Jumat, 31 Oktober 2014

Inilah Kisah Baratayuda, Perang Besar Mahabarata Versi Indonesia !


Artikel ini mengenai kisah pertempuran besar antara Pandawa melawan Korawa menurut versi pewayangan Indonesia. Perlu anda ketahui Kisah Baratayuda adalah versi adaptasi dari kisah Mahabharata yang berasal dari India.

Kisah Baratayuda dikenal dalam seni budaya wayang baik wayang kulit maupun wayang orang, yang kisahnya begitu populer di tanah Jawa dan Bali, dan saat ini mulai dikenal diseluruh Indonesia dan beberapa manca negara. Kisah Perang Baratayudha, atau lengkapnya Baratayuda Jayabinangun terbangun dari kisah awal mula terbentuknya Wangsa Kuru dari Prabu Sentanu, dan aneka kisah terjadinya perpecahan diantara keturunannya antara keturunan Pandu yang dikenal dengan nama Pandawa dan Keturunan Destrasrata yang dikenal dengan nama Korawa.


Meskipun sifatnya "kisah adaptasi versi asli", dengan kecerdasannya para leluhur kita dengan prinsip 4 N : Ngamati (melihat dengan cermat), Niteni (memperhatikan yang penting), Nambahi (menambah), Nerusake (melanjutkan), Kisah Baratayuda menjadi kisah yang jauh lebih menarik dari versi aslinya. Adanya beberapa variasi dan kembangan dan ditambah dengan dibumikan seolah kisah tersebut terjadi di Indonesia, dengan penambahan unsur budaya dan kesenian kita terciptalah seni budaya dan cerita yang lebih kaya.


Seni budaya yang dimaksud adalah : kisah Baratayuda ditampilkan dalam bentuk wayang kulit dan wayang orang, disana dijumpai sajian lagu-lagu jawa, iringan alat-alat gamelan, penampilan dalang, sinden beserta para penabuh gamelannya, dan lain-lain. DI INDIA KISAH MAHABARATA HANYA TERBATAS SEBAGAI LEGENDA/ CERITA RAKYAT SAJA.

Dalam Kisah Baratayuda terdapat beberapa perbedaan dengan versi aslinya, diantaranya :
  1. Adanya perbedaan lokasi terjadinya peristiwa, semua Kisah Baratayuda, dibuat seolah-olah terjadi di Pulau Jawa.
  2. Adanya penambahan kisah terselip diantara peristiwa dalam kisah Mahabharata yang tidak terdapat dalam kisah Mahabharata asli.
  3. Munculnya "tokoh-tokoh kembangan" yang tidak terdapat dalam kisah Mahabharata. Semar dan punakawan tidak terdapat dalam kisah aslinya.
  4. Adanya unsur mendidik dalam kisah Baratayuda, jadi "tontonan sekaligus tuntunan" (hiburan sekaligus mendidik.)
  5. dan beberapa pembeda lain.

Baratayuda adalah istilah yang dipakai di Indonesia untuk menyebut perang besar di Kurukshetra antara keluarga Pandawa melawan Korawa. Perang ini merupakan klimaks dari kisah Mahabharata, yaitu sebuah wiracarita terkenal dari India. Mahabharata (Sanskerta: महाभारत) adalah sebuah karya sastra kuno yang berasal dari India. Secara tradisional, penulis Mahabharata adalah Begawan Byasa atau Vyasa.


Istilah Baratayuda berasal dari kata Bharatayuddha (Perang Bharata), yaitu judul sebuah naskah kakawin berbahasa Jawa Kuna yang ditulis pada tahun 1157 oleh Mpu Sedah atas perintah Maharaja Jayabhaya, raja Kerajaan Kadiri. Sebenarnya kitab baratayuda yang ditulis pada masa Kediri itu untuk simbolisme keadaan perang saudara antara Kerajaan Kediri dan Jenggala yang sama sama keturunan Raja Erlangga . Keadaan perang saudara itu digambarkan seolah-olah seperti yang tertulis dalam Kitab Mahabarata karya Vyasa yaitu perang antara Pandawa dan Kurawa yang sebenarnya juga keturunan Vyasa sang penulis

Menurut suryasangkala yang terdapat pada awal kakawin ini, karya sastra ini ditulis ketika (tahun), sanga-kuda-śuddha-candramā. Sangkala ini memberikan nilai: 1079 Saka atau 1157 Masehi, pada masa pemerintahan prabu Jayabaya. Persisnya kakawin ini selesai ditulis pada tanggal 6 November 1157.

Kakawin ini digubah oleh dua orang yaitu: mpu Sedah dan mpu Panuluh. Bagian permulaan sampai tampilnya prabu Salya ke medan perang adalah karya mpu Sedah, selanjutnya adalah karya mpu Panuluh. Konon ketika mpu Sedah ingin menuliskan kecantikan Dewi Setyawati, permaisuri prabu Salya, ia membutuhkan contoh supaya dapat berhasil. Maka putri prabu Jayabaya yang diberikan kepadanya. Tetapi mpu Sedah berbuat kurang ajar sehingga ia dihukum dan karyanya harus diberikan kepada orang lain.

Tetapi menurut mpu Panuluh sendiri, setelah hasil karya mpu Sedah hampir sampai kisah sang prabu Salya yang akan berangkat ke medan perang, maka tak sampailah hatinya akan melanjutkannya. Maka mpu Panuluh diminta melanjutkannya. Cerita ini disebutkan pada akhir kakawin Bharatayuddha.


Bharatayuddha dalam budaya Jawa Baru.

Berkas:Bharatayuddha-Gunning.png
Halaman pertama edisi kakawin Bharatayuddha oleh Gunning (1903) dalam aksara Jawa.

Kakawin Bharatayuddha adalah salah satu dari beberapa dari karya sastra Jawa Kuna yang tetap dikenal pada masa Islam. Dalam pertunjukan wayang, beberapa bagian dari Bharatayuddha dinyanyikan sebagai bagian dari nyanyian suluk, bahkan juga dalam pertunjukan wayang yang bernafaskan Islam, misalkan cerita wayang Menak.

Kisah Kakawin Bharatayuddha kemudian diadaptasi ke dalam bahasa Jawa Baru dengan judul Serat Bratayuda oleh pujangga Yasadipura I pada zaman Kasunanan Surakarta.

Di Yogyakarta, cerita Baratayuda ditulis ulang dengan judul Serat Purwakandha pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwana V. Penulisannya dimulai pada 29 Oktober 1847 hingga 30 Juli 1848.


Sebab Peperangan



Secara singkat, Mahabharata menceritakan kisah konflik para Pandawa lima dengan saudara sepupu mereka sang seratus Korawa, mengenai sengketa hak pemerintahan tanah negara Astina. Puncaknya adalah perang Bharatayuddha di medan Kurusetra dan pertempuran berlangsung selama delapan belas hari.

Perang Baratayuda merupakan puncak perselisihan antara keluarga Pandawa yang dipimpin oleh Puntadewa (atau Yudistira) melawan sepupu mereka, yaitu para Korawa yang dipimpin oleh Duryudana.

Akan tetapi versi pewayangan menyebut perang Baratayuda sebagai peristiwa yang sudah ditetapkan kejadiannya oleh dewata. Konon, sebelum Pandawa dan Korawa dilahirkan, perang ini sudah ditetapkan akan terjadi. Selain itu, Padang Kurusetra sebagai medan pertempuran menurut pewayangan bukan berlokasi di India, melainkan berada di Jawa. Dengan kata lain, kisah Mahabharata menurut tradisi Jawa dianggap terjadi di Pulau Jawa.

Bibit perselisihan antara Pandawa dan Korawa dimulai sejak orang tua mereka masih sama-sama muda. Pandu, ayah para Pandawa suatu hari membawa pulang tiga orang putri dari tiga negara, bernama Kunti, Gendari, dan Madrim. Salah satu dari mereka dipersembahkan kepada Dretarastra, kakaknya yang buta. Dretarastra memutuskan untuk memilih Gendari, sehingga membuat putri dari Kerajaan Plasajenar itu tersinggung dan sakit hati. Ia pun bersumpah keturunannya kelak akan menjadi musuh bebuyutan anak-anak Pandu.

Gendari dan adiknya, bernama Sengkuni, mendidik anak-anaknya yang berjumlah seratus orang untuk selalu memusuhi anak-anak Pandu. Ketika Pandu meninggal, anak-anaknya semakin menderita. nyawa mereka selalu diincar oleh sepupu mereka, yaitu para Korawa. Kisah-kisah selanjutnya tidak jauh berbeda dengan versi Mahabharata, antara lain usaha pembunuhan Pandawa dalam istana yang terbakar, sampai perebutan Kerajaan Amarta melalui permainan dadu.

Akibat kekalahan dalam perjudian tersebut, para Pandawa harus menjalani hukuman pengasingan di Hutan Kamiyaka selama 12 tahun, ditambah dengan setahun menyamar sebagai orang rakyat jelata di Kerajaan Wirata. Namun setelah masa hukuman berakhir, para Korawa menolak mengembalikan hak-hak para Pandawa. Keputusan inilah yang membuat perang Baratayuda tidak dapat dihindari lagi.


Kitab Jitabsara

Dalam pewayangan Jawa dikenal adanya sebuah kitab yang tidak terdapat dalam versi Mahabharata. Kitab tersebut bernama Jitabsara berisi tentang urutan siapa saja yang akan menjadi korban dalam perang Baratayuda. kitab ini ditulis oleh Batara Penyarikan, atas perintah Batara Guru, raja kahyangan.

Kresna raja Kerajaan Dwarawati yang menjadi penasihat pihak Pandawa berhasil mencuri kitab tersebut dengan menyamar sebagai seekor lebah putih. Namun, sebagai seorang ksatria, ia tidak mengambilnya begitu saja. Batara Guru merelakan kitab Jitabsara menjadi milik Kresna, asalkan ia selalu menjaga kerahasiaan isinya, serta menukarnya dengan Kembang wijayakusuma, yaitu bunga pusaka milik Kresna yang bisa digunakan untuk menghidupkan orang mati. Kresna menyanggupinya. Sejak saat itu Kresna kehilangan kemampuannya untuk menghidupkan orang mati, namun ia mengetahui dengan pasti siapa saja yang akan gugur di dalam Baratayuda sesuai isi Jitabsara yang telah ditakdirkan dewata.


Aturan Peperangan


Jalannya perang Baratayuda versi pewayangan sedikit berbeda dengan perang versi Mahabharata. Menurut versi Jawa, pertempuran diatur sedemikian rupa sehingga hanya tokoh-tokoh tertentu yang ditunjuk saja yang maju perang, sedangkan yang lain menunggu giliran untuk maju.

Sebagai contoh, apabila dalam versi Mahabharata, Duryodhana sering bertemu dan terlibat pertempuran melawan Bimasena, maka dalam pewayangan mereka hanya bertemu sekali, yaitu pada hari terakhir di mana Duryudana tewas di tangan Bima.

Dalam pihak Pandawa yang bertugas mengatur siasat peperangan adalah Kresna. Ia yang berhak memutuskan siapa yang harus maju, dan siapa yang harus mundur. sementara itu di pihak Korawa semuanya diatur oleh Duryudana sendiri, yang seringkali dilakukannya tanpa perhitungan cermat.


Pembagian babak

Di bawah ini disajikan pembagian kisah Baratayuda menurut versi pewayangan Jawa.
  • Babak 1: Seta Gugur
  • Babak 2: Tawur (Bisma Gugur)
  • Babak 3: Paluhan (Bogadenta Gugur)
  • Babak 4: Ranjapan (Abimanyu Gugur)
  • Babak 5: Timpalan (Burisrawa Gugur atau Dursasana Gugur) Babak 6: Suluhan (Gatotkaca Gugur)
  • Babak 7: Karna Tanding
  • Babak 8: Rubuhan (Duryudana Gugur)
  • Babak 9: Lahirnya Parikesit


Jalannya pertempuran


Karena kisah Baratayuda yang tersebar di Indonesia dipengaruhi oleh kisah sisipan yang tidak terdapat dalam kitab aslinya, mungkin banyak terdapat perbedaan sesuai dengan daerah masing-masing. Meskipun demikian, inti kisahnya sama.


Babak pertama

Dikisahkan, Bharatayuddha diawali dengan pengangkatan senapati agung atau pimpinan perang kedua belah pihak. Pihak Pandawa mengangkat Resi Seta sebagai pimpinan perang dengan pendamping di sayap kanan Arya Utara dan sayap kiri Arya Wratsangka. Ketiganya terkenal ketangguhannya dan berasal dari Kerajaan Wirata yang mendukung Pandawa. Pandawa menggunakan siasat perang Brajatikswa yang berarti senjata tajam. Sementara di pihak Kurawa mengangkat Bisma (Resi Bisma) sebagai pimpinan perang dengan pendamping Pendeta Drona dan prabu Salya, raja kerajaan Mandaraka yang mendukung Korawa. Bisma menggunakan siasat Wukirjaladri yang berarti “gunung samudra.”

Balatentara Korawa menyerang laksana gelombang lautan yang menggulung-gulung, sedang pasukan Pandawa yang dipimpin Resi Seta menyerang dengan dahsyat seperti senjata yang menusuk langsung ke pusat kematian. Sementara itu Rukmarata, putra Prabu Salya datang ke Kurukshetra untuk menonton jalannya perang. Meski bukan anggota pasukan perang, dan berada di luar garis peperangan, ia telah melanggar aturan perang, dengan bermaksud membunuh Resi Seta, Pimpinan Perang Pandawa. Rukmarata memanah Resi Seta namun panahnya tidak melukai sasaran. Setelah melihat siapa yang memanahnya, yakni seorang pangeran muda yang berada di dalam kereta di luar garis pertempuran, Resi Seta kemudian mendesak pasukan lawan ke arah Rukmarata. Setelah kereta Rukmarata berada di tengah pertempuran, Resi Seta segera menghantam dengan gada (pemukul) Kyai Pecatnyawa, hingga hancur berkeping-keping. Rukmarata, putera mahkota Mandaraka tewas seketika.

Dalam peperangan tersebut Arya Utara gugur di tangan Prabu Salya sedangkan Arya Wratsangka tewas oleh Pendeta Drona. Bisma dengan bersenjatakan Aji Nagakruraya, Aji Dahana, busur Naracabala, Panah kyai Cundarawa, serta senjata Kyai Salukat berhadapan dengan Resi Seta yang bersenjata gada Kyai Lukitapati, pengantar kematian bagi yang mendekatinya. Pertarungan keduanya dikisahkan sangat seimbang dan seru, hingga akhirnya Bisma dapat menewaskan Resi Seta. Bharatayuddha babak pertama diakhiri dengan sukacita pihak Korawa karena kematian pimpinan perang Pandawa.


Babak Kedua

Setelah Resi Seta gugur, Pandawa kemudian mengangkat Drestadyumna (Trustajumena) sebagai pimpinan perangnya dalam perang Bharatayuddha. Sedangkan Bisma tetap menjadi pimpinan perang Korawa. Dalam babak ini kedua kubu berperang dengan siasat yang sama yaitu Garudanglayang (Garuda terbang).

Dalam pertempuran ini dua anggota Korawa, Wikataboma dan kembarannya, Bomawikata, terbunuh setelah kepala keduanya diadu oleh Bima. Sementara itu beberapa raja sekutu Korawa juga terbunuh dalam babak ini. Diantaranya Prabu Sumarma, raja Trigartapura tewas oleh Bima, Prabu Dirgantara terbunuh oleh Arya Satyaki, Prabu Dirgandana tewas di tangan Arya Sangasanga (anak Setyaki), Prabu Dirgasara dan Surasudirga tewas di tangan Gatotkaca, dan Prabu Malawapati, raja Malawa tewas terkena panah Hrudadali milik Arjuna. Bisma setelah melihat komandan pasukannya berguguran kemudian maju ke medan pertempuran, mendesak maju menggempur lawan. Atas petunjuk Kresna, Pandawa kemudian mengirim Dewi Wara Srikandi untuk maju menghadapi isma. Dengan tampilnya prajurit wanita tersebut, Bisma merasa bahwa tiba waktunya maut menjemputnya, sesuai dengan kutukan Dewi Amba yang tewas di tangan Bisma. Bisma gugur dengan perantaraan panah Hrudadali milik Arjuna yang dilepaskan oleh istrinya, Srikandi.


Tawur demi kemenangan

Dalam babak ini juga diadakan korban demi syarat kemenangan pihak yang sedang berperang. Resi Ijrapa dan anaknya Rawan dengan sukarela menyediakan diri sebagai korban (Tawur) bagi Pandawa. Keduanya pernah ditolong Bima dari bahaya raksasa. Selain itu satria Pandawa terkemuka, Antareja yang merupakan putra Bima juga bersedia menjadi tawur dengan cara menjilat bekas kakinya hingga tewas. Sementara itu Sagotra, hartawan yang berhutang budi pada Arjuna ingin menjadi korban bagi Pandawa. Namun karena tidak tahu arah, ia bertemu dengan Korawa. Oleh tipu muslihat Korawa, ia akan dipertemukan dengan Arjuna, namun dibawa ke Astina. Sagotra dipaksa menjadi tawur bagi Korawa, namun menolak mentah-mentah. Akhirnya, Dursasana, salah satu anggota Kurawa membunuhnya dengan alasan sebagai tawur pihak Korawa.


Kutipan dari Kakawin Bharatayuddha


Kutipan di bawah ini mengambarkan suasana perang di Kurukshetra, yaitu setelah pihak Pandawa yang dipimpin oleh Raja Drupada menyusun sebuah barisan yang diberi nama “Garuda” yang sangat hebat untuk menggempur pasukan Korawa.

Kutipan Terjemahan
Ri huwusirə pinūjā dé sang wīrə sirə kabèh, ksana rahinə kamantyan mangkat sang Drupada sutə, tka marêpatatingkah byūhānung bhayə bhisamə, ngarani glarirèwêh kyāti wīrə kagəpati
Setelah selesai dipuja oleh ksatria semuanya, maka pada siang hari berangkatlah Sang Raja putera Drupada, setibanya telah siap mengatur barisan yang sangat membahayakan, nama barisannya yang berbahaya ialah “Garuda” yang masyur gagah berani

Drupada pinakə têndas tan len Pārtha sirə patuk, parə Ratu sirə prsta śrī Dharmātmaja pinuji, hlari têngênikī sang Drstadyumna sahə balə, kiwə pawanə sutā kas kocap Satyaki ri wugat
Raja Drupada merupakan kepala dan tak lain Arjuna sebagai paruh, para Raja merupakan punggung dan Maharaja Yudistira sebagai pimpinan, sayap bagian kanan merupakan Sang Drestadyumna bersama bala tentara, sayap kiri merupakan Bhima yang terkenal kekuatannya dan Satyaki pada ekornya

Ya tə tiniru tkap Sang śrī Duryodhana pihadhan, Sakuni pinakə têndas manggêh Śālya sirə patuk, dwi ri kiwa ri têngên Sang Bhīsma Drona panalingə, Kuru pati Sirə prstə dyah Duśśāsana ri wugat
Hal itu ditiru pula oleh Sang Duryodana. Sang Sakuni merupakan kepala dan ditetapkan Raja Madra sebagai paruh, sayap kanan kiri adalah Rsi Bhisma dan pendeta Drona merupakan telinga, Raja Kuru merupakan punggung dan Sang Dursasana pada ekor

Ri tlasirə matingkah ngkā ganggā sutə numaso, rumusaki pakekesning byuhē pāndawə pinanah, dinasə gunə tkap Sang Pārthāng laksə mamanahi, linudirakinambah de Sang Bhīma kasulayah
Setelah semuanya selesai mengatur barisan kala itu Rsi Bhisma maju ke muka, merusak bagian luar pasukan Pandawa dengan panah, dibalas oleh Arjuna berlipat ganda menyerang dengan panah, ditambah pula diterjang oleh Sang Bima sehingga banyak bergelimpangan

Karananikə rusāk syuh norā paksə mapuliha, pirə ta kunangtusnyang yodhāgal mati pinanah, Kurupati Krpa Śalya mwang Duśśāsana Śakuni, padhə malajêngumungsir Bhīsma Drona pinakə
toh Sebab itu binasa hancur luluh dan tak seorang pun hendak membalas, entah berapa ratus pahlawan yang gugur dipanah, Raja Kuru – Pendeta Kripa – Raja Salya – dan Sang Dursasana serta Sang Sakuni, sama-sama lari menuju Rsi Bhisma dan Pendeta Drona yang merupakan taruhan

Niyata laruta sakwèhning yodhā sakuru kula, ya tanangutusa sang śrī Bhīsma Drona sumuruda tuwi pêtêngi wêlokning rènwa ngdé lêwu wulangun, wkasanawa tkapning rah lumrā madhêmi lebū
Niscaya akan bubar lari tunggang langgang para pahlawan bangsa Kaurawa, jika tidak disuruh oleh Rsi Bhisma dan Pendeta Drona agar mereka mundur, ditambah pula keadaan gelap karena mengepulnya debu membuat mereka bingung tidak tahu keadaan, akhirnya keadaan terang karena darah berhamburan memadamkan debu

Ri marinika ptêng tang rah lwir sāgara mangêbêk, maka lêtuha rawisning wīrāh māti mapupuhan, gaja kuda karanganya hrūng jrah pāndanika kasêk, aracana makakawyang śārā tan wêdi mapulih
Setelah gelap menghilang darah seakan-akan air laut pasang, yang merupakan lumpurnya adalah kain perhiasan para pahlawan yang gugur saling bantai, bangkai gajah dan kuda sebagai karangnya dan senjata panah yang bertaburan laksana pandan yang rimbun, sebagai orang menyusun suatu karangan para pahlawan yang tak merasa takut membalas dendam

Irika nasēmu képwan Sang Pārthārddha kaparihain, lumihat i paranāthākwèh māting ratha karunna, nya Sang Irawan anak Sang Pārthāwās lawan Ulupuy, pêjah alaga lawan Sang Çrênggi rākshasa nipunna
Ketika itu rupanya Arjuna menjadi gelisah dan agak kecewa, setelah ia melihat Raja-Raja yang secara menyedihkan terbunuh dalam keretanya, di sanalah terdapat Sang Irawan, anak Sang Arjuna dengan Dewi Ulupi yang gugur dalam pertempuran melawan Sang Srenggi, seorang rakshasa yang ulung.


Kisah Baratayuda Dalam Wayang Kulit Indonesia.

Berkut adalah video Pagelaran wayang kulit bersama dalang Ki. Anom Suroto dengan lakon "Baroto Yudho". selamat menyaksikan.

Wayang kulit Ki. Anom Suroto_lakon "Baroto Yudho" part 1/6

Wayang kulit Ki. Anom Suroto_lakon "Baroto Yudho" part 2/6

Wayang kulit Ki. Anom Suroto_lakon "Baroto Yudho" part  3/6

Wayang kulit Ki. Anom Suroto_lakon "Baroto Yudho" part 4/6

Wayang kulit Ki. Anom Suroto_lakon "Baroto Yudho" part 5/6

Wayang kulit Ki. Anom Suroto_lakon "Baroto Yudho" part 6/6

Penyusun : Yohanes Gitoyo, S Pd.
Sumber :
  1. http://id.wikipedia.org/wiki/Baratayuda
  2. http://id.wikipedia.org/wiki/Kakawin_Bh%C4%81ratayuddha

Kamis, 30 Oktober 2014

Daging Kambing Bikin 'Tegangan Tinggi,' Pada "Organ Pria", Mitos Atau Fakta ?

 

Daging kambing selalu dikaitkan dengan khasiat pendongkrak kejantanan. Mitos atau fakta?

Ya, secara turun-temurun, daging kambing yang baunya oleh sementara orang dibilang prengus itu dipercaya masyarakat kita bisa membuat orang yang mengonsumsinya menjadi lebih perkasa dalam berhubungan seksual. Mungkin saja!

Tapi, Dr. Muhilai dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi, Bogor, pernah menyatakan, ia meragukan keampuhan daging kambing tersebut. Sebab, kalau diintip kandungan gizinya, tak ada sesuatu yang istimewa. Protein, lemak, dan karbohidratnya tak jauh berbeda dengan daging sapi atau daging kerbau.


Kandungan Daging Kambing. 


Jika didasarkan pada penelitian ahli gizi, ditemukan fakta bahwa daging kambing ternyata jauh lebih sehat jika dibandingkan dengan jenis daging kambing lainnya. Setiap 100 gram daging kambing mengandung 154 kalori, 3,6 miligram lemat jenuh, dan 9,2 miligram lemak. Zat lainnya yang juga bisa ditemukan dalam daging kambing antara lain Vitamin B, selenium, kolin dan juga zat besi. Daging kambing juga salah satu sumber zat besi, vitamin B, kolin, dan selenium terbaik. Vitamin B akan membantu tubuh membakar lemak, sedangkan kolin dan selenium mampu menangkal kanker.

Sementara itu, selain dagingnya, susu kambing juga memiliki kandungan gizi super lengkap. Senyawa yang bisa ditemukan di dalamnya antara lain sodium atau Na, Klasium atau Ca, Fosofor atau P dan masih banyak lagi lainnya.


Perbandingan asam lemaknya juga hampir sama. Dari segi farmakologis, bisa saja daging kambing mengandung senyawa yang mirip hormon seks pria. Namun, sampai saat ini belum ditemukan dasar ilmiah yang menyatakan daging kambing bisa meningkatkan potensi seksual kaum pria.

Jangan-jangan kemampuan afrodisiak pada daging kambing lebih bersifat sensasi belaka.

Dr. Handrawan Nadesul ternyata juga sepakat, sifat afrodisiak pada daging kambing hanyalah sensasi belaka. Ia melihat, yang didapat oleh mereka yang mengonsumsi makanan atau minuman afrodisiak bukanlah peningkatan potensi seksual – potensi ini tidak bisa langsung naik – tetapi lebih pada sensasi seksual yang mampu membuat seseorang bergairah. Karena, yang berperan membantu meningkatkan potensi seksual adalah hormon.

Daging kambing mengandung afrodisiak, yaitu sebuah bahan yang bisa membangkitkan gairah. Afrodesiak pada daging kambing mengandung senyawa L-Argynin (sejenis asam amino yang menjadi bahan dasar nitric oxide=NO). NO sangat berperan dalam meningkatkan gairah, dimana NO memberikan efek pelebuaran pada pembuluh darah sehingga aliran darah seluruh tubuh lancar. Masyarakat sering menyalahgunakan bahwa mengonsumsi daging kambing lebih dari normal bisa meningkatkan gairah lebih. Namun, kebutuhan protein dalam tubuh hanya 56-48 mg per hari. Jika hal tersebut terus terjadi ini akan mengakibatkan obesitas.

Daging kambing merah menduduki keempat makanan yang memiliki kadar kolestrol tinggi, bagi mereka yang memiliki penyakit hipertensi ataupun kolestrol, wajib menghindari makanan ini. Bagi penderita ginjal, mengkonsumsi daging kambing secara berlebihan sangat berbahaya terutama saat ginjal berkerja keras mencerna. Efeknya, akan terjadi pengendapan protein-protein pada beberapa organ vital.


Fakta Tentang Daging Kambing


Fakta tentang Daging Kambing yang jarang terungkap di masyarakat :

1. Kandungan Kolesterol LEBIH RENDAH dibanding daging merah yang lain! 
Sumber: Proceedings Nutrition Society of Australia, 1997. Dari Juni Sumarmono PhD, Dosen Fakultas Peternakan UNSUD Purwokerto dalam majalah Infovet Edisi 112, 2003.

2. Kandungan Lemak Jenuh LEBIH RENDAH (sekali lagi Lebih Rendah) dibanding daging lain!
Lemak Jenuh (Saturated Acid Fat), butuh waktu yang sangat lama untuk bisa diurai oleh tubuh. Ikatan reaksinya menjadi LDL (Low Density Lipo-protein), membentuk lapisan dinding dalam pembuluh darah, bisa menggumpal jadi plak, yang mengakibatkan penyempitan rongga aliran darah juga menjadikan pembuluh darah tidak fleksibel. Inilah sebab utama dari penyakit jantung, Hypertensi dan Stroke . Maka sering disebut Lemak Jenuh = Lemak Jahat.

3. Kandungan Zat Besi LEBIH TINGGI dibanding daging lain.
Zat Besi berperan penting untuk pengangkutan oksigen dan melancarkan aliran listrik dalam otak.Dan bersama dengan DHA, Omega 3 dan vitamin B12, mampu meningkatkan perkembangan otak. Kandungan zat besi pada daging lebih mudah diserap tubuh dibanding zat besi yang ada pada sayuran maupun makanan olahan (sereal). Diana Nur Fitri -Jurnal Teknologi Pangan Vol.1 No.1 2012

4. Mempunyai banyak kandungan akan Mineral & Vitamin (Protein, Kalsium, Fosfor, Potasium, Selenium, Manganese, Niacin, Folate, Zing, Copper, Sodium, Vitamin; B1, B2, B3, B9, B12, E, K, Omega3, Omega6, dll)
Vitamin B12 atau sianokobalamin merupakan mikronutrien essensial yang hanya terdapat pada hewan dan tidak ditemukan pada sayuran & buah-buahan. Vitamin ini berperan penting dalam pembelahan sel dan metabolisme folat (metabolisme energi), juga dalam pemeliharaan sel-sel saraf, pembentukkan molekul DNA dan RNA, serta pembentukkan platelet darah. Kekurangan vitamin B12 mengakibatkan anemia, mudah lelah lesu, iritasi kulit, gangguan syaraf (motorik atw sensorik), serta gangguan gastrointestinal (kehilangan nafsu makan, kembung, serta konstipasi), pada stadium ringan melemahnya sel saraf bisa mengakibatkan menurunnya kemampuan belajar.


Makanan Pembangkit Gairah


Namun, para ahli bukannya sama sekali tak percaya kalau makanan berkaitan dengan seks. Menurut mereka, keberhasilan seseorang dalam kehidupan seksual akan otomatis terjadi bila mengikuti pola makan sehat seperti berikut ini.

Makanan yang dikonsumsi cukup gizi dan vitaminnya. Dengan demikian stamina jadi meningkat yang secara otomatis akan dapat meningkatkan gairah seksual.

Makanan berupa karbohidrat sederhana seperti gula, sirup, permen, dan semua yang manis-manis tidak dimakan secara berlebihan. Pasalnya, kadar gula darah yang tinggi akan menurunkan gairah seksual.


Kebiasaan minum teh, kopi, dan alkohol, serta merokok juga sebaiknya dihindari karena dapat menurunkan libido.

Makanan tinggi lemak jenuh seperti lemak ayam, sapi, dan makanan yang digoreng berpotensi membentuk plak pada pembuluh darah, termasuk di daerah genital, akan berdampak terhambatnya aliran darah ke organ ini.

Bila hal ini terjadi, akan mengganggu gairah seksual. Sebagai gantinya, makanlah makanan yang mengandung lemak baik, seperti yang terdapat pada ikan laut yang mengandung omega-3. Juga makanan yang mengandung arginin dan seng (Zn).


Seng dongkrak gairah

Menurut para urolog, dari berbagai segi Zn (zinc) atau seng memang berkaitan dengan masalah seksual pria. Pada bayi laki-laki yang kekurangan senyawa seng dalam tubuhnya, pertumbuhan organ seksualnya akan menjadi kurang sempurna. Di kemudian hari, ketika pria mulai berkenalan dengan kehidupan seksual, pada air maninya terkandung banyak unsur seng. Kadar seng yang rendah akan berdampak tiadanya gairah seksual dan dorongan untuk berejakulasi.

Tak hanya itu, kekurangan seng juga akan mengakibatkan penurunan jumlah sperma dan hormon testosteron. Penurunan hormon pria otomatis mempengaruhi gairah seksual, semakin rendah hormon ini, semakin berkurang libidonya, baik pada laki-laki maupun perempuan.

Melihat keterkaitan senyawa seng dengan aktivitas seksual, maka para ahli mewanti-wanti agar para pria yang ingin kehidupan seksualnya lancar tidak lupa makan makanan yang mengandung senyawa seng seperti seafood, daging sapi, daging kambing, dan kacang-kacangan. Untuk meningkatkan libido, kaum perempuan cukup mengasup seng 12 mg per hari, sedangkan kaum pria perlu lebih banyak, yakni 15 mg per hari.

Selain seng, senyawa yang disebut-sebut dapat meningkatkan libido adalah arginin, yakni jenis asam amino. Arginin dapat membantu membuka aliran darah pada alat kelamin sehingga membangkitkan gairah. Asupan arginin yang dibutuhkan 2 – 5 gram per hari. Senyawa ini bisa didapat misalnya dari cokelat, havermout, gandum, kacang-kacangan, biji-bijian, dan seafood.


Jangan lupa olahraga

Dengan kecukupan gizi – tentunya tetap dengan memperhatikan unsur gizi seimbang – bisa dipastikan stamina tubuh meningkat sehingga gairah seksual pun akan jadi tokcer asalkan tak ada masalah lainnya. Seperti, kesibukan sehari-hari, stres, bosan, konflik, rasa tak puas, usia senja, pengalaman masa lalu, obat-obatan, hingga kelainan medis yang bisa menurunkan libido.

Kalau urusan gizi sudah bagus, jangan lupa berolahraga secara teratur karena tak hanya baik untuk kesehatan pada umumnya tapi juga meningkatkan gairah. Tak heran juga, saat tubuh loyo, gairah seksual pasti ikutan loyo. Sebaliknya, saat tubuh bugar karena rajin berolahraga, kerja jantung dan paru-paru menjadi maksimal sehingga aliran darah baik yang ke otak maupun ke organ seks menjadi lancar. Dengan demikian, urusan hubungan suami-istri pun ikut jadi lancar.

Penyusun : Yohhanes Gitoyo, S Pd.
Sumber : 
  1. Intisari Online, dikutip dari https://plus.google.com/+Najlanajwa, 1 Oktober 2014.
  2. http://blogseputarherbal.blogspot.com/2013/10/Efek-Samping-Daging-Kambing-Bagi-Kesehatan.html
  3. http://dahlansupriatna.blogspot.com/2012/11/jangan-takut-daging-kambing.html

Rabu, 29 Oktober 2014

Inilah Profil Susi Pudjiastuti, Srikandi Dalam Menteri Kabinet Kerja Joko Widodo.


Pakar Komunikasi politik Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Dr Antar Venus menyebutkan figur Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sebagai sosok "problem solving" di bidangnya sehingga memiliki kapasitas untuk menjadi motor penggali potensi kelautan dan perikanan Indonesia.

"Sosok Susi Pudjiastuti bukan orang baru dalam pengembangan potensi kelautan dan perikanan, berasal dari daerah nelayan Pangandaran ia tahu betul potensi kelautan. Seperti beberapa menteri dari kalangan profesional lainnya dia problem solving," kata Antar Venus ketika dihubungi Antara dari Bandung, Minggu (26/10).

Perempuan asal Pangandaran, Jawa Barat, ini menggantikan posisi Sharif Cicip Sutarjo pada Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 2009-2014.

Menurut Antar Venus, Susi merupakan sosok pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan serta pengusaha penerbangan perintis, di sejumlah daerah di Indonesia khususnya di Indonesia Timur.

Selain itu, menurut dia, sosok wanita kelahiran Pangandaran, 15 Januari 1965 tersebut memiliki komitmen kuat dalam pengembangan kelautan dan perikanan. Ia juga memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan hidup.

Dalam beberapa kiatnya, sosok Susi merupakan sosok yang memiliki komitmen kepada perubahan sehingga bisa memberi warna bahkan terobosan di kementerian yang dipimpinnya itu.

Harapan yang sama juga disampaikan oleh tokoh Jabar dan Ketua DPW Partai Nasdem Jabar, Eka Santosa yang menyebutkan sosok Susi Pudjiastuti merupakan sosok yang memiliki komitmen kuat terhadap sektor kelautan dan perikanan.

"Ia berkiprah mengembangkan sektor perikanan dan kelautan dari Pangandaran ke tingkat nasional. Saya kenal ia sosok yang punya komitmen," kata Eka Santosa.

Sebelumnya pada Kamis, (23/10), Susi dipanggil Presiden Joko Widodo ke Istana Negara, tetapi saat itu Susi tidak memberikan alasan yang jelas atas pemanggilan dirinya tersebut. 

Susi Pudjiastuti yang bersuamikan Christian von Strombeck, seorang pria berkewarganegaraan Jerman, sebelumnya sudah malang melintang di dunia wirausaha, namun belum sekalipun terlibat dalam kegiatan politik.

Dia sempat menjabat "Board of Directors" HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) bidang hubungan dalam negeri dan Ketua Komisi Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN).


"Kalau saya disuruh berubah, 
seperti birokrat, seperti ibu-ibu manis yang feminis, ya enggak bisa"
Susi Pudjiastuti

Perlu diketahui Susi Pudjiastuti adalah pengusaha pemilik dan Presdir PT ASI Pudjiastuti Marine Product, eksportir hasil-hasil perikanan dan PT ASI Pudjiastuti Aviation atau penerbangan Susi Air dari Jawa Barat. Hingga awal tahun 2012, Susi Air mengoperasikan 50 pesawat dengan berbagai tipe seperti 32 Cessna Grand Caravan, 9 Pilatus PC-6 Porter dan 3 Piaggio P180 Avanti. Susi Air mempekerjakan 180 pilot, dengan 175 di antaranya merupakan pilot asing. Tahun 2012 Susi Air menerima pendapatan Rp300 miliar dan melayani 200 penerbangan perintis.


Kisah Rintisan Usaha Susi Pudjiastuti.


Jauh sebelum dikenal publik sebagai menteri, Susi Pudjiastuti sudah cukup dikenal di kalangan pengusaha UKM. Dia sering diundang untuk memberikan sharing, berbagi pengalaman sukses mengembangkan bisnis, antara lain, dihadapan komunitas bisnis Tangan Di Atas (TDA).

Ayah dan ibunya Susi Pudjiastuti yaitu Haji Ahmad Karlan dan Hajjah Suwuh Lasminah berasal dari Jawa Tengah yang sudah lima generasi lahir dan hidup di Pangandaran. Keluarganya adalah saudagar sapi dan kerbau, yang membawa ratusan ternak dari Jawa Tengah untuk diperdagangkan di Jawa Barat. Kakek buyutnya Haji Ireng dikenal sebagai tuan tanah. Susi hanya memiliki ijazah SMP. Setamat SMP ia sempat melanjutkan pendidikan ke SMA. Namun, di kelas II SMAN Yogyakarta dia berhenti sekolah.

Susi Pudjiastuti  memutuskan untuk berhenti sekolah pada kelas 2 SMA di Jogyakarta. Tentu saja keputusan itu ditentang orang tuanya. "Gara-gara berhenti sekolah, bapak saya sempat satu tahun tidak ngomong dengan saya. Walaupun tinggal satu rumah," ujar Susi yang menguasai bahasa Inggris dengan baik. Mengolah dan memasarkan hasil laut sudah menjadi santapan sehari-hari Susi sejak drop out dari sekolah kelas II SMA. Saat itu, berbekal ijazah SMP, Susi tetap ingin hidup mandiri tanpa nebeng orangtua.

Susi memulai bisnisnya dengan berdagang bed cover keliling di Pangandaran dengan modal Rp 750.000 dan kini pengusaha tangguh ini telah menikmati kesuksesannya lewat kerajaan bisnis perikanan dan penerbangan yang diperkirakan telah mencapai omset puluhan juta dollar AS. Kerja keras pun dilakoni Susi."Awalnya coba-coba jual baju tapi gak laku-laku, terus jualan bed cover, pernah juga jual cengkeh. Tiap hari, keliling naik motor keliling dagangan tapi tetep aja ekonomi seret," kenangnya.

Susi beruntung tinggal di lingkungan keluarga yang sangat demokratis. Bahkan sejak kecil, dia dibebaskan untuk membaca buku-buku tentang apa saja, mulai dari buku-buku tentang tokoh-tokoh terkenal, demokrasi hingga filsafat. "Semua bacaan itu membuka wawasan saya," ujar Susi. Tidak heran, bila sejak remaja Susi terbiasa untuk bersikap independen; mandiri; bertanggungjawab serta bekerja keras. Sikap-sikap positif itulah yang membantunya dalam mengembangkan bisnisnya di bidang perikanan dan penerbangan. Nyatanya, Susi tidak pernah takut untuk memulai bisnis baru dan tidak pernah patah semangat bila menghadapi kegagalan serta selalu memperbaiki diri untuk mencapai kesuksesan.

Hingga, dia menyadari bahwa potensi Pangandaran adalah di bidang perikanan. Sebab setiap hari dia melihat ratusan nelayan membawa ikan ke pantai. Karena tidak memiliki uang, dia terpaksa menjual kalung serta cincin miliknya seharga Rp 750 ribu untuk modal membeli ikan.


"Hari pertama aku jualan 1 kilo ikan, dibeli restoran milik teman. Dari situ modalnya kuputar sampai sekarang," ungkapnya. Dari hanya menjual 1 kilogram, dagangan Susi terus bertambah menjadi 1 truk lobster karena harus memenuhi permintaan restoran-restoran di Jakarta. Dari mulai menyewa truk sampai akhirnya memiliki truk sendiri. Setiap hari Susi berangkat pukul tiga sore dari Pangandaran dan sampai di Jakarta tengah malam."Turunkan dagangan terus langsung balik ke Pangandaran. Kadang saya yang nyopir kalau sopir truknya ngantuk," kenangnya.

Susi Pudjiastuti

Wanita pengagum tokoh Semar dalam dunia pewayangan itu menyatakan sudah tiga kali menikah. Suaminya yang terakhir, Christian von Strombeck merupakan seorang mekanik pesawat asal Perancis. Dari pria itu Susi mendapat ide untuk menggunakan pesawat untuk mengirim lobster ke Jakarta."Kalau pakai truk biasanya separo lobster mati, tapi sejak pakai pesawat bisa hidup semua. Harga lebih tinggi karena fresh," tandasnya.

Kalau bicara soal ekspor perikanan berarti Susi harus mengupayakan agar dia dapat menjual ikan-ikannya dalam keadaan hidup; segar. Bayangkan, udang lobster kalau dalam keadaan hidup bisa dijual Rp 400 ribu/kg; tapi kalau dalam keadaan mati hanya Rp 100.000/kg.

"Tapi tantangannya berat. Yakni, bagaimana mengupayakan agar udang itu bisa sampai ke tangan pembeli dalam waktu 24 jam sejak penangkapan. Sedangkan infrastrukturnya di Indonesia masih belum memadai. Dari Pangadaran ke Jakarta saja menghabiskan waktu sekitar 12 jam. Dalam perjalanan itu, 10 sampai 25 persen udangnya mati. Kalau mati harga udangnya menjadi murah. Kalau udang mati, busuk, malah tidak bisa dijual. Di sinilah perlu terobosan," ujar Susi.

Menurut Susi, terobosan yang dimaksud dia harus punya pesawat sendiri. Pesawat kecil yang bisa landing di bandara lapangan rumput dan bisa menjemput ke tempat-tempat nelayan sehingga bisa mengurangi angka kematian udang serta dapat memenuhi tuntutan standar mutu produk yang diminta pembeli di luar negeri.

"Setelah keliling ke bank-bank, baru pada tahun keempat ada bankir yang percaya dan mau membiayai pembelian pesawat untuk mengangkut udang dan ikan-ikan lainnya. Saya dapat kredit 4,7 juta dollar AS untuk membeli dua pesawat kecil. Syukur dalam waktu tujuh tahun kredit tersebut dapat dilunasi,"ujar Susi.

Pesawat itu dibeli dari uang pinjaman bank. Bukan perkara mudah untuk mendapatkan dana itu. Puluhan bank menertawainya karena tidak semua percaya hasil penjualan ikan bisa untuk membayar cicilan. Padahal waktu itu Susi telah memiliki pabrik pengolahan ikan serta sebuah restoran yang paling terkenal di Pangandaran, The Hilmans."Kita dianggap gila waktu masukin business plan ke bank tahun 2000," sambungnya.

Susi Pudjiastuti. Foto: dok.JPNN

Sampai akhirnya Bank Mandiri mau memberi pinjaman sebesar USD 4,7 juta untuk bangun landasan dan beli dua pesawat, Cessna dan Grand Caravan. Pada 2004, Susi memutuskan membeli sebuah Cessna Caravan seharga Rp20 miliar menggunakan pinjaman bank. Melalui PT ASI Pudjiastuti Aviation yang ia dirikan kemudian, satu-satunya pesawat yang ia miliki itu ia gunakan untuk mengangkut lobster dan ikan segar tangkapan nelayan di berbagai pantai di Indonesia ke pasar Jakarta dan Jepang. Call sign yang digunakan Cessna itu adalah Susi Air.

Namun, baru sebulan dipakai, terjadi bencana tsunami di Aceh. "Tanggal 27 kami berangkatkan satu pesawat untuk membantu. Pesawat kami yang pertama bisa mendarat di Meulaboh. Tanggal 28 kami masuk satu lagi. Kami bawa beras, mi instan, air dan tenda-tenda," ungkapnya.

Awalnya, Susi berniat membantu distribusi bahan pokok secara gratis selama dua minggu saja. Tapi, ketika hendak balik, banyak lembaga non-pemerintah yang memintanya tetap berpartisipasi dalam recovery di Aceh.

"Mereka mau bayar sewa pesawat kami. Satu setengah tahun kami kerja di sana. Dari situ, Susi Air bisa beli satu pesawat lagi. Setelah itu keterusan sewa-sewain, beli pesawat lagi sampai bisa punya 50 pesawat," jelasnya.

Selain bekerja keras, Susi juga bekerja cerdas. Dia selalu mencari terobosan bisnis agar nilai tambah bisnisnya terus meningkat. Pada tahun 1985, Susi mengambil keputusan penting dalam hidupnya, yakni, pindah ke Cirebon. Dia pindah ke kota udang itu mengembangkan bisnis ikannya yang dirintisnya di Pangandaran. Dia pindah hanya membawa anak dan pembantunya, tanpa suami. Alasannya, untuk urusan bisnis dia tidak mau ada dua nakhoda dalam satu perahu.

"Di Cirebon saya memulai sesuatu yang baru. Saya beli udang dan kodok, lalu dijual ke Tanjung Priok. Udang dan kodok itu dibawa dengan truk dan saya ikut dalam truk tersebut. Begitulah kehidupan saya setiap hari. Tapi, saya menjalani dengan enjoy saja," ujar Susi.

Berkat kerja kerasnya, usaha perikanan Susi terus berkembang. Dia merambah sampai ke Sumatera untuk mendapatkan pasokan udang lebih banyak dan lebih baik. Bisnisnya terus berkembang, dan pada 1996 Susi mendirikan pabrik pengolahan ikan PT ASI Pudjiastuti Marine Product dengan produk unggulan berupa lobster dengan merek “Susi Brand”.

Dari segi pemasaran, dia mulai merambah pasar ekspor dengan berkaloborasi dengan pengusaha Jepang. "Saya dapat L/C pertama untuk ekspor ke Jepang pada bulan Mei 1996 lalu, senilai 270 ribu dollar AS," ujar Susi.


Susi Pudjiastuti, Srikandi Srikandi Dalam Menteri Kabinet Kerja Joko Widodo.

"one kilometres runaway bring you to the world, and the world to you"
Susi Pudjiastuti

Mungkin kegigihan, semangat pantang menyerah serta keberanian melakukan terobosan bisnis itulah yang menggoda Presiden Jokowi untuk mempercayai Susi Pudjiastuti menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyempatkan diri untuk memperkenalkan filosofi hidupnya kepada jajaran direktorat jenderal dan kepala bagian di kementerian di sela rapat koordinasi, Selasa (28/10/2014). Apa folosofi Susi tersebut?

"Tadi saya sempat perkenalkan filosofi saya di perusahaan yang saya pimpin sebelumnya, 'one kilometres runaway bring you to the world, and the world to you'," ujar Susi kepada wartawan, Selasa pagi.

Terjemahan bebas filosofi sang menteri yakni berlari satu kilometer membawamu kepada dunia dan dunia akan datang kepadamu. Meski, Susi lebih senang diartikan, berlarilah, maka segalanya akan mudah bagimu.

Filosofinya tersebut, diyakini Susi, relevan dengan persoalan di bidang kelautan dan perikanan Indonesia saat ini. Ruang gerak produk kelautan Indonesia kerap dihambat oleh minimnya infrastruktur penunjang distribusi.

Alhasil, perekonomian nelayan tak kunjung naik, bahkan cenderung menurun. Dia menyontohkan distribusi lobster di Pulau Simeulue, Aceh ke Medan, Sumatera Utara. Dengan jalur laut, waktu yang ditempuh bisa satu malam.

Begitu juga dengan jalur darat yang ditempuh dengan waktu 9 jam. Yang terjadi, lobster banyak mati di jalan dan terpaksa dibuang. "Tapi dengan adanya bandara di Simeulue, kita tarik langsung ke Medan langsung satu jam saja. Ini yang benar," ujar dia.

"Kita mendorong supaya pemerintah daerah itu berinvestasi bangun bandara yang mana bisa membuka (jalur distribusi) menjadi cepat. Bandara itu enggak harus Rp 20 miliar atau Rp 30 miliar, cukup rumput saja," lanjut dia.


Inilah Makna Sumpah Pemuda Menurut: Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan.

Profil Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastusi, Selasa (28/10/2014) siang ini, menyambangi kantor Kementerian Koordinator Perekonomian guna mengikuti rapat koordinasi dua kementerian.

Susi datang tepat pukul 15.00 WIB. Begitu memasuki lobi kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, ia langsung dikerubungi oleh wartawan yang ingin mencari tahu informasi tentang program yang akan menjadi andalan KKP dalam lima tahun ke depan dan pertanyaan soal hal-hal lain. 

Namun, yang terjadi, Susi balik bertanya kepada seorang wartawan tentang arti Sumpah Pemuda. "What's the meaning of Sumpah Pemuda? You answer and then I'll answer," kata Susi dalam bahasa Inggris dengan fasih. 

Kemudian, wartawan itu pun menjawab Susi. Menurut si wartawan, Sumpah Pemuda merupakan salah satu seremonial di mana kita harus menyatukan persepsi karena Sumpah Pemuda tidak didapat dari satu hal yang mudah, menyatukan bangsa yang beragam.

Susi pun kemudian menepati perkataannya. Dia menjelaskan makna Sumpah Pemuda menurut bos Susi Air itu. "Benar, tapi kurang mantap," komentar Susi mendengar jawaban si wartawan. 

"Sumpah Pemuda ya jelas harus menyatukan bangsa. Kita pemuda-pemudanya, yang tua juga harus punya semangat muda," kata Susi.

Dengan begitu, lanjut Susi, Indonesia bisa berdiri di negeri sendiri. Masih menurut Susi, arti Sumpah Pemuda adalah tidak membiarkan natural resources yang begitu besar, utamanya kekayaan laut, diambil oleh orang lain. 

Dari pantauan Kompas.com, selain Susi, hadir pula Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan, serta menteri-menteri di bidang ekonomi lainnya.

Penulis : Estu Suryowati
Editor : Bambang Priyo Jatmiko
Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/, Selasa, 28 Oktober 2014, 16:46 WIB.

Selasa, 28 Oktober 2014

Rahasia di Balik Kecerdasan Linguistik Gayatri !


Tak banyak orang yang mampu menguasai lebih dari 3 bahasa secara fasih dan baik. Salah satu remaja yang mampu melakukannya adalah almarhumah Gayatri Wailissa (17), remaja asal ambon. 

Gayatri diberitakan memiliki kecerdasan linguistik. Gadis belia ini menguasai berbagai bahasa, mulai dari bahasa Inggris, Perancis, Rusia, Arab, hingga Mandarin. Uniknya, kemampuannya itu tidak didapatkan melalui kursus, melainkan dengan mendengar lagu dan menonton film asing. 

"Saya tidak punya biaya. Keluarga saya sederhana. Saya hanya suka nonton film kartun dan dengar lagu bahasa asing. Rasa penasaran saya akan bahasa membuat saya mencari tahu arti dan bagaimana mengucapkannya. Dari buku, saya pelajari tata bahasanya. Dari film dan lagu, saya pelajari pengucapannya, dan dari kamus, saya hafalin kosakatanya. Begitulah cara saya mempelajari bahasa asing," ungkap Gayatri di Kantor AJI (Aliansi Jurnalis Independen) Ambon, Senin (17/6/2013) silam.

Andreas Harry, dokter spesialis saraf, menyebut Gayatri sebagai anak yang jenius. "Kemampuan bahasanya sempurna, bukan hanya grammar, tapi juga logat dan pengucapannya sama persis," katanya kepada Kompas.com, Senin (27/10/14).

Andreas menjelaskan, kecerdasan yang dimiliki Gayatri tersebut karena ia memiliki otak kiri yang lebih besar dari pada otak kanan. "Ini mirip dengan Einstein yang otak kirinya lebih besar satu sentimeter dari otak kanan, sementara pada orang normal otak kanannya lebih besar," ujarnya.

Dengan struktur otak seperti itu, menurut Andreas, tak mengherankan jika dengan hanya mendengar lagu atau orang berbicara bahasa asing Gayatri sudah bisa menangkap dan menirukannya. "Ada pemusik yang hebat sekali baru mendengar satu lagu berbahasa Indonesia tapi langsung mampu mengubah nada dan iramanya menjadi lagu berbahasa lain," katanya.


Otak terdiri dari banyak stuktur yang memiliki fungsi spesifik. Otak besar dibagi menjadi belahan (hemisfer) kiri dan kanan. "Pusat linguistik selalu ada di kiri. Suara dan bunyi yang didengar akan diterima oleh bagian temporalis lalu diolah di bagian frontal dan diucapkan oleh mulut," katanya.

Namun, menurut Andreas, otak juga harus proporsional, sehingga jika ada satu bagian yang ukurannya lebih besar maka bagian lain akan lebih kecil.

"Kalau bagian parietalisnya besar, tentu bagian lainnya akan lebih kecil," papar dokter dari RS.Gading Pluit Jakarta ini. 

Hal tersebut akan berpengaruh pada kemampuan dalam bidang lainnya. "Kalau ia punya kecerdasan tinggi dalam bidang bahasa, biasanya tidak ahli dalam fisika atau matematika karena faktor bagian otak lainnya yang lebih kecil tadi," katanya.

Anak-anak yang punya kecerdasan verbal-linguistik seperti Gayatri, biasanya bukan hanya mampu menguasai beberapa bahasa tapi juga punya kemampuan menguraikan pikiran dalam kalimat-kalimat, presentasi, pidato, atau tulisan. 


"Kecerdasan itu ada bermacam-macam, sayangnya sistem pendidikan kita menyebut seorang anak cerdas kalau semua nilainya 10," kata Andreas.


 Masih Muda, Mengapa Gayatri Alami Perdarahan Otak?


Perdarahan di otak sebenarnya merupakan stroke yang terjadi ketika pembuluh arteri otak bocor atau pecah. Sebagian besar orang yang menderita stroke memang berusia lanjut. Lantas, mengapa Gayatri Wailissa yang baru berusia 17 tahun juga mengalaminya?

Gayatri yang dijuluki "doktor cilik" karena kemampuannya dalam menguasai 13 bahasa asing ini diberitakan mengalami pusing setelah ia berolahraga bersama teman-temannya di Taman Suropati Jakarta. Menurut sang ayah, Deddy Darwis Wailissa, putrinya itu selama ini tidak pernah mengeluhkan sakit kepala atau penyakit serius.

Stroke hemoragik atau perdarahan di otak sebagian besar terjadi karena adanya aneurisma atau menggelembungnya dinding arteri pada bagian dinding arteri sampai seperti balon. Ketika aneurisma ini pecah, maka darah akan mengalir masuk ke otak dan menimbulkan tekanan serta matinya jaringan saraf.

Andreas Harry, dokter spesialis saraf dari RS Gading Pluit Jakarta, menjelaskan, aneurisma biasanya terjadi karena faktor kelainan genetik. "Itu biasanya bawaan sejak lahir," katanya ketika dihubungi Kompas.com, Jumat (24/10/2014).


Selain aneurisma, stroke hemoragik juga dapat dipicu oleh kelainan pembuluh darah otak yang disebut arterio venous malformation (AVM). Aneurisma atau AVM biasanya tidak memiliki gejala yang khas. Penderitanya mungkin hanya mengeluhkan pusing atau sakit kepala biasa.

Untuk mengetahui ada atau tidaknya gangguan ini, perlu dilakukan pemeriksaan CT-scan, MRI atau magnetic resonance angiography (MRA). Untuk yang lebih murah dapat juga dilakukan pemeriksaan aliran darah atau USG doppler.

"Lewat pemeriksaan ini, bisa diketahui ada atau tidaknya kelainan atau sumbatan," katanya.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kelainan, maka dokter akan melakukan terapi pencegahan agar tidak sampai terjadi pecahnya pembuluh darah di otak.

Editor : Lusia Kus Anna
Sumber : http://health.kompas.com/, Senin, 27 Oktober 2014, 17:06 WIB.