Selasa, 22 Mei 2018

Waspada! Langsung Tidur Setelah Sahur Ternyata Berbahaya !!



Salah satu sunnahnya orang menjalankan ibadah puasa adalah makan sahur di sepertiga ujung malam. Makan sahur dimaksudkan untuk membantu kekuatan fisik kita untuk menjadi ibadah puasa tanpa makan dan minum sepanjang hari, yaitu kurang lebih 14 jam lamanya. Asupan gizi yang baik saat sahur amat dibutuhkan, agar kesehatan kita tetap terjaga di bulan suci ini. Jadi, walaupun seharian tidak makan dan minum, kita mampu beraktivitas seperti biasa layaknya di bulan-bulan lain.

Waktu sahur yang berada di penghujung malam merupakan tantangan tersendiri. Rasa kantuk dan lelah kadang menghinggapi. Tak jarang setelah sahur, kebanyakan orang melanjutkan tidurnya sebelum memulai aktivitas. Padahal tidur setelah makan memiliki beberapa efek negatif bagi kesehatan tubuh baik jangka pendek maupun jangka panjang. Bahkan beberapa kasus dapat membawa bahaya yang berujung pada kematian. Apa saja efek negatif itu? Yuk ikuti penjelasan berikut ini.

Mengapa langsung tidur setelah sahur berbahaya?

Ketika kita mengonsumsi makanan, lambung akan mencernanya menjadi sari-sari makanan. Sari-sari makanan inilah yang akan diserap tubuh. Bila makanan kita kaya akan karbohidrat dan lemak, dibutuhkan waktu minimal 2 jam untuk menggiling makan tersebut sampai berubah bentuk menjadi sari pati makanan.

Proses penggilingan ini memerlukan suplai pembuluh darah yang tidak sedikit, sehingga setelah makan diharapkan kita tidak melakukan aktivitas lain yang membutuhkan suplai pembuluh darah yang banyak pula, misalnya berolahraga.

Apabila kita tidur di bawah 2 jam setelah makan, saluran pencernaan belum sempat menggiling makanan kita, yang akhirnya akan berakibat pada gangguan saluran pencernaan dan penyerapan nutrisi tubuh. Hasil akhirnya, makanan yang kita makan tidak mampu menghasilkan energi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Efek negatif langsung tidur setelah sahur : 


1. Penimbunan lemak



Sebuah penelitian mengatakan, pada seseorang yang memiliki riwayat keturunan keluarga gemuk, kebiasaan tidur setelah makan sahur dapat makin meningkatkan risiko mengalami kegemukan sebesar 2x lipat. Terlebih jika mengonsumsi makanan berlemak atau makan makanan yang digoreng. Hal ini bisa memperburuk kesehatan terlebih bagi yang sedang diet dan ingin melangsingkan tubuh.

Hal ini disebabkan karena saat kita tidur otomatis tubuh hanya membutuhkan sedikit energi, sehingga makanan tidak akan dimanfaatkan sebagai kebutuhan melainkan lebih banyak akan ditimbun menjadi lemak. Akhirnya risiko mengalami obesitas/kegemukan pun semakin meningkat.

Jeremy Barnes, professor dari Southeast Missouri State University pun menjelaskan pada saat tidur didapatkan peningkatan level hormon grehlin, di mana dapat membuat orang merasa lebih lapar ketika bangun. Jadi, berpuasa tak akan menurunkan berat badan bila kita tidak mengatur menu dan kebiasaan kita dengan sehat.



2. Peningkatan asam lambung


Proses pencernaan makanan melibatkan makanan. Jadi setiap ada makanan masuk ke tubuh kita, asam lambung pun akan meningkat. Bila makanan tidak tergiling sempurna, asam lambung dapat mengiritasi dinding lambung. Gejalanya nyeri di sekitar ulu hati atau perut kiri bagian atas. Bisa juga menimbulkan sensasi panas di dada. Oleh sebab itu, hati-hati bagi kamu yang memiliki riwayat sakit maag. Ada baiknya hindari kebiasaan tidur setelah sahur.



3. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau refluks asam lambung




Refluks asam terjadi karena katup antara perut dan kerongkongan tidak menutup secara sempurna. Hal ini biasanya disebabkan oleh pengaruh gravitasi yaitu perubahan posisi. Posisi terlentang dapat menyebabkan makanan yang belum sempurna dicerna dapat berbalik dari lambung ke kerongkongan. Makanan ini membawa serta asam lambung, sehingga keberadaan asam lambung di kerongkongan dapat menimbulkan iritasi, bahkan luka.

Rasa panas di dada, tenggorokan panas, mual, sendawa dan mulut pahit adalah gejala-gejala yang menunjukkan adanya refluks. Tentunya hal ini membuat rasa tidak nyaman selama kita berpuasa. GERD dapat dicegah dengan menunggu makanan tercerna sempurna dulu, sebelum kita memutuskan tidur.



4. Ganggan saluran pencernaan


Normalnya, pengosongan lambung manusia berlangsung sekitar dua jam setelah makan. Namun posisi berbaring saat kita tidur dapat menghambat proses pengosongan lambung tersebut. Jika hal ini terus menerus terjadi maka gangguan pencernaan seperti diare ataupun sembelit dapat terjadi tergantung bahan makanan apa yang masuk ke dalam perut kita.

Oleh karena itu, kita disarankan untuk menghindari makanan kaya lemak, kaya gula, dan kafein dalam menu sahur kita. Perbanyaklah makan buah dan sayur agar proses pencernaan kit menjadi lancar.



5. Stroke


Stroke merupakan penyakit berbahaya yang ditakuti banyak orang. Stroke terbagi 2 yaitu stroke penyumbatan dan stroke perdarahan. Jenis stroke yang berhubungan dengan kebiasaan tidur setelah makan adalah stroke penyumbatan. Alasannya cukup jelas, bahwa saat tidur, aliran darah ke otak harus tetap terjaga sesuai kebutuhan. Apabila lambung juga sedang menjalankan kegiatan yaitu menggiling makanan, maka suplai aliran darah menjadi terbagi.

Dalam jangka panjang, bila kebiasaan ini terus dilakukan, otak dapat kekurangan oksigen dan menyebabkan stroke. Karena itu, hindari kebiasaan tidur setelah makan, terutama saat makan sahur untuk puasa.


Bahaya tidur setelah makan sahur ini tidak dapat dipandang sebelah mata. Jadi, jangan jadi kebiasaan yang dapat merugikan kesehatan Anda. Lebih baik lakukan hal yang bermanfaat setelah makan sahur, seperti mengaji, membaca, dan berdzikir. Ayo berpuasa dengan lebih sehat.

Penulis :  dr. Maizan Khairun Nissa
Data medis direview oleh dr. Yusra Firdaus.
Sumber : https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/puasa-ramadhan/waspada-langsung-tidur-setelah-sahur-ternyata-berbahaya/

8 Tips Menjalani Puasa Bagi Penderita Gangguan Asam Lambung.


Menjalani puasa saat asam lambung naik pasti menjadi hal yang tidak menyenangkan, tak hanya ibadah yang terganggu namun Anda merasa tidak nyaman untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, jangan sampai asam lambung naik membuat Anda tidak maksimal dalam menjalankan ibadah dan aktivitas. Berikut adalah cara mencegah asam lambung naik ketika berpuasa.


Tips puasa saat menderita gangguan asam lambung naik


1. Pastikan untuk tidak melewati waktu sahur
Menjalani puasa saat asam lambung naik bisa menjadi sumber kekacauan hari Anda. Untuk menghindarinya, Anda harus makan ketika sahur. Melewatkan makan sahur bisa memperparah asam lambung Anda di siang hari, sebab perut kosong selama seharian. Tak hanya menjadi ‘bekal’ dari puasa, makanan yang masuk ke dalam perut Anda saat sahur juga dapat mencegah asam lambung naik ke tenggorokan.  

2. Segera berbuka ketika sudah waktunya
Setelah tidak makan dan minum selama kurang lebih 12 jam, perut Anda yang kosong tersebut harus segera diisi dengan makanan. Jangan menunda-nunda untuk mengisi perut Anda saat berbuka. Perut butuh mencerna makanan, sehingga asam lambung yang diproduksi bisa langsung digunakan untuk memecah makanan yang masuk.

3. Makan dengan perlahan
Salah satu hal yang harus diingat bila menjalani puasa saat asam lambung naik adalah makan dengan pelan-pelan. Boleh saja lapar saat berbuka puasa, tapi jangan mengikuti nafsu Anda untuk makan terlalu lahap tanpa dikunyah dengan baik. Makanan yang tidak dikunyah dengan benar, malah akan memicu asam lambung meningkat. Oleh sebab itu, makanlah dengan perlahan, nikmati makanan Anda, dan Anda pun tidak akan merasakan sakit akibat asam lambung naik.

4. Makan dengan porsi kecil
Mengonsumsi makanan dalam porsi yang kecil namun sering adalah salah satu kunci untuk mencegah asam lambung naik. Meskipun Anda merasa sangat lapar ketika waktu berbuka datang, usahakan untuk tidak terlalu makan banyak terlebih dahulu. Perut Anda perlu waktu untuk mencerna makanannya. Apabila Anda langsung makan dengan porsi banyak seperti ‘balas dendam’ malah akan merangsang naiknya asam lambung.

Begitu pun ketika Anda makan sahur, sebaiknya makan dengan porsi yang kecil-kecil. Jadi, jangan bangun terlalu mepet dengan waktu imsak, sediakan waktu sekitar tiga-dua jam untuk sahur, sehingga Anda juga tidak terburu-buru saat makan makanan Anda.

5. Jangan langsung tidur ataupun rebahan setelah makan
Biasanya, rasa kantuk kembali datang ketika waktu sahur usai. Namun sebaiknya Anda menghindari kebiasaan setelah sahur langsung balik ke tempat tidur. Idealnya memang Anda harus menunggu sekitar 3 jam setelah makan bila Anda kembali tidur. Hal ini akan mencegah asam lambung tiba-tiba naik dan mengacaukan ibadah puasa Anda.

6. Hindari hal-hal yang merangsang asam lambung naik


Tidak hanya mengatur porsi makan saja, bagi Anda yang punya riwayat asam lambung naik, maka memilih makanan yang tepat juga harus dilakukan. Beberapa makanan yang hanya akan merangsang kenaikan asam lambung yaitu:

  • Minuman berkarbonasi, seperti soda
  • Tomat
  • Bawang  
  • Makanan pedas
  • Makanan berlemak tinggi, seperti gorengan.
  • Makanan dan minuman berkafein, cokelat, kopi, dan teh
  • Citrus, seperti berbagai macam jeruk

Semua makanan tersebut tentunya harus Anda hindari, entah itu ketika makan sahur atau berbuka puasa, sebab hanya akan memicu asam lambung naik ketika Anda berpuasa.

7. Saat tidur, tinggikan kepala Anda
Cobalah untuk meninggikan posisi tidur Anda sekitar 15 cm lebih tinggi dibandingkan biasanya. Jangan menggunakan beberapa tumpukan bantal, karena hanya akan meninggikan bagian kepala saja. Tubuh bagian atas juga harus agak terangkat, sehingga posisi tidur Anda cenderung landai. Hal ini akan mencegah asam lambung naik.

8. Kenakan pakaian yang longgar
Anda juga bisa menggunakan baju-baju yang longgar untuk mencegah asam lambung naik. Hal ini akan mengurangi tekanan pada bagian perut Anda, sehingga Anda tidak usah cemas lagi akan mengalami heartburn atau merasa perih pada bagian lambung. Selain itu, sebaiknya juga tidak menggunakan ikat pinggang, agar lambung tak tertekan.


Penulis :  Nimas Mita Etika M
Data medis direview oleh dr. Yusra Firdaus.

Jangan Salah, Puasa Terbukti Ringankan Gejala Penyakit Asam Lambung.


Kebalikan dengan anggapan banyak orang, berpuasa ternyata meringankan gejala maag dan penyakit asam lambung (GERD). Hal ini diungkapkan oleh Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, ahli gastroenterologi dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang pernah terlibat dalam penelitian dengan topik tersebut. 

Penelitian yang telah dipublikasikan dalam Acta Medica Indonesiana - The Indonesian Journal of Internal Medicine pada 2016 tersebut dilakukan pada 130 pasien yang telah didiagnosis dengan GERD. 66 di antaranya berpuasa Ramadhan, sedangkan 64 sisanya tidak berpuasa Ramadhan. 

Rupanya, pasien yang menjalani puasa ditemukan merasakan keluhan GERD yang lebih ringan daripada ketika mereka tidak berpuasa. Pasien-pasien ini juga merasakan gejala GERD yang lebih ringan dibandingkan dengan pasien-pasien yang tidak menjalani puasa. 

Diwawancarai Kompas.com pada hari Jumat (18/5/2018), Ari menjelaskan bahwa penyebabnya adalah perubahan pola makan dan gaya hidup selama berpuasa. “Orang yang berpuasa itu makannya jadi normal dan teratur, yaitu saat sahur dan berbuka,” ujarnya. 

Dia melanjutkan, mereka juga tidak mengonsumsi camilan-camilan yang tidak sehat sepanjang hari, termasuk cokelat, keju dan gorengan. Kalau mereka merokok, rokoknya pasti berkurang. Kalau biasanya minum alkohol juga jadi tidak minum alkohol. Pembatasan asupan makanan dari tiga kali menjadi dua kali juga akan menyebabkan pembatasan kalori yang baik untuk tubuh. 

“Pembatasan makan akan membuat tubuh melakukan penhancuran lemak tubuh. Pembatasan makan juga menyebabkan pengurangan radikal bebas yang berbahaya bagi tubuh kita," ujarnya dalam tulisan yang diterima oleh Kompas.com pada Jumat (18/5/2018). 

"Jadi dengan adanya pembatasan makan, berat badan akan turun, kolesterol akan turun, kadar gula darah juga menjadi lebih terkontrol,” lanjutnya. Secara kejiwaan pun, kata Ari, orang yang berpuasa Ramadhan akan menjadi lebih tenang sehingga tingkat stresnya menurun dan mengurangi risiko naiknya asam lambung. Hal-hal ini jelas tidak hanya bermanfaat bagi mereka yang memiliki maag dan GERD, tetapi juga orang-orang yang sehat. 

“ Puasa akan membuat orang sehat menjadi tambah sehat, dan pada orang dengan penyakit kronis (hipertensi, kencing manis, kegemukan dan kolesterol tinggi), akan membuat penyakit menjadi lebih baik dan terkontrol,” katanya. 


Puasa bahaya untuk orang yang mengalami masalah asam lambung?


Banyak orang yang beranggapan bahwa dengan berpuasa akan menambah parah pada kondisi lambung yang di derita. Namun perlu anda ketahui bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar 100%.

Justru dengan anda melakukan yang namanya ibadah puasa, anda akan mendapatkan kesehatan lambung yang utuh. Kenapa demikian? Karena dengan anda membiarkan lambung anda kosong untuk sementara, maka sistem priduksi yang ada di dalam lambung akan di istirahatkan. Dan dengan demikian produksi asam lambung yang biasanya di produksi hampir 24 akan terhenti secara berkala.

Jadi intinya dengan anda berpuasa, secara tidak sadar ini akan menyehatkan lambung sekaligus mengistirahatkan lambung yang sehari-hari bekerja. Jadi sarankan untuk anda yang saat ini sedang mengalami masalah dengan asam lambung. Di anjurkan sekali untuk menjalankan yang namanya ibadah puasa ini. Selain beribadah, anda juga bisa mengatasi masalah asam lambung.


Cara Mengatasi Asam Lambung Saat Puasa.


Namun selain anda berpuasa tentunya anda juga perlu menerapkan aturan-aturan yang positif. Cara agar lambung anda aman saat anda berpuasa bisa anda ikuti langkah-langkah di bawah ini :
  • Sahur
Sahur merupakan sunnah Rosul dan tentu saja ini merupakan anjuran bagi anda yang saat ini ingin tetap sehat dalam berpuasa. Dengan sahur berarti lambung anda sudah di persiapkan untuk puasa. Dan manfaat lain dari sahur ini juga baik untuk menjaga stamina pada saat anda berpuasa. Jadi sahurlah untuk menjaga kesehatan lambung dan tubuh anda.
  • Menu Makanan Sahur
Bukan hanya sahur yang di anjurkan pada saat anda melakukan puasa, namun menu pada saat sahur pun perlu anda perhatikan. Untuk sahur tidak perlu yang mewah, namun pilihlah makanan yang sehat. Untuk anda yang memiliki riwayat penyakit asam lambung sebaiknya anda tidak memilih menu makanan yang berlemak tinggi. Pilihlah makanan dari sayuran komplitnya, 4 sehat 5 sempurna.
  • Menu Buka Puasa
Bukan hanya menu pada saat anda sahur saja perlu anda perhatikan, namun menu saat berbuka pun tidak kalah pentingnya dengan anda sahur. Banyak orang makan selahap-lahapnya pada saat berbuka puasa. Namun hal tersebut sangat tidak di anjurkan, terlebih menu makanan yang di pilih tidak sehat.

Mungkin itulah beberapa informasi mengenai cara mengatasi asam lambung pada saat berpuasa. Semoga dengan cara ini bisa menambah wawasan anda mengenai asam lambung pada saat berpuasa.

Dan kesimpulannya adalah dengan anda melakukan ibadah puasa, insya Allah penyakit asam lambung yang saat ini di derita akan mengalami kebaikan. Jadi anda tidak perlu menghawatirkan akan penyakit asam lambung ini pada saat puasa.


Penderita maag / asam lambung tinggi boleh berpuasa, justru akan lebih baik.


Menurut penjelasan dari Dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, konsultan saluran pencernaan dari Fakultas kedokteran Universitas Indonesia, memberitahukan bahwa “penderita maag / asam lambung tinggi (boleh berpuasa), justru akan lebih baik”.

Berpuasa dapat menjadi hal baik bagi penderita asam lambung tinggi / maag, namun tidak untuk semua penderita maag boleh berpuasa. Dr Ari menjelaskan bahwa penderita sakit maag bisa berpuasa namun tidak bagi penderita maag dispepsia yang belum terobati, terutama jika sering menimbulkan gejala.

Maag dispepsia ini terbagi menjadi dua, yakni maag fungsional dan dispepsia organik. Maag fungsional ini terjadi akibat ketidak aturan saat makan, mengonsumsi makanan berlemak, mengonsumsi soda, stres dan merokok, tanpa ada kerusakan parah dalam lambung.

Sedangkan dengan maag organik, penderita telah mengalami ketidak normalan di dalam lambungnya, seperti tukak lambung, tukak usus dua belas jari, GERD, polip atau kanker kerongkongan, usus dua belas jari dan lambung.

“Sakit maag fungsional dapat membaik seandainya berpuasa. Rata Rata jika siang ngemil cokelat, minum kopi padahal paginya di rumah telah ngopi 2 gelas, kelak sore ngemil lagi, cokelat atau keripik pedas. Kan sebenarnya itu yg bikin maag. Nah, kala berpuasa makannya menjadi rutin, mengurangi makan camilan yg berlemak, mengurangi rokok, mengurangi minum kopi, minuman bersoda dan pengendalian diri, contohnya seperti tidak sedikit berzikir. Itu dapat menciptakan maag-nya menjadi sembuh. Sedangkan terhadap maag organik, buat berpuasa benar-benar butuh dikonsultasikan lalu bersama dokter,” terang Dr Ari.

Efek puasa bagi penderita asam lambung / maag, khususnya maag organik apalagi jika sedang mengalami perdarahan disertai gejala muntah darah atau buang air besar hitam, dan setiap kali makan langsung muntah sebaiknya jangan berpuasa. Bahkan, orang dengan riwayat demikian harusnya dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan khusus. Pasien yang memiliki masalah dengan saluran cerna juga sebaiknya jangan memaksakan untuk puasa.

Jika Anda merasa tidak nyaman ketika berpuasa karena memiliki penyakit asam lambung / maag, penderita akan di anjurkan oleh dokter untuk mengonsumsi obat antagonis reseptor H2 (ranitidine, famotidine, simetidine, nizatidine) atau penghambat pompa proton (omeprazole,lansoprazole, rabeprazole, esomeprazole, pantoprazole).

Efek puasa bagi penderita asam lambung / maag dapat ditekan dengan mengonsumsi obat antasida yang sudah beredar dipasaran, namun harus Anda ingat bahwa obat tersebut hanya untuk menghilangkan gejala sementara, sekitar 6-8 jam saja. Sehingga dapat membuat penderitanya ketergantungan dengan obat tersebut. Jika Anda benar benar ingin mengobati efek puasa bagi penderita asam lambung / maag, sebaiknya Anda konsumsi obat asam lambung yang terbuat dari bahan herbal.

Penyusun : Yohanes  Gitoyo, S Pd.
Sumber : 

Senin, 21 Mei 2018

Inilah 6 Jenis Bom Bunuh Diri Yang Sering Dipakai Teroris.


Ledakan bom di tiga gereja di Surabaya dan Rumah Susun Sewa Wonocolo di Sidoarjo pada Minggu, 13 Mei, serta Mapolrestabes Surabaya pada Senin, 14 Mei 2018, berdampak ke daerah lain, termasuk ibu kota Jakarta.

Akibatnya, status keamanan Jakarta dan kota penyangga lain yang masuk wilayah hukum Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya meningkat menjadi Siaga I.

Persamaan dalam aksi teror ini adalah menggunakan media manusia dan bom yang dipasang di tubuh untuk melakukan aksi bunuh diri.

Melalui artikel ini mari mengenal beberapa jenis bom yang dipakai para teroris agar kita lebih waspada dan bisa mengambil langkah antisipasinya.

Berdasarkan data yang dikelola VIVA dari berbagai sumber, berikut jenis bom yang dipakai para teroris.

  • Bom Pipa



Adalah jenis perangkat improvisasi yang melihat bagian pipa tertutup yang diisi dengan bahan peledak, yang bertujuan untuk meningkatkan kekuatan ledakan karena tekanan yang meningkat dan pecahan peluru.

Menurut Wakil Komisioner NYPD, John Miller, seperti dikutip situs Independent, bom pipa berbeda dengan bom pipa tunggal, yang biasanya tersembunyi atau digunakan sebagai bagian dari perangkat yang lebih besar, untuk dilekatkan pada seseorang.

Sebab, bom pipa dipasangkan pada rompi bunuh diri yang terdiri dari beberapa pipa dan kombinasi bahan peledak lain yang dikemas dengan bantalan bola atau pecahan peluru.

Sejumlah anggota Polisi melakukan identifikasi terhadap rumah terduga teroris pengeboman gereja di kawasan Wonorejo Asri, Rungkut, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5). - ANTARA/M RISYAL HIDAYAT

Contoh kasus aksi teroris yang memakai bom pipa adalah serangan teror di kota New York, Amerika Serikat, pada 11 Desember 2017, dengan pelaku bernama Akayed Ullah dan ledakan di Kantor Polsek Bontoala, Makassar, Sulawesi Selatan, pada 1 Januari 2018.

  • Bom Pinggang/ Strapped Bom.


Ciri khasnya bom dipasang di pinggang tersangka teroris. Dalam melakukan aksi, biasa mereka berjalan atau menggunakan kendaraan, khususnya sepeda motor, untuk mendekati lokasi atau target.

Menurut Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dalam kunjungannya di Surabaya, Jawa Timur, Minggu, 13 Mei kemarin, terungkapnya penggunaan bom pinggang ini dilihat dari hancurnya bagian tubuh tersangka pada perut saja.

Sementara bagian atas dan bawah, semua masih utuh. Contoh kasus bom pinggang yakni di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jl Diponegoro, Surabaya, dengan pelaku Puji Kuswati dan dua anak perempuannya, Fadilasari, serta Pamela Riskita.


  • Mother of Satan


Dalam penggerebekan rumah pelaku bom bunuh diri yang berlokasi di Wisma Indah blok K22 RT 02 RW 03 Kelurahan Wonorejo Rungkut Surabaya, Tim Densus 88 Antiteror berhasil menemukan tiga bungkus plastik.

Di dalamnya terdapat dua pipa dan sudah ada isinya. Kapolrestabes Surabaya Komisaris Besar Rudi Setiawan mengatakan bom jenis ini dikenal dengan TATP atau Three Asseton Three Poropsaid.

"Jika diledakkan langsung tercerai-berai," ungkapnya di Surabaya, Minggu, 13 Mei 2018.

Bom ini tergolong jenis high explosive dan baru pertama kali terjadi di Indonesia pada 29 Oktober 2015 ketika pelaku teror bom bernama Leopard Wisnu Kumala melakukan aksinya di Mal Alam Sutera, Banten.

Mengutip situs Thefutureofthings, TATP telah digunakan para militan dan teroris dalam beberapa dekade terakhir. TATP adalah salah satu bom yang sulit dibuat dan mematikan. Kendati demikian, bahan-bahannya mudah dicari.

Bom ini memiliki kecepatan detonasi atau velocity of detonate (VoD) yang cukup tinggi sekitar 5.300 m/s. TATP ditemukan pada 1895 oleh seorang ilmuan Jerman, Richard Wolffenstein.

Kekuatannya dalam jumlah yang sama lebih besar daripada TNT. Bom jenis ini lebih mudah dibuat, dan susah untuk dideteksi Sinar X. Inilah mengapa TATP disebut sebagai Ibunya Setan alias ‘Mother of Satan.’

  • Bom Panci


Adalah bom yang menggunakan panci presto sebagai wadah alat ledaknya. Di dalam panci presto tersebut dimasukan beragam jenis bahan peledak dan partikel lain seperti paku, bongkahan besi, kaca, dan sebagainya.

Pada gagang panci bisa ditempelkan ponsel sebagai detonator pemicunya sehingga bom jenis ini bisa dikendalikan melalui jarak jauh.

Contoh kasusnya antara lain ledakan di kereta eksekutif di Mumbai, India, pada 11 Juli 2006 dan Boston Marathon, AS, pada 15 April 2013.

Asrama polisi di Medan dihebokan tas koper yang dicurigai bom.

  • Bom Koper


Adalah bom rakitan yang diletakkan ke dalam koper. Di dalamnya dimasukan beragam jenis bahan peledak dan partikel lain seperti paku, bongkahan besi, kaca, dan sebagainya.

Contoh kasusnya yaitu ledakan di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton – keduanya di Jakarta – pada 17 Juni 2009.

  • Bom Buku


Bom yang dirakit dan diletakkan di wadah dalam bentuk paket buku. Teror bom buku pernah terjadi pada 2011 yang menimpa Gories Mere, saat itu pernah menjabat sebagai Kepala Pelaksana Harian BNN, dan tokoh Islam Ulil Abshar Abdalla.

Penulis : Lazuardhi Utama.
Sumber : www.viva.co.id, Senin, 14 Mei 2018,  12:58 WIB.

Jumat, 18 Mei 2018

Mengenal “The Mother of Satan” (TATP), Racikan Bahan Kimia Bom Sederhana Namun Sangat Dasyat.


Beberapa hari ini, Indonesia digemparkan dengan serangan terorisme. Diawali dengan pengeboman 3 gereja di Surabaya, ledakan bom di Rusunawa Sidoarjo, beberapa kota di tanah air seperti digilir untuk diteror. Teroris pengebom sejumlah gereja, dan rusunawa di Sidoarjo, menggunakan bom jenis TATP (triaceton triperoxide) yang dijuluki 'The Mother of Satan'. Polisi menyatakan TATP merupakan jenis bom yang mudah dibuat, namun sangat sensitif dan tidak stabil. Bom ini termasuk dalam kategori high explosive.




Artikel terkait :

Bentuk senyawa kimia TATP ini berupa serbuk dengan butiran seukuran gula pasir. TATP ini memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap suhu udara di atas 86°C, gesekan benturan dan aliran listrik. TATP tidak larut dalam air dan baunya menyerupai aseton. Velocity of detonate (VoD) TATP mencapai 5.300 m/s.

"Nama lainnya adalah mother of satan atau peroxyaceton," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian, saat menjelaskan soal teror bom di Mal Alam Sutera, 29 Oktober 2015 lalu. Saat itu Tito masih menjabat Kapolda Metro Jaya.



Bahan kimia bom jenis TATP (Tri-Acetone Tri-Peroxide), atau sering disebut juga sebagai Acetone peroxide, Acetone peroxide yang secara spesifik disebut triacetone triperoxide, ditemukan pada tahun 1895 oleh ilmuwan Jerman bernama Richard Wolffenstein. Dia adalah peneliti pertama yang mendapat paten untuk menggunakan peroxide sebagai bahan peledak (explosive compound).

Jika bom di Bekasi itu meledak, daya luncurnya mencapai 4.000 km/jam, atau lebih dari 1 km / detik!. Oleh karena itu pada saat penggerebekan, polisi sudah mengungsikan warga dengan radius 300 meter.

Karena jika bom meledak, semua yang berada dalam radius 300 meter akan luluh lantak, hancur lebur semua.


Sementara itu, daya ledak TATP melampaui TNT, yaitu sekitar 20% lebih dahsyat. Jadi, jika sebuah bom TNT diledakkan, maka bom TATP dengan berat yang sama akan meledak 20% lebih besar. Itu artinya bom TNT meledak hanya 80% dari bom TATP.

TATP bahan-bahannya mudah dicari. Bom jenis ini lebih mudah dibuat, dan susah untuk dideteksi oleh anjing pelacak atau detektor karena berbentuk butiran seperti kristal.

Hebatnya, TATP tidak memerlukan detonator untuk meledakkannya. Ini berbeda dengan TNT yang lebih ’konvensional’. Akibat efek dahsyat dan beberapa kelebihannya itu, maka hal inilah mengapa TATP disebut sebagai “Ibunya Setan” alias ‘Mother of Satan.’


TATP Dipakai Terroris dan Mmiliter Tidak Mau Menggunakannya.

Bom berbahan TATP yang dikemas dslsm panci di Bekasi

TATP salah satu bom yang mematikan. Karena sangat berbahaya, maka militer di sejumlah negara di dunia ini memilih menghindari untuk menggunakannya.

Dan diketahui bahwa TATP sering digunakan untuk aksi terorisme di Timur Tengah sejak era 1980-an, dan kini digunakan pula oleh sel-sel ISIS.

Selain di Timur Tengah, sejak itu TATP juga pernah digunakan berkali-kali untuk aksi teroris di berbagai negara diluar Timur Tengah.

Pada 1999 Federal Aviation Administration (FAA) mengeluarkan laporan bahwa TATP merupakan ‘benda mematikan paling berbahaya’.

Lembaga itu juga telah memperingatkan bahwa Mother of Satan adalah salah satu senjata pemusnah massal.


Serangan Bom “The Mother of Satan di Indonesia.

Video : "Kapolri: Bom Surabaya Mirip Mother of Satan yang Dipakai ISIS"

Mal Alam Sutera memang pernah diserang oleh seseorang bernama Leopard Wisnu Kumala. Serangan tersebut terjadi tahun 2015. Saat itu, Leopard berhasil meledakkan 2 bom di Mal Alam Sutera pada 9 Juli dan 28 Oktober 2015, namun dia juga gagal meledakkan 2 bom lainnya. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun ada sejumlah korban luka.

Di Surabaya, 'Mother of Satan' pertama meledak di Gereja Santa Maria Tak Bercela pukul 06.30 WIB, Minggu (13/5). Bom itu diledakkan 2 putra teroris Dita Oeprianto (48), YF (18) dan FA (16) yang berboncengan mengendarai sepeda motor. Selain pelaku, ada 5 warga yang jadi korban jiwa.


Bom kedua meledak di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Surabaya yang terletak di Jl Diponegoro pukul 07.15 WIB di hari yang sama. Bom itu diledakkan oleh istri Dita, Puji Kuswati (43) yang mengajak 2 putrinya yakni FS (12) dan FR (9). Mereka sebelumnya diantar oleh Dita dengan mobil. Tak ada warga yang jadi korban jiwa dari ledakkan ini.

Bom ketiga yakni diledakkan sendiri oleh Dita di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya pukul 07.53 WIB. Dita meledakkan bom dengan menabrakkan mobil ke gereja tersebut. Ada 6 warga yang jadi korban jiwa.

Selanjutnya adalah bom yang meledak di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo. Bom itu meledak saat penindakan oleh Densus 88. 'Mother of Satan' ini jadi senjata makan tuan yang menewaskan 3 terduga teroris.

Mother of Satan bukan kali ini dipakai oleh teroris di Indonesia. Sebelumnya pada bom yang meledak di Kampung Melayu pun menggunakan jenis bom yang sama.

Bom di Kampung Melayu yang juga menggunakan 'Mother of Satan' meledak pada Rabu (24/5/2017). Sebanyak 3 anggota Polri dan 2 pelaku tewas akibat peristiwa ini.


Dari berbagai aksi tersebut, ada berbagai kesamaan. Selain berada dalam jaringan terorisme yang sama, persamaan lain adalah karena mereka menggunakan jenis bom yang sama, yaitu bom pipa berbahan Triacetontriperoxid atau TATP.


Seberapa berbahaya bom ini dan mengapa sampai disebut sebagai “The Mother of Satan”? Dilansir dari berbagai sumber, baca selengkapnya di sini!

1. Sangat sensitif namun mudah ditemukan di pasaran

TATP juga biasa dikenal dengan nama peroxyacetone dan yang lebih umum sebagai acetone peroxide. Dilansir dari globalsecurity.org, bahan peledak ini biasa digunakan oleh kelompok militan negara-negara timur tengah dan sering digunakan oleh ISIS. Kelompok mereka menyebut bahan peledak ini sebagai “The Mother of Satan”. Salah satu penyebabnya adalah karena efeknya yang sangat merusak, tidak mudah terdeteksi, daya sensitivitas tinggi dan sayangnya bahan tersebut mudah didapatkan di pasaran.

Berdasarkan konferensi pers yang dilakukan oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian Senin lalu (14/5), TATP dalam kasus pemboman Surabaya dan Sidoarjo dikemas dalam bentuk bom pipa. Bom tersebut sangat berbahaya karena bisa menimbulkan ledakan tak menentu karena daya sensitivitasnya yang sangat tinggi. Perbedaan suhu dan guncangan sedikit saja bisa membuat bom itu meledak, tanpa memerlukan detonator. Tidak heran dalam pembuatannya, ada beberapa kasus “senjata makan tuan”.

"Daya ledaknya tinggi dan sangat sensitif, salah setting detonator, sedikit goncangan atau suhu panas bisa meledak sendiri. Makanya nama yang digunakan 'mother of satan' dalam bahasa mereka," jelas Tito.

2. Efek ledakan yang ditimbulkan oleh TATP bisa lebih besar daripada TNT (TriNitroTroluene)

Bahan peledak dibedakan atas daya ledaknya, yaitu tingkat tinggi dan rendah. Dilansir dari thefutureofthings.com, bahan peledak konvensional seperti TNT sering digunakan oleh angkatan militer banyak negara serta industri pertambangan. Baik TNT maupun TATP adalah golongan bahan peledak tingkat tinggi.

Namun yang mengerikan, TATP yang mudah didapatkan itu bisa memiliki daya ledak 80% sampai lebih dari 100% daya ledak TNT, tergantung pengemasan dan pemicunya. Berdasarkan penelitian yang berjudul “The Forensic Analysis of Triacetone Triperoxide (TATP) Precursors and Synthetic by-products”, daya ledak TATP sangat mungkin ditingkatkan.


Peredarannya Mulai Diawasi Polisi.



Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyatakan mulai mengawasi peredaran berbagai komponen bahan peledak triacetone triperoxide (TATP). Zat itu kerap digunakan buat meracik bom berdaya ledak tinggi, seperti yang dipakai di dalam serangan teroris di Surabaya pada 13 Mei dan Senin lalu.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri, Inspektur Jenderal Setyo Wasisto, mengatakan pengawasan terhadap hal ini dilakukan Polri lewat aturan yang telah dikeluarkan oleh Badan Intelijen Keamanan (Baintelkam).

"Ada sudah (aturan) di Baintelkam di bagian pengawasan senjata api dan bahan peledak," kata Setyo saat memberikan keterangan pers di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan pada Selasa (15/5).

Menurut Setyo, sistem pengawasan sudah berjalan selama ini dengan mewajibkan pembeli zat kimia tertentu untuk meninggalkan identitas. Namun, dia itu tidak merinci persyaratan itu harus diterapkan untuk pembelian zat jenis apa.

Setyo mengatakan, Polri mengawasi pembeli sejumlah zat kimia tertentu dalam skala besar yang harus meninggalkan identitas.

"Kalau beli di toko kimia itu pasti meninggalkan identitas. Jadi seperti beli aseton dalam skala besar, dia harus meninggalkan identitas," katanya.

Bom dari bahan acetone peroxide dikenal dengan sebutan 'the mother of satan'. Bahan itu kerap dipakai oleh kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Bom jenis itu mudah dibuat karena hanya membutuhkan beberapa komponen yang mudah ditemukan di toko kimia, seperti cairan pembersih kuku, dan tidak membutuhkan pemicu khusus. Namun, bahan itu juga dikenal berbahaya karena sangat tidak stabil.

Sebab hanya dengan guncangan sedikit saja bisa membuatnya meletup. Sejumlah perakit bom jenis itu juga banyak meregang nyawa, termasuk terduga teroris Anton Ferdiantono beserta istri dan anak sulungnya yang meninggal dalam ledakan di Rusun Wonocolo.

Penyusun : Yohanes Gitoyo, S Pd.
Sumber :

Selasa, 15 Mei 2018

Mengapa Surabaya Dipilih Jadi Sasaran Teroris?


Negeri ini tengah dibalut duka mendalam.  Dalam dua hari berturut-turut terjadi ledakan bom di Jawa Timur.  Mulai dari tiga gereja di Surabaya, hingga rusunawa di Sidoarjo dan di sekitar Mapolrestabes Surabaya.


Mengapa wilayah Surabaya ini menjadi sasaran?

Dilansir dari Tribun Jatim, seorang mantan anggota JI, Ali Fauzi mengungkapkan kuat terkait penyebabnya.

Menurut adik dari salah satu bomber Bali ini menyatakan, Surabaya atau Jawa Timur dipilih karena terbatasnya pendanaan.

Ia menyebut, mereka tak perlu lagi merekrut orang lain dari luar daerah untuk melakukan aksi teror.

Oleh karena itu, Ali menyebut selama ini wilayah Jawa Timur dianggap sebagai reproduksi pengantin, sekaligus reproduksi bom.


Pelaku Bom Bunuh Diri Di Surabaya Saling Berteman

Dua keluarga pelaku serangan bom bunuh diri di Surabaya, Jawa Timur adalah teman. Demikian keterangan oleh kepolisian.


Bomber sekeluarga.


Lalu bagaimana atas terjadinya fenomena bomber sekeluarga yang meluluhlantahkan sejumlah lokasi di Jawa Timur?

Menurut Ali, fenomena munculnya bomber sekeluarga di Indonesia ini, memang pertama kali terjadi di Indonesia.

Namun, di kalangan para teroris aksi seperti ini sudah biasa. Ali menyebut, di luar negeri seperti Syiria dan Irak kerap melakukan bom bunuh diri sekeluarga.

Ia menilai, aksi teror bom di Surabaya ini memang mengadopsi dari luar negeri.

Aksi teror bom ini sengaja mengajak anggota keluarganya untuk rela mati agar masuk surga.

Pemikiran dan keyakinan itu, disebut jadi penyebab kuat pelaku menggandeng anggota keluarga ngebom dan mati bersama.

Oleh karena itu, ia menyebut pola teror seperti ini sudah tak aneh lagi.

Namun, ia mewanti-wanti, pola teror sekeluarga ini bisa jadi masih mengancam negeri ini.


Pelibatan anak dalam aksi bom bunuh diri.

Sebuah keluarga melibatkan anak perempuan berusia 8 tahun untuk melakukan serangan bom bunuh diri di Mapoltabes Surabaya, Jawa Timur pada Senin (14/5/2018) hanya sehari setelah serangan bom bunuh diri di tiga gereja di Kota Surabaya, Jawa timur  yang menewaskan 12 orang.

Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian mengatakan gadis itu, yang bersama dua penyerang menggunakan sepeda motor, selamat karena terlempar oleh ledakan di Mapoltabes Surabaya. Serangan itu menewaskan empat pelaku. Enam warga sipil dan empat petugas terluka.

Serangan itu terjadi hanya beberapa jam setelah polisi mengatakan sebuah keluarga menjadi pelaku pemboman di tiga gereja termasuk anak perempuan berusia sembilan dan 12 tahun.

Dia mengatakan pelaku bom bunuh diri di tiga gereja di dan pelaku bom bunuh diri di Mapoltabes Surabaya adalah teman, begitu juga dengan satu keluarga lain yang bom rakitannya meledak di rusunawa Wonocolo, Sidoarjo pada Minggu malam.

Polisi menduga serangan-serangan baru itu juga dilakukan oleh anggota kelompok Jemaah Ansurat Daulah (JAD).

Direktur Institut Analisis Kebijakan Konflik, Sidney Jones, mengatakan, sudah lama sejak siapa saja anggota kelompok itu telah menunjukkan kemampuan mereka untuk melakukan serangkaian serangan semacam itu.

"Ini tampaknya menjadi bagian dari serangkaian tindakan yang  terkoordinasi, dan ini juga sepertinya menjadi pertama kalinya kita menyaksikan kegiatan yang terkoordinasi sejak pengeboman pada malam Natal pada tahun 2000," katanya kepada program PM ABC

Namun, Sydney Jones mengatakan dirinya tidak tahu pasti apakah semua penyerang adalah bagian dari kelompok yang sama.

"Jelas itu adalah pemboman bunuh diri," kata Kabid Humas Polda Jawa Timur, Frans Barung Mangera pada jumpa pers hari ini (14/5/2018).

"Kami belum bisa membuka semua detail karena kami masih mengidentifikasi korban di TKP dan TKP sedang ditangani."

Dia mengatakan, jumlah korban sepenuhnya tidak jelas.


Rekaman gambar dari serangan bom bunuh diri di Mapoltabes Surabaya menunjukan dua sepeda motor, masing-masing dengan dua orang di dalamnya, mendatangi pos keamanan di pintu masuk ke Mapoltabes sebelum setidaknya satu ledakan terjadi.

Kedua sepeda motor itu berhenti di samping sebuah mobil dan empat petugas tampak tengah berjaga di pos pemeriksaan. Pada saat ledakan, dua warga sipil tampak berjalan ke pos pemeriksaan hanya beberapa meter dari sepeda motor.

Tiga dari petugas di pos pemeriksaan berdiri tepat di dekat sepeda motor ketika detonasi terjadi.

Presiden Indonesia Joko Widodo mengatakan rangkaian serangan bunuh diri di Surabaya adalah "tindakan pengecut" dan berjanji untuk mendorong melalui RUU anti-terorisme baru untuk memerangi jaringan militan Islam di negara itu.

"Kebrutalan, kebiadaban, ketidakmanusiawian, penghujatan teroris ini mengganggu kemampuan kami untuk mempercayai serangan itu tapi hal itu benar terjadi," kata Turnbull.

"Orang-orang ini adalah yang terburuk dari yang terburuk.

"Mereka mengancam negara-negara beradab, mereka mengancam cara hidup yang beradab. Mereka mengancam harmoni dan agama rakyat. Mereka meremehkan dan mencemarkan nama baik Islam, seperti yang sering dikatakan Presiden Widodo."

Ada serangan lain di kantor polisi yang berbeda di kota tadi malam, sekitar 12 jam setelah 14 orang - termasuk enam pelaku bom bunuh diri - tewas dalam tiga serangan terpisah di gereja-gereja Surabaya.

Serangan bom bunuh diri terhadap gereja yang pertama, yakni di Gereja Katolik Roma Santa Maria, menewaskan empat orang, termasuk satu atau lebih pembom, kata juru bicara polisi.

Beberapa menit setelahnya, terjadi ledakan kedua di Gereja Kristen Diponegoro yang menewaskan dua orang.

Dua orang lainnya tewas dalam serangan ketiga di Gereja Pantekosta di kota itu, kata juru bicara polisi.

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto mengatakan polisi yang didukung oleh militer akan meningkatkan keamanan di seluruh negeri.

"Presiden telah memerintahkan agar polisi, dibantu oleh TNI [angkatan bersenjata], untuk mengerahkan seluruh kekuatan untuk mengamankan negara," katanya.

Sumber : www.tribunnews.com, Selasa, 15 Mei 2018 00:03 WIB

Sabtu, 12 Mei 2018

Mengenal "X95 IWI Tavor", Senapan Serbu Futuristik Yang Digunakan Brimob Polri dan TNI.


Dari desainnya jelas, senjata yang dimaksud disini masuk dalam kelas bullpup, dengan magasin berada di bagian popor. Namun yang tak lazim, tampilannya sedikit berbeda dengan senapan serbu bullpup yang telah dikenal dalam arsenal TNI/Polri. Bentuknya sekilas lebih futuristik dibanding AUG Steyr, SAR21 dan FAMAS, salah satunya kelengkapan picatinny rail yang memanjang di atas receiver. 


Artikel terkait :


Inilah Tavor 5,56 x 45 mm, senapan serbu besutan Israel Weapon Industries (IWI), yang pada tahun 2014 didapuk sebagai Rifle of The Year untuk kategori Golden Bullseye Award dari American Riffleman Magazine.

Pada tahun 2013 terjadi peralihan besar-besaran senjata yg digunakan IDF (Sebutan Tentara Israel). IDF telah beralih ke senjata serbu paling modern. yaitu  X95,  X95 atau juga disebut Micro TAVOR-2.  X 95 adalah sebuah senapan otomatis yang ciptakan oleh IWI (Israel Weapon Industries) dari pengembangan variants sebelumnya. yaitu  TAR-21

Secara prinsip kerja, Tavor serupa dengan senapan serbu (assault rifle) bullpup TNI, seperti Steyr, SAR21 dan FAMAS, yakni mengusung gas operated dalam mekanisme rotating bolt. Pun jenis magasin-nya, sesuai standar NATO pada varian standar yaitu 30 munisi. Dengan material dominan dari bahan polymer, pihak IWI di situsnya menyebut Tavor dirancang dengan desain ergonomis. Ada enam posisi penembakkan yang jadi andalan dalam pengoperasian Tavor, mulai dari stable while shooting in prone position, sitting, kneeling, standing, firing under arm and from hip.

Video : "IWI Tavor Rifle Review"

Pola penembakkan terbagi dalam dua mode, yakni semo otomatis dan full otomatis. Senapan serbu ini hadir atas kebutuhan militer Isral untuk menggantikan senapan lawas M-16, dan sejak tahun 2001 secara bertahap Tavor telah dioperasikan oleh unit infanteri Isreal. IWI menghadirkan Tavor dalam dua varian utama, TAR-21 dan CTAR-21. Belakangan dirilis Tavor X95 atau kondang disebut Micro Tavor. Perbedaan antar dua varian secara garis besar terlihat dari panjang laras. TAR-21 dengan laras 457 mm, sementara CTAR-21 larasnya lebih pendek, yakni 380 mm.


Diracang dengan long picatinny rail, Tavor memberikan fleksibilitas pada penggunanya untuk memasang beragam aksesoris, seperti senter dan penjejak laser. Ruas picatinny rail yang memanjang juga memudahkan gunner untuk mengatur posisi teropong atau reflex sight. Kemudahan lain yang ditawarkan Tavor terlihat dari desain box magasin, meski tidak transparan seperti kepunyaan Steyr, magasin Tavor dilengkapi indikator untuk memantau sisa munisi yang siap ditembakkan. Bahkan tak cuma menawarkan magasin standar (30 peluru), IWI juga merancang magasin model drum dengan kapasitas 60 munisi. 

Bagaimana dengan kemampuan Tavor? 


Jarak tembak efektifnya mencapai 550 meter, sementara kecepatan luncur proyektil hingga 910 meter per detik. Secara teori dalam satu menit Tavor dapat memuntahkan 750-950 proyektil. Untuk sistem bidik, standarnya (tanpa teleskop) mengusung iron sight. Namun Tavor juga cocok dipasangkan dengan Meprolight MP 21, ITL MARS dengan integrated laser, IR pointer, Trijicon ACOG, EOTech holographic sight dan optical sight lainnya.
Selain ditawarkan dalam versi 5,56 x 45 mm, IWI juga melansir Tavor di kelas Submachine Gun dengan kaliber 9 x 19 mm. Selain diproduksi IWI, Tavor saat ini telah diproduksi secara lisensi oleh Taurus (Brasil), Ordnance Factories Board (India) dan RPC Fort (Ukraina).

Pada tanggal 10 sampai 12 Juli 2012, Tentara Nasional Indonesia (TNI) menguji cobakan beberapa senjata-senjata buatan Israel. Uji coba ini dilakukan untuk mensertifikasi senjata-senjata ini dengan standarisasi dari TNI. Berikut gambar-gambar uji coba senjata Israel tersebut.





Brimob Pakai Tavor?


Dari laman wikipedia.org, terlihat jumlah negara pengguna senapan serbu ini lumayan banyak dan tersebar di empat benua. Dari situ memang tidak disebutkan nama Indonesia sebagai pengguna Tavor. Namun jagad warganet di Tanah Air sempat ramai membicarakan Tavor yang sedang disandang personel Brimob Polri. 

Dalam foto tersebut terlihat Tavor berwarna hijau kaliber 5,56 x 45 mm, karena resminya Tavor memang ditawarkan dalam tiga pilihan warna, yakni hitam, cokelat dan hijau. Jenisnya senjata di foto memang merujuk ke Tavor, tapi mengingat senapan serbu ini sudah dilisensi ke beberapa negara, maka besar kemungkinan Tavor yang disandang anggota Brimob berasal dari Brasil, India atau Ukraina. 



Penulis : Gilang Perdana
Sumber : indomiliter.com, 12 Oktober 2017.

Mengenal Korps Brigade Mobil (Brimob), Kesatuan Elit Polisi Indonesia.


Dalam 1 minggu ini media massa kita diramaikan dengan peristiwa penyerangan tahanan teroris di dalam lingkungan Markas Komando Brimob, yang sampai menelan korban jiwa 5 polisi dan 1 tahanan. Pada kesempatan ini mari kita sedikit banyak belajar tentang pasukan elit polisi ini, semoga bermanfaat bagi anda.

Korps Brigade Mobil atau sering disingkat Brimob adalah kesatuan operasi khusus yang bersifat paramiliter milik Kepolisian Negara Republik Indonesia. Korps Brimob juga dikenal sebagai salah satu unit tertua yang ada di dalam organisasi Polri.

Beberapa tugas utamanya adalah penanganan terrorisme domestik, penanganan kerusuhan, penegakan hukum berisiko tinggi, pencarian dan penyelamatan (SAR), penyelamatan sandera, dan penjinakan bom (EOD). Korps Brigade Mobil juga bersifat sebagai komponen besar didalam Polri yang dilatih untuk melaksanakan tugas-tugas anti-separatis dan anti-pemberontakan, seringkali bersamaan dengan operasi militer.


  • Gegana.

Gegana bertugas untuk melaksanakan tugas-tugas operasi kepolisian khusus yang lebih spesifik seperti:

  • Penjinakan Bomb (Bomb Disposal)
  • Penanganan KBR (Kimia, Biologi, dan Radioaktif)
  • Anti-Terror (Counter Terrorism)
  • Operasi Inteligen.


Gegana adalah bagian dari Kepolisian Indonesia (Polri). Pasukan ini mulai ada sejak tahun 1976, meski ketika itu baru berupa detasemen. Baru pada tahun 1995, dengan adanya pengembangan validasi Brimob bahwa kesatuan ini harus memiliki resimen, Detasemen Gegana lalu ditingkatkan menjadi satu resimen tersendiri, yakni Resimen II Brimob yang sekarang berubah nama Sat I Gegana(2003). Tugas utama Gegana ada tiga: mengatasi teror, SAR dan jihandak (penjinakan bahan peledak).

Secara umum, hampir semua anggota Gegana mampu melaksanakan ketiga tugas utama tersebut. Namun, kemampuan khusus yang lebih tinggi hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu. Gegana tidak memiliki Batalyon atau pun Kompi. Kesatuan yang lebih kecil dari resimen adalah detasemen. Setelah itu subden dan yang paling kecil adalah unit. Satu unit biasanya terdiri dari 10 orang. Satu subden 40 orang, dan satu detasemen beranggotakan 280-an orang.

Satu operasi biasanya dilakukan oleh satu unit. Karena itu, dari sepuluh personel dalam satu unit tersebut, harus ada enam orang yang memiliki kemampuan khusus. Masing-masing: dua orang memiliki kemampuan khusus yang lebih tinggi di bidang jihandak, dua orang di bidang SAR dan dua lagi ahli teror. Kedua orang itu disebut operator satu dan operator dua. Yang lainnya mendukung.



Misalnya untuk teror: operatornya harus memiliki keahlian menembak jitu, harus memiliki kemampuan negosiasi, ahli dalam penggebrekan dan penangkapan. Namun semuanya tidak untuk mematikan. Sebab setiap operasi Gegana pertama-tama adalah berusaha untuk menangkap tersangka dan menyeretnya ke pengadilan. Kecuali dalam keadaan terpaksa, yang mengancam jiwa orang yang diteror, barulah terpaksa ada penembakan. Sementara untuk SAR, dituntut memiliki kemampuan dasar seperti menyelam, repling, jumping, menembak, juga P3K.

Demikian pula, operator jihandak harus memiliki keahlian khusus di bidangnya. Setiap anggota Gegana secara umum memang sudah diperkenalkan terhadap bom. Ada prosedur-prosedur tertentu yang berbeda untuk menangani setiap jenis bom, termasuk waktu yang dibutuhkan. Kepada anggota Gegana jenis-jenis bom tersebut dan cara-cara menjinakkannya, termasuk risiko-risikonya, sudah dijelaskan.

Gegana baru punya tiga kendaraan taktis EOD (explosive ordinance disposal) yang sudah lengkap dengan alat peralatan. Selain di Gegana, kendaraan EOD masing-masing satu unit ada di Polda Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Jadi se-Indonesia baru ada enam unit.


Gegana juga bekerjasama dengan pihak luar seperti Amerika Serikat dalam bidang anti terror. Dapat dilihat di periode 2003-2008, teknik dan takti dari Densus-88 semakin mirip dengan teknik dan taktik FBI HRT (Hostage rescue team) Selain itu peralatan yg digunakan oleh Densus-88 juga sama dengan pasukan FBI. Contoh peralatan yang sama adalah senapan serbu AR-15 dengan M-68 sight optik dan kolapsible stock (tipe CQB) Ladder entry teknik, kevlar helmet dll. Sampai saat ini Densus-88 berkonsentrasi untuk pengejaran dan penangkapan terroris yang relatif berkemampuan tempur rendah, sementara pertempuran spesial seperti Pembajakan pesawat dan pembebasan presiden dari penyanderaan masih ditangani oleh unsur TNI. 

Video : "Aksi Gegana dalam penyerbuan Penyerbuan Noordin M Top 08/08/09"

Adapun topik pemberantasan teroris di Indonesia telah menjadi salah satu topik pembicaraan hangat di Trunojoyo III dan Cilangkap mengenai pembagian tugas di dalam pelaksanaan counter terror. POLRI memang telah mendapatkan mandat UU untuk memerangin teror di dalam negeri, tetapi para banyak kalangan merasa POLRI belum dapat beroperasi secara independent untuk memerangi teroris tanpa bantuan unsur luar sehingga para pengamat merasa sangat lebih baik bila POLRI berkerjasama dengan TNI daripada dengan pihak luar.

  • Pelopor.  


Prajurit Pelopor Brimob adalah kesatuan yang memiliki tugas pokok untuk melakukan tugas-tugas operasional bersifat Paramiliter guna untuk mengatasi gangguan Kamtibmas berkadar tinggi seperti:

  • Penanganan Kerusuhan/Huru-Hara (Riot control) 
  • Pencarian dan Penyelamatan (SAR),
  • Pengamanan instalasi vital 
  • Operasi Gerilya serta pertempuran hutan terbatas. 


Pada umumnya, kedua cabang ini sama-sama mempunyai kemampuan taktikal sebagai unit kepolisian khusus, diantaranya; kemampuan dalam tugas-tugas pembebasan sandera di area-area perkotaan (urban setting), Penggerebekan kepada kriminal bersenjata seperti terroris atau seperatis, dan operasi-operasi lainya yang mendukung kinerja kesatuan-kesatuan kepolisian umum. Setiap Polda di Indonesia mempunyai kesatuan Brimob masing-masing.


Brimob tergolong sebagai "Unit Taktis Polisi" (Police Tactical Unit - PTU) dan secara operasional bersifat kesatuan Senjata dan Taktik Khusus (SWAT) polisi.

Keuntungan utama membentuk pasukan pada masa konflik adalah pasukan bisa langsung diuji coba di medan pertempuran sebenarnya. Pasukan Brimob Rangers ini menjalani test mission di kawasan Cibeber, Ciawi dan Cikatomas perbatasan Tasikmalaya-Garut Jawa Barat pada tahun 1959. Dalam penugasan ini mereka sering menghadapi penghadangan oleh gerombolan DI/TII dalam jumlah besar. Teknik bertempur anti gerilya teruji dalam test mission ini. Namun demikian, dalam test mission ini akhirnya ada juga anggota Rangers yang tidak siap mental dalam bertempur dan mereka akhirnya harus keluar dari pasukan.

Penugasan resmi operasi militer Brimob Rangers adalah dalam Gerakan Operasi Militer IV di kawasan Sumatera Selatan, Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Dalam GOM IV ini pasukan Brimob Rangers menjadi bagian dari Batalyon Infanteri Bangka-Belitung pimpinan Letkol (Inf) Dani Effendi. Penugasan ke Sumatera ini dalam supervisi langsung dari Letjen Ahmad Yani. Pasukan Rangers mempunyai tugas khusus menangkap sisa-sisa pasukan PRRI yang masih bergerilya di hutan Sumatera pimpinan Mayor Malik.

Pasukan Brimob Rangers ini kemudian mengalami perubahan nama menjadi Pelopor pada tahun 1961 pada masa Kapolri Soekarno Djoyonegoro. Hal ini sesuai dengan keinginan Presiden Soekarno yang menghendaki nama Indonesia bagi satuan-satuan TNI/Polri. Pada masa ini pula, Rangers/Pelopor menerima senjata yang menjadi trade mark mereka yaitu AR-15. Penugasan selanjutnya dari pasukan ini adalah menyusup ke Irian Barat/Papua dalam rangka menjadi bagian dari Komando Trikora. Pasukan ini berhasil mendarat di Fak-fak pada bulan Mei 1962 dan terlibat dalam pertempuran dengan Angkatan Darat Belanda. Pasukan ini juga terlibat dalam konfrontasi dengan Malaysia pada tahun 1964.

Pada tahun 1972 pasukan ini secara resmi dibubarkan karena perubahan kebijakan politik pemerintah waktu itu nama pasukan ini pada waktu itu adalah Resimen Pelopor (Menpor) dengan markas di Kelapa Dua Cimanggis. Pada saat persiapan Operasi Seroja tahun 1975, pasukan ini dimobilisasi dan dimasukkan dalam pasukan khusus Detasemen Khusus Alap-alap.

Video : "Aksi Pelopor dalam Pembebasan Sandera di Timika Papua"

Namun, karena sebagian besar anggota Menpor yang masuk dalam Densus Alap-alap sudah bertugas sebagai polisi umum dan tidak pernah lagi berlatih sebagai Brimob, maka insting Brimob mereka jauh berkurang. Akibatnya banyak anggota Menpor yang gugur dalam pertempuran di Timor-Timur saat Operasi Seroja. Sayangnya pada masa inilah pasukan ini dikenang, sehingga kejayaan mereka saat menumpas DI/TII dan PRRI-Permesta, serta penyusupan ke Papua dan Malaysia seolah hilang sama sekali. Oleh karena itu, Brimob Ranger/Resimen Pelopor seolah terlupakan dari sejarah polisi Indonesia. Padahal salah satu mantan Komandan Resimen Pelopor adalah Kapolri yang populer yaitu almarhum Jenderal (Pol) Anton Soedjarwo.



Kualifikasi dan Peran.
  • Kualifikasi.
  1. Kualifikasi setiap anggota Brimob adalah:
  2. Kemampuan dasar navigasi Peta dan Kompas.
  3. Intelijen.
  4. Anti Teror.
  5. Pengendali Huru-Hara.
  6. Perang Gerilya, Taktik Perang Jarak Dekat / Urban.
  7. Penjinakan Bahan Peledak (disingkat Jihandak).
  8. Menangani kejahatan berintensitas tinggi bersenjata.
  9. Mampu Mengoperasikan Komputer.
  10. Survailen, Penyamaran dan Pembuntutan.
  11. Kemampuan Perorangan dan Satuan.
  • Peran.
  1. Peran untuk membantu fungsi polisi lainnya,
  2. Peran untuk melengkapi operasi kepolisian kewilayahan yang dilakukan bersamaan dengan fungsi polisi lainnya,
  3. Peran untuk Melindungi anggota unit Polisi lainnya serta warga sipil yang berada di bawah ancaman,
  4. Peranan untuk memperkuat fungsi kepolisian lainnya dalam pelaksanaan tugas operasional daerah,
  5. Melayani untuk menggantikan dan menangani tugas-tugas Kepolisian kewilayahan apabila situasi atau sasaran sudah mengarah ke kejahatan berkadar tinggi.

Korps Brimob Polri di pimpin oleh pejabat Perwira Tinggi Polri berbintang dua (Irjen Pol). Sebelumnya panggilan untuk pimpinan korps Brimob adalah kepala, namun pada Februari 2017, berdasarkan Kepres No. 5 Tahun 2017 dan telegram rahasia Kapolri nomor ST/261/II/2017 bahwa ada perubahan nomenklatur dan beberapa perubahan di tubuh Kepolisian Republik Indonesia salah satunya penyebutan untuk pimpinan korps brimob dari Kepala Korps menjadi Komandan Korps. 

Saat ini Komadan Korps Brimob adalah Irjen Pol Rudy Sufahriadi dia menggantikan Komandan Korps Brimob sebelumnya, Irjen Pol Murad Ismail. Murad Ismail dimutasi sebagai Analis Kebijakan Brimob.


Komandan Mobrig Polisi Pusat kepala Korps Brimob
  1. Komjen Pol. Soetjipto Danoekoesoemo (1962-1964)
  2. Irjen Pol. Anton Soedjarwo (1964-1972)
  3. Irjen Pol. Soetrisno Ilham
  4. Brigjen Pol. Drs. Sutiyono (1997)

Kepala Korps Brimob
  1. Irjen Pol. Sylvanus Yulian Wenas (-1999)
  2. Irjen Pol. Firman Gani (1999-2000)
  3. Irjen Pol. Imam Sudjarwo (2009-2010)
  4. Irjen Pol. Syafei Aksal (2010-2012)
  5. Irjen Pol. Unggung Cahyono (2012-2013)
  6. Irjen Pol. M. Rum Murkal (2013-2014)
  7. Irjen Pol. Robby Kaligis (2014-2016)
  8. Irjen Pol. Murad Ismail (2016-2018)
  9. Irjen Pol. Rudy Sufahriadi (2018-Sekarang)



Satuan Brimob Polri.
Komando tertinggi setiap operasi Gegana langsung berada di bawah Kapolri yang dilaksanakan oleh Asop Kapolri.


Video : "Suka Duka Pendidikan BRIMOB Hingga Menjadi Bhayangkara Terlatih"

Pusat Pendidikan Korps Brimob
  1. Satuan I Gegana
  2. Satuan II Pelopor
  3. Resimen III Pelopor

Satuan Brimob Daerah.
  1. Sat Brimob Polda Aceh
  2. Sat Brimob Polda Sumatera Utara
  3. Sat Brimob Polda Riau
  4. Sat Brimob Polda Kepulauan Riau
  5. Sat Brimob Polda Sumtera Barat
  6. Sat Brimob Polda Jambi
  7. Sat Brimob Polda Bengkulu
  8. Sat Brimob Polda Sumatera Selatan
  9. Sat Brimob Polda Lampung
  10. Sat Brimob Polda Metro Jaya
  11. Sat Brimob Polda Jawa Barat
  12. Sat Brimob Polda Banten
  13. Sat Brimob Polda Jawa Tengah
  14. Sat Brimob Polda Daerah Istimewa Yogyakarta
  15. Sat Brimob Polda Jawa Timur
  16. Sat Brimob Polda Bali
  17. Sat Brimob Polda Nusa Tenggara Barat
  18. Sat Brimob Polda Nusa Tengggara Timur
  19. Sat Brimob Polda Kalimantan Barat
  20. Sat Brimob Polda Kalimantan Tengah
  21. Sat Brimob Polda Kalimantan Selatan
  22. Sat Brimob Polda Kalimantan Timur
  23. Sat Brimob Polda Kalimantan Utara
  24. Sat Brimob Polda Sulawesi Utara
  25. Sat Brimob Polda Gorontalo
  26. Sat Brimob Polda Sulawesi Tengah
  27. Sat Brimob Polda Sulawesi Tenggara
  28. Sat Brimob Polda Sulawesi Selatan
  29. Sat Brimob Polda Sulawesi Barat
  30. Sat Brimob Polda Maluku
  31. Sat Brimob Polda Maluku Utara
  32. Sat Brimob Polda Papua
  33. Sat Brimob Polda Papua Barat
  34. Sat Brimob Polda Kepulauan Bangka Belitung

Sejarah Umum Brimop.

Brimob pertama-tama terbentuk dengan nama Tokubetsu Keisatsutai atau Pasukan Polisi Istimewa. Kesatuan ini pada mulanya diberikan tugas untuk melucuti senjata tentara Jepang, melindungi kepala negara, dan mempertahankan ibukota. Brimob turut berjuang dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Di bawah pimpinan Inspektur Polisi I Mohammad Yasin,

Pasukan Polisi Istimewa ini ikut terlibat dalam pertempuran 10 November 1945 melawan Tentara Sekutu, pada masa penjajahan Jepang Brimob dikenal dengan sebutan Tokubetsu Keisatsutai. Pasukan ini yang pertama kali mendapat penghargaan dari Presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno yaitu Sakanti Yano Utama.

Video : " TERNYATA BRIMOB Pasukan Elite Indonesia Pertama Dibentuk Jepang "

Pada 14 November 1946 Perdana Menteri Sutan Sjahrir membentuk Mobile Brigade (Mobrig) sebagai ganti Pasukan Polisi Istimewa. Tanggal ini ditetapkan sebagai hari jadi Korps Baret Biru. Pembentukan Mobrig ini dimaksudkan Sjahrir sebagai perangkat politik untuk menghadapi tekanan politik dari tentara dan sebagai pelindung terhadap kudeta yang melibatkan satuan-satuan militer. Di kemudian hari korps ini menjadi rebutan antara pihak polisi dan militer.

Pada 1 Agustus 1947, Mobrig dijadikan satuan militer. Dalam kapasitasnya ini, Mobrig terlibat dalam menghadapi berbagai gejolak di dalam negeri. Pada tahun 1948, di bawah pimpinan Moehammad Jasin dan Inspektur Polisi II Imam Bachri bersama pasukan TNI berhasil menumpas pelaku Peristiwa Madiun di Madiun dan Blitar Selatan dalam Operasi Trisula. Mobrig juga dikerahkan dalam menghadapi gerakan separatis DI/TII di Jawa Barat yang dipimpin oleh S.M. Kartosuwiryo dan di Sulawesi Selatan dan Aceh yang dipimpin oleh Kahar Muzakar dan Daud Beureueh. Pada awal tahun 1950 pasukan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) yang dipimpin Kapten Raymond Westerling menyerbu kota Bandung. Untuk menghadapinya, empat kompi Mobrig dikirim untuk menumpasnya.

Mobrig bersama pasukan TNI juga dikerahkan pada April 1950 ketika Andi Azis beserta pengikutnya dinyatakan sebagai pemberontak di Sulawesi Selatan. Kemudian ketika Dr. Soumokil memproklamirkan berdirinya RMS pada 23 April 1950, kompi-kompi tempur Mobrig kembali ditugasi menumpasnya.

Pada tahun 1953, Mobrig juga dikerahkan di Kalimantan Selatan untuk memadamkan pemberontakan rakyat yang dipimpin oleh Ibnu Hajar. Ketika Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) diumumkan pada 15 Februari 1958 dengan Syafruddin Prawiranegara sebagai tokohnya, pemerintah pusat menggelar Operasi Tegas, Operasi Saptamarga dan Operasi 17 Agustus dengan mengerahkan Mobrig dan melalui pasukan-pasukan tempurnya yang lain. Batalyon Mobrig bersama pasukan-pasukan TNI berhasil mengatasi gerakan koreksi PRRI di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Timur, Riau dan Bengkulu.

Video : "POLISI ISTIMEWA - MOBIL BRIGADE / BRIMOB POLRI 
[PADMA WIDYA CAKTI - TRIBRATA & BRIMOB]"

Dalam Operasi Mena pada 11 Maret 1958 beberapa kompi tempur Mobrig melakukan serangan ke kubu-kubu pertahanan Permesta di Sulawesi Tengah dan Maluku.

Pada 14 November 1961 bersamaan dengan diterimanya Pataka Nugraha Sakanti Yana Utama, satuan Mobrig berubah menjadi Korps Brigade Mobil (Korps Brimob).


Brimob pernah terlibat dalam beberapa peristiwa penting seperti Konfrontasi dengan Malaysia tahun 1963 dan aneksasi Timor Timur tahun 1975. Brimob sampai sekarang ini kira-kira berkekuatan 30.000 personel, ditempatkan di bawah kewenangan Kepolisian Daerah masing-masing provinsi.

Pada tahun 1981 Brimob membentuk sub unit baru yang disebut unit Penjinak Bahan Peledak (Jihandak).

Semenjak tahun 1992 Brimob pada dasarnya adalah organisasi yang dilatih dan diorganisasikan dalam kesatuan-kesatuan. Brimob memiliki kekuatan sekitar 12.000 personel. Brigade ini fungsi utamanya adalah sebagai korps untuk menanggulangi situasi darurat, yakni membantu tugas kepolisian kewilayahan dan menangani kejahatan dengan tingkat intensitas tinggi yang menggunakan senjata api dan bahan peledak dalam operasi yang membutuhkan aksi yang cepat. Mereka diterjunkan dalam operasi pertahanan dan keamanan domestik, dan telah dilengkapi dengan perlengkapan anti huru-hara khusus. Mereka telah dilatih khusus untuk menangani demonstrasi massa. Semenjak huru-hara yang terjadi pada bulan Mei 1998, Pasukan Anti Huru-Hara (PHH) kini telah menerima latihan anti huru-hara khusus.Dan terus menerus melakukan pembaharuan dalam bidang materi pelaksanaan Pasukan Huru-Hara(PHH).

Beberapa elemen dari Brimob juga telah dilatih untuk melakukan operasi lintas udara. Dan juga sekarang sudah melakukan pelatihan SAR (Search And Rescue).


Peristiwa yang melibatkan Brimob.

  • Pendaratan di Irian Barat,


Korps Brimob Polri mempesiapkan sejumlah Resimen Tim Pertempuran (RTP)di pulau-pulau di Provinsi Maluku yang terdekat dengan Irian Barat sebagai respon atas perintah Presiden Soekarno untuk merebut Irian Barat dari tangan Belanda. Perintah Bung Karno itu dikenal sebagai Tri Komando Rakyat (Trikora). Dalam operasi ini Korps Brimob bergabung dalam Komando Mandala pimpinan Mayjen Soeharto. Satu tim Brimob pimpinan Hudaya Sumarya berhasil mendarat di Fak-Fak Irian Barat menggunakan sebuah speedboat. Dari Fak-Fak pasukan ini menusuk masuk ke pedalaman Irian Barat untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih. Pada masa olah Yudha sebelum pendaratan di Papua, Brimob sempat dimasukkan kedalam daftar unit untuk operasi Naga, tetapi kemudian di batalkan mengingat terbatasnya kualitas Parasut yang dimiliki anggota Brimob saat itu. Operasi Naga akhirnya dilakukan oleh RPKAD di bawah komando Jend (purn) Benny Moerdani yang kemudian mendapatkan penghargaan Bintang Sakti dari Presiden Soekarno.


  • Peristiwa G-30-S/PKI.
Pada hari-hari setelah peristiwa G-30-S, Brimob tetap netral. Hal ini membingungkan banyak pihak, karena pada September 1965 Brimob adalah unsur yang sangat dekat dengan Amerika. Karena sikap ini, sebagian pengamat menganggap Brimob sebagai unsur yang setia kepada Presiden Soekarno.


  • Timor Timur.

Pada pembebasan Timor Timur tahun 1975 Brimob membentuk satu detasemen khusus untuk bergabung dalam Operasi Seroja, bergabungan dengan pasukan ABRI lainnya. Detesemen khusus ini diberinama Detasemen Khusus (Densus) Alap-alap. Personil Densus Alap-alap terdiri dari mantan anggota Menpor (Resimen Pelopor). Resimen Pelopor merupakan kesatuan khusus Brimob, yang berkualifikasi Ranger. Resimen ini dibubarkan oleh Kapolri tahun 1974 setelah ikut malang melintang dalam beberapa operasi pertempuran, di antaranya dalam Operasi Trikora di Irian Barat dan Dwikora atau Ganyang Malaysia.

Densus Alap-alap bertugas sebagai pasukan pembantu (supporting) untuk memperkuat posisi yang direbut oleh pasukan ujung tombak yaitu RPKAD. Densus Alap-alap ini dibagi dalam tim-tim kecil yang merupakan tim gabungan TNI/Polri.


  • Peristiwa Binjai.
Semenjak Polri dipisahkan dari Tentara Nasional Indonesia, peristiwa bentrok antara Polri dan TNI (terutama TNI-AD) kerap terjadi. Satu peristiwa bentrok TNI-AD dan Polri dalam hal ini Brimob adalah peristiwa Binjai pada tanggal 30 September 2002. Insiden ini melibatkan unit infanteri Lintas Udara 100/Prajurit Setia dengan korps Brimob Polda Sumut yang sama-sama bermarkas di Binjai. Banyak pihak merasa kejadian bentrok TNI-POLRI adalah manifestasi politik adu domba yang dilakukan pihak asing untuk memperlemah kesatuan dan persatuan lembaga kepemerintahan RI. Melihat gelagat tersebut, Bapak Jenderal Polisi Soetanto telah mengusulkan kemungkinan penyatuan kembali matrikulasi akademi militer dan kepolisian. Hal ini diharapkan agar dapat meningkatkan persaudaraan dan kohesifnes daripada undur aset unsur bersenjata NKRI.

Dalam insiden dini hari tersebut pertama hanya dipicu oleh keributan kecil antara oknum prajurit unit Linud 100/PS dengan oknum kesatuan Polres Langkat. Namun kemudian, insiden pecah menjadi bentrok senjata antara Polres Langkat ditambah Brimob melawan Linud 100/PS.

Sebagai penutup bagi anda yang ingin tahu lebih mendalam tentang satuan elit POLRI ini silahkan di :
Alamat
Markas Jl. Komjen. Pol. M. Jasin, Cimanggis, Depok

Situs Web

Penyusun : Yohanes Gitoyo, S Pd.
Diolah dari berbagai sumber.