Kamis, 18 Desember 2014

Mengenal 13 Jenis Penyebab Penyakit "Masuk Angin Duduk", Beserta Gejala Yang Perlu Anda Waspadai !


Di Indonesia, selain “masuk angin”, istilah “angin duduk” cukup dikenal dan sering disebut sebagai salah satu penyakit yang menimbulkan kematian mendadak. “Si A mendadak meninggal, kena angin duduk, katanya”, itulah yang sering kita dengar atau kita ucapkan.

Sebenarnya apa penyakit “angin duduk” itu ?
Penyakit apa yang menimbulkan gejala atau keluhan “angin duduk” itu ?
Mengapa bisa timbul istilah “angin duduk” ?

Walaupun sesungguhnya tidak ada penyakit “angin duduk”, kita sering mendengar atau menemukan atau bahkan mengalami sendiri penyakit “angin duduk” itu. Tentu harus ada penjelasan yang masuk akal dari sudut pandang ilmu medis untuk keluhan “angin duduk”.


Gejala / keluhan dan tanda-tanda “angin duduk”. 

Banyak variasi keluhan, gejala, dan tanda yang membuat seseorang atau keluarganya merasa mengalami “angin duduk”. Setiap penderita bisa berbeda-beda gejala/keluhan dan tandanya. Ada penderita yang mengalami keluhan atau gangguan yang lebih dominan/berat di dada, sedangkan penderita lain mengalami keluhan atau gangguan yang lebih dominan/berat di perut.

Secara umum, masyarakat kita menyebut “angin duduk” jika terdapat satu atau lebih gejala atau keluhan dan tanda berikut :

  • Sakit dada (nyeri dada), terutama di sisi kiri atau di tengah dada.
  • Sakit perut, termasuk nyeri ulu hati atau bagian lain perut.
  • Rasa kembung yang luar biasa, sering disebut “perut menyesak”.
  • Rasa tegang atau keras pada perut.
  • Dengan / tanpa keluhan berikut :


  1. berkeringat dingin
  2. wajah menjadi pucat
  3. rasa sesak nafas atau rasa berat untuk bernafas
  4. nyeri punggung, terutama di sisi kiri atas
  5. sakit / nyeri pinggang
  6. nyeri perut sebelah kanan atas, di bawah lengkung iga terbawah
  7. pusing berputar ( vertigo ) atau rasa oyong-oyong
  8. mual dan muntah
  9. mencret
  10. rasa mau buang angin tapi susah buang angin
  11. rasa mau buang air besar tapi susah buang air besar
  12. gangguan kencing, seperti : kencing tersendat-sendat, rasa ingin kencing tapi susah kencing, sebentar-sebentar kencing dalam jumlah sedikit, kencing kemerahan atau berdarah.

Masing-masing gejala / keluhan dan tanda-tanda di atas tentu mempunyai penyebab spesifiknya, walaupun keluhan utamanya adalah merasakan adanya “angin yang duduk di dalam dada atau perut” atau “angin yang menguasai isi dada atau perut“.

Sekali lagi, sebenarnya tidak ada penyakit angin duduk; tapi benar ada keluhan-keluhan seperti yang dijelaskan di atas, ditambah dengan keluhan-keluhan sampingan/penyerta lain  yang semuanya dapat dijelaskan secara medis.
.

“Angin Duduk” Karena Serangan Jantung ( Sindrom Koroner Akut )

13941064731012590681
Foto ilustrasi nyeri dada karena serangan jantung.

Banyak juga gangguan kesehatan ringan seperti "masuk angin" atau "angin duduk" yang sebenarnya merupakan serangan jantung.

Sebuah penelitian di Universitas Airlangga Surabaya pada tahun 1980-an menunjukkan, ketika orang-orang yang merasa masuk angin diperiksa, sesungguhnya 30 persen di antara mereka terkena serangan jantung koroner. 

Ternyata orang Indonesia banyak mengalami penyumbatan pembuluh darah koroner arteri LAD (left anterior descending). Pembuluh darah itu menuju ke bagian depan dan bawah jantung, jadi rasanya seperti masuk angin. 

"Angin duduk itu adalah bahasa awam, yang dirasakan seperti masuk angin berat. Biasanya dikerik atau dipijat gejalanya tidak hilang. Sebetulnya itu kena serangan jantung," kata dr.Jetty Sedyawan, Sp.JP (K), dari Yayasan Jantung Indonesia dalam acara peluncuran asuransi AXA Heart and Save di Jakarta (8/10/14).

Serangan jantung yang tidak disadari itu akan menimbulkan komplikasi pada 1-2 jam pertama berupa gangguan irama jantung. "Sudah ada penyempitan di pembuluh darahnya lalu gangguan listrik jantung, akibatnya jantung tidak berdenyut tapi hanya bergetar saja sehingga tidak ada pasokan ke otak. Terjadilah kematian mendadak," paparnya.

Jetty mengatakan, 90 persen kematian mendadak disebabkan karena jantung. "Gangguan irama jantung bisa disebabkan karena berbagai sebab, misalnya stres atau kurang elektrolit. Tapi sifatnya sementara. Nah, pada serangan jantung gangguan irama ini berbahaya," ujar dokter yang menjadi dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Gejala serangan jantung memang bervariasi, tetapi secara umum tanda utama yang perlu diwaspadai adalah rasa sakit pada bagian dada yang hebat dan bertahan lama, rasa nyeri yang menyebar melampaui dada ke bahu kiri dan lengan, ke punggung, bahkan ke gigi dan rahang. Napas pun terasa sesak.

Serangan jantung juga bisa didahulu sederet serangan angina (perasaan berat atau sesak), tapi bisa terjadi secara tiba-tiba tanpa peringatan sebelumnya.

Serangan jantung yang disebabkan oleh sumbatan pembuluh darah jantung bisa menunjukkan gejala / keluhan dan tanda-tanda seperti :

  • Nyeri dada, baik di bagian kiri dada ataupun di tengah-tengah dada
  • Nyeri dada bisa menjalar ke punggung kiri atas, atau ke arah rahang bawah, atau ke arah ketiak, atau ke arah bagian dalam lengan
  • Sesak nafas atau rasa berat untuk bernafas
  • Rasa pusing berputar ( vertigo )
  • Berkeringat dingin
  • Wajah menjadi pucat
  • Pitam atau terjatuh pingsan ( syncope )
  • Nyeri ulu hati atau sedikit di atas ulu hati
  • Perut kembung atau rasa menyesak
  • Mual dan muntah
  • Mendadak buang air besar dalam jumlah banyak sekaligus

139410689676119661
Gambar ilustrasi penjalaran nyeri saat serangan jantung. 
Sumber : 3d4medical.com

Sumbatan pembuluh darah jantung merupakan penyebab yang paling sering dan paling fatal dari kasus-kasus yang sering disebut ( oleh masyarakat awam kita ) sebagai “angin duduk”. Serangan jantung karena sumbatan pembuluh darah jantung ( dalam medis disebut Sindrom Koroner Akut ) sering menyebabkan kematian dalam hitungan menit atau belasan menit.

Tidak jarang penyakit ini terjadi pada penderita yang sebelumnya merasa sehat atau terlihat sehat-sehat saja tanpa ada keluhan apa-apa.

Penderita sebelumnya mungkin hanya merasakan sedikit pusing, merasa “masuk angin”, merasa “tidak enak badan”, tapi tidak lama kemudian ditemukan dalam keadaan meninggal.

Sering juga hanya timbul gejala nyeri dada ( angina pectoris, dibaca : “anggina pektoris” ) saja, disusul kematian mendadak. Oleh karena itu, masyarakat Indonesia sering menyebut “angin duduk” untuk penyakit ini.

Serangan jantung menimbulkan kerusakan pada otot jantung karena kehilangan pasokan darah. Karena itulah waktu sangat berharga. "Time is muscle, makin lama dibawa ke rumah sakit makin berkurang pasokan darah yang dibutuhkan tubuh," katanya.




“Angin Duduk” Karena Batu Empedu

Gambar ilustrasi kantong empedu dan hubungannya dengan liver (hati) dan usus dua belas jari. Sumber:www.cancer.gov


Cairan empedu dihasilkan oleh hati / liver, berfungsi melarutkan semua jenis lemak yang kita konsumsi. Setelah diproduksi di dalam hati, cairan empedu disimpan di dalam kantong empedu. Saat makanan mengandung lemak mencapai usus dua belas jari (duodenum), kantong empedu memompa cairan empedu ke dalam usus dua belas jari untuk melarutkan lemak. Kelebihan konsumsi makanan berminyak / berlemak dengan sendirinya merangsang produksi cairan empedu yang berlebihan. Timbunan cairan empedu yang berlebihan di dalam kantong empedu inilah yang membentuk lumpur empedu dan selanjutnya membentuk batu empedu (cholelithiasis).

13941075641235464971
Gambar ilustrasi batu empedu di dalam kantong empedu dan saluran menuju usus dua belas jari. Sumber:thelightsomelife.com

Jika batu empedu menyumbat saluran empedu ( yang menuju usus dua belas jari ), maka timbullah gejala atau keluhan yang membuat penderita merasa mengalami “angin duduk”. Keluhan sakit perut yang disebabkan oleh batu empedu dalam medis disebut “kolik bilier“.
Batu empedu ( yang tersangkut atau menyumbat saluran empedu ) dapat memberikan gejala atau keluhan dan tanda-tanda seperti :

  • Nyeri hebat di ulu hati, atau nyeri di bagian kanan atas perut (tepat di bawah pertengahan lengkung iga terbawah).
  • Berkeringat dingin dan banyak
  • Wajah menjadi pucat
  • Perut kembung atau rasa menyesak
  • Mual dan muntah

.

“Angin Duduk” Karena Batu Ginjal Dan Saluran Kemih / Kencing

13941139332068754212
Gambar ilustrasi ginjal dan saluran kemih. 
Sumber : onhealth.com

Batu saluran kemih (urolithiasis) bisa berada di dalam ginjal (disebut nefrolithiasis), bisa berada di dalam saluran antara ginjal dan kantong kemih (disebut ureterolithiasis), bisa juga berada di dalam kantong kemih (disebut vesicolithiasis).

Jika batu ginjal menyumbat/tersangkut di saluran keluar ginjal atau tersangkut di ureter ( saluran antara ginjal dan kantong kemih ), maka timbullah gejala atau keluhan yang membuat penderita merasa mengalami “angin duduk”. Keluhan sakit perut dan pinggang yang disebabkan oleh batu ginjal dalam medis disebut “kolik renal“, sedangkan yang disebabkan oleh batu di ureter disebut “kolik ureter“. Kolik renal dan kolik ureter yang hebat itulah yang membuat penderita merasa mengalami “angin duduk”.

Dua gambar di sisi kanan menunjukkan proyeksi lokasi nyeri di pinggang dan perut akibat batu di dinjal sampai ureter. 
Sumber:onhealth.com

Foto ilustrasi sakit pinggang karena batu ginjal. Dua gambar di sisi kanan menunjukkan proyeksi lokasi nyeri di pinggang dan perut akibat batu di ginjal dan batu ureter. Sumber : picstopin.com
Batu ginjal ataupun batu yang tersangkut di ureter bisa menunjukkan gejala atau keluhan dan tanda-tanda seperti :

  • Sakit pinggang (kiri/kanan sesuai dengan posisi batu).
  • Sakit perut, rasa tegang atau menyesak. Lokasi sakit perut sesuai dengan lokasi batunya.
  • Pada laki-laki, sakit perut menjalar ke buah zakar jika batunya mendekati kantong kemih.
  • Rasa ingin buang angin tapi susah buang angin.
  • Rasa ingin buang air besar tapi susah buang air besar.
  • Gangguan buang air kecil, seperti :
  • Tidak bisa kencing sama sekali
  • Rasa ingin buang air kecil tapi susah buang air kecil
  • Sebentar-sebentar kencing dalam jumlah sedikit
  • Kencing tersendat-sendat / menetes-netes
  • Kencing berwarna kemerahan atau kencing berdarah

.

“Angin Duduk” Karena Keracunan Jengkol ( “Kejengkolan” )

Gejala dan tanda-tanda keracunan jengkol - dalam medis disebut intoksikasi asam jengkolat, bisa sama persis dengan gejala dan tanda batu saluran kemih.

Bagi sebagian anggota masyarakat Indonesia, jengkol merupakan salah satu makanan kesukaan. Keracunan jengkol terjadi karena hasil akhir pencernaan jengkol - yaitu kristal asam jengkolat tertimbun atau tersangkut di dalam ginjal, sehingga menimbulkan keluhan yang sama persis dengan batu ginjal.

Gejala keracunan jengkol bisa terjadi dalam hitungan jam sampai satu-dua hari setelah konsumsi jengkol. Ini merupakan reaksi individual ; ada orang yang mengalami keracunan jengkol walaupun hanya makan sepotong jengkol, sementara yang lain tidak mengalami keracunan walaupun makan sepiring jengkol. Bagi mereka yang sudah pernah mengalami keracunan jengkol, hendaknya berpantang jengkol seumur hidup.
.

“Angin Duduk” Karena Usus Buntu Yang Pecah Atau Hampir Pecah

Infeksi yang diikuti proses peradangan akut di usus buntu - dalam medis disebut appendicitis akut, tentu memberikan keluhan-keluhan perut bagi penderitanya.

1394109006459852131
Gambar ilustrasi posisi usus buntu (appendix) di dalam rongga perut. 
Sumber : bluestonesurgical.com

Usus buntu akut ( appendicitis akut ) dapat menunjukkan gejala atau keluhan dan tanda-tanda seperti :

  • Sakit ulu hati ( sering menjadi gejala awal dari usus buntu )
  • Perut kembung
  • Buang angin kurang
  • Buang air besar kurang, atau sering tapi sedikit-sedikit
  • Mual, muntah
  • Sakit perut bagian kanan bawah, terutama jika berdiri tegak atau melengkungkan badan ke belakang ; berkurang jika membungkukkan badan atau jika duduk

Pada saat usus buntu hampir pecah atau sudah pecah, timbullah rasa nyeri hebat di semua bagian perut yang disertai rasa tegang perut atau rasa perut menyesak atau rasa perut mengeras. Bersamaan dengan itu timbul juga rasa ingin buang angin tapi susah, rasa ingin buang air besar tapi susah. Inilah yang membuat penderita merasa mengalami “angin duduk”.
.

“Angin Duduk” : Masih Banyak Kemungkinan Penyakit Penyebabnya

Masih banyak penyakit yang bisa membuat seseorang mengalami keluhan atau gejala  ”angin duduk” seperti dijelaskan di atas.

  • Lambung yang mengalami luka yang dalam atau hampir ‘jebol’ (perforasi lambung) juga menunjukkan keluhan atau gejala seperti “angin duduk”.
  • Usus turun (Hernia Inguinalis) yang terjepit juga menunjukkan keluhan atau gejala seperti “angin duduk”.
  • Usus besar yang tersumbat oleh kotoran yang membatu juga bisa menunjukkan gejala seperti “angin duduk”.
  • Usus besar yang tersumbat atau ‘tercekik’ oleh tumor atau keganasan/kanker (baik di dalam usus maupun di luar usus)  juga bisa menimbulkan gejala seperti “angin duduk”.
  • Keganasan/kanker usus yang membuat usus besar hampir ‘jebol’ (perforasi usus) juga bisa menunjukkan keluhan atau gejala seperti “angin duduk”.
  • Tumor lain di dalam rongga perut ( misalnya tumor hati, pembesaran limpa ) dan  di dalam rongga panggul ( misalnya tumor indung telur/ovarium, tumor rahim ) juga bisa memberikan gejala seperti “angin duduk”.
  • Infeksi dan peradangan berat di saluran rahim (adnexitis/salpingitis) juga bisa memberikan gejala seperti “angin duduk”.
  • Kehamilan di luar rahim (kehamilan ectopik) yang terganggu juga menunjukkan gejala seperti “angin duduk”.

.

“Angin Duduk” : Istilah Rancu Yang Perlu Diluruskan.

Ilustrasi /Admin (Shutterstock

Jika kita mengerti semua penjelasan di atas, kita tahu bahwa sesungguhnya tidak ada penyakit angin duduk. “Angin duduk” bukan istilah resmi dalam ilmu kedokteran. “Angin duduk” hanya sebuah istilah awam yang dipakai dalam masyarakat kita untuk keluhan nyeri dada atau nyeri perut yang hebat dan mendadak sebagai keluhan utamanya.

Jika gejala atau keluhan-keluhan “angin duduk” yang dimaksud disebabkan oleh sumbatan pembuluh darah jantung, dunia medis menyebut penyakit ini sebagai “Sindrom Koroner Akut“. Jika gejala atau keluhan-keluhan “angin duduk” yang dimaksud disebabkan oleh penyakit-penyakit di dalam perut (seperti contoh-contoh di atas), dunia medis menyebut kondisi ini sebagai “Akut Abdomen”.

Keluhan “angin duduk” -seperti telah dijelaskan di atas, bisa disebabkan oleh bermacam-macam penyakit yang berat dan bersifat gawat darurat dan sering berakibat fatal bagi penderitanya. Oleh karena itu, menyimpulkan seseorang menderita penyakit “angin duduk” sebagai penyakit finalnya sungguh sangat tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Menerima/ menghadapi penderita dengan keluhan “angin duduk”, para dokter Indonesia harus bisa secara singkat dan tepat melakukan anamnesa (tanya jawab) dan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang (jika memungkinkan) untuk segera menyimpulkan apa sesungguhnya penyakit yang diderita oleh pasien yang datang dengan keluhan utama “angin duduk”.

Di negara kita - dari Sabang sampai Merauke, ada banyak orang yang disebut-sebut meninggal karena  ”angin duduk”. Keluarga yang ditinggalkan pun sering menyebut “angin duduk” sebagai penyebab kematiannya. Padahal ada banyak kemungkinan penyakit yang memberikan keluhan atau gejala dan tanda-tanda “angin duduk” yang semuanya bisa dijelaskan secara medis. Beberapa di antara penyebab “angin duduk” itu berpotensi menimbulkan kematian dalam waktu singkat, seperti serangan sumbatan pembuluh darah jantung (sindrom koroner akut).

Jika ada orang yang benar-benar merasa mengalami keluhan atau gejala “angin duduk” seperti uraian di atas, maka ia harus harus segera mencari dan mendapatkan pertolongan medis.
.
Penulis : dr.Kosasi Kwek
Sumber : http://kesehatan.kompasiana.com/, 12 March 2014, 09:07 WIB.

Rabu, 17 Desember 2014

"Angin Duduk", Serangan Jantung Yang Tak Disadari.


Bukan tanpa sebab jika penyakit jantung dijuluki the silent killer. Itu karena 30 persen serangan jantung tidak memiliki gejala dan berakhir dengan kematian. Banyak juga gangguan kesehatan ringan seperti "masuk angin" atau "angin duduk" yang sebenarnya merupakan serangan jantung.

Sebuah penelitian di Universitas Airlangga Surabaya pada tahun 1980-an menunjukkan, ketika orang-orang yang merasa masuk angin diperiksa, sesungguhnya 30 persen di antara mereka terkena serangan jantung koroner. 

Ternyata orang Indonesia banyak mengalami penyumbatan pembuluh darah koroner arteri LAD (left anterior descending). Pembuluh darah itu menuju ke bagian depan dan bawah jantung, jadi rasanya seperti masuk angin. 

"Angin duduk itu adalah bahasa awam, yang dirasakan seperti masuk angin berat. Biasanya dikerik atau dipijat gejalanya tidak hilang. Sebetulnya itu kena serangan jantung," kata dr.Jetty Sedyawan, Sp.JP (K), dari Yayasan Jantung Indonesia dalam acara peluncuran asuransi AXA Heart and Save di Jakarta (8/10/14).

Serangan jantung yang tidak disadari itu akan menimbulkan komplikasi pada 1-2 jam pertama berupa gangguan irama jantung. "Sudah ada penyempitan di pembuluh darahnya lalu gangguan listrik jantung, akibatnya jantung tidak berdenyut tapi hanya bergetar saja sehingga tidak ada pasokan ke otak. Terjadilah kematian mendadak," paparnya.

Jetty mengatakan, 90 persen kematian mendadak disebabkan karena jantung. "Gangguan irama jantung bisa disebabkan karena berbagai sebab, misalnya stres atau kurang elektrolit. Tapi sifatnya sementara. Nah, pada serangan jantung gangguan irama ini berbahaya," ujar dokter yang menjadi dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Gejala serangan jantung memang bervariasi, tetapi secara umum tanda utama yang perlu diwaspadai adalah rasa sakit pada bagian dada yang hebat dan bertahan lama, rasa nyeri yang menyebar melampaui dada ke bahu kiri dan lengan, ke punggung, bahkan ke gigi dan rahang. Napas pun terasa sesak.

Serangan jantung juga bisa didahulu sederet serangan angina (perasaan berat atau sesak), tapi bisa terjadi secara tiba-tiba tanpa peringatan sebelumnya.

Serangan jantung menimbulkan kerusakan pada otot jantung karena kehilangan pasokan darah. Karena itulah waktu sangat berharga. "Time is muscle, makin lama dibawa ke rumah sakit makin berkurang pasokan darah yang dibutuhkan tubuh," katanya.

Editor : Lusia Kus Anna
Sumber :www.tabloidnova.com, dikutip dari : http://health.kompas.com/, Rabu, 8 Oktober 2014, 17:22 WIB.


Pertolongan Pertama pada Serangan Jantung.


Serangan jantung di dunia kedokteran dikenal dengan istilah Sindrom Koroner Akut (SKA). Ini terjadi akibat adanya pembuluh darah koroner yang mengalami sumbatan. Sumbatannya bisa bersifat parsial atau pun total.

Keluhan khas SKA
  • Nyeri dada yang sifatnya terasa berat atau seperti tertimpa beban berat.
  • Nyeri yang menjalar ke bahu, leher, atau lengan.
  • Disertai dengan pusing berputar, berkeringat dingin, atau mual.
  • Disertai sesak napas.


Pertolongan pertama
  1. Jika pasien sadar, posisikan pasien pada posisi beristirahat yang paling nyaman. Jika pasien memiliki obat-obatan untuk problem jantung koroner dan masih dapat menelan, bantu pasien untuk mengonsumsinya. Kemudian, segera bawa pasien ke rumah sakit terdekat atau hubungi layanan gawat darurat.
  2. Jika pasien menjadi tidak sadar setelah mengeluh nyeri dada, baringkan pasien di tempat yang datar dan aman. Segera hubungi layanan gawat darurat atau bawa segera pasien ke rumah sakit.
  3. Jika Anda terlatih melakukan Bantuan Hidup Dasar (BHD), setelah memastikan pasien tidak sadar dan memanggil bantuan dengan menghubungi layanan gawat darurat, Anda dapat melakukan Resusistasi Jantung Paru (RJP) atau pun menggunakan AED (Automated External Defibrillator) pada pasien.


Data menunjukkan, tertundanya RJP dan pemberian defibrilasi dini pada pasien dengan sindrom koroner akut yang sudah tidak sadar, akan meningkatkan risiko kematian. 

Sebelum membawa pasien ke IGD, lakukan langkah pertolongan yang sudah dijelaskan, berikan rasa nyaman pada pasien dan pastikan pasien tidak ditinggalkan sendirian.

Mencegah SKA:
- Gaya hidup sehat
Menerapkan gaya hidup sedat dengan makanan bergizi seimbang dan aktivitas fisik yang teratur.

  • Deteksi dini

Melakukan deteksi dini terhadap faktor risiko sindrom koroner akut, yaitu diabetes, kolesterol tinggi, dan hipertensi melalui medical check up secara berkala yang dilanjutkan dengan upaya mengendalikannya melalui perubahan gaya hidup maupun penggunaan obat-obatan sesuai dengan anjuran dokter.

  • Berhenti merokok

Perokok memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami sindrom koroner akut. Data penelitian menunjukkan, angka kejadian serangan jantung meningkat 6 kali lipat pada wanita dan 3 kali lipat pada pria yang merokok 20 batang perhari, bila dibandingkan dengan subjek yang tidak merokok.

Berhenti merokok juga telah terbukti memperbaiki hasil akhir dari pasien yang mengalami sindrom koroner akut, baik terkait kematian maupun terjadinya serangan ulangan. 

Penulis : Hasto Prianggoro
Editor : Lusia Kus Anna
Sumber :www.tabloidnova.com, dikutip dari : http://health.kompas.com/, Selasa, 16 Desember 2014, 15:13 WIB.

Selasa, 16 Desember 2014

Teori Evolusi, Science? atau Hoax?


Analisis terhadap teori Evolusi dari perspektif science (segi sejarah perkembangan iptek). Penelitian lebih jauh dan analisa yang comprehensive terhadap Teori Evolusi akan bermuara pada pertanyaan yang sangat mendasar - apakah benar-benar science murni ataukah hanya suatu Hoax belaka, yang bernuansa propaganda filsafat materialism?


Sejarah singkat dan pemahaman teori evolusi.

Sebenarnya Charles Darwin bukanlah orang pertama yang mempunyai gagasan tentang evolusi. Jauh sebelumnya tokoh seperti Buffon (1707-1788), Lamark (1744-1804) dan Schopenhauer (1788-1860) sering menggunakan istilah tersebut untuk menunjukkan adanya kemajuan dalam diri manusia. Namun demikian, nama Darwin mulai terkenal dengan teori evolusinya karena karyanya yang berjudul On the Origin of Species. 

Timbul pertanyaan yang sangat mendasar....
  • Apakah teori yg sudah cukup "kuno" tersebut masih uptodate hingga zaman ini? 
  • Apakah teori kuno tersebut dapat bertahan menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah dapat menguak lebih jauh dan lebih dalam lagi berkenaan dgn eksistensi kerumitan mahluk hidup dan asal-usulnya? 
  • Apakah teori evolusi tersebut telah menjawab secara memuaskan dari segi science tentang seluruh eksistensi milyaran spesies mahluk hidup di bumi ini? 

Dalam buku tersebut ia berusaha memaparkan dan memberikan argumentasi bahwa makhluk hidup yang ada sekarang ini sebenarnya berasal dari satu induk yang sangat sederhana, yang berangsur-angsur mengalami perubahan menuju ke arah yang kompleks dalam proses waktu yang panjang. 

Setelah seratus tahun terbitnya buku Darwin , yaitu pada tahun 1959, Para ilmuwan berkumpul di Chicago, Amerika Serikat, untuk merayakan Darwin centensial (seabad Darwin ). Dalam pertemuan tersebut, lima puluh tokoh yang hadir sepakat merumuskan evolusi sebagai berikut : 
  • Evolusi adalah istilah umum yang dapat didefinisikan sebagai proses satu arah dalam waktu yang tidak dapat dibalikkan, yang selama jalannya itu menghasilkan sesuatu yang baru, keaneka-ragaman dan taraf organisasi yang lebih tinggi. 
  • Proses ini bekerja di segala sektor jagad raya yang dapat dilihat, tetapi paling dianalisis dengan sepenuhnya dalam sektor biologi. Pokok-pokok yang dipercayai sebagai bukti teori evolusi dan analisis ilmiah terhadapnya.



1. Perbandingan Anatomi

[6.bmp]

Dalam menyusun teorinya para penganut paham evolusi sering memakai perbandingan struktur organ makhluk hidup. Mereka sering memakai berbagai organ tubuh dari berbagai vertebrata misalnya anggota tubuh bagian depan manusia yang dipakai untuk memegang dibandingkan dengan organ tubuh bagian depan pada burung yang dipakai untuk terbang. Menurut mereka kedua organ tersebut asalnya sama, tetapi karena terjadi evolusi maka kedua organ tersebut menjadi berbeda dan akibatnya terjadilah perubahan adaptif yang berbeda pula sehingga fungsinya menjadi berbeda. 

Organ-organ dari berbagai makhluk hidup yang mempunyai bentuk asal yang sama dan kemudian mengalami perubahan struktur sehingga fungsinya berbeda disebut homolog. Homolog lain yang sering dipakai oleh para penganut paham evolusi untuk mempertahankan teori mereka adalah perbandingan struktur organ bagian depan pada anjing dan ikan. Tetapi, sekalipun terdapat persamaan struktur di antara mereka, masing-masing memiliki DNA dari spesies yang berbeda. Di dalam hukum genetika, DNA dari spesies yang berbeda tidak dapat dimutasikan untuk menghasilkan organisme baru. 

Menurut hukum Mendel, mutasi hanya dapat terjadi pada organisme dalam satu spesies saja, dan hasilnyapun bukan organisme baru, tetapi variasi yang masih dalam satu spesies. Dalam hal ini Mendel memakai tanaman ercis sebagai bahan percobaannya. Walaupun percobaannya menghasilkan hal-hal baru dari kacang ercis, seperti ukuran, warna dan sifat-sifat baru lainnya, hasil percobaannya tidak pernah menghasilkan jenis tanaman baru diluar spesies ercis. Rekayasa genetika dari DNA organ bagian depan pada anjing tidak akan dapat dan tidak akan mungkin menghasilkan organ tubuh bagian depan manusia, demikian juga dengan ikan dan burung. 


Jadi, kemiripan struktur organ bagian depan dari manusia, anjing, burung dan ikan tidak dapat dijadikan praduga bahwa tangan manusia merupakan hasil evolusi dari kaki anjing bagian depan. Dengan demikian adalah tidak sah untuk mengatakan adanya evolusi dengan memakai perbandingan kemiripan anatomi tubuh makhluk hidup.


2. Perbandingan Embriologi.


Melalui pengamatan didapati adanya persamaan pada tahap-tahap perkembangan makhluk hidup dari fase zigot, morula, blastula, grastula, hingga fase tertentu, tetapi kemudian mengalami perbedaan setelah mencapai fase embrio. Perkembangan individu mulai dari sel telur dibuahi sampai individu tersebut mati disebut ontogeni. Dengan adanya persamaan perkembangan pada semua golongan hewan vertebrata tersebut sampai tahap tertentu (dalam hal ini manusia digolongkan ke dalamnya), para penganut paham evolusi meyakini adanya hubungan kekerabatan. 

Jika hal tersebut dibandingkan dengan filogeni, yaitu sejarah perkembangan organisme dari filum yang paling sederhana hingga yang paling sempurna, maka kita akan mendapati adanya suatu kesesuaian, dimana ontogeni merupakan filogeni yang dipersingkat. Hubungan kekerabatan dan kesesuaian inilah yang diyakini oleh para penganut paham evolusi sebagai adanya proses evolusi. 

Tetapi, adalah tidak sah apabila kita menyusun teori evolusi hanya dengan mengambil ide dari persamaan pada tahap-tahap perkembangan makhluk hidup sampai pada fase tertentu saja dan perkembangan dari yang sederhana menuju yang kompleks dari embrio makhluk hidup yang dilihat. Hal ini lebih tepat dikatakan sebagai prasangka evolusi.


3. Organ yang dianggap tidak bermanfaat


Paham evolusi mengemukakan bahwa organ pada tubuh manusia yang dianggap tidak bermanfaat, yang jumlahnya kurang lebih 180 macam, diantaranya usus buntu, kelenjar gondok dan amandel merupakan sisa-sisa dari terjadinya proses evolusi yang sangat panjang dari materi amuba sampai pada akhirnya terbentuk manusia yang sangat kompleks susunannya. 

Tetapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membuktikan bahwa 178 dari 180 organ tubuh manusia yang dianggap sebagai sisa-sisa hasil evolusi yang sangat panjang itu ternyata mempunyai fungsi yang penting dalam pertumbuhan manusia, seperti untuk mengatur keseimbangan kalsium, dan yang lainnya. Jadi tidak benar apabila organ tubuh tersebut dijadikan petunjuk adanya evolusi.


4. Variasi antar individu dalam satu keturunan

Dalam satu spesies kita sering melihat adanya perbedaan warna, ukuran, berat, kefaalan dan cara hidup. Hal ini dapat terjadi karena pengaruh berbagai faktor seperti suhu, tanah, makanan dan lain-lain. Variasi dalam spesies ini dalam perkembangan berikutnya akan menurunkan keturunan yang berbeda, tetapi masih dalam satu spesies.

Hal ini sering disebut evolusi mikro. Dalam hal ini Kekristenan tidak menolaknya. Yang tidak disetujui oleh Kekristenan ialah apabila kenyataan evolusi mikro ini dijadikan petunjuk adanya evolusi makro.


5. Mutasi (Mutasi Genetika)

Para penganut paham evolusi modern yang disebut Neo-Darwinisme masih menerima konsep-konsep Darwin tentang seleksi alam dan menambahkan sesuatu yang baru di dalamnya, yaitu mutasi. Mereka percaya bahwa sifat-sifat baru berasal/muncul dari pertukaran acak secara kebetulan (new traits come about by chance - by random cange) didalam gen dan disebut mutasi. 

Mereka menganggap munculnya sifat-sifat baru melalui mutasi ini sebagai bukti terjadinya evolusi makro. Pada dasarnya, terjadinya sifat-sifat baru pada makhluk hidup dalam satu spesies melalui mutasi adalah benar, tetapi hal ini tidak dapat menciptakan spesies baru. Apabila kita menganggap mutasi sebagai bukti terjadinya evolusi makro, kita akan menemukan dua rintangan, yaitu:
  • Rintangan matematis. Pada dasarnya mutasi jarang terjadi. Secara perhitungan matematis tidak mungkin terjadi serangkaian mutasi berkesinambungan/terus menerus seperti yang seharusnya terjadi dalam teori evolusi.
  • Kenyataan 'down ward'. Penelitian di laboratorium menunjukkan bahwa dengan memblok fungsi normal gen-gen tertentu, mutasi telah menghasilkan sejumlah gen abnormal dalam populasi makhluk hidup yang dapat membawa kepada kemerosotan dalam banyak hal, seperti hemopholia (penyakit bleeder). Dengan demikian dapatlah disimpulkan bahwa mutasi acak tidak menyebabkan peningkatan organisme ke arah yang lebih sempurna/kompleks tetapi justru sebaliknya, ke arah penurunan.



6. Fosil (Bukti Arkeologi)


Para tokoh evolusi mempercayai penemuan fosil-fosil sebagai bukti terjadinya evolusi. Apabila paham evolusi mengandung kebenaran, maka penemuan fosil-fosil dalam lapisan-lapisan tanah seharusnya menunjukkan adanya kesinambungan dari bentuk yang paling sederhana kepada bentuk yang sangat kompleks, dan dari hasil fosil yang tertua sampai yang termuda sekarang ini. 

Kenyataannya adalah sebaliknya, banyak mata rantai yang hilang dan adanya penemuan fosil-fosil yang berusia tua berada pada lapisan tanah yang muda dan fosil yang berusia muda berada pada lapisan yang tua, bahkan ada yang bercampur. Teori evolusi tidak mampu menjawab kenyataan adanya bermacam-macam fosil bintang laut yang tidak bertulang belakang yang bersifat multiseluler dalam batu-batuan zaman Cambrium yang lebih rendah serta ketidak hadirannya dalam batu-batuan dari pembagian zaman yang besar. Selain itu, penjelasan antara mata rantai yang satu dengan mata rantai yang lain akan mengalami rintangan, yaitu lompatan yang sangat jauh yang tak terbayangkan.


7. Manusia kera (manusia purba)


Para penganut paham evolusi mengklaim penemuan-penemuan fosil kera mereka sebagai mata rantai yang hilang yang selama ini dicari dan dianggap sebagai nenek moyang manusia (missing link).
  • Pithecanthropos erectus, 'pithecus' berarti kera dan 'anthropos' berarti manusia. Jadi Pitechanthropos erectus berarti manusia kera. Fosil ini ditemukan oleh seorang dokter berkebangsaan Belanda yang bernama Eugene Dubois di tahun 1891-1892 di desa Trinil di tepi sungai Bengawan Solo. Tetapi, sebelum meninggal dunia ia menyatakan bahwa fosil yang ditemukannya tersebut sebenarnya adalah tulang-belulang seekor kera gibbon raksasa.
  • Manusia Peking, Fosilnya ditemukan di gua-gua dekat kota Peking pada tahun 1929. Penemuan dan pembuktian selanjutnya menunjukkan bahwa manusia Peking ini tidak jauh berbeda dengan manusia modern.
  • Manusia Piltdown, Fosilnya ditemukan oleh Charles Dawson pada tahun 1912. Pembuktian lebih lanjut di tahun 1953 menunjukkan bahwa tengkorak dan tulang-tulang pada fosil tersebut dipalsukan oleh penemunya sebagai usaha untuk mempertahankan teori evolusi yang dipercayainya. Tulang rahangnya diambil dari tulang rahang seekor kera yang giginya dikikir rata dan tulang belakangnya sengaja diberi warna palsu.
  • Manusia Nebraska,  Hanya dengan menemukan sebuah gigi di tahun 1922 dan bagian-bagian tulang tertentu yang jumlahnya sangat sedikit di tahun berikutnya, para penganut paham evolusi berani menyatakan penemuannya sebagai nenek moyang manusia yang berasal dari kera. Penelitian lebih lanjut membuktikan bahwa itu semua adalah tulang-belulang seekor babi saja.
  • Manusia Colorado,  Hanya dengan menemukan sebuah gigi, para penganut paham evolusi berani menyatakannya sebagai gigi manusia Colorado yang merupakan nenek moyang manusia. Tetapi penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa gigi tersebut adalah gigi seekor binatang yang tergolong dalam keluarga kuda. Disini kita melihat besarnya permainan spekulasi dari para penganut paham evolusi.
  • Ramapithecus, Penelitian lebih lanjut dari segi morfologis, ekologis dan tingkah lakunya membuktikan bahwa itu bukanlah tergolong manusia atau kera setengah manusia, melainkan jenis kera yang sudah punah.
  • Australopithecus, Fosil ini memiliki otak kera, tampang dan cara berjalannya (tingkah laku) seperti kera, tetapi gigi mirip dengan manusia. Dengan bergigi seperti manusia para penganut paham evolusi mempercayainya sebagai manusia setengah kera. Tetapi, Baboon di Ethiopia yang sekarang masih hidup juga mempunyai tulang rahang dan gigi yang mirip dengan manusia.


8. Hukum fisika termodinamika

Selain adanya permasalahan-permasalahan yang tidak dapat dijawab oleh para penganut paham evolusi, paham evolusi juga bertentangan dengan penemuan-penemuan baru dalam science, seperti hukum termodinamika yang telah diterima secara umum. Termodinamika adalah bidang ilmu fisika yang mempelajari hubungan yang menyebabkan panas berubah ke dalam bentuk energi lainnya, terutama meyangkut tenaga mesin. Hukum ini terdiri dari dua hukum pokok, yaitu:
  • Hukum kekalan energi yang berbunyi: "Tidak ada apapun yang dapat diciptakan dan dimusnahkan, sehingga massa dan energi secara kuantitatif bersifat konstan. "Penemuan ini telah menggulingkan paham evolusi yang selalu berusaha menjelaskan asal-usul segala sesuatu di bumi ini dalam proses penciptaan yang masih tetap saja berlangsung.
  • "Semua sistem yang dibiarkan pada perkembangannya sendiri selalu cenderung untuk bergerak dari keteraturan ke keadaan yang tidak teratur, sedangkan tenaganya cenderung untuk beralih bentuk ke arah taraf yang lebih rendah kemampuannya, dan akhirnya akan mencapai keadaan yang serba merosot sampai akhirnya kemampuannya lenyap sama sekali dan tidak mempunyai daya kerja." 
Dengan perkataan lain, hukum ini menyatakan bahwa proses alamiah itu bergerak ke arah taraf yang menurun menuju pada kemerosotan, kehancuran dan kebinasaan. Jadi, ada awal dari segala sesuatu dan ada pula akhir dari segala sesuatu.

Hal ini bertentangan dengan prinsip Evolusi. Selain itu, secara logika pernyataan yang terkandung dalam teori evolusi seperti "awal kehidupan di bumi sekarang ini berasal dari suatu organisme yang sederhana" dan "manusia berasal dari kera" tidak bisa dikatakan sebagai pernyataan scientific, tetapi metafisik, sebab tidak bisa diverifikasi (dinyatakan benar atau tidak dengan pembuktian kebenaran) atau difalsivikasikan (dengan pembuktian salah). Lagi pula bukti-bukti yang dikemukakan para penganut teori evolusi untuk mendukung teorinya tidak lengkap dan mengandung banyak pertentangan yang sampai sekarang tidak dapat dijawab.

Melihat lemahnya toeri evolusi dan ketidakmampuannya menjawab permasalahan-permasalahan yang timbul di dalamnya, serta besarnya unsur spekulasi di dalam membangun teorinya, 
apakah kita akan percaya pada teori ini?

NB: Tulisan ini merupakan kutipan artikel dari berbagai sumber referensi.

Sumber : http://rotogu.blogspot.com/, 12 Februari 2008.

Inilah 10 Makhluk Tertua di Bumi, Yang Menunjulkan TEORI EVOLUSI TIDAK TERBUKTI !


Semua hewan dan tumbuhan yang hidup hingga saat ini adalah makhluk-makhluk yang sudah berhasil hidup dan beradaptasi selama jutaan tahun lalu.

Bahkan sampai sekarang pun, masih ada banyak hewan-hewan prasejarah yang masih hidup. Sebut saja contohnya paus atau komodo. Dua hewan tersebut dipercaya hidup di era dinosaurus menguasai bumi.


Namun, terdapat 10 makhluk hidup lain yang berumur lebih tua dari dua hewan tersebut. Berikut ke sepuluh makhluk tua hingga yang paling tua berdasarkan hitungan urut mundur:


10. Semut Martialis Heureka (120 juta tahun)


Walaupun termasuk salah satu hewan tertua di bumi, namun semut ini baru ditemukan oleh manusia modern pada tahun 2000 lalu di hutan hujan Amazon, dekat Manaus, Brasil.

Semut ini sempat menghebohkan peneliti karena tak ada matanya, alias buta. Jenis semut yang tanpa mata dan memiliki warna cream ini merupakan keluarga baru dari Martialinae.

Begitu anehnya semut yang tiada duanya ini, maka dijuluki “Semut dari planet Mars” atau dalam bahasa latinnya Martialis heureka (“ant from Mars”) yang kemudian menjadi namanya.

Dan sangat mengagumkan, walau tanpa mata dan hanya dengan mengandalkan kedua sungut antenanya, turunan semut spesies ini dapat beradaptasi dan bisa bertahan hidup sejak lebih seratus juta tahun lamanya.


9. Ikan Sturgeon (200 juta tahun)


Ikan jenis Sturgeon adalah nama umum dari 26 spesies ikan dalam keluarga Acipenseridae, termasuk genus Acipenser, Huso, Scaphirhynchus dan Pseudoscaphirhynchus.

Keluarga dari ikan bertulang tertua ini mempunyai habitat hidup di sungai, danau dan pantai sub-tropis, iklim sedang dan sub-arktik. Sturgeon dapat dijumpai di sekitar Amerika Utara.

Menurut para ahli, dulunya kemungkinan ikan ini memiliki tubuh yang besar, namun dikarenakan evolusi maka menyusut sampai dengan bentuk seperti sekarang.


8. Hewan Laut Horseshoe Shrimp (200 juta tahun)


Horseshoe Shrimp adalah satu-satunya spesies di muka bumi yang tidak mengalami evolusi atau perubahan bentuk sejak 200 tahun lalu.

Dari fosil yang ditemukan dan bentuknya sekarang, hewan yang bernama latin Cephalocarida ini juga masih tetap sama.


7. Tumbuhan Ginkgo Biloba (270 juta tahun)


Spesies tunggal dari salah satu divisio anggota tumbuhan berbiji terbuka ini dapat ditemui di mana saja karena ruang hidupnya tersebar luas di seluruh dunia.

Dari fosil yang pernah ditemukan dan bentuknya sekarang, Ginkgo biloba tumbuhan ini tidak mengalami perubahan sama sekali. Diperkirakan, tumbuhan ini hidup sejak periode Permian.


6. Ikan Coelacanth atau ikan Raja Laut


Kata Coelacanth diambil dari bahasa Yunani yang berarti duri berongga. Walaupun sedikit, namun sampai sekarang ikan ini masih hidup di Indonesia, Kenya, Tanzania, Mozambik, Madagaskar dan Afrika Selatan.

Menurut penjelasan di Wikipedia, Coelacanth memiliki sekitar 120 spesies yang diketahui berdasarkan fosilnya.


5. Horseshoe Crab atau Belangas atau Mimi Hitam


Diyakini bahwa hewan ini mulai muncul sejak periode Ordovician atau periode Paleozoikum. Dan menurut para ahli, horseshoe crab jauh lebih mendekati keluarga kalajengking dibandingkan keluarga dari kepiting.

Selain itu, para ahli juga memberikan kesimpulan bahwa Belangas adalah hewan yang memiliki umur lebih tua daripada dinosaurus tertua. Hewan ini dapat hidup di air dan di darat.


4. Nautilus (500 juta tahun)


Nautilus disebut juga living fossil atau fosil hidup karena banyak arkeolog yang menemukan fosil hewan ini di bebatuan, namun sampai sekarang Nautilus masih dapat ditemui di perairan Indo-Pasifik.

Menurut para ahli, di era dinosaurus, hewan ini memiliki beragam varian, dikarenakan banyak faktor, sekarang ini silsilah keluarga Nautilus yang tersisa hanya cephalopoda atau cumi-cumi saja.


3. Jellyfish atau Ubur-Ubur (505 juta tahun)


Ubur-ubur adalah hewan laut yang termasuk dalam kelas Scyphozoa dan tergolong dalam keluarga Cnidaria atau Coelenterata. Tubuhnya berbentuk payung berumbai, dapat membuat gatal pada kulit bila tersentuh. Tercatat ada sekitar 1.800 jenis ubur-ubur di dunia.

Jenis ubur-ubur yang paling berbahaya adalah dari kelompok Cubozoa. Sengatan tentakelnya bisa menimbulkan kematian. Ubur-ubur yang paling mematikan dari kelompok ini adalah ubur-ubur Irukandji, yang ukurannya kecil. Ubur-ubur ini hidup di sekitar pantai Australia.

Hewan ini sangat susah untuk menjadi fosil ketika mati dikarenakan tubuhnya yang tipis dan lunak. Namun, pernah ditemukan sebuah fosil yang diyakini adalah Ubur-Ubur Purba beberapa tahun lalu.


2. Sponge atau Porifera (580 juta tahun)


Porifera (Latin: porus = pori, fer = membawa) atau spons atau hewan berpori adalah sebuah filum untuk hewan multiseluler yang paling sederhana.

Seperti halnya Cyanobacteria, para peneliti mempunyai asumsi bahwa Sponge adalah salah satu makhluk hidup yang ada sejak awal hewan di darat, air dan udara muncul.

Fosil Sponge tertua yang pernah ditemukan adalah berusia sekitar 540 juta tahun lalu di sebuah batu di Australia. Sponge juga mirip Ubur-Ubur yang susah untuk menjadi fosil karena karakteristik tubuhnya.


1. Cyanobacteria (3,8 miliar tahun)


Para peneliti mempunyai asumsi bahwa Cyanobacteria adalah makhluk hidup pertama yang hidup di bumi. Cyanobacteria, dikenal pula sebagai sianobakteri(a), bakteri biru-hijau, ganggang biru-hijau (Cyanophyceae), serta ganggang biru, adalah filum (atau divisi) bakteri autotrof fotosintetik.

Jejak fosilnya telah ditemukan berusia 3,8 miliar tahun. Kelompok bakteri ini sekarang adalah salah satu kelompok terbesar dan terpenting di bumi. Makhluk ini hidup di sulfur dan gas metan yang tersebar merata hampir di seluruh tempat di awal bumi terbentuk.

Walaupun kecil, namun Cyanobacteria atau ganggang biru-hijau ini merupakan salah satu kelompok terpenting dalam rantai ekosistem makhluk hidup di bumi. Cyanobacteria dapat ditemui di laut atau samudera, perairan tawar, di permukaan batu sampai di tanah.


Itulah 10 hewan paling tua yang masih hidup di Bumi hingga kini sejak ratusan juta tahun bahkan milyaran tahun lalu. Dari semua hewan tersebut, adakah dari mereka yang berevolusi hingga bentuknya berubah, bahkan jadi bentuk hewan lain? Tidak ada.

Inilah adalah bukti nyata, dari fosilnya hingga hewannya sendiri masih dapat saling dibandingkan (compare) dan terbukti bahwa memang mereka tidak berubah menjadi spesies lain. Dan ini bukan suatu teori, ini adalah bukti bahwa makhluk hidup hanya dapat beradaptasi (seperti semut buta pada nomer 1) dan bukannya berevolusi menjadi makhluk lain.

Ya, makhluk hidup hanya beradaptasi, bukan berevolusi dari makhluk satu sel atau bersel tunggal hingga dapat menjadi trilyunan sel dengan organ yang ribet dan kompleks, seperti manusia.

Sumber : http://forum.viva.co.id/.