Senin, 01 September 2014

Belajar dari Kasus Penahanan Florence Sihombing UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Bahaya Terkait Jika Tidak memahami Dengan Benar Implementasi.

Pelapor Florence 'Ratu SPBU' Tak Paham Bahaya UU ITE  

Penahanan mahasiswi Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Florence Sihombing, oleh Kepolisian Daerah DIY dinilai Aliansi Jurnalis Independen Yogyakarta berlebihan. 

Inilah scipt hinaan yang menghebohkan itu. 

Ketua AJI Yogyakarta Hendrawan Setiawan menilai Florence telah mendapatkan sanksi sosial dari masyarakat, antara lain dengan pernyataan balasan yang bersifat menghujat dan mengancam melalui media sosial ataupun telepon seluler. "Florence sudah mendapatkan sanksi sosial atas tindakannya. Kasusnya tak perlu sampai ke ranah hukum," ujar Hendrawan saat dihubungi Tempo, Ahad, 31 Agustus 2014.

Pengamat hukum pidana, Andi Hamzah, berpendapat, penahanan Florence Sihombing, mahasiswa Pascasarjana Universitas Gadjah Mada oleh Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta tak tepat. Apalagi Florence dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. “Alasan penahanan dan pasal yang dikenakan tidak sesuai,” kata Andi saat dihubungi, Sabtu, 30 Agustus 2014.


Menurut Andi, UU ITE baru bisa dikenakan pada orang yang menyebar berita fitnah dan menghina. Sedangkan Florence dinilai hanya mencurahkan pendapatnya atas sesuatu hal. Pendapat itu, ujar Andi, merupakan hak pribadi dan menjadi bagian dari proses demokrasi.

Nama Florence dikenal setelah ramai diperbincangkan di Internet. Pasalnya, Florence memaki Kota Pelajar di jejaring sosial Path dan Twitter dengan kata-kata celaan yang membuat marah warga Yogyakarta. "Jogja miskin, tolol dan tak berbudaya. Teman-teman Jakarta-Bandung jangan mau tinggal di Jogja," tulis Florence. 

Atas tulisan Florence ini, LSM Jangan Khianati Suara Rakyat (Jatisura) mempolisikannya. Ia pun dimasukkan dalam sel tahanan Polda DIY pada Sabtu, 30 Agustus 2014, sekitar pukul 17.00 WIB. Florence ditahan karena dianggap tak kooperatif dengan petugas kepolisian yang memeriksanya. 

Andi menilai penahanan Florence justru menjadi bentuk pembunuhan demokrasi. Dia khawatir tindakan Polda DIY Yogyakarta justru menjadi yurisprudensi bagi aparat hukum lainnya untuk menahan orang-orang yang menyampaikan pendapat berbeda di media sosial. 

Dosen hukum di Universitas Indonesia ini meminta masyarakat lebih terbuka dan lebih bijak dalam menyikapi perbedaan pendapat. Masyarakat juga tak perlu terpancing dengan pernyataan seseorang yang dinilai berbeda. "Kalau tidak suka dengan orang atau pernyataannya, ya, tidak usah dibaca dan dikomentari."


Penahanan Florence Sihombing bertentangan dengan KUHAP dan prosedur penahanan berdasarkan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).


Koalisi Masyarakat Sipil mengatakan, penahanan Florence Sihombing oleh Polda Daerah Istimewa Yogyakarta bertentangan dengan KUHAP dan prosedur penahanan berdasarkan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Sebab, penahanan seharusnya dilakukan untuk kepentingan penyidikan dengan syarat terhadap seseorang tersangka atau terdakwa dengan bukti yang cukup.

"Penahanan Flo hanya berdasarkan alasan hukuman di atas 5 tahun dan polisi mengabaikan tidak adanya keadaan yang menimbulkan kekhawatiran bahwa adanya kemungkinan tersangka untuk melarikan diri, mengulangi perbuatan, dan menghilangkan barang bukti," kata Kepala Divisi Pemenuhan HAM Sipil Kontras, Alex, di kantor Kontras, Minggu (31/8).

Selanjutnya, kata Alex, berdasarkan Pasal 43 ayat (6) UU ITE, dalam melakukan penangkapan dan penahanan, penyidik melalui penuntut umum wajib meminta penetapan ketua pengadilan negeri setempat dalam waktu 1 x 24 jam. 

"Koalisi menilai bahwa ada kemungkinan justru polisi tidak mengikuti prosedur sebagaimana dalam ketentuan Pasal 43 ayat (6) UU ITE, polisi langsung melakukan penahanan tanpa penetapan dari Ketua Pengadilan Negeri untuk kasus-kasus yang dijerat UU ITE."

Florence ditahan Polda DIY setelah menjalani pemeriksaan karena laporan terkait postingannya yang dinilai menghina warga Yogyakarta, Sabtu (30/08). Florence pun dijerat dengan undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta pasal Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Menurut Kabid Humas Polda DIY, AKBP Anny Pujiastuti, Florence secara resmi ditangkap pada 29 Agustus kemarin pukul 17.00 WIB dan kemudian resmi ditahan pukul 17.00 WIB.

"Penangkapan terhadap Florence Sihombing berdasarkan laporan polisi nomor LP/644/VIII/2014/DIY/SPKT tanggal 28 Agustus 2014. Setelah itu dilakukan pemeriksaan di ditreskrimsus Polda," kata Anny pada wartawan di Polda DIY, Sabtu (30/08).

Pasal yang dikenakan kepada Florence dalam UU ITE yaitu pasal 27 ayat 3 jo pasal 45 ayat 1, pasal 28 ayat 2 jo pasal 45 ayat 2 UU ITE no 11 Tahun 2008. Sementara untuk KUHP Pasal 310 KUHP dan atau Pasal 311 KUHP.


Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 bisa berbahaya bagi pelapor yang tak paham aplikasinya.


Penggunaan pasal-pasal dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik untuk menjerat Florence, menurut dia, justru menegaskan upaya pemberangusan kebebasan berpendapat dan berekspresi. Pelaporan ke polisi, tutur Hendrawan, bisa mengancam siapa pun yang melontarkan kritikan melalui media sosial

"Pihak-pihak yang melaporkan ke polisi tidak sadar kalau pasal-pasal itu justru memberi kesempatan negara untuk memberangus diri sendiri," kata Hendrawan. 

Koordinator Masyarakat Anti-Kekerasan Yogyakarta (Makaryo), Beny Susanto, menambahkan, meskipun proses hukum harus dihormati, dia meminta polisi agar tidak bersikap diskriminatif lantaran Florence juga menerima hujatan balik dan ancaman. 

"Bagaimana dengan orang-orang yang menghujat balik melalui media sosial? Semestinya, polisi juga menindaknya. Jadi, polisi harus proporsional, tidak diskriminatif," kata Beny. 

Dia juga berharap kasus tersebut tidak melebar pada bentuk-bentuk tindak kekerasan yang mengarah pada intoleransi dan kekerasan fisik. Mengingat Florence adalah pendatang di Yogyakarta. Selain itu, Florence juga mengaku telah menerima ancaman akan dibunuh dan diperkosa.

Penyusun : Yohanes Gitoyo, S Pd.
Sumber :
  1. http://www.tempo.co/.
  2. https://id.berita.yahoo.com/.

Sabtu, 30 Agustus 2014

Gagal Ginjal Sebabkan Kematian Mendadak?


Wafatnya Pemimpin Redaksi Kompas.com Taufik Hidayat Mihardja pada Rabu (27/8/2014) lalu menghadirkan kekagetan sekaligus duka yang mendalam. Pasalnya, ia tidak terlihat sakit saat masih beraktivitas pada hari-hari sebelumnya, hingga akhirnya dikabarkan meninggal pada pagi hari saat dibangunkan untuk beribadah shalat subuh.

Belakangan, Taufik diketahui memiliki penyakit ginjal kronis yang sudah membuat fungsi ginjalnya menurun, bahkan mendekati stadium gagal ginjal. Ia juga mengidap diabetes dan aritmia jantung yang sangat berkaitan dengan penyakit ginjalnya.


Apakah Penyakit Gagal Ginjal Itu ?

Gagal ginjal kronis (bahasa Inggris: chronic kidney disease, CKD) adalah proses kerusakan pada ginjal dengan rentang waktu lebih dari 3 bulan.CKD dapat menimbulkan simtoma berupa laju filtrasi glomerular di bawah 60 mL/men/1.73 m2, atau di atas nilai tersebut namun disertai dengan kelainan sedimen urin. Adanya batu ginjal juga dapat menjadi indikasi CKD pada penderita kelainan bawaan seperti hiperoksaluria dan sistinuria.

Gejala-gejala dari fungsi ginjal memburuk yang tidak spesifik, dan mungkin termasuk perasaan kurang sehat dan mengalami nafsu makan berkurang. Seringkali, penyakit ginjal kronis didiagnosis sebagai hasil dari skrining dari orang yang dikenal berada di risiko masalah ginjal, seperti yang dengan tekanan darah tinggi atau diabetes dan mereka yang memiliki hubungan darah dengan penyakit ginjal kronis. Penyakit ginjal kronis juga dapat diidentifikasi ketika itu mengarah ke salah satu komplikasi yang diakui, seperti penyakit kardiovaskuler, anemia atau perikarditis 

Penyakit ginjal kronis diidentifikasi oleh tes darah untuk kreatinin. Tingginya tingkat kreatinin menunjukkan jatuh laju filtrasi glomerulus dan sebagai akibat penurunan kemampuan ginjal mengekskresikan produk limbah. 


Penyakit gagal ginjal akut terjadi karena menurunnya dari fungsi ginjal secara mendadak yang terlihat dari pada penurunan Glomeruli Filtration Rate (GFR) atau Tes Kliren Kreatinin (TKK) dan juga terganggunya suatu kemampuna ginjal untuk mengeluarkan produk-produk sisa dari metabolisme. Penyakit gagal ginjal yang bersifat akut ini juga disertai dengan oliguria urinnya kurang dari 500 ml per 24 jam sampai anuria. Penyebab dari gagal ginjal akut  juga bisa terjadi karena bermacam-macam, misalnya adalah kekurangan cairan tubuh yang secara berlenbihan yang terjadi karena penyakit diare dan juga muntah, pendarahan yang terjadi sangat hebat atau juga trauma yang dirasa pada ginjal karena adanya kecelakaan, keracunan obat, dan juga luka bakar. 

Syarat dari diet gagal ginjal akut adalah :
  1. Energy yang diperlukan cukup untuk mencegah terjadinya metabolisme, yakni 25-35 kkal.kg BB.
  2. Protein yang harus sesuai dengan katabolisme proteinnya yakni 0,6-1,5 g/kg Bb. Pada katabolic ringan yang kebutuhan proteinnya 0,6-1 g/kg BBb, katabolic sedang 0,8-1,2 g/kg BB, dan katabolic berat 1-1,5 g/kg BB.

Tanda dan gejala gagal ginjal 

CKD awalnya tanpa gejala spesifik dan hanya dapat dideteksi sebagai peningkatan dalam serum kreatinin atau protein dalam urin. Tanda dan gejala fungsi ginjal menurun:

  1. Tanda atau gejala umum awal adalah gatal-gatal secara terus-menerus di bagian tubuh atau badan (bervariasi).
  2. Tidak nafsu makan.
  3. Pembengkakan cairan di bagian kulit, contohnya di bagian kulit kaki, betis, dan area yang tidak biasanya.
  4. Hemoglobin menurun drastis pada kisaran 6-9, ditandai dengan lemas dan tidak kuat untuk berjalan kaki dalam waktu yang lama, gejala ini merupakan tanda awal sebelum ke arah yg lebih kritis.
  5. Karena Hemoglobin menurun, aktivitas normal biasanya terasa lebih berat dari biasanya.
  6. Sulit buang air kecil, jika volume atau kuantitas buang air kecil menurun, perlu diwaspadai.
  7. Tekanan darah meningkat karena kelebihan cairan dan produksi hormon vasoaktif yang diciptakan oleh ginjal melalui RAS (renin-angiotensin system). Ini meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami hipertensi dan / atau gagal jantung.
  8. Urea terakumulasi, yang dapat menyebabkan azotemia dan akhirnya uremia (gejala mulai dari kelesuan ke perikarditis dan ensefalopati). Urea diekskresikan oleh keringat dan mengkristal pada kulit ("frost uremic").
  9. Kalium terakumulasi dalam darah (dikenal sebagai hiperkalemia dengan berbagai gejala termasuk malaise dan berpotensi fatal aritmia jantung s)
  10. Erythropoietin sintesis menurun (berpotensi menyebabkan anemia, yang menyebabkan kelelahan)
  11. overload volume yang Fluida - gejala dapat berkisar dari ringan edema untuk mengancam kehidupan edema paru
  12. Hyperphosphatemia - karena ekskresi fosfat berkurang, terkait dengan hipokalsemia (karena 1,25 hidroksivitamin D 3  defisiensi), yang karena stimulasi faktor pertumbuhan fibroblast -23-
  13. Belakangan ini berkembang menjadi hiperparatiroidisme sekunder, osteodistrofi ginjal dan kalsifikasi vaskular yang berfungsi juga mengganggu jantung.
  14. Metabolik asidosis, karena akumulasi sulfat, fosfat, asam urat dll ini dapat menyebabkan aktivitas enzim diubah oleh kelebihan asam yang bekerja pada enzim dan eksitabilitas juga meningkat membran jantung dan saraf dengan promosi [hiperkalemia] karena kelebihan asam (asidemia)

Orang dengan penyakit ginjal kronis menderita dipercepat aterosklerosis dan lebih mungkin untuk mengembangkan penyakit kardiovaskuler daripada populasi umum. Pasien yang menderita penyakit ginjal kronis dan penyakit kardiovaskular cenderung memiliki prognosis lebih buruk dibanding mereka yang menderita hanya dari yang terakhir.


Penyebab gagal ginjal.

Penyebab paling umum dari CKD diabetes mellitus, hipertensi, dan glomerulonefritis Bersama-sama, menyebabkan sekitar. 75 % dari semua kasus dewasa. Wilayah geografis tertentu memiliki insiden tinggi nefropati HIV.

Pada sebagian kasus, mengkonsumsi Minuman energi secara rutin dan terus menerus selama minimal 3 tahun dapat menyebabkan penyakit gagal ginjal kronis. Alfiah Kurnia, mahasiswi Jurusan Pendidikan Biologi, FKIP, UMS Solo pada tahun 2002 meneliti minuman suplemen merk A sebagai sampel studi kasus pada tikus putih. Di lapangan (rumah sakit hemodialisa atau tempat cuci darah rutin) ditemukan fakta menarik terhadap himbauan perawat atau suster Rumah Sakit PGI Cikini seperti berikut: kalo kta mama saya, Minuman energi itu bikin ginjal kerja keras ntar bisa gagal ginjal kata mama kalo sering2 mnum gtuan 

Bukan hanya konsumsi terhadap Minuman energi saja, akan tetapi juga terhadap es teh seperti dikutip dari detik health dr Parlindungan Siregar, SpPD-KGH dari bagian Ginjal dan Hipertensi, Departemen Penyakit Dalam FKUI-RSCM. Sama halnya dengan es teh, konsumsi kopi yang berlebihan dan rutin dapat menyebabkan masalah pada sistem ginjal.

Secara historis, penyakit ginjal telah diklasifikasikan menurut bagian anatomi ginjal yang terlibat, yaitu:

  1. Vaskular, termasuk penyakit pembuluh besar seperti bilateral stenosis arteri ginjal dan penyakit pembuluh kecil seperti nefropati iskemik, hemolitik uremik sindrom- dan vaskulitis
  2. Glomerulus, terdiri dari kelompok yang beragam dan subclassified ke
  3. Penyakit glomerulus primer seperti glomerulosklerosis focal segmental dan IgA nefritis
  4. Penyakit glomerulus sekunder seperti nefropati diabetes dan nefritis lupus
  5. Tubulointerstitial termasuk penyakit ginjal polikistik, obat dan racun-diinduksi tubulointerstitial nefritis kronis dan nefropati refluks
  6. Obstruktif seperti dengan bilateral batu ginjal dan penyakit pada prostat
  7. Pada kasus yang jarang terjadi, cacing pin menginfeksi ginjal juga dapat menyebabkan nefropati.



Dokter spesialis penyakit dalam ginjal dan hipertensi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Parlindungan Siregar, memaparkan, gagal ginjal merupakan manifestasi dari penyakit ginjal kronis. Penyakit ini memiliki perjalanan yang tidak sebentar dalam menyebabkan kematian.

"Tidak ada meninggal mendadak karena penyakit ginjal. Kalaupun ada, itu karena serangan jantung," ujarnya saat dihubungi Kompas Health, Jumat (29/8/2014).

Komplikasi penyakit ginjal kronis sangat banyak, termasuk diabetes, tekanan darah tinggi, hingga penyakit jantung. Hal ini karena saat ginjal tidak dapat melakukan fungsinya dengan baik, organ ini akan menghasilkan agen inflamasi, yaitu sitokin.

Sitokin inilah yang kemudian akan membuat inflamasi atau peradangan pada pembuluh darah. Akibatnya, fungsi pembuluh darah terganggu dan berisiko mengalami penyempitan. Inilah yang memicu terjadinya serangan jantung.

Perjalanan penyakit ginjal kronis berbeda-beda tergantung penyebabnya. Parlindungan menjelaskan, penyebab penyakit ginjal kronis yang paling umum adalah penyakit diabetes dan tekanan darah tinggi. "Bila penyebabnya kondisi ini, maka perjalanan penyakit akan semakin cepat," ujarnya.

Hal ini berbeda dengan perjalanan penyakit ginjal kronis yang disebabkan oleh batu ginjal, infeksi, atau penyakit autoimun seperti glomerulonerfritis. Namun, bila tidak mendapat terapi dengan baik, penyakit ginjal pun akan lebih cepat memburuk.

"Penyakit ginjal perlu ditangani dengan baik, konsumsi obat, dan mengubah pola hidup. Bila tidak, kondisinya akan cepat memburuk. Dan ingat, kerusakan ginjal yang disebabkan penyakit ini tidak akan kembali normal," tegas dokter yang berpraktik di RS Siloam ini.

Penyusun : Yohanes Gitoyo, S Pd.
Sumber : 
  1. http://health.kompas.com/, Jumat, 29 Agustus 2014, 14:56 WIB
  2. http://gagal-ginjal.com/.
  3. http://id.wikipedia.org/wiki/Gagal_ginjal_kronis

Rabu, 27 Agustus 2014

Anda (Juga ) Perlu Tahu : Cara Terbaik Bersihkan Telinga.


Cotton bud atau penyeka kapas merupakan alat yang umum digunakan untuk membersihkan telinga, selain sabun dan air. Namun sebaiknya Anda berpikir dua kali sebelum menggunakannya.

Baru-baru ini, sebuah studi dari Henry Ford Hospital menemukan hubungan antara penggunaan cotton bud dengan kerusakan telinga bagian dalam. Menurut studi itu, penggunaan cotton bud di saluran telinga dapat menyebabkan gangguan pendengaran.

Alasannya, cotton bud dapat mendorong serumen atau lilin sehingga menyumbat saluran telinga. Yang lebih parah, pendengaran juga dapat rusak karena pecahnya gendang telinga.

Meskipun begitu, alat tersebut bukan berarti tidak bisa digunakan untuk membersihkan telinga. "Gunakan cotton bud secara lembut di bagian luar telinga tanpa memasuki saluran telinga," tulis sebuah merek cotton bud di situs mereka.


Peneliti studi pun menyarankan demikian. Menurut mereka, cotton bud masih bisa digunakan untuk membersihkan telinga bagian luar (outer ear).

Sementara itu, peneliti mengatakan, serumen sebenarnya merupakan pelumas alami yang melindungi bagian dalam telinga dari elemen asing. "Maka seharusnya, orang tidak perlu terlalu khawatir dengan keberadaannya dan membersihkan seluruhnya," ujar Rachel Pritzker, dokter spesialis kulit asal Chicago, Amerika Serikat.

Namun jika ingin telinga lebih bersih, studi menyarankan untuk menggunakan campuran peroksida dingin atau cuka dengan air hangat sebagai tetes telinga. Cairan tersebut akan mengirigasi saluran telinga. Cara menggunakannya yaitu dengan meneteskan empat hingga lima tetes ke dalam masing-masing telinga.

Penulis : Unoviana Kartika 
Editor : Lusia Kus Anna
Sumber :www.menshealth.com, dikutip dari http://health.kompas.com/, Rabu, 23 April 2014, 10:04 WIB.

Tahukah Anda : "Menggelitik Telinga" Baik untuk "Kesehatan Jantung" ?!!


Telinga bukan hanya menjadi organ pendengaran, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk membantu mengurangi rasa sakit. Sebuah studi baru dalam jurnal Brain Stimulation menemukan, menggelitik telinga dapat menjadi salah satu cara mengurangi rasa sakit dan memperbaiki kesehatan jantung.

Mengaplikasikan stimulasi elektrik pada tragus, bagian berbentuk segitiga kecil di depan telinga dapat membantu jantung menyesuaikan laju denyutnya. Karena itu, stimulasi ini juga mampu mencegah jantung berdenyur terlalu keras.

Para peneliti menggunakan stimulasi elektrik pada saraf transkutan dengan alat yang disebut Tens, metode yang dapat menghambat sinyal nyeri di otak dengan mengaplikasikan shock kecil pada kulit. Alat ini sebenarnya lebih umum digunakan untuk membantu melenyapkan nyeri punggung atau nyeri melahirkan. Mereka mengaplikasikan stimulasi alat ini pada telinga 34 relawan sehat selama 15 menit.

Profesor Jim Deuchars dari University of Leeds mengatakan, jika Tens mesin dihidupkan, maka seseorang merasa sensasi tergelitik di telinga, namun tidak sakit. Menurut Deuchars, meski dilakukan pada orang sehat, terapi ini sudah dapat memperbaiki kesehatan jantung mereka.

"Ini masih tahap awal, sehingga masih dilakukan untuk orang sehat. Namun karena berpotensi memperbaiki kesehatan jantung, terapi ini mungkin berguna untuk gagal jantung," ujarnya.

Teknik ini bekerja dengan menstimulasi saraf utama yang disebut vagus yang memiliki peran penting dalam meregulasi organ vital, termasuk jantung. Cabang dari saraf vagus memanjang hingga ke telinga bagian luar. Jika dirangsang dengan sinyal elektrik, pengaruhnya dari pesan saraf itu pun diharapkan dapat memperbaiki denyut jantung. Stimulasi vagus sebelumnya telah lama digunakan untuk beberapa kondisi kesehatan, termasuk epilepsi.

Jennifer Clansy, ketua penelitian dari universitas yang sama mengatakan, denyut jantung tidak bekerja secara tunggal, tetapi berinteraksi dengan lingkungannya. Denyut jantung bisa bertambah cepat atau lambat tergantung pada kebutuhannya.

"Jantung yang sakit justru lebih seperti mesin yang berdenyut secara konstan, sementara stimulasi pada saraf akan meningkatkan variabilitasnya hingga 20 persennya," ujarnya.

Penulis : Unoviana Kartika 
Editor : Lusia Kus Anna
Sumber :foxnews, dikutip dari http://health.kompas.com/, Selasa, 26 Agustus 2014 17:29 WIB.

Selasa, 26 Agustus 2014

Mengenal "Simbol-simbol" Pada Kemasan Obat.


Pada kemasan obat-obatan biasanya tertera logo atau simbol berupa lingkaran dengan warna tertentu. Selain itu juga terdapat peringatan dalam kotak kecil berdasar warna hitam dengan tulisan warna putih. Simbol-simbol ini bukannya tanpa makna melainkan masing-masing mempunyai arti tersendiri.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BADAN POM) telah membuat aturan dan klasifikasi obat agar kita tidak salah dalam menggunakannya sehingga aman untuk dikonsumsi. Untuk itu marilah kita mengenali simbol lingkaran yang terdapat pada kemasan obat agar kita bisa menggunakannya sesuai aturan.


1. Obat Bebas

Tanda Obat Bebas.

Obat Bebas merupakan obat yang boleh digunakan tanpa resep dokter. Obat jenis ini dapat dibeli bebas di warung, toko obat, maupun apotek. Contoh obat dari golongan ini misalnya, vitamin, oralit, dan lain sebagainya.

Meskipun obat ini masuk ke dalam kategori aman, namun tetap saja tidak boleh digunakan secara sembarangan. Obat bebas juga memiliki kandungan racun yang dapat berbahaya bagi tubuh jika tidak digunakan sebagaimana mestinya.

Pada kemasan obat ini terdapat logo lingkaran hijau yang bergaris tepi hitam. Obat bebas ini biasa digunakan untuk mengatasi gejala penyakit ringan, biasanya berupa vitamin atau multivitamin.



2. Obat Bebas Terbatas

Tanda Obat Bebas Terbatas.

Obat jenis yang kedua ini masih dapat dibeli secara bebas tanpa resep dokter. Walaupun dapat dibeli tanpa resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya harus diperhatikan juga. Penggunaannya pun mesri sesuai dengan indikasi yang tertera pada kemasan.

Pada kemasan obat jenis ini terdapat lingkaran berwarna biru dengan garis tepi hitam. Selain itu, terdapat pula peringatan dalam kotak kecil berdasar warna hitam. Contohnya adalah sebagai berikut:

Tanda Peringatan Obat.
  1. P. No. 1: Awas! Obat Keras. Bacalah aturan memakainya.
  2. P. No. 2: Awas! Obat Keras. Hanya untuk kumur, jangan ditelan.
  3. P. No. 3: Awas! Obat Keras. Hanya untuk bagian luar badan.
  4. P. No. 4: Awas! Obat Keras. Hanya untuk dibakar.
  5. P. No. 5: Awas! Obat Keras. Tidak boleh ditelan.
  6. P. No. 6: Awas! Obat Keras. Obat wasir, jangan ditelan.


Jika kondisi penyakit semakin serius, pemakaian obat ini harus dihentikan dan sebaiknya pergi ke dokter untuk pemeriksaan yang lebih lanjut. Meski gejala dan keluhan penyakit sama, namun obat yang diperlukan belum tentu sama. Oleh karena itu, sangat tidak dianjurkan untuk melakukan pengobatan sendiri dengan obat-obat yang seharusnya diperoleh dengan resep dokter.

Tanggal kadaluwarsa obat, informasi pada kemasan tentang petunjuk penggunaan obat yang tidak diperbolehkan, efek samping, dosis obat, cara menyimpan obat, dan interaksi obat dengan obat lain atau interaksi obat dengan makanan yang dikonsumsi merupakan hal-hal yang harus diperhatikan.



3. Obat Keras

Tanda Obat Keras.

Obat yang pada kemasannya terdapat logo lingkaran berwarna merah bergaris tepi hitam dengan huruf "K" di dalamnya ini merupakan jenis obat yang diperoleh harus dengan resep dokter.

Yang termasuk obat golongan ini misalnya, obat-obatan yang mengandung hormon, *****ilin, obat penenang, antibiotik, dan lain sebagainya.

Obat jenis ini tidak dapat dikonsumsi sembarangan karena bisa berbahaya, memperparah penyakit, meracuni tubuh, atau bahkan menyebabkan kematian.

Sumber : http://www.serupedia.com/2013/01/mengenal-simbol-simbol-pada-kemasan-obat.html