Kamis, 24 April 2014

Menguak Misteri Penyebab Terjadinya Hujan Es Di Jakarta.


Kumpulan awan yang menggayut di wilayah Jakarta memicu hujan. Namun, ada yang beda dengan hujan pada Selasa (22/4/2014). Hujan bukan air cair, melainkan es.

Linimasa Twitter, Selasa (22/4/2014) sore ini, heboh dengan fenomena hujan es batu. Butiran es yang turun tampak berukuran besar dan ramai diperbincangkan.

Akun Twitter Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta melaporkan bahwa di wilayah Kebon Jeruk dan sekitarnya terjadi hujan es disertai angin yang sangat kencang. 

Penelusuran Kompas.com, hujan es batu dilaporkan juga terjadi di sekitar wilayah Kemanggisan, Kembangan, Kedoya, dan Karawaci.


"Subhanallah... Jakarta Hujan es batu..baru pertama kali seumur hidup ngalamin. Segede es buat es teh...,"
@Tiar_Chef.

"Panik banget waktu tadi mobil berasa ditimpukin. HUJAN ES. Tadi terik banget. Ya Tuhan ngeri banget...,"
@roxieve.

"Hujan es :o buat yang di jalan hati2 ya..lumayan gede soalnya..lebih baik menepi dulu aja..,"
@stella_scw. 

Foto-foto es yang turun pun menyebar cepat di linimasa. Tidak hanya sebesar kerikil, beberapa orang bahkan mem-posting es yang seukuran bongkahan batu. 


Bagaimana fenomena hujan es bisa terjadi?  Apa Sebabnya?


Mengapa demikian?

Bagaimana fenomena hujan es bisa terjadi? Apa Sebabnya?


Sebelumnya mari kita belajar tentang kisah tentang hujan. Hujan adalah peristiwa turunnya air dari langit ke bumi. Awalnya air hujan berasal dari air dari bumi seperti air laut, air sungai, air danau, air waduk, air rumpon, air sawah, air comberan, air susu, air jamban, air kolam, air ludah, dan lain sebagainya. Selain air yang berbentuk fisik, air yang menguap ke udara juga bisa berasal dari tubuh manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, serta benda-benda lain yang mengandung air.


Air-air tersebut umumnya mengalami proses penguapan atau evaporasi akibat adanya bantuan panas matahari. Air yang menguap / menjadi uap melayang ke udara dan akhirnya terus bergerak menuju langit yang tinggi bersama uap-uap air yang lain. Di langit yang tinggi uap tersebut mengalami proses pemadatan atau kondensasi sehingga membentuk awan. Dengan bantuan angin awan-awan tersebut dapat bergerak kesana-kemari baik vertikal, horizontal dan diagonal.

Hujan tidak hanya turun berbentuk air dan es saja, namun juga bisa berbentuk embun dan kabut. Hujan yang jatuh ke permukaan bumi jika bertemu dengan udara yang kering, sebagian ujan dapat menguap kembali ke udara. Bentuk air hujan kecil adalah hampir bulat, sedangkan yang besar lebih ceper seperti burger, dan yang lebih besar lagi berbentuk payung terjun. Hujan besar memiliki kecepatan jatuhnya air yang tinggi sehingga terkadang terasa sakit jika mengenai anggota badan kita.


Para ilmuwan yang mempelajari jenis-jenis awan mendapatkan temuan yang mengejutkan berkenaan dengan proses pembentukan awan hujan. Terbentuknya awan hujan yang mengambil bentuk tertentu, terjadi melalui sistem dan tahapan tertentu pula. Tahap-tahap pembentukan kumulonimbus, sejenis awan hujan, adalah sebagai berikut:
  1. TAHAP – 1, Pergerakan awan oleh angin: Awan-awan dibawa, dengan kata lain, ditiup oleh angin.
  2. TAHAP – 2, Pembentukan awan yang lebih besar: Kemudian awan-awan kecil (awan kumulus) yang digerakkan angin, saling bergabung dan membentuk awan yang lebih besar.
  3. TAHAP – 3, Pembentukan awan yang bertumpang tindih: Ketika awan-awan kecil saling bertemu dan bergabung membentuk awan yang lebih besar, gerakan udara vertikal ke atas terjadi di dalamnya meningkat. Gerakan udara vertikal ini lebih kuat di bagian tengah dibandingkan di bagian tepinya.


Gerakan udara ini menyebabkan gumpalan awan tumbuh membesar secara vertikal, sehingga menyebabkan awan saling bertindih-tindih. Membesarnya awan secara vertikal ini menyebabkan gumpalan besar awan tersebut mencapai wilayah-wilayah atmosfir yang bersuhu lebih dingin, di mana butiran-butiran air dan es mulai terbentuk dan tumbuh semakin membesar.

Ketika butiran air dan es ini telah menjadi berat sehingga tak lagi mampu ditopang oleh hembusan angin vertikal, mereka mulai lepas dari awan dan jatuh ke bawah sebagai hujan air, hujan es, dsb. (Anthes, Richard A.; John J. Cahir; Alistair B. Fraser; and Hans A. Panofsky, 1981, The Atmosphere, s. 269; Millers, Albert; and Jack C. Thompson, 1975, Elements of Meteorology, s. 141-142).

Kepala Pusat Perubahan Iklim dan Kualitas Udara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Edvin Aldrian mengatakan, hujan es di Jakarta hari ini dapat disebabkan oleh paduan berbagai faktor.

"Pada siang hari seperti ini, terjadi angin laut. Saat ini, angin laut bergerak lebih cepat sehingga bisa menembus ketinggian lebih tinggi dari biasanya, mencapai freezing level," ujar Edvin.

Edvin mengungkapkan, freezing level terasa di ketinggian 13.000 kaki. "Ketika angin bergerak sangat cepat mencapai wilayah lebih tinggi, yang terjadi uap air mengalami sublimasi, dan akhirnya turun menjadi hujan es," imbuhnya.

Edvin menambahkan, faktor lain yang memicu adalah adanya angin yang bergerak dari daerah lebih tinggi di wilayah selatan DKI Jakarta.

"Angin ini bisa memblokade angin laut dan membuatnya bergerak ke wilayah lebih tinggi," papar Edwin. 

Sementara itu, pakar meteorologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Zadrach Leoufij Dupe mengatakan, "hujan es di Indonesia itu umum, terjadi setiap tahun."

Zadrach mengatakan, saat ini Indonesia mengalami pancaroba. Pada masa itu, temperatur lebih tinggi sehingga konveksi juga lebih tinggi, mempengaruhi intensitas pembentukan awan.

Awan yang terbentuk di Jakarta adalah awan kumulonimbus yang tinggi dan tebal. "Saat jatuh, harusnya awan mencair. Tetapi kalau ukuran butiran cukup besar, akhirnya ketika jatuh masih dalam bentuk es," kata Zadrach.

Penyusun : Yohanes Gitoyo
Sumber :

  1. http://sains.kompas.com/read/2014/04/22/1733327/Hujan.Es.di.Jakarta.Apa.Sebabnya., Selasa, 22 April 2014, 17:33 WIB
  2. http://megapolitan.kompas.com/read/2014/04/22/1631590/Heboh.Hujan.Es.Batu.di.Jakarta.Ramai.di.Twitter., Selasa, 22 April 2014, 17:33 WIB
  3. http://r3fin3.wordpress.com/2010/11/05/penyebab-terjadinya-hujan/, 5 Nopember 2010.
  4. http://saripedia.wordpress.com/tag/proses-terjadinya-hujan-menurut-alquran/, 1 September 2010.

Rabu, 23 April 2014

Segala Hal Tentang : Pelecehan Seksual di Tempat Kerja.


Pelecehan seksual pada pekerja banyak terjadi dimana – mana. Di lingkungan tempat bekerja, dalam perjalanan berangkat dan pulang kerja bahkan sampai ketika Anda sampai di rumah. Bentuknya bisa macam – macam, verbal maupun non – verbal


Apa yang dimaksud dengan pelecehan seksual?

Pelecehan seksual adalah segala tindakan seksual yang tidak diinginkan, permintaan untuk melakukan perbuatan seksual, tindakan lisan atau fisik atau isyarat yang bersifat seksual, atau perilaku lain apapun yang bersifat seksual, yang membuat seseorang merasa tersinggung, dipermalukan dan/atau terintimidasi dimana reaksi seperti itu adalah masuk akal dalam situasi dan kondisi yang ada, dan tindakan tersebut mengganggu kerja, dijadikan persyaratan kerja atau menciptakan lingkungan kerja yang mengintimidasi, bermusuhan atau tidak sopan.

Dengan kata lain pelecehan seksual adalah
  • Penyalahgunaan perilaku seksual,
  • Permintaan untuk melakukan perbuatan seksual (undangan untuk melakukan perbuatan seksual, permintaan untuk berkencan).
  • Pernyataan lisan atau fisik melakukan atau gerakan menggambarkan perbuatan seksual, (pesan yang menampilkan konten seksual eksplisit dalam bentuk cetak atau bentuk elektronik (SMS, Email, Layar, Poster, CD, dll)
  • Tindakan kearah seksual yang tidak diinginkan meliputi : 
penerima telah menyatakan bahwa perilaku itu tidak diinginkan;
penerima merasa dihina, tersinggung dan/atau tertekan oleh perbuatan itu; atau
pelaku seharusnya sudah dapat merasakan bahwa yang menjadi sasarannya (korban) akan tersinggung, merasa terhina dan/atau tertekan oleh perbuatan itu.
  • Perilaku fisik (seperti menyentuh, mencium, menepuk, mencubit, atau kekerasan fisik seperti perkosaan dll)
  • Sikap seksual yang merendahkan (seperti melirik atau menatap bagian tubuh seseorang).

Pelecehan seksual dapat mengakibatkan kesulitan dalam pelaksanaan tugas yang diberikan atau menyebabkan pekerja merasa dirinya bekerja dalam iklim perusahaan yang tidak harmonis, yang juga dapat menyebabkan risiko terhadap kesehatan dan keselamatan.


Siapa saja yang bisa menjadi korban pelecehan seksual di tempat kerja?

Pelecehan seksual dapat terjadi pada semua orang.  Baik laki-laki maupun perempuan dapat menjadi korban ataupun pelaku atas perilaku yang  dianggap tidak sopan, memalukan atau mengintimidasi merupakan sebuah pengujian yang obyektif, berdasarkan pertanyaan apakah seorang yang berakal sehat akan mampu mengantisipasi bahwa perilaku tersebut dapat menimbulkan efek seperti itu.

Tindakan ini dapat berlangsung antara pekerja/atasan dan seorang pekerja lain (hubungan vertikal) atau antara pekerja dengan pekerja (hubungan horizontal), antara pemberi kerja dengan pekerja kontrak atau pekerja outsourcing dan antara pekerja/penyedia jasa dengan klien/pihak ketiga. Perilaku yang tidak diingkan tersebut tidak harus berulang-ulang atau terus-menerus dan dapat berupa insiden tunggal dapat menjadi sebuah pelecehan seksual.


Apa saja jenis pelecehan seksual?

Pelecehan seksual memiliki berbagai jenis. Secara luas, terdapat lima bentuk pelecehan seksual yaitu:
  1. Pelecehan fisik termasuk sentuhan yang tidak diinginkan mengarah ke perbuatan seksual seperti mencium, menepuk, mencubit, melirik atau menatap penuh nafsu.
  2. Pelecehan lisan termasuk ucapan verbal/ komentar yang tidak diinginkan tentang kehidupan pribadi atau bagian tubuh atau penampilan seseorang, lelucon dan komentar bernada seksual
  3. Pelecehan isyarat termasuk bahasa tubuh dan atau gerakan tubuh bernada seksual, kerlingan yang dilakukan berulang-ulang, isyarat dengan jari, dan menjilat bibir
  4. Pelecehan tertulis atau gambar  termasuk menampilkan bahan pornografi , gambar, screensaver atau poster seksual, atau pelecehan lewat email dan moda komunikasi elektronik lainnya
  5. Pelecehan psikologis/emosional terdiri atas permintaan-permintaan dan ajakan-ajakan yang terus menerus dan tidak diinginkan, ajakan kencan yang tidak diharapkan, penghinaan atau celaan yang bersifat seksual


Bagaimana cara mengukur tingkat kewajaran dalam pelecehan seksual di tempat kerja?

Kalau yang seperti ini termasuk pelecehan seks juga nggak yach?

Pengukuran kewajaran dalam pelecehan seksual dapat dilihat apabila perilaku tersebut mengarah kepada tindakan pelecehan seksual sehingga mengakibatkan timbul rasa tersinggung, malu atau takut.

Unsur utama dalam pelecehan seksual adalah adanya rasa tidak diinginkan oleh korban.  Selain unsur “tidak diinginkan” tersebut, masih terdapat tindakan yang tidak sopan yang mengarah pada pelecehan seksual dan menurut kebiasaan di tempat kerja merupakan sesuatu yang dapat dikatakan sebagai tindakan pelecehan seksual.

Sedangkan tindakan atau interaksi yang berlangsung atas dasar suka sama suka bukan sesuatu yang tidak diinginkan bukan merupakan pelecehan seksual.


Awas Lampu Kuning !!!

Ilustrasi

Agar Anda tidak terjebak dalam perlakuan pelecehan seksual, kenali bentuk dan macamnya berikut ini! Macam atau bentuk pelecehan seksual ini sangat luas. Mulai dari, main mata, siulan nakal, komentar yang berkonotasi seks, humor porno, cubitan, colekan, tepukan atau sentuhan di bagian tubuh tertentu, gerakan tertentu atau isyarat yang bersifat seksual, ajakan berkencan dengan iming-iming atau ancaman, ajakan melakukan hubungan seksual sampai perkosaan. Pelecehan juga dapat berupa komentar/perlakuan negatif. Selain itu, menurut laman wikipedia, macam-macam perilaku yang digolongkan dalam pelecehan seksual, yang terutama terjadi di perkantoran, antara lain:
  • Lelucon seks, menggoda secara terus menerus akan hal-hal yang berkaitan dengan seks baik secara langsung maupun melalui media seperti surat, SMS, maupun surat elektronik. 
  • Penyiksaan secara verbal akan hal-hal yang terkait dengan seks. 
  • Memegang ataupun menyentuh dengan tujuan seksual. 
  • Secara berulang berdiri dengan dekat sekali atau hingga bersentuhan badan dan badan antar orang.
  • Memberikan hadiah atau meninggalkan barang-barang yang dapat merujuk pada seks. 
  • Secara berulang menunjukkan perilaku yang mengarah pada hasrat seksual. 
  • Membuat atau mengirimkan gambar-gambar, kartun, atau material lainnya yang terkait dengan seks dan dirasa melanggar etika/ batas. 
  • Di luar jam kerja memaksakan ajakan-ajakan yang terkait dengan seks yang berpengaruh pada lingkup kerja.


Adakah Undang-Undang di Indonesia yang mengatur mengenai pelecehan di tempat kerja?

Indonesia mempunyai peraturan Undang-Undang yang mengatur perihal masalah pelecehan seksual di tempat kerja secara umum. Namun, tidak ada ketentuan yang secara spesifik mengatur mengenai bentuk-bentuk pelecehan seksual, sanksi maupun cara untuk menanggulangi pelecehan seksual khususnya di tempat kerja.

Dalam UU No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan telah memberikan perlindungan bagi tenaga kerja yaitu dalam Pasal 86 ayat (1) yang isinya adalah : setiap buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas : 
  • keselamatan dan kesehatan; 
  • moral dan kesusilaan; dan 
  • perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai agama.
Unsur penting dari pelecehan seksual adalah adanya ketidakinginan atau penolakan pada apapun bentuk-bentuk perhatian yang bersifat seksual. Apabila perbuatan tidak dikehendaki oleh si penerima perbuatan tersebut maka perbuatan itu bisa dikategorikan sebagai pelecehan seksual sebagaimana diatur dalam pasal percabulan. 

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) secara umum (Lex Generalis) juga dapat dijadikan landasan dengan ancaman hukuman seperti yang diatur dalam Pasal pencabulan 289-299. Mengenai perbuatan cabul di tempat kerja, terutama bila dilakukan oleh atasan dapat kita temui ketentuannya dalam Pasal 294 ayat 2 angka 1 KUHP yaitu diancam dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun pejabat yang melakukan perbuatan cabul dengan orang yang karena jabatan adalah bawahannya, atau dengan orang yang penjagaannya dipercayakan atau diserahkan kepadanya.


Jika saya menjadi korban pelecehan seksual, apa yang harus saya lakukan?


Disarankan bahwa Anda harus mengikuti langkah-langkah dibawah ini, setiap kali Anda mengalami pelecehan seksual.
  • Anda perlu menjelaskan kepada si pelaku pelecehan seksual bahwa Anda tidak menginginkan perbuatan seksual tersebut/ perbuatan seksual tersebut mengganggu Anda
  • Jika Anda malu atau takut untuk membuat surat pengaduan atas pelecehan seksual yang bersifat resmi, ceritakan dan beritahukan masalah pelecehan seksual yang Anda alami dengan beberapa rekan kerja Anda sekantor yang dapat dipercaya.
  • Jika Anda ingin mengajukan keluhan secara informal, Anda dapat melaporkan kejadian ini kepada supervisor atau panitia Serikat Pekerja yang ada di perusahaan Anda.
  • Anda juga dapat membuat surat pengaduan resmi kepada atasan Anda, dan perwakilan dari Serikat Pekerja yang terkait dengan pembuatan Perjanjian Kerja Bersama atau ke Dinas Tenaga Kerja. Untuk mengajukan keluhan resmi, Anda memiliki tiga pilihan
a.      Melaporkan kejadian tersebut kepada Serikat Pekerja dalam perusahaan Anda
b.      Melapor langsung kepada Dinas Tenaga Kerja atau Lembaga Bantuan Hukum
c.       Melapor langsung kepada Polisi
  • Jika Anda tidak puas dengan keputusan komite penyelidikan yang berwenang (dalam organisasi Anda), Anda dapat naik banding ke Pengadilan Negeri.
  • Jika Anda masih dirugikan oleh keputusan Pengadilan Negeri, Anda dapat membuat representasi kepada Gubernur untuk keadilan.
*Opsi banding yang tersedia bagi semua pihak yaitu, baik terdakwa dan korban dapat mengajukan banding atas keputusan.


Bagaimana cara melaporkan pelecehan seksual di tempat kerja?

Pembuktian dalam hukum pidana adalah berdasarkan Pasal 184 UU No. 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (“KUHAP”), menggunakan lima macam alat bukti, yaitu:
  1. Keterangan saksi
  2. Keterangan ahli
  3. Surat
  4. Petunjuk
  5. Keterangan terdakwa.
Sehingga, apabila terjadi pelecehan seksual, bukti-bukti di atas dapat digunakan sebagai alat bukti. Untuk kasus terkait percabulan atau perkosaan, biasanya menggunakan salah satu alat bukti surat berupa Visum et repertum sebagaimana diatur dalam Pasal 187 huruf c KUHAP dan Pasal 133 ayat 1 KUHAP.

Visum et repertum adalah surat keterangan/laporan dari seorang ahli mengenai hasil pemeriksaannya terhadap sesuatu, misalnya terhadap mayat dan lain-lain dan ini dipergunakan untuk pembuktian di pengadilan.

Apabila visum memang tidak menunjukkan adanya tanda kekerasan, maka sebaiknya dicari alat bukti lain yang bisa membuktikan tindak pidana tersebut. Pada akhirnya, Hakim yang akan memutus apakah terdakwa bersalah atau tidak berdasarkan pembuktian di pengadilan


Bagaimana cara perusahaan melakukan pencegahan terhadap kasus pelecehan seksual yang terjadi di tempat kerja?

Pencegahan merupakan  alat paling efektif yang dapat digunakan oleh pengusaha untuk menangani pelecehan seksual di tempat kerja. Tindakan pencegahan termasuk:
  • Komunikasi : dilakukan dengan sosialisasi tentang pelecehan seksual melalui LKS Bipartit, LKS Tripartit dan berbagai media cetak dan elektronik.
  • Edukasi : dilakukan melalui  program orientasi dan pengenalan kepada staff baru, ceramah agama, atau kegiatan-kegiatan tertentu seperti yang terprogram.
  • Pelatihan : menyediakan pelatihan khusus di tingkat penyelia dan managerial dan pelatih untuk mengenali masalah-masalah pelecehan dan pencegahan, pelatihan bagi Tim Penanggulangan Pelecahan Seksual.
  • Mendorong perusahaan untuk membangun komitmen pelaksanaan pencegahan pelecehan Seksual di lingkungan kerja termasuk pemberian sanksi dan tindakan disiplin lainnya dengan adanya :
a. Kebijakan Perusahaan
b. Perjanjian Kerja/Peraturan Perusahaan/Perjanjian Kerja Bersama


Penyebar luasan informasi mengenai kebijakan dan mekanisme pencegahan pelecehan seksual kepada pekerja dan penyelia merupakan hal yang penting. Selain itu, pengusaha diharapkan menyediakan suatu program untuk pekerja/buruh dan penyelia agar dapat diberi edukasi mengenai pelecehan seksual.  Untuk itu, semua pihak harus mempunyai kepedulian yang tinggi  terhadap cara-cara untuk menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan bebas dari pelecehan seksual.

Pemerintah baik pusat maupun pemerintah daerah memastikan adanya petunjuk tentang pedoman ini dan contoh-contoh kebijakan penanganan pelecehan seksual di perusahaan yang dapat diakses oleh para pemberi kerja.  Sementara itu, pemberi kerja perlu menyertakan informasi tentang pelecehan seksual dalam program-program orientasi, pendidikan dan pelatihan bagi pekerja/buruh. Sedangkan Serikat Pekerja harus menyampaikan informasi tentang pelecehan seksual dalam program-program pendidikan dan latihan yang dimilik bagi anggotanya.


Apa yang harus kita lakukan untuk mencegah terjadinya pelecehan seksual?
  • Sebelum masuk kerja, kita akan diberikan Surat Perjanjian Kerja Bersama dan Peraturan perusahaan. BACA baik – baik! Biasanya dalam peraturan perusahaan tertulis peraturan yang jelas mengenai pelecehan seksual (pengertian tentang apa yang dimaksud dengan pelecehan seksual, prosedur pengaduan, dan sanksi-sanksi yang akan dijatuhkan kepada para pelaku, bantuan yang bisa diperoleh si korban dan jaminan bahwa pengaduan yang dilakukan bersifat rahasia).
  • Berani katakan TIDAK untuk setiap ajakan yang berkonotasi seksual.
  • Ada kalanya laki – laki tergugah untuk melakukan pelecehan seksual karena perempuan. Jadi pastikan anda memakai pakaian yang sopan dan tertutup saat bekerja, gunakan bahasa yang santun dalam berbicara, jangan melakukan kegiatan yang mengundang para lelaki untuk melakukan pelecehan seksual.
  • Bila pelecehan telah terjadi catat semua bukti komunikasi (sms,surat,log handphone), waktu,tempat,saksi. Laporkan pada pihak yang berwenang di perusahaan. Bila tidak mendapat jawaban/reaksi, laporkan ke pihak yang berwajib/kepolisian.
Penyusun : Yohanes Gitoyo

Sumber : http://pustakadigitalindonesia.blogspot.com/2014/01/segala-hal-tentang-pelecehan-seksual-di.html, 24 Januari 2014.
Referensi : 
  1. International Labor Organization (ILO) : Pedoman Pelecehan Seksual di Tempat Kerja.
  2. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Tenaga Kerja.
  3. Undang-Undang No. 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana
  4. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (Wetboek van Strafrecht, Staatsblad 1915 No.73)

Tahu dan Peduli Tentang Pelecehan Seksual.


Pelecehan seksual adalah perilaku pendekatan-pendekatan yang terkait dengan seks yang tidak diinginkan, termasuk permintaan untuk melakukan seks, dan perilaku lainnya yang secara verbal ataupun fisik merujuk pada seks.

Pelecehan seksual dapat terjadi dimana saja baik tempat umum seperti bis, pasar, sekolah, kantor, maupun di tempat pribadi seperti rumah.

Dalam kejadian pelecehan seksual biasanya terdiri dari 10 persen kata-kata pelecehan, 10 persen intonasi yang menunjukkan pelecehan, dan 80 persen non verbal.


Pelaku dan korban.


Walaupun secara umum wanita sering mendapat sorotan sebagai korban pelecehan seksual, namun pelecehan seksual dapat menimpa siapa saja. Korban pelecehan seksual bisa jadi adalah laki-laki ataupun perempuan. Korban bisa jadi adalah lawan jenis dari pelaku pelecehan ataupun berjenis kelamin yang sama.
  1. Pelaku pelecehan seksual bisa siapa saja terlepas dari jenis kelamin, umur, pendidikan, nilai-nilai budaya, nilai-nilai agama, warga negara, latar belakang, maupun status sosial.
  2. Korban dari perilaku pelecehan sosial dianjurkan untuk mencatat setiap insiden termasuk identitas pelaku, lokasi, waktu, tempat, saksi dan perilaku yang dilakukan yang dianggap tidak menyenangkan. Serta melaporkannya ke pihak yang berwenang.
  3. Saksi bisa jadi seseorang yang mendengar atau melihat kejadian ataupun seseorang yang diinformasikan akan kejadian saat hal tersebut terjadi. Korban juga dianjurkan untuk menunjukkan sikap ketidak-senangan akan perilaku pelecehan.


Pelecehan seksual di kantor.


Pelecehan seksual dikantor mungkin terjadi saat:
  1. Keputusan menyangkut kepegawaian individu tertentu dibuat karena individu tersebut melakukan atau menolak pendekatan-pendekatan seksual dalam pekerjaannya. Keputusan-keputusan kepegawaian misalnya terkait dengan promosi, penghargaan, pelatihan, dan keuntungan-keuntungan lainnya.
  2. Penolakan akan pendekatan seksual yang secara tidak masuk akal berpengaruh pada penilaian pekerjaan individu atau menciptakan lingkungan kerja yang mengintimidasi, kasar, atau penuh tekanan lainnya.
  3. Macam-macam perilaku yang digolongkan dalam pelecehan seksual di kantor.
  4. Lelucon seks, menggoda secara terus menerus akan hal-hal yang berkaitan dengan seks baik secara langsung maupun melalui media seperti surat, SMS, maupun surat-e.
  5. Penyiksaan secara verbal akan hal-hal yang terkait dengan seks.
  6. Memegang ataupun menyentuh dengan tujuan seksual.
  7. Secara berulang berdiri dengan dekat sekali atau hingga bersentuhan badan dan badan antar orang.
  8. Secara berulang meminta seseorang untuk bersosialisasi (tinggal, ikut pergi) di luar jam kantor walaupun orang yang diminta telah mengatakan tidak atau mengindikasikan ketidak tertarikannya.
  9. Memberikan hadiah atau meninggalkan barang-barang yang dapat merujuk pada seks.
  10. Secara berulang menunjukkan perilaku yang mengarah pada hasrat seksual.
  11. Membuat atau mengirimkan gambar-gambar, kartun, atau material lainnya yang terkait dengan seks dan dirasa melanggar etika/ batas.
  12. Diluar jam kerja memaksakan ajakan-ajakan yang terkait dengan seks yang berpengaruh pada lingkup kerja.


Pelecehan seksual terhadap anak


Pelecehan seksual terhadap anak adalah suatu bentuk penyiksaan anak di mana orang dewasa atau remaja yang lebih tua menggunakan anak untuk rangsangan seksual. Berdasarkan hukum, "pelecehan seksual anak" merupakan istilah umum yang menggambarkan tindak kriminal dan sipil di mana orang dewasa terlibat dalam aktivitas seksual dengan anak di bawah umur atau eksploitasi anak di bawah umur untuk tujuan kepuasan seksual.

Berkas:NIH child sex abuse disorders graph.svg

Bentuk pelecehan seksual anak termasuk :

  1. meminta atau menekan seorang anak untuk melakukan aktivitas seksual (terlepas dari hasilnya), 
  2. memberikan paparan yang tidak senonoh dari alat kelamin untuk anak, 
  3. menampilkan pornografi untuk anak, 
  4. melakukan hubungan seksual terhadap anak-anak, 
  5. kontak fisik dengan alat kelamin anak (kecuali dalam konteks non-seksual tertentu seperti pemeriksaan medis), 
  6. melihat alat kelamin anak tanpa kontak fisik (kecuali dalam konteks non-seksual seperti pemeriksaan medis), atau 
  7. menggunakan anak untuk memproduksi pornografi anak.


Kasus kekerasan anak meningkat sepanjang tahun 2012; dari 2.508 pada tahun lalu dan meningkat menjadi 2.637 (data Komisi Nasional Perlindungan Anak). Kalau begini terus, berarti para penerus bangsa ini terancam dong keadaannya.

Komnas Anak menjabarkan ,sebanyak 48 % atau 1.075 di antara kasus kekerasan anak yang telah terjadi adalah kasus kekerasan seksual, seperti : pemerkosaan, pencabulan, sodomi, dan incest (hubungan seks dengan keluarga sedarah). Selain itu ada kekerasan fisik yang mencapai 819 kasus dan kekerasan psikis yang mencapai 743 kasus. Ini semua menimpa anak-anak dari kalangan menengah kebawah maupun menengah keatas. Dan sebagian besar pelakunya adalah orang terdekat.

Sebuah studi yang didanai oleh USA National Institute of Drug Abuse menemukan bahwa "Diantara lebih dari 1.400 perempuan dewasa, pelecehan seksual masa kanak-kanak terkait dengan ketergantungan obat terlarang, alkohol, dan gangguan kejiwaan. Rasio keterkaitan itu sangat menyolik: misalnya, perempuan yang mengalami pelecehan seksual non kelamin pada masa kecil 2,83 kali lebih besar ketergantungan obat ketika dewasa dibandingkan dengan perempuan normal."

Asosiasi Psikiater Amerika menyatakan bahwa "anak-anak tidak bisa menyetujui aktivitas seksual dengan orang dewasa", dan mengutuk tindakan seperti itu oleh orang dewasa: "Seorang dewasa yang terlibat dalam aktivitas seksual dengan anak adalah melakukan tindak pidana dan tidak bermoral yang tidak pernah bisa dianggap normal atau perilaku yang dapat diterima secara sosial."


Faktor penyebab Pelecehan Seksual (pada anak).

Faktor penyebab pelanggar seksual anak tidak diketahui secara meyakinkan.

Pengalaman pelecehan seksual sebagai seorang anak yang sebelumnya dianggap sebagai faktor risiko yang amat kuat, tetapi penelitian tidak menunjukkan hubungan kausal, karena sebagian besar anak-anak dilecehkan secara seksual tidak tumbuh menjadi seorang pelaku pada saat telah dewasa, juga tidak ada mayoritas pelaku dewasa yang dilaporkan mengalami pelecehan seksual masa kanak-kanak.

Kantor Akuntabilitas Pemerintah Amerika Serikat menyimpulkan "adanya sebuah siklus pelecehan seksual yang tidak bisa dipungkiri." Sebelum tahun 1996, ada kepercayaan yang lebih besar dalam teori tentang "siklus kekerasan," karena sebagian besar yang dilakukan peneliti adalah retrospektif-pelaku ditanya apakah mereka pernah mengalami pelecehan sebelumnya.

Bahkan sebagian besar studi menemukan bahwa sebagian besar pelaku seksual dewasa mengatakan mereka tidak mengalami kekerasan seksual selama masa kanak-kanak, namun studi menghasilkan hasil yang bervariasi dalam hal perkiraan mereka persentase pelaku seperti yang telah disalahgunakan dari 0 hingga 79 persen. Lebih baru prospektif longitudinal penelitian-mempelajari anak-anak dengan kasus-kasus pelecehan seksual didokumentasikan dari waktu ke waktu untuk menentukan berapa persen yang menjadi pelaku setelah dewasa-telah menunjukkan bahwa teori siklus kekerasan bukan penjelasan yang memadai untuk mengapa orang menganiaya anak-anak.

Pelanggaran dapat difasilitasi oleh distorsi kognitif pelaku, seperti minimalisasi pelecehan, menyalahkan korban, dan alasan.


Tipe-tipe Pelecehan Seksual

Pelecehan seksual terhadap anak mencakup berbagai pelanggaran seksual, termasuk:
  1. Pelecehan seksual - istilah ini didefinisikan sebagai suatu tindak pidana di mana seseorang yang telah dewasa menyentuh anak di bawah umur untuk tujuan kepuasan seksual, misalnya perkosaan (termasuk sodomi), dan penetrasi seksual dengan objek. Termasuk sebagian besar negara bagian Amerika Serikat dalam definisi mereka tentang kekerasan seksual, ada kontak penetratif tubuh di bawah umur, bagaimanapun sedikit, jika kontak dilakukan untuk tujuan kepuasan seksual.
  2. Eksploitasi seksual - istilah ini didefinisikan sebagai suatu tindak pidana di mana orang dewasa melakukan kekerasan terhadap anak di bawah umur untuk promosi, kepuasan seksual, atau keuntungan, misalnya melacurkan anak, dan menciptakan atau melakukan perdagangan pornografi anak.
  3. Perawatan seksual - menentukan perilaku sosial dari pelaku seks anak yang potensial yang berusaha untuk membuat mereka menerima rayuan yang lebih sedikit, misalnya di ruang bincang-bincang daring.

Efek Negatif  Pelecehan Seksual Pada Anak.


Pelecehan seksual anak dapat mengakibatkan kerugian baik jangka pendek dan jangka panjang, termasuk psikopatologi di kemudian hari. Dampak psikologis, emosional, fisik dan sosialnya meliputi  :

  1. depresi,  
  2. gangguan stres pasca trauma, 
  3. kegelisahan, 
  4. gangguan makan, 
  5. rasa rendah diri yang buruk, 
  6. gangguan identitas pribadi 
  7. gangguan psikologis yang umum seperti somatisasi, sakit saraf, sakit kronis, 
  8. perubahan perilaku seksual, 
  9. masalah sekolah/belajar; 
  10. dan masalah perilaku termasuk penyalahgunaan obat terlarang, perilaku menyakiti diri sendiri, kekejaman terhadap hewan, kriminalitas ketika dewasa dan bunuh diri. 
Pola karakter yang spesifik dari gejala-gejalanya belum teridentifikasi. dan ada beberapa hipotesis pada asosiasi kausalitas ini.

Efek negatif jangka panjang pada perkembangan korban yang mengalami perlakuan berulang pada masa dewasa juga terkait dengan pelecehan seksual anak. Hasil studi menyatakan ada hubungan sebab dan akibat dari pelecehan seksual masa kanak-kanak dengan kasus psikopatologi dewasa, termasuk bunuh diri, kelakuan anti-sosial.

Studi telah membentuk hubungan sebab akibat antara masa kanak-kanak pelecehan seksual dan daerah tertentu tertentu psikopatologi dewasa, termasuk kecenderungan bunuh diri, kelakuan anti-sosial, gangguan kejiwaan paska trauma, kegelisahan, dan kecanduan alkohol. Orang dewasa yang mempunyai sejarah pelecehan seksual pada masa kanak-kanak, umumnya menjadi pelanggan layanan darurat dan layanan medis dibanding mereka yang tidak mempunyai sejarah gelap masa lalu. Sebuah studi yang membandingkan perempuan yang mengalami pelecehan seksual masa kanak-kanak dibanding yang tidak, menghasilkan fakta bahwa mereka memerlukan biaya perawatan kesehatan yang lebih tinggi dibanding yang tidak.

Anak yang dilecehkan secara seksual menderita gejala psikologis lebih besar dibanding anak-anak normal lainnya; sebuah studi telah menemukan gejala tersebut 51 sampai 79% pada anak-anak yang mengalami pelecehan seksual.

Resiko bahaya akan lebih besar jika pelaku adalah keluarga atau kerabat dekat, juga jika pelecehan sampai ke hubungan seksual atau paksaan pemerkosaan, atau jika melibatkan kekerasan fisik. Tingkat bahaya juga dipengaruhi berbagai faktor seperti masuknya alat kelamin, banyaknya dan lama pelecehan, dan penggunaan kekerasan. The social stigma of child sexual abuse may compound the psychological harm to children, dan pengaruh yang merugikan akan kecil dampaknya pada anak-anak yang mengalami pelecehan seksual namun memiliki lingkungan keluarga yang mendukung atau mendampingi paska pelecehan.


Siapakah Pelaku Pelecehan Seksual Pada Anak ? 

Pelecehan seksual oleh anggota keluarga adalah bentuk inses, dan dapat menghasilkan dampak yang lebih serius dan trauma psikologis jangka panjang, terutama dalam kasus inses orangtua.

Di Amerika Utara, sekitar 15% sampai 25% wanita dan 5% sampai 15% pria yang mengalami pelecehan seksual saat mereka masih anak-anak. Sebagian besar pelaku pelecahan seksual adalah orang yang dikenal oleh korban mereka; sekitar 30% adalah keluarga dari si anak, paling sering adalah saudara laki-laki, ayah, paman, atau sepupu; sekitar 60% adalah kenalan lainnya seperti 'teman' dari keluarga, pengasuh, atau tetangga, orang asing adalah pelanggar sekitar 10% dalam kasus penyalahgunaan seksual anak. 

Kebanyakan pelecehan seksual anak dilakukan oleh laki-laki; studi menunjukkan bahwa perempuan melakukan 14% sampai 40% dari pelanggaran yang dilaporkan terhadap anak laki-laki dan 6% dari pelanggaran yang dilaporkan terhadap perempuan.

Sebagian besar pelanggar yang pelecehan seksual terhadap anak-anak sebelum masa puber adalah pedofil, meskipun beberapa pelaku tidak memenuhi standar diagnosa klinis untuk pedofilia.


Pelecehan seksual anak yang dilakukan oleh anak.


Pelecehan seksual anak yang dilakukan oleh anak mengacu pada bentuk pelecehan seksual anak di mana anak prepuber adalah korban pelecehan seksual oleh satu atau lebih anak lain atau remaja dan di mana tidak ada orang dewasa yang terlibat langsung.

Definisi ini mencakup setiap aktivitas seksual di antara anak-anak yang terjadi tanpa persetujuan, tanpa kesetaraan, atau sebagai akibat dari paksaan, apakah pelaku menggunakan kekuatan fisik, ancaman, tipu daya atau manipulasi emosional untuk memaksa bersama-sama melakukannya. Ketika pelecehan seksual yang dilakukan oleh salah satu saudara di atas yang lain, itu dikenal sebagai "kekerasan antar saudara", suatu bentuk dari inses.

Pelecehan seksual anak yang dilakukan oleh anak dibedakan lebih jauh dari bermain seksual secara normatif atau rasa ingin tahu pada anatomi dan eksplorasi (yaitu "bermain dokter ") karena terbuka dan tindakan sengaja diarahkan pada rangsangan seksual atau orgasme. Dalam banyak kasus, inisiator melakukan eksploitasi kepada anak lain yang naif, dan korban tidak menyadari sifat dari apa yang terjadi kepada mereka.

Ketika seorang anak prapuber adalah korban pelecehan seksual oleh satu atau lebih anak lain atau remaja, dan orang dewasa tidak secara langsung terlibat, itu dapat didefinisikan sebagai pelecehan seksual anak yang dilakukan oleh anak.

Kejadian pelecehan anak seksual anak yang dilakukan oleh anak tidak diketahui dengan pasti, mirip dengan pelecehan oleh orang dewasa. Hal ini sering terjadi karena tidak adanya laporan karena tidak banyak diketahui di masyarakat dan sering terjadi di luar pengawasan orang dewasa. Bahkan jika diketahui oleh orang dewasa, kadang-kadang dianggap sebagai tindakan yang tidak berbahaya oleh mereka yang tidak mengerti implikasinya.

Secara khusus, pelecehan antar saudara berada di bawah dan dilaporkan sangat relatif terhadap tingkat pelaporan bagi pelecehan seksual orang tua yang dilakukan orang tua terhadap anaknya, dan pengungkapan inses oleh korban selama masa kanak-kanak sangat jarang.

Tidak seperti penelitian tentang pelaku dewasa, hubungan kausal kuat telah dibentuk antara pelaku anak dan remaja dan korban sendiri dari pelanggar ini sebelumnya, baik oleh orang dewasa atau anak-anak lain.


Pencegahan Pelecehan seksual secara umum.

Secara umum sebaiknya penumpang menghindari berpergian sendirian pada malam hari. Juga dianjurkan untuk pergi bersama teman lainnya apabila ada keperluan yang menggunakan angkutan umum dan memastikan bahwa keberadaan diri diketahui oleh orang lain.

Walaupun tidak ada jaminan bahwa berpakaian tertutup akan aman dari perilaku pelecehan seksual, namun kode etik berpakaian secara rapih dan prilaku yang sopan dianjurkan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.


Tips Mengadukan Kasus Kekerasan Seksual Pada Anak


Berikut ini ada beberapa tips yang harus dibaca orangtua, atau sanak saudara yang sudah memiliki anak agar dapat menjaga dan melindungi anak dari berbagai kasus kekerasan:
  1. Sedini mungkin anak harus dikenalkan pada tubuhnya sendiri; mana bagian tubuhnya yang boleh diperlihatkan pada/dipegang oleh orang lain dan mana yang tidak
  2. Ajari anak untuk mengenal nama bagian tubuhnya sendiri sehingga dia dapat menjelaskan dengan tepat apa yang terjadi pada dirinya. Ini penting untuk kesaksian
  3. Anak harus dibiasakan untuk menolak perlakuan orang lain yang menyebabkan dia merasa tidak nyaman/terganggu/sakit. Kalau ada perlakuan yang tak wajar terhadap dirinya, anak dibiasakan untuk segera bercerita kepada orang tua, guru, atau keluarga yang lain. Anak juga harus dilatih agar tidak mudah percaya pada orang lain atau diajak main di tempat yang sepi.
  4. Sebagai orang tua, perhatikanlah sikap dan kebiasaan anak sehari-hari. Bila ada perubahan, seperti menjadi penakut, mudah marah,hiperaktif, suka merusak barang-barang atau menjadi pemalu dan menarik diri dari pergaulan, segeralah lakukan pengamatan dan tanyai anak.Percayailah apa yang dikatakan oleh anak.Berilah perasaan nyaman dan dukungan kepada anak atas apa yang telah dikatakannya.
Kita juga harus tahu di mana tempat untuk mengadu bila ada salah satu teman,saudara,atau keluarga kita ada yang mengalami kekerasan seksual:
  1. Pergilah ke kantor polisi. Laporkan lah semuanya yang terjadi pada korban ke polisi. Bawalah bukti bukti yang kuat,agar bisa menjerat si pelakuDatanglah ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia
  2. Datanglah ke KPAI bila kasus yang anda sudah laporkan, belum di tindak lanjuti atau berhenti dan tidak bisa menghukum si pelaku
  3. Minta dukungan LSM yang bergerak untuk korban kekerasan terhadap anak. Biasanya kalau hanya mengandalkan suara sendiri untuk menuntut si pelaku,sepertinya belum begitu kuat. Makanya kita harus meminta dukungan dari LSM atau NGO yang bergerak di isu perlindungan korban kekerasan seksual pada anak.
Jika Anda mempunyai  pengaduan yang berhubungan dengan perlindungan anak, silahkan hubungi :

Komisi Nasional Perlindungan Anak
Alamat : 
Jalan TB Simatupang No. 33 Jakarta Timur Indonesia 13760

Situs Resmi : 

Hotline Services : (62-21) 8779 1818
Telp   : (62-21) 8416157
Fax    : (62-21) 8416158
Email : info@komnaspa.or.id


Hukum Internasional Tentang Pelecehan Seksual (pada anak).


Kekerasan seksual terhadap anak dinyatakan tidak sah hampir di manapun di dunia ini, umumnya diganjar dengan hukum pidana berat, termasuk hukuman mati dan penjara seumur hidup. Hubungan seksual seorang dewasa dengan anak di bawah umum dinyatakan sebagai pemerkosaan menurut hukum, didasarkan pada prinsip bahwa seorang anak tidak dapat memberikan persetujuan dan setiap persetujuan yang nyata oleh seorang anak tidak dianggap sah.

Konvensi Hak-Hak Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah perjanjian internasional yang secara resmi mewajibkan negara untuk melindungi hak anak. Ayat 34 dan 35 dalam konvensi tersebut meminta negara untuk melindungi anak dari segala bentuk eksploitasi dan pelecehan seksual. Hal ini termasuk pernyataan bahwa ancaman kepada seorang anak untuk melakukan aktivitas seksual, prostitusi anak, dan eksploitasi anak dalam menciptakan pornografi dianggap melawan hukum. Negara juga diminta mencegah penculikan dan perdagangan anak. Sejak bulan November 2008, 193 negara sepakat dengan Konvensi Hak-Hak Anak, termasuk setiap anggota PBB, kecuali Amerika Serikat dan Somalia.

Sumber : http://pustakadigitalindonesia.blogspot.com/2013/12/tahu-dan-peduli-tentang-pelecehan.html, 10 Desember 2013.
Referensi :
  1. http://id.wikipedia.org/
  2. http://guetau.com/

Selasa, 22 April 2014

Ini yang Harus Dilakukan Saat Anak Mengalami Pelecehan Seksual...


Terkadang meskipun Bunda sudah melindungi buah hati tercinta dengan baik, kejadian yang tidak diinginkan pun tetap dapat terjadi termasuk pelecehan seksual. Nah, apabila Bunda mengetahui apa mungkin masih mencurigai terjadinya pelecehan seksual pada si kecil, berikut adalah yang harus Bunda lakukan.

Seberapa marahnya Bunda terhadap kejadian yang menimpa buah hati Anda, Bunda tetap harus menenangkan diri dan menjernihkan pikiran. Jangan melampiaskan kemarahan Anda kepada anak Anda yang justru dapat membuatnya semakin tertekan dan depresi.

Selain itu, menurut webmd.com, hindari memberondong buah hati Anda dengan berbagai macam pertanyaan mengenai detail kejadian yang menimpanya. Hindari juga menunjukkan rasa panik yang Bunda rasakan di depan anak Anda yang justru akan membuatnya semakin down.

Bunda sebaiknya mulai melindungi buah hati Anda dari pelecehan seksual yang dapat dilakukan lagi oleh si pelaku dengan menghindarkannya dari kontak dengan beberapa orang yang Bunda curigai. Hindari menyalahkan diri sendiri atas apa yang menimpa buah hati Anda, semua yang terjadi pasti ada hikmahnya.

Sebaliknya, Bunda harus segera melaporkan kejadian tersebut kepada polisi supaya pelaku pelecehan seksual segera ditangkap dan tidak ada anak-anak lain yang menjadi korban. Melaporkan kepada polisi pun akan memberikan efek jera terhadap pelaku sehingga tidak melakukan perbuatan kejinya lagi.

Bunda juga dapat menghubungi psikiater yang dapat membantu menghilangkan rasa trauma yang dialami buah hati Anda. Semoga buah hati tercinta tidak menjadi korban pelecehan seksual ya Bun.

Penulis : Lies Nureni.
Sumber : http://www.vemale.com/, Selasa, 21 Januari 2014 22:08 WIB.

Jika Anda mempunyai  pengaduan yang berhubungan dengan perlindungan anak, silahkan hubungi :

Komisi Nasional Perlindungan Anak
Alamat : 
Jalan TB Simatupang No. 33 Jakarta Timur Indonesia 13760

Situs Resmi : 

Hotline Services : (62-21) 8779 1818
Telp   : (62-21) 8416157
Fax    : (62-21) 8416158
Email : info@komnaspa.or.id

Cegah Pelecehan Seksual Terhadap Anak: Kenali Ciri Pedofilia.


Bunda, dewasa ini, kasus pelecehan terhadap anak semakin meningkat. Fenomena ini tidak terlepas dari peningkatan jumlah pengidap pedofilia, di mana mereka tertarik untuk memiliki hubungan seksual dengan anak kecil yang tidak jarang disertai dengan tindak kekerasan yang menyebabkan trauma psikis berat terhadap anak.

Nah, Bunda, tentunya kita tidak pernah mau buah hati kita menjadi salah satu dari korban mereka, bukan? Untuk itu, perlu diketahui beberapa ciri umum pengidap pedofilia agar anak Anda dapat terhindar dari mereka seperti dilansir eventidecounseling.com berikut ini.

  1. Ketertarikan yang tinggi terhadap anak-anak atau bahkan tidak peduli sama sekali terhadap mereka.
  2. Orang-orang yang menjadikan anak-anak sebagai "proyek" mereka dengan menawarkan bantuan yang berlebihan, bimbingan, dan perhatian khusus.
  3. Memiliki sedikit teman sebaya dan menganggap anak-anak sebagai teman mereka.
  4. Tidak pernah menikah, lajang, hidup dengan kedua orang tuanya, serta sering kali berpindah-pindah tempat tinggal.
  5. Terlibat dalam berbagai aktivitas yang melibatkan anak-anak dan menarik bagi anak-anak.
  6. Merasa muda dan ada kalanya bertingkah seperti anak-anak.
  7. Sering memberikan beragam hadiah kepada anak-anak atau orang tua mereka.
  8. Ada kalanya mereka mengajak anak-anak untuk mengunjungi tempat-tempat yang mereka sukai secara tiba-tiba.
  9. Sering menyuruh anak-anak untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan ringan bagi mereka, seperti halnya membantu merawat anjing peliharaan, membawakan surat kabar, dan lain sebagainya.
  10. Secara berlebihan menjadikan anak-anak sebagai objek foto mereka.
  11.  Sering menghubungi anak Anda tanpa tujuan yang jelas.

Beberapa ciri di atas mungkin dapat membantu Anda mengenali mereka yang ternyata pedofilia, tapi ingat Bunda, jangan berburuk sangka terlebih dahulu dan buru-buru menghakimi orang lain. Kenali dengan baik, bisa saja orang-orang yang dekat dengan anak Anda memang orang-orang yang memiliki hati dan tujuan yang baik.

Semoga bermanfaat.

Penulis : Surya Fajar.
Sumber : http://www.vemale.com/, Selasa, 21 Januari 2014, 22:10 WIB.