitar tahun 1293 hingga 1500 M. Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu-Buddha terakhir yang menguasai Nusantara dan dianggap sebagai salah satu dari kerajaan terbesar dalam sejarah Indonesia. Menurut Negarakertagama, kekuasaannya terbentang di Jawa, Sumatra, Semenanjung Malaya, Kalimantan, hingga Indonesia timur, meskipun wilayah kekuasaannya masih diperdebatkan.

Peta wilayah kekuasaan Majapahit berdasarkan Nagarakertagama; keakuratan wilayah kekuasaan Majapahit menurut penggambaran orang Jawa masih diperdebatkan.

Sumpah Palapa Patih Gajah Mada Kerajaan Majapahit, telah didoktrin kepada kita semenjak menempuh pendidikan di Sekolah Dasar. Kalimat itu berbunyi: ”Sira Gadjah Mada paptih amangkubumi tan ayun amukti palapa, sira Gadjah Mada: Lamun huwus kalah Nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tanjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa” (Gajah Mada, Padmapuspita, 1966:38).

Maknanya kurang lebih seperti ini, Gadjah Mada sang Mahapatih tak akan menikmati palapa, berkata Gadjah Mada, ”selama aku belum menyatukan nusantara, aku takkan menikmati palapa, sebelum aku menaklukan Pulau Gurun, Pulau Seram, Tanjungpura, Pulau Haru, Pahang, Dompu, Pulau Bali, Sunda, Palembang, dan Tumasik, aku takkan mencicipi palapa”. Istilah ”Nusantara” yang katanya diucapkan oleh Gajah Mada, kini mulai disanggah. Khususnya, dalam hal cakupan wilayah kekuasaan Kerajaan Majapahit (1293-1500 M).

Namun dari hasil penelitian sejarah terakhir ternyata Kerajaan Majapahit ternyata tidak menguasai seluruh Nusantara apalagi kawasan Asia Tenggara seperti Malaysia, Filipina dan Siam Selatan (Thailand).

Fakta baru mengenai sejarah Kerajaan Majapahit kembali terungkap. Sebagaimana yang dikabarkan oleh Nationalgeoraphic (11/10/2013) dan Kompas (13/10/2013), bahwa ternyata wilayah kekuasaan Majapahit tidak seperti yang telah banyak dituliskan dalam buku-buku pendidikan sejarah yang selama ini dijadikan bahan pengajaran di lembaga pendidikan. Baik di sekolah-sekolah hingga perguruan tinggi disebutkan bahwa, wilayah kekuasaan Majapahit meliputi seluruh bagian Nusantara yang mirip seperti teritori Republik Indonesia saat ini. Seorang ahli arkeologi, epigrafi dan sejarah kuno, Hasan Djafar, menyampaikan bahwa, omong kosong kalau dikatakan Majapahit memiliki wilayah kekuasaan seluas Nusantara. Menurutnya, wilayah Kerajaan Majapahit cuma berada di pulau Jawa. Itu pun hanya Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Kawasan inti Majapahit dan provinsinya (Mancanagara) di kawasan Jawa Timur dan Jawa Tengah, termasuk pulau Madura dan Bali.

Sejak zaman keemasannya kerajaan Majapahit memiliki 21 daerah yaitu Daha (Kediri), Jagaraga (Bali), Kahuripan (Jangala, Jiwana), Tanjunpura, Pajan, Kembanjenar, Wenker, Kabalan, Tumapel (Sinhasari, Senguruh), Sinhapura, Matahun, Wirabhumi, Kelin, Kalingapura, Pandansalas, Paguhan, Pamotan, Mataram, Lasem, Pakembanan dan Pawwanawwan (lihat peta di atas).

NoProvinsiGelarPenguasaHubungan dengan Raja
1Kahuripan (atau Janggala, sekarang Sidoarjo)Bhre KahuripanTribhuwanatunggadewiibu suri
2Daha (bekas ibukota dari Kediri)Bhre DahaRajadewi Maharajasabibi sekaligus ibu mertua
3Tumapel (bekas ibukota dari Singhasari)Bhre TumapelKertawardhanaayah
4Wengker (sekarang Ponorogo)Bhre WengkerWijayarajasapaman sekaligus ayah mertua
5Matahun (sekarang Bojonegoro)Bhre MatahunRajasawardhanasuami dari Putri Lasem, sepupu raja
6Wirabhumi (Blambangan)Bhre WirabhumiBhre Wirabhumi1anak
7PaguhanBhre PaguhanSinghawardhanasaudara laki-laki ipar
8KabalanBhre KabalanKusumawardhani2anak perempuan
9PawanuanBhre PawanuanSurawardhanikeponakan perempuan
10Lasem (kota pesisir di Jawa Tengah)Bhre LasemRajasaduhita Indudewisepupu
11Pajang (sekarang Surakarta)Bhre PajangRajasaduhita Iswarisaudara perempuan
12Mataram (sekarang Yogyakarta)Bhre MataramWikramawardhana2keponakan laki - laki

Catatan:

  1. Bhre Wirabhumi sebenarnya adalah gelar: Pangeran Wirabhumi (blambangan), nama aslinya tidak diketahui dan sering disebut sebagai Bhre Wirabhumi dari Pararaton. Dia menikah dengan Nagawardhani, keponakan perempuan raja.
  2. Kusumawardhani (putri raja) menikah dengan Wikramawardhana (keponakan laki-laki raja), pasangan ini lalu menjadi pewaris tahta.


"Tidak seperti apa yang ada di buku-buku pelajaran selama ini, daerah-daerah di Nusantara merupakan daerah merdeka dan berkedaulatan bukan daerah kekuasaan Majapahit," kata arkeolog Hasan Djafar  yang juga penulis buku "Masa Akhir Majapahit" pada diskusi bertajuk "Majapahit: Masa Awal, Pencapaian, dan Masa Akhir" di  LKBN ANTARA akhir pekan lalu. 

Kekuasaan Majapahit, katanya, hanya meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura dan Bali dan saat itu ada kerajaan kuat juga di Nusantara yaitu kerajaan Melayu. Kerajaan Majapahit yang didirikan oleh Raden Wijaya saat itu hanya sebuah kerajaan adikuasa dan disegani kerajaan-kerajaan sekitar bukan karena daerah jajahannya.

"Majapahit hanya sebuah kerajaan yang dihormati kerajaan-kerajaan sekitar karena kesuksesannya mengolah perekonomian dan menjadi contoh kerajaan-kerajaan sekitar dan saat itu Majapahit terkenal akan negara agraris ekonomis dan maritim," katanya.  

Majapahit disegani kerajaan sekitar karena mampu menjaga keamanan dan kestabilisan regional dan memiliki pengaruh luas di Nusantara. Majapahit juga mempunyai kerjasama dengan Kerajaan Melayu yang dipimpin oleh Raja Adityawarman yang beribukota di Dharmawangsa (Sumatra Barat).

"Majapahit sebagai kerajaan adi kuasa berkewajiban melindungi daerah-daerah di Nusantara demi kelangsungan kerjasama regional," katanya.

Majapahit pun kerap melakukan perdagangan dengan daerah-daerah sekitar seperti Banda, Ternate, Ambon, Banjarmasin dan Malaka.

"Pernah ada pertukaran prasasti bernama Amoghapasa antara kedua kerajaan sebagai simbol bentuk kerjasama," kata Hasan Djafar yang juga ahli epigrafi dan sejarah kuno Indonesia.

Djafar juga mengemukakan pemahaman salah selama ini yang menyebutkan berbagai kerajaan lain di Nusantara memberikan upeti atau pajak ke Majapahit.  "Kerajaan-kerajaan itu hanya memberikan hadiah bukan upeti dan wajar kerajaan memberikan hadiah ke negara kuat saat itu," katanya.

Ketika ditanya kebenaran sumpah amukti palapa yang dikumandangkan Gadjah Mada ketika dilantik Ratu Majapahit Tribhuwana Tunggadewi menjadi Patih Majapahit bahwa ia tidak akan memakan buah palapa sebelum menguasai nusantara.

"Itu juga salah penafsiran, mukti palapa bukan makan buah palapa tapi saya tidak akan bahagia sebelum  menyatukan nusantara," katanya.

"Namun itu masih menjadi perdebatan hingga sekarang karena Gadjah Mada hanya memadamkan pemberontakan di Bali dan Dompo (Sumbawa)," katanya menambahkan.

Kerajaan Majapahit sebagai salah satu kerajaan besar pada zaman Hindu-Budha yang berkembang sejak tahun 1293 - 1519 mencapai puncak perkembangannya pada abad ke-14 pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk yang bergelar Sri Rajasanagara. Kisah kerajaan Majapahit terdapat dalam kitab Pararaton dalam bahasa Kawi dan kitab Nagarakertagama dalam bahasa Jawa Kuno.

Manipulasi sejarah Kerajaan Majapahit juga tidak terlepas dari sosok Muhammad Yamin. Salah seorang tokoh pendiri Negara Indonesia ini, pernah menuliskan sebuah buku yang berjudul Gajah Mada, Pahlawan Persatuan Nusantara, yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1945 dan telah belasan kali dicetak ulang. Buku itu mengisahkan epos kepahlawanan Gajah Mada sebagai Patih Kerajaan Majapahit. Dalam lampirannya terdapat secarik peta wilayah Indonesia. Terbentang mulai dari Sabang hingga Merauke, dari Timor sampai Talaud. Dengan judul Daerah Nusantara dalam Keradjaan Madjapahit.


PERBAIKI PENULISAN SEJARAH NASIONAL !


Sejarawan Universitas Negeri Medan, Dr. Ichwan Azhari, mengatakan bahwa penulisan dan pengajaran sejarah nasional dengan mengangkat teks Jawa sebagai fakta sejarah diperkirakan tidak dapat dipertahankan lagi dan harus dihilangkan. (Antara: 25/05/2007) Ia juga mengatakan bahwa dalam sistem penulisan yang sentralistik, wacana-wacana yang hidup di luar Jawa seolah-olah diabaikan. Namun, gelombang perubahan, seharusnya memunculkan orientasi penulisan sejarah yang desentralistik. Pusat kekuasaan tidak bisa lagi memonopoli satu wacana yang dianggapnya benar.

”Untuk itu, sudah sepantasnya reproduksi teks klasik Jawa tentang kebesaran kekuasaan Majapahit yang penuh kebohongan itu segera diakhiri dalam penulisan sejarah nasional, termasuk dalam pelajaran di sekolah-sekolah,” tegas Ichwan.

Kebesaran kekuasaan Majapahit yang mengandung banyak kisah fiktif , memang sudah seharusnya di koreksi. Ini untuk memperbaiki literatur-literatur sejarah nasional agar tidak ”meracuni” pikiran adik-adik kita yang masih berada di bangku sekolah. Sudah saatnya mereka mendapatkan pengajaran sejarah nasional yang benar dan akurat. Bukan sejarah fiktif 

Penyusun : Yohanes Gitoyo, S Pd.
Sumber : 
  • http://www.antaranews.com/berita/187050/majapahit-tidak-menguasai-seluruh-nusantara
  • http://www.kompasiana.com/ruslan./fiktif-wilayah-majapahit-seluas-nusantara_552b34076ea8340113552d10
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Majapahit
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Majapahit

Sabtu, 16 April 2016

Horten Ho 229, Pesawat Perang Dunia II Buatan Jerman Yang Nenginspirasi Desain Pesawat Siluman B-2 Spirit.

Pesawat rancangan Northrop Grumman

Konsep Northrop Grumman untuk pesawat tempur 'sayap terbang' punya banyak kesamaan dengan desain inovatif Hortens.

Di bulan-bulan terakhir Perang Dunia II, Nazi Jerman menguji coba pesawat tempur eksperimental yang lebih mirip kapal luar angkasa daripada pesawat terbang. Baru sekarang kita menyadari betapa luar biasanya pesawat itu. BBC Future mengulas Horten Ho 229, salah satu rancangan paling futuristik di dunia penerbangan.

Pada Desember tahun lalu, pembuat pesawat terbang Amerika Serikat Northrop Grumman mengungkap desain revolusioner pesawat tempur masa depan. Pesawat tersebut dapat, secara teori, melintasi medan perang di abad yang akan datang.

Konsep mereka tampak lebih mirip piring terbang daripada pesawat tempur. Para ahli penerbangan menyebutnya 'flying wing' (sayap terbang), yakni desain yang menyingkirkan sirip ekor tradisional di bagian belakang badan pesawat. Rancangan ini membantu mengurangi ukuran pesawat serta menciptakan bentuk yang lebih mulus, sehingga memperkecil kemungkinan dideteksi sinyal radar.

Desain tersebut terlihat seperti pesawat tempur yang sangat futuristik, namun asal-usulnya lebih kuno dari yang Anda pikir: sebuah desain inovatif jet tempur yang dibangun dan diterbangkan di Nazi Jerman dalam hari-hari terakhir Perang Dunia II.

Pesawat bernama Horten Ho 229 itu mungkin sekadar catatan kaki di dunia penerbangan, namun sangat melampaui zamannya sehingga sistem aerodinamiknya belum dimengerti sepenuhnya sampai sekarang. Bahkan, seorang ilmuwan di Nasa masih berupaya mencari tahu bagaimana kreator pesawat itu mengatasi berbagai masalah aerodinamik yang seharusnya membuatnya tidak bisa terbang.



Desain sayap terbang jarang kita lihat di langit karena sulit membuatnya berfungsi. Dengan menyingkirkan ekor – yang membantu menstabilkan pesawat dan mencegahnya oleng – pesawat jauh lebih sulit dikendalikan. Jadi untuk apa membangun pesawat yang susah diterbangkan?

Jika sayap terbang berhasil, ada beberapa keuntungan. Pesawat menjadi sulit dideteksi radar, antara lain karena tidak memiliki bagian sirip ekor yang memantulkan gelombang radar. Bentuk yang mulus juga memungkinkan pesawat jadi lebih ringan dan hemat bahan bakar, serta terbang lebih cepat dari pesawat berbentuk konvensional dengan mesin yang sama.

Horten bersaudara mengembangkan sayap terbang mereka secara bertahap dengan hasil yang efektif."

Semua itu tampak bagus dalam rencana – namun mewujudkannya di dunia nyata jauh lebih sulit. Sayap terbang telah membuat perancang pesawat terbang sakit kepala sejak zaman Wright Bersaudara. Hal ini membuat pencapaian Horten bersaudara dari Jerman begitu mengagumkan.

Horten bersaudara – Walter dan Reimar – mulai merancang pesawat di awal tahun 1930-an. Ketika itu, Jerman secara resmi dilarang memiliki angkatan udara akibat pembatasan dari perjanjian Versailles setelah Perang Dunia 1. Dua bersaudara itu bergabung dengan klub olahraga udara, yang dibentuk sebagai cara menghindari pembatasan, dan merupakan cikal bakal dari apa yang kelak menjadi angkatan udara Jerman, Luftwaffe.

Video : "Stealth Fighter - Hitler's Secret Weapons Recreated | Greatest Mysteries of World War II"

Banyak juru terbang amatir yang di kemudian hari menjadi pilot Luftwaffe mencoba untuk pertama kalinya menerbangkan berbagai pesawat layang dan 'pesawat layar', yakni pesawat tanpa mesin yang mengajari mereka dasar-dasar penerbangan. Sambil belajar terbang, Horten bersaudara merancang pesawat – mereka mengubah ruang santai keluarga menjadi bengkel, menurut situs penerbangan Aerostories.


Pesawat Tempur baru.


Rancangan pesawat Ho 229

Jenis                                  : Pesawat pengebom
Kecepatan maks.              : 977 km/jam
Panjang                            : 7,47 m
Rentang sayap                  : 17 m
Penerbangan perdana        : 1 Maret 1944
Tipe mesin                         : Junkers Jumo 004
Pembuat                            : Gothaer Waggonfabrik
Perancang                          : Horten brothers

Horten bersaudara mengembangkan sayap terbang mereka secara bertahap dengan hasil yang efektif. Upaya mereka berujung pada pesawat layang Horten Ho IV, yang menempatkan pilot dalam kondisi tiarap, sehingga kanopi kokpit tidak menonjol jauh dari badan pesawat dan menciptakan beban aerodinamis.


Ketika pesawat layang Ho IV diuji coba, Walter Horten telah menjadi pilot pesawat tempur Luftwaffe selama Pertempuran Britania. Russ Lee, kurator museum Smithsonian Air and Space di Washington DC, menyebut masa itu merupakan titik balik. “Jerman kalah dalam Pertempuran Britania, dan Walter sadar bahwa Jerman butuh jenis baru pesawat tempur. Dan pesawat sayap terbang bisa jadi petempur yang bagus.”

Pada saat yang sama, pimpinan Luftwaffe, Hermann Gorig, meminta desain untuk proyek yang dinamakan '3x1000' – pesawat yang dapat membawa 1000kg muatan bom sejauh 1600 kilometer dengan kecepatan 1000km/jam. Permintaan itu membuat Horten bersaudara mengembangkan apa yang akhirnya menjadi purwarupa Ho 229.

Satu dari tiga purwarupa adalah pesawat layang tanpa mesin, dibangun untuk menguji desain aerodinamis. Purwarupa ke dua dilengkapi mesin jet, dan sukses terbang pada 2 Februari 1945, meski jatuh karena kegagalan mesin saat uji coba beberapa pekan kemudian. Namun uji coba itu menunjukkan, kata Lee, bahwa pesawat dapat lepas landas, meluncur, dan mendarat – bahwa rancangan dasar pesawat cukup baik.

Purwarupa Ho 229



Salah satu purwarupa Ho 229 kini sedang direstorasi di museum Smithsonian, AS.

Lee mengenal sejarah Ho 229 dengan baik. Dia bertanggung jawab atas pelestarian dan pemugaran purwarupa ke tiga Ho 229 yang setengah komplet, disebut Ho 229 V3. Purwarupa itu dibawa ke AS setelah Perang Dunia II. Dalam perjalanannya, Ho 229 sempat singgah di fasilitas pengujian di Farnborough, dekat London, Inggris.

“'Revolusioner' adalah sebutan yang pantas bagi Ho 229,” kata Lee. “Horten bersaudara lebih maju di bidang ini dari pada siapa pun di dunia.”

Northrop B-2, pesawat di garis terdepan penangkis nuklir AS, sekilas tampak seperti turunan dari desain jenius Horten bersaudara. Begitu mirip, sampai sejumlah pengamat menyebut Ho 229 sebagai “pesawat siluman pengebom pertama” - meski tugasnya ialah menembak jatuh armada pengebom Sekutu yang menyerang pusat industri dan kota di Jerman.

Cara membuat pesawat tanpa ekor dapat terbang dalam kondisi mogok sangat sulit - Russ Lee, kurator museum Smithsonian Air and Space

“Untuk menerbangkan pesawat ini saja, Anda harus membuat sayapnya berfungsi dengan baik, dan berakhir dengan pesawat yang berfungsi sebaik pesawat konvensional dengan ekor.”

Di samping sering oleng, pesawat tanpa ekor bisa menjadi benar-benar tak bisa dikendalikan ketika mesin mati. “Salah satu hal hebat dari pesawat ini adalah kestabilannya saat terbang. Cara membuat pesawat tanpa ekor dapat terbang dalam kondisi mogok sangat sulit, dan semua pesawat harus mampu melakukan itu,” kata Lee.

Horten bersaudara dapat menjaga pesawat mereka tetap stabil dengan merancang sayap yang panjang dan langsing. Desain ini menyebarkan berat pesawat ke area permukaan yang lebih luas, dan juga mengurangi proporsi udara yang menciptakan vorteks – pusaran angin kecil yang menjadi beban sehingga memperlambat pesawat – di sekitar sayap.


Bentuk yang radikal.


Reimar Horten mungkin tidak sepenuhnya sadar bahwa dia menyelesaikan dua masalah aerodinamik krusial tersebut sekaligus. Itulah yang diyakini Al Bowers, ilmuwan Nasa di Neil A Armstrong Flight Research Center.

Video : "HORTEN 229 - Nazi Uber fighter of WW2"

Bowers telah menguji prinsip desain Horten bersaudara selama bertahun-tahun. Bowers mengatakan kejeniusan Reimar Horten terletak pada penggunaan sayap “berbentuk lonceng” untuk mencegah masalah oleng yang biasa dialami pesawat tanpa ekor, namun fitur itu juga mengurangi beban.

Sayap Ho 229 berbeda secara radikal dari jenis sayap berbentuk elips, yang diyakini menciptakan paling banyak daya angkat dan mengurangi beban.

Pesawat WW II
Pada tahun 1940-an, kebanyakan pesawat punya sayap berbentuk elips, seperti pesawat spitfire ini.

Desain sayap Horten mirip dengan prinsip perancang pionir Jerman lainnya, Ludwig Prandtl, yang merupakan ilmuwan aerodinamika pertama yang menekankan bahwa bentuk ujung sayap dapat memengaruhi kemampuan terbang pesawat secara signifikan. Dia juga menciptakan rancangan sayap berbentuk lonceng di awal tahun 1930-an untuk mengurangi beban, tanpa menyadari bahwa itu juga dapat mengatasi masalah oleng di pesawat tanpa ekor.

“Ho 229 puluhan tahun melampaui zamannya,” kata Bowers. “Saya percaya ia akan menjadi cikal bakal aviasi masa depan.”

Horten Ho 229

YB-35 Northrop 

Pembom siluman B2 Spirit

Desain sayap terbang mulai diterima pada 1950-an, karena upaya Jack Northrop yang terinspirasi dengan desain pesawat layang Horten. Desain pesawat pengebom YB-35 Northrop yang gagal pada akhir 1940-an dilumpuhkan oleh masalah getaran yang diakibatkan mesin propeller, menunjukkan bahwa Horten membuat pilihan tepat dengan menggunakan mesin jet di Ho-229.

Reimar Horten ada di jalan yang benar. Dia tak pernah melihat potensi dari idenya terwujud sepenuhnya. - Al Bowers, Neil A. Armstrong Research Center

Bowers telah menggunakan prinsip dari Ho 229 dan eksperimen awal Prandtl dalam rancangan pesawat tanpa awak Nasa yang suatu hari nanti dapat digunakan untuk menjelajah Mars.

Prandtl-D
Desain Ho 229 menginspirasi Nasa membuat pesawat tanpa awak untuk eksplorasi Mars.

“Kami percaya bahwa solusi Prandtl (dan Horten) adalah jawaban yang kami cari selama ini,” kata Bowers.
“Desain ini menjelaskan begitu banyak hal tentang cara burung terbang, mengurangi beban, dan efisiensi luar biasa yang dimungkinkan dalam pesawat masa depan. Saya percaya kita dapat mengembangkan efisiensi pesawat sedikitnya 70%. Dan pekerjaan saya hanya menyentuh permukaan. Reimar Horten ada di jalan yang benar. Dia tak pernah melihat potensi dari idenya terwujud sepenuhnya. Namun saya kira jika ia bisa melihat kita sekarang, dia akan senang. Mungkin tidak begitu senang dengan lambatnya kemajuan kita, tapi senang karena kita akhirnya mendengarkan."

Bagaimana dengan purwarupa desain ini di Smithsonian?
Lee mengatakan pelestarian pesawat pelopor ini harus dikerjakan secara bertahap dan telaten, dan mungkin tidak akan selesai sebelum awal 2020. Ketika itu, pesawat luar biasa ini akan ditampilkan ke publik – dan kejeniusan aerodinamik Horten bersaudara dapat diapresiasi khalayak ramai.

Penyusun : Yohane Gitoyo, S Pd.
Sumber :

Kamis, 07 April 2016

Motor Listrik Buatan Indonesia Ini Melesat 110 Km per Jam !

   
Sejak 2015 lalu, Garasindo bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) telah menciptakan kendaraan guna mewujudkan keinginan masyarakat memiliki sepeda motor listrik nasional.

Mimpi Garansindo membuat kendaraan nasional semakin mendekati kenyataan. Lewat sebuah kontrak kerjasama dengan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, keduanya berhasil membuat sepeda motor bertenaga listrik dengan komponen lokal hingga 90 persen.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Peneliti Kendaraan Listrik ITS, Muhammad Nur Yuniarto, saat dihubungi VIVA.co.id, Rabu 6 April 2016.

“Kita pakai komponen lokal hampir seluruhnya. Yang masih impor adalah baterai, yang didatangkan dari Jepang. Jadi sekitar 90 persen itu menggunakan komponen lokal,” ungkap Muhhammad.

Jika data yang disampaikan benar maka bisa dibilang bahwa motor listrik karya anak bangsa ini memiliki kandungan lokal lebih tinggi dibanding low cost green car (LCGC) yang dijual saat ini, yang angkanya sebesar 88 persen.


Selain masih diimpor, baterai juga menjadi komponen yang paling mahal harganya. Bahkan nyaris setengah dari biaya produksi motor itu sendiri.

“Harga baterai itu paling mahal. Kontribusinya bisa sampai 40 persen,” jelasnya.

Muhammad Nur Yuniarto, Kepala Peneliti Kendaraan Listrik ITS mengatakan, hadirnya prototipe lengkap sepeda motor listrik bersama Garansindo ini menunjukkan kapabilitas Indonesia dalam pemanfaatan teknologi ramah lingkungan. Model ini nantinya, akan ditujukan pada pengguna sepeda motor berdomisili di kota-kota besar Indonesia.

"Produk ini nantinya menggunakan motor elektrik 5 kWh, setara dengan motor mesin konvesnional berkapasitas 100-110 cc," ujar Nur di Jakarta Selatan, Rabu (24/2/2016).

Motor elektrik ini nantinya akan mendapat pasokan baterai 7 kWh. Dengan tenaga yang disuplai, kecepatan maksimum Skutik listrik bisa menembus 90-100 kpj. Jarak tempuh bisa mencapai 100 km.

"Semua data ini masih sifatnya di atas kertas. Kami baru akan menguji jalan, setelah prototipe dipamerkan," kata Nur.

Baterai yang digunakan lithium, waktu pengisian daya diperkirakan memakan waktu 4 jam dari posisi kosong sampai penuh, menggunakan colokan rumah. Sedangkan jika menggunakan pengisian daya lebih besar, pengisian bisa dilakukan hanya dalam setengah jam.

Video  "Motor Listrik Nasional made in Garansindo-ITS"

Meski sudah dipamerkan melalui sebuah video yang diunggah di media sosial, Muhammad mengatakan, motor masih belum diuji coba untuk menempuh perjalanan jauh.

“Motor ini merupakan kerja keras kawan-kawan di ITS dan dukungan dari Garasindo. Kita belum uji untuk perjalanan jauh, hanya baru uji di sekitar kampus. Kita masih terus melakukan riset. Tapi, saya yakin motor ini tidak kalah kualitasnya dengan motor konvensional yang ada di pasaran,” katanya.

Tak membutuhkan waktu lama, ITS secara resmi mengatakan bila pihaknya telah selesai menciptakan kendaraan roda dua ramah lingkungan. Terlebih sebuah video yang menunjukkan motor listrik bergaya skuter matik (skutik) yang diyakini sebagai hasil dari kerjasama tersebut telah dapat dikendarai.

Meski belum melakukan uji coba secara total, Kepala Peneliti Kendaraan Listrik ITS, Muhammad Nur Yuniarto, mengatakan, motor listrik tersebut dapat menempuh jarak hingga 100 km dengan keadaan baterai terisi penuh.



“Saya baru bisa bilang secara data, karena kita belum melakukan uji coba jarak jauh hanya baru sekitaran kampus. Baterai pada motor mampu menempuh jarak hingga 100 km sekali isi daya,” katanya kepada VIVA.co.id.

Untuk kecepatan yang dihasilkan, motor ini, diakui Muhammad, mampu mencapai kecepatan hingga 100 sampai 110 km per jam. “Kalau dari hasil simulasi kami, motor ini mampu menempuh kecepatan hingga 100 sampai 110 km per jam. Tapi untuk realnya kita masih belum melakukan uji coba,” terangnya.
Selain itu, Muhammad menambahkan untuk jangka waktu pengisian daya baterai, motor listrik ini diklaim dapat diisi layaknya peralatan elektronik lainnya di rumah. Caranya sangat mudah, yakni hanya dicharge selama 4 jam.

“Garasindo menginginkan pengisian baterai itu sangat mudah. Baterai dicopot sehingga pemilik yang menggunakan nanti tidak perlu menghabiskan waktu mengisi daya. Jadi baterai berisi penuh akan dijual dan pemilik hanya perlu mendatangi tempat pengisian lalu mengganti baterai dengan yang telah berisi penuh. Kami buat semudah mungkin untuk pemilik kendaraan. Kalau mau diisi di rumah hanya 4 jam, caranya sama seperti penggunaan alat eletronik,” katanya.


Siap Dijual Massa, anda berminat ?


Kerjasama Garansindo Inter Global (GIG) dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk meluncurkan motor listrik nasional tampaknya akan segera terwujud. Hal tersebut dibuktikan dengan tersebarnya sebuah video yang menunjukkan motor listrik bergaya skuter matik (skutik) yang diyakini sebagai karya anak bangsa sudah dapat dikendarai.

Pertanyaan umum yang pasti terlintas di benak publik tentu, berapa harga untuk satu unit motor tersebut?

Menurut Kepala Peneliti Kendaraan Listrik ITS, Muhammad Nur Yuniarto, motor tersebut akan dibanderol dengan harga di bawah Rp20 juta.

"Soal harga, rencananya kita bakal jual sekitar Rp 20 jutaan nanti. Desain memang sengaja dibuat sesuai selera konsumen. Tetapi, kita punya teknologi yang jauh lebih maju," kata Muhammad Al Abdullah, Presiden Direktur Garansindo, ketika ditanya soal proyek sepeda motor listriknya ini.



Pilih model mana yang anda suka....

Selain itu, Muhammad juga menegaskan, banyaknya produksi motor juga sangat berpengaruh pada harga motor tersebut nantinya. “Kalau produksi satu motor dengan produksi 1.000 motor harganya itu berbeda,” tambahnya.

Saat disinggung mengenai nama yang akan diusung oleh motor listrik karya anak bangsa tersebut, Muhhammad masih belum mengetahuinya. Meski demikian, nama yang akan digunakan akan menggunakan bahasa Indonesia, sebagai ciri khas motor.

“Namanya kita masih belum tahu, tapi yang pasti akan menggunakan nama dengan menggunakan Bahasa Indonesia dan mencirikan bila motor listrik ini adalah produk Indonesia,” katanya.

Terkait waktu peluncuran kendaraannya tersebut, Muhhammad mengatakan bahwa semuanya tergantung dari pihak Garansindo. “Belum diluncurkan secara resmi, menunggu waktu yang tepat dari Garasindo. Waktunya kapan Saya kurang tahu,” katanya.

Penyusun : Yohanes Gitoyo, S Pd.
Sumber :

Sabtu, 02 April 2016

Ini sosok Santoso, teroris paling dicari Indonesia dan AS !


Santoso, alias Abu Warda kini tak hanya menjadi buronan bagi aparat keamanan Indonesia. Pemimpin kelompok teror di Poso, Sulawesi Tengah ini juga telah masuk ke dalam daftar teroris yang paling dicari Amerika Serikat (AS).

Masuknya Santoso dalam daftar hitam tersebut membuat sosoknya menjadi perhatian nasional. Ada yang meyakini dia ada dan memang menebar teror di Poso, tapi tak jarang juga yang menganggap keberadaannya hanya rekaan, setelah polisi tak pernah berhasil menangkapnya meski terus menggelar operasi besar untuk memburunya.

Siapa sebenarnya Santoso ini hingga membuat repot aparat keamanan Indonesia?

Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), Ansyaad Mbai meluruskan isu itu. Dia tak mau sosok yang dianggap bertanggung jawab terhadap sejumlah aksi pembunuhan terhadap warga d Poso tersebut rekaan.

Dia yakin, Santoso memang benar ada dan dalam waktu dekat akan ditangkap. Apalagi posisi kelompok teroris jaringan Santoso berada di Poso saat ini terus terdesak. Gabungan Kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dinamakan Satgas Tinombala ini terus menyisir kelompok Santoso.

"Memang banyak yang mengatakan dia sengaja dibiarkan, jadi proyek, biar operasi lama-lama di sana. Banyak orang membandingkan seperti DOM (Daerah Operasi Militer) di Aceh dulu," kata Ansyaad kepada merdeka.com, pekan lalu.

Ansyaad mengungkapkan, Santoso telah menjadi pria yang paling diburu sejak 2007. Dia dituding sebagai otak pembunuhan dan mutilasi terhadap tiga siswi SMK di Poso, disusul kasus pembunuhan terhadap sejumlah polisi yang dikuburkan dalam satu lubang. Kini, sudah hampir satu dekade dia bergerilya menghadapi polisi dan TNI.


"Pertama awalnya hanya Polisi, kemudian Densus, kalau anda tahu sebagian Polisi lain bahkan Polda sebagian juga banyak yang mengatakan bersama BNPT supaya dapat donatur dari internasional dan sebagainya. Itu banyak isu itu, itu tidak pernah kita tanggapi isu itu," tegasnya.

Santoso merupakan pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang dibaiat secara langsung oleh Abu Bakar Baasyir, laiknya Jemaah Anshorut Tauhid (JAT). Setelah itu, dia mulai memperkenalkan dirinya dengan membuat video dan menyebarkannya melalui jejaring sosial.

Perjalanan terornya bermula di tahun 2009, ketika Noordin M Top tertangkap pasca-peledakan bom Marriott dua. Kejadian itu membuat Jemaah Islamiah dan JAT lumpuh, hingga tersebar dalam kelompok-kelompok kecil seperti jamur. 

Akhir 2009, tokoh-tokoh utama teroris itu yang dipenjara mulai dibebaskan, salah satunya Abu Bakar Baasyir, dan Mustofa dan yang lain-lain. Sedang di Filipina ada Dul Matin serta Umar Patek.

"Akhirnya mereka sepakat bagaimana mereunifikasi gerakan ini, artinya mengumpulkan dana segala macam dan di situ lah Abu Bakar Baasyir kena mendanai itu. Ada bukti hukumnya. Dia ada keterkaitan dengan pelatihan di Jantho Aceh, pelatihnya adalah Mustofa dan pendanaannya adalah Abu Bakar Baasyir dari berbagai sumber," ungkapnya.

Sayangnya, upaya polisi untuk menghentikan teror tersebut tak sepenuhnya berhasil, sebab ada beberapa orang yag berhasil lolos. Dari mereka, ada yang terlibat dalam kasus perampokan CIMB Medan, serta pembantaian di Polsek Hamparan Perak. Hingga tumbuhnya sel terorisme di Klaten, Jawa Tengah. Rangkaian perampokan dan pembunuhan tersebut disimpan dan digunakan sebagai dana pelatihan calon anggota baru, tempat yang dipilih adalah Poso.

Meski begitu, polisi meyakini Santoso bukan putra daerah melainkan pendatang di Poso. Sebelum terliat dalam organisasi teror, dia pernah tertangkap karena mencuri sepeda motor, namun dibebaskan setelah menjalani hukuman. Walaupun sudah membaiat diri dengan menyatakan bergabung dengan kelompok Negara Islam Iraq dan Suriah (ISIS), namun pengaruhnya masih jauh di bawah Abu Jandal serta Bahrun Naim, otak pemboman di Jalan MH Thamrin, Jakarta.

Terkait tudingan Santoso hanya rekaan polisi, Ansyaad memandang adanya trauma di masa lalu yang membuat orang menjadi apatis terhadap tindakan polisi. Apalagi, propaganda itu semakin kencang setelah disebarluaskan oleh kelompok-kelompo radikal di Indonesia.

"Iya ada propaganda dari kelompok radikal. Ini bukan hanya saja di kalangan bawah tetapi juga sudah sampai tahap politisi ada, di intelektual ada. Pemahamannya sudah sampai tahap itu, skeptisisme masa lalu," tutupnya.

Berikut rentetan peristiwa berdarah yang melibatkan teroris Santoso Cs di Poso.
  • Tahun 2011
1. Penembakan Anggota Polri di Bank BCA Palu,  25 Mei 2011
  • Tahun 2012
2. Peledakan Bom di Rumah warga di Korowouw, 22 Februari 2011
3. Penembakan Hasman Sao di Desa Masani, 7 Nopember 2012
4. Pembunuhan 2 anggota Polri Andi Sapa dan Sudirman, 16 Nop 2012
5. Peledakan Bom (Kawua) di rumah Okrifel Mamuaja, 9 Nopember 2012
6. Bom Pos Lantas Smaker, 22 Nopember 2012
7. Penembakan Noldy Ombolado, 27 Agustus 2012
8. Kontak Penangkapan Kholid Tobingo, 3 Nopember 2012
9. Penyerangan Polsek Poso Pesisir Utara, 15 Nopember 2012
10. Penyerangan Patroli Brimob di Kalora, 20 Desember 2012
11. Bom Pos Natal Pasar Sentral Poso, 25 Desember 2012
  • Tahun 2013 
12. Bom Bunuh diri Polres Poso, 3 Juni 2013
13. Temuan bom Pipa di Jalan Pulau Irian, 2 Maret 2013
14. Temuan Bahan Bom Urea Nitrat sebanyak 7 Jeriken @30 Liter
15. Bom di Mapolres Palu, 14 Mei 2013
16. Bom di Mapolsek Paltim, 18 Mei 2013
  • Tahun 2014
17. Penembakan Mapolsek Poso Pesisir Utara, Juni 2014
18. Bom di depan Pos Polmas Pantango Lembah, 24 Februari 2014
19. Bom Pantango lembah (Bom Tangki seprot Hama), 25 Februari 2015
20. Bom di Dewua, 9 Oktober 2014,
21. Penyerangan Mobil Taktis Brimob di Jl Tangkura, 7 Nopember 2014
22. Penembakan Amir alias Cama, 2 Juni 2014
23. Penculikan 2 warga di Sedoa, 15 Desember 2014
24. Penculikan 3 warga Tamadue
25. Pembunuhan Fadly (alm) di Taunca, 18 September 2014
  • Tahun 2015
26. Pembunuhan 3 warga di Taunca, 16 Januari 2015
27. Pembunuhan 3 warga Sausu, 16-17 September 2015
28. Penembakan Iptu Bryan, 17 Agustus 2015
29. Penembakan Serma Zainudin, 29 Nopember 2015
  • Tahun 2016
30. Penembakan Brigadir Wahyudi Saputra (alm) di Sanginora, 9 Februari 2016


Sulitnya Perburuan Santoso cs.


Gembong teroris Santoso terus diburu aparat gabungan TNI dan Polri. Operasi dengan sandi Tinombala digelar untuk membekuk kelompok Santoso yang buron sejak 2011. Empat jilid operasi Camar Maleo tidak berhasil menangkap pimpinan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur, Santoso alias Abu Wardah. Polri selalu beralasan sulit menjangkau markas kelompok yang berada di pegunungan itu.

Bagaimana sesungguhnya kondisi di sana?


Brigadir Didimus, seorang anggota Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri yang pernah bertugas memburu Santoso selama enam bulan sejak Juni 2010, menceritakan pengalamannya kepada CNN Indonesia.

"Di Gunung Biru, kami susah bergerak. Di sana, selain hutan-hutan juga banyak tebing. Salah masuk sedikit, habislah kita," kata pria berdarah Papua itu.

Tim pemburu mesti bergerak sembunyi-sembunyi untuk menjangkau markas para teroris. Padahal sulit bagi mereka untuk mencari jalan di kegelapan. Salah langkah bisa mengakibatkan kekalahan sebelum berperang, entah itu sebatas cedera ringan atau kecelakaan serius seperti jatuh ke jurang.

Perlu kehati-hatian dan pengetahuan lengkap mengenai kondisi di lapangan. "Belum lagi, mereka (teroris) lebih tahu keadaan di sana. Itu kan markas mereka. Mereka sudah kenal seluk-beluknya seperti apa," kata Didimus.


Dengan medan yang sulit, dari perkampungan hingga ke titik pos yang ditentukan di pegunungan, tim mesti berjalan kaki selama empat hari di hutan. Dari titik pos itu pun, markas teroris tak bisa begitu saja didekati.

Di samping itu, karena Densus mesti bergerak dengan cepat, persediaan makanan terpaksa dibatasi. Di hutan, kemampuan bertahan hidup dengan memanfaatkan apa saja yang ada menjadi penting.

"Mau tembak binatang, takut bunyi senjatanya memancing teroris. Jadi kami buat ranjau pakai tali untuk berburu," kata Didimus.

Maka jika terpaksa, tikus sekali pun jadi santapan. "Karena lapar jadi enak saja, dibakar tikusnya," ujar Didimus.

Sebelum bergerak ke pegunungan, petugas mesti lebih dulu mengumpulkan informasi tentang keberadaan markas para teroris. Jika itu tak dilakukan, setiap langkah di hutan bisa jadi membawa mereka lebih dekat kepada ajal.


Informasi dikumpulkan dengan berbagai cara. Didimus misal berbaur dengan warga di perkampungan kaki gunung untuk menggali pengetahuan soal para teroris.

"Saya nyamar jadi mahasiswa, bawa tas isi buku-buku. Penampilan sih sudah persis mahasiswa, tapi tetap saja sulit membongkar informasi di sana," kata Didimus.

Ternyata, kelompok teroris kerap datang ke perkampungan untuk meminta bahan pokok. Mereka sekaligus menebar ancaman kepada warga desa agar tutup mulut soal keberadaan mereka.

"Waktu saya di sana, ada tiga petani dibunuh. Dibilang salah ngomong," ujar Didimus.

Nama Santoso menjadi momok bagi masyarakat kaki Gunung Biru. Meski Didimus sudah mengaku sebagai mahasiswa yang sedang melakukan penelitian tentang kehidupan setempat, ia tidak mendapatkan banyak informasi.

Pada saat yang sama, Didimus mesti menjaga penyamaran dan tidak bisa secara gamblang bertanya soal teroris. Informasi hanya bisa dia dapatkan dengan mencuri dengar ketika masyarakat berbincang soal sosok yang mengancam mereka.

Selain itu, watak masyarakat di perkampungan memang agak keras. Meski ramah dan bisa menerima secara kekeluargaan orang lain, rahasia mereka sangat sulit dibuka.

Posisi Santoso saat ini disebut-sebut terkepung dan berada di pegunungan Napu. Ditambah keterbatasan logistik, kelompok tersebut membuat Santoso Cs makin terjepit. Belum lagi persoalan di dalam kelompok itu sendiri, yaitu perbedaan pendapat antara anggota kelompok dengan Santoso selaku pemimpin wilayah.

"Saya pikir kelompok ini kelompok kecil, hanya kurang lebih 20-23 orang saja. Masalahnya adalah hutan dan gunung-gunung," ujar Kepala BNPT Irjen Tito Karnavian, Senin 21 Maret 2016.

"Hanya masalah waktu saja. Untuk operasi saya yakin teman di sana (Polri dan TNI) sudah cukup mampu dan mereka sudah mempunyai peta yang cukup," dia menambahkan.

Penyusun : Yohanes Gitoyo, S Pd.
Sumber :

Jumat, 01 April 2016

Berkat "Gunting Molekuler", Ilmuwan Berhasil Hapus HIV Secara Permanen.


Ilmuwan berhasil mengedit materi genetik HIV secara permanen untuk pertama kalinya. Keberhasilan ini menjadi awal baru dalam upaya penyembuhan pasien dengan HIV dan AIDS (acquired immuno-deficiency syndrome).

Saat menginfeksi manusia, HIV menyisipkan materi genetiknya pada sel yang bertanggung jawab pada sistem kekebalan tubuh bernama sel T CD4. 

Penyisipan itu membuat HIV terus-menerus tergandakan. HIV "memakan" CD4 secara terus-menerus hingga jumlahnya sangat sedikit, kekebalan tubuh menurun, dan muncul gejala AIDS.

Obat antiretroviral (ARV) yang beredar saat ini ampuh mencegah penggandaan HIV. Namun, obat tersebut tidak mampu menyembuhkan. Bila orang dengan HIV/AIDS berhenti meminumnya, virus akan kembali berkembang.

Berniat mengupayakan penyembuhan bagi orang dengan HIV/AIDS, tim ilmuwan dari Temple University Health System melakukan eksperimen mengedit virus HIV.


Mereka menggunakan CRISPR-Cas9, sebuah protein yang mampu mengidentifikasi bagian tertentu gen dan menghilangkannya. CRISPR-Cas9 kerap disebut sebagai "gunting molekuler".

CRISPR-Cas9 merupakan inovasi bidang bioteknologi yang paling berpengaruh saat ini. Gunting molekuler itu telah berhasil menyembuhkan penyakit genetik duchenne muscular dystrophy.

CRISPR sejatinya adalah rangkaian DNA yang diekstrak dari bakteri. Rangkaian DNA itu berpasangan dengan enzim yang disebut Cas 9.

Kamel Khalili yang memimpin eksperimen menggunakan bakteri untuk menarget virus. Bakteri itu diminta menghasilkan materi genetik yang identik dengan materi genetik virus yang ditarget.

Materi genetik yang dihasilkan bakteri bersama Cas 9 lantas mencari materi genetik HIV yang ada pada sel manusia. Cas 9 kemudian akan memotong materi genetik HIV.

Video : "Genome Editing with CRISPR-Cas9"

Dengan metode yang rumit itu, Khalili dan tim berhasil menghilangkan HIV secara permanen dari sel T CD 4 manusia yang ditumbuhkan di laboratorium. Tak cuma itu, CD4 juga terproteksi dari infeksi ulang.

"Penemuan ini penting dalam berbagai level," kata Khalili seperti dikutip Science Alert, Selasa (22/3/2016). "Itu menunjukkan keefektifan metode kami menghilangkan HIV dari DNA dan sel T CD4."

"Lebih lanjut, riset menunjukkan bahwa sistem bisa melindungi sel dari infeksi ulang dan teknologi ini efektif bagi sel-sel, tanpa efek racun," katanya.

Masih perlu banyak riset hingga sistem ini bisa diaplikasikan untuk benar-benar menyembuhkan orang dengan HIV/AIDS. Namun, keberhasilan ini adalah langkah awal yang bagus.

Penulis : Yunanto Wiji Utomo
Sumber : Kompas.com,

Rabu, 30 Maret 2016

5 Perbedaan Penting Pertalite dengan Premium, Pertamax dan Pertamax Plus.


Pertamina di akhir bulan Maret ini kembali menurunkan harga Bahan Bakar Minyak Umum jenis Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina Dex dan Pertalite Rp200 per liter seiring dengan tren harga minyak mentah dunia.

Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan penetapan BBM Umum jenis Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina Dex dan Pertalite merupakan kebijakan korporasi Pertamina dimana review dilakukan secara berkala. Setelah pada pertengahan Maret lalu Pertamina menurunkan harga jenis BBM tersebut sebesar Rp200 per liter, terhitung mulai pukul 00.00 WIB tanggal 30 Maret 2016 nanti Pertamina kembali menurunkan harga sebesar Rp200 per liter.

Berikut harga BBM setelah mengalami penurunan :

  • Pertamax yang semula Rp7.750 per liter turun menjadi Rp7.550 per liter
  • Pertamax Plus turun dari Rp 8.650 per liter menjadi Rp 8.450 per liter
  • Pertamina Dex dari semula Rp8.600 per liter menjadi Rp 8.400 per liter
  • Pertalite turun dari harga Rp7.300 per liter, menjadi Rp7.100 per liter
  • Solar/Biosolar non subsidi mengalami penurunan dari Rp7.150 liter menjadi Rp 6.950 per liternya


Perbedaan Penting Pertalite dengan Premium, Pertamax dan Pertamax Plus.

pertamax

Pertamina resmi menjual bahan bakar minyak (BBM) jenis baru (Juli 2015) dengan research octane number (RON) 90, yakni Pertalite. Pertalite dijual dengan harga Rp8.400/liter (Juli 2015).

Bilangan oktan atau research octane number (RON) merupakan angka yang menunjukkan kekuatan tekanan atau kompresi BBM terhadap mesin. Semakin tinggi kadar oktan akan berdampak baik terhadap kinerja mesin. Dengan BBM beroktan tinggi, residu atau kotoran sisa pembakaran pada mesin bisa diminimalisir.

Dari kandungan oktan dan harga, pertalite diposisikan di antara premium, pertamax. Untuk mempermudah anda dalam memilih BBM yang akan digunakan di kendaraan, kita akan menampilkan 5 perbedaan utama empat jenis bahan bakar (Premium, Pertalite, Pertamax, Pertamax Plus) yang di edarkan di SPBU Pertamina, berikut ulasan mengenai karakteristik masing-masih jenis BBM yang dipasarkan di SPBU Pertamina.


Perbedaan Pertalite dengan Premium, Pertamax dan Pertamax Plus  : 

1. Karakteristik Premium
Premium atau biasa disebut bensin merupakan BBM jenis distilat yang memiliki warna kekuningan yang jernih. Premium mengandung RON 88, yang merupakan kadar paling rendah di antara BBM kendaraan bermotor yang dipasarkan SPBU Pertamina di Indonesia.

  • Dari Segi teknologi
Penggunaan premium dalam mesin berkompresi tinggi akan menyebabkan knocking. Premium di dalam mesin kendaraan akan terbakar dan meledak tidak sesuai gerakan piston. Knocking menyebabkan tenaga mesin berkurang sehingga terjadi pemborosan atau inefisiensi. Kandungan RON dalam premium adalah RON 88.

  • Dari Segi Ekonomi
knocking berkepanjangan mengakibatkan kerusakan pada piston sehingga komponen tersebut lebih cepat diganti, Dibanderol dengan harga paling murah (di Subsidi oleh Pemerrintah)

  • Dari Segi Polusi yang dihasilkan
Menghasilkan NOx dan Cox dalam jumlah besar. (Gas ini dihasilkan dari reaksi pembakaran dalam mesin yang nantinya dilepaskan ke udara sebagai polusi udara)

  • Dari Segi Pembuatan
Produksi premium lebih banyak komponen lokal, dalam pembuatannya menggunakan tambahan pewarna (dye). Memiliki kandungan sulfur maksimal 0,15 persen m/m atau setara dengan 1500 ppm.

  • Dari Segi Wujud
Berwarna Kuning Bening


2. Karakteristik Pertalite

Pertalite merupakan BBM baru yang diluncurkan Pertamina di akhir Juli 2015 untuk memenuhi Surat Keputusan Dirjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 313 Tahun 2013 tentang Spesifikasi BBM RON 90. Dari sisi teknologi, sebenarnya kendaraan roda empat di Indonesia rata-rata bisa mengonsumsi BBM RON 90-92.

  • Dari Segi teknologi
Pembakaran Lebih sempurna ketimbang premium karena memiliki RON 90.

  • Dari Segi Ekonomi
Dibanderol dengan harga lebih murah dari pertamax dan Lebih mahal dari Premium namum Lebih bagus pada mesin (dibanding Premium), BBM jenis Pertalite tidak disubsidi oleh pemerintah sehingga harganya mengikuti harga internasional.

  • Dari Segi Polusi yang dihasilkan
Menghasilkan NOx dan Cox dalam jumlah sedikit. (Gas ini dihasilkan dari reaksi pembakaran dalam mesin yang nantinya dilepaskan ke udara sebagai polusi udara)

  • Dari Segi Pembuatan
Memiliki kandungan sulfur maksimal 0,05 persen m/m atau setara dengan 500 ppm.

  • Dari Segi Wujud
Berwarna Hijau Terang, warna ini didapatkan karena Pertalite diproduksi menggunakan bahan campuran Premium dan Pertamax


3. Karakteristik Pertamax

Pertamax merupakan BBM yang dibuat menggunakan tambahan zat aditif. Sekadar diketahui, pertamax pertama kali diluncurkan tahun 1999 sebagai pengganti premix 98 karena unsurnya MTBE yang berbahaya bagi lingkungan.

Pertamax sangat disarankan pada kendaraan bermotor yang diproduksi setelah 1990, terutama kendaraan yang menggunakan teknologi catalytic converters (pengubah katalitik) dan electronic fuel injection (EFI).

  • Dari Segi teknologi
Pertamax dapat menerima tekanan pada mesin berkompresi tinggi sehingga dapat bekerja dengan optimal pada gerakan piston. Hasilnya, tenaga mesin yang menggunakan pertamax lebih maksimal. Pembakaran pada Pertamax Lebih sempurna ketimbang Premium dan Pertalite karena memiliki kadar RON 92.

  • Dari Segi Ekonomi
BBM jenis Pertamax tidak disubsidi oleh pemerintah sehingga harganya mengikuti harga internasional

  • Dari Segi Polusi yang dihasilkan
Menghasilkan NOx dan Cox dalam jumlah yang sangat sedikit.

  • Dari Segi Pembuatan
Mengandung Ethanol sebagai peningkat bilangan oktannya

  • Dari Segi Wujud
Berwarna Biru kehijauan


4. Karakteristik Pertamax Plus


Pertamax plus merupakan jenis BBM yang telah memenuhi standar performa International World Wide Fuel Charter (IWWFC). Pertamax plus biasanya digunakan pada kendaraan yang memiliki rasio kompresi minimal 10,5, serta menggunakan teknologi electronic fuel injection (EFI), catalytic converters, variable valve timing intelligent (VVTI), VTI dan turbochargers.

  • Dari Segi teknologi
Pembakaran Paling sempurna karena memiliki RON 95, Pertamax plus bisa menerima tekanan pada mesin berkompresi tinggi sehingga dapat bekerja dengan optimal pada gerakan piston, Pertamax Plus dapat membersihkan timbunan deposit pada fuel injector, inlet valve, dan ruang bakar, timbunan ini dapat menurunkan performa mesin kendaraan, Pertamax Plus juga dapat melarutkan air di dalam tangki mobil sehingga dapat mencegah karat dan korosi pada saluran dan tangki bahan bakar.

  • Dari Segi Ekonomi
BBM jenis Pertamax tidak disubsidi oleh pemerintah sehingga harganya mengikuti harga internasional

  • Dari Segi Polusi yang dihasilkan
Menghasilkan NOx dan Cox paling sedikit dibandingkan jenis BBM lain.

  • Dari Segi Pembuatan
Megandung Toluene sebagai peningkat oktannya.

  • Dari Segi Wujud
Berwarna Merah


Sekian Artikel tentang 5 Perbedaan Penting Pertalite dengan Premium, Pertamax dan Pertamax Plus, semoga artikel diatas dapat membantu sobat semua dalam menentukan BBM yang akan digunakan.

Sumber : 
  • http://www.markijar.com/2015/07/5-perbedaan-penting-pertalite-dengan.html
  • https://m.tempo.co/read/news/2015/06/25/092678224/ini-beda-premium-pertalite-pertamax-dan-pertamax-plus
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...