Jumat, 22 Mei 2015

Menguak Misteri Puncak Garuda, Titik Tertinggi Gunung Keramat Merapi.

Inilah pemandangan indah dari Puncak Garuda, puncak misteri Gunung Merapi.

Gunung Merapi dilingkupi misteri yang berbau mistis. Banyak cerita-cerita aneh dari warga sekitar gunung yang sudah beberapa kali mengalami erupsi besar itu. Kita masih mengingat dulu pada tahun 80-an dipopulerkan sebuah sandiwara radio "Misteri Gunung Merapi", bahwa gunung merapi dikuasai oleh Mak Lampir dan kawannya Grandong. Yang kemudian kisah ini di buat film layar lebar dan sinetron.

Benarkah Gunung Merapi berpenghuni makluk halus ? Artikel ini tidak membahas dunia klenik di Gunung Merapi, tetapi sebuah misteri nyata dan baru saja menelan korban jiwa, inilah legenda nyata  "Puncak Garuda" yang ada di puncak Gunung Merapi !


Bagi anda yang pernah mendaki Gunung Merapi, tak lengkap rasanya bila tidak menaiki batu curam "Garuda" di Puncak Gunung Merapi. Salah satunya mengenai batu menjulang tinggi di puncak Merapi yang menjadi lokasi Erri Yunanto, 21, berfoto dan terpeleset jatuh ke kawah pada Sabtu (16/5) pekan lalu.

Walau sudah dilarang dan berbahaya, tapi tetap saja banyak yang nekat memanjatnya. Setelah erupsi tahun 2010, tingkat risikonya bahkan semakin tinggi, dan sudah terbukti pada Erri Yunanto, mahasiswa yang terjatuh ke kawah.



Misteri Puncak Garuda yang runtuh dan pengantinya.

Nah, bau-bau mistis pun muncul. Pasalnya, batu yang dijadikan lokasi Erri berfoto itu, bentuknya mirip sekali dengan Puncak Garuda yang sudah hilang sebelumnya. 

Di lokasi batu menjulang yang mirip tebing itu dulu ada batu yang mendapat sebutan "Puncak Garuda'. Hanya saja, Puncak Garuda itu hilang atau luruh karena letusan dahsyat Merapi tahun 2010. Puncak Garuda hilang dan tinggal menyisakan beberapa bagian saja. Nama yang diberikan pada bekas puncak ini pun berganti menjadi Puncak Tusuk Gigi karena bentuknya yang runcing seperti tusuk gigi.

Perkembangan "puncak tusuk gigi" penganti "puncak Garuda" yang hilang akibat erupsi tahun 2010 (kanan bawah)

"Batu itu menurut saya aneh sekali. Saya amati, bentuknya itu mirip sekali dengan Batu Garuda yang lama, yang sudah hilang. Saya sendiri juga ndak tahu sejak kapan ada batu itu," cerita Triyono, seorang pemuda warga desa Lencoh, Selo, Boyolali, kepada JPNN, Senin malam (18/5).

Fandi, salah seorang pendaki yang berpengalaman menaiki puncak Merapi bercerita, tekstur batu puncak Garuda sebelum erupsi 2010 lebih kokoh dibandingkan yang sekarang. Pria yang sudah naik ke Puncak Merapi 3 kali sebelum erupsi 2010 dan 4 kali setelahnya itu, merasakan ada bahaya baru yang mengancam para pendaki di puncak Garuda.

Kemiripan bentuk"puncak tusuk gigi" dan "puncak Garuda"

"Yang lama tekstur batunya lebih kokoh daripada yang baru. Yang ke puncak baru sekarang pasti ngerasain banget tekstur bebatuan jalur ke puncak lebih rawan longsor ketimbang dulu," ceritanya kepada detikcom, Rabu (20/5/2015).

Dari warna batuan bisa juga terlihat perbedaannya. Kondisi puncak Merapi sebelum erupsi didominasi abu-abu putih, sekarang warnanya lebih pekat. Menurut Fandi, itu pertanda bebatuan tersebut dikeluarkan dari perut Merapi.


Pria asal Pati, Jawa Tengah ini punya pengalaman tersendiri saat menaiki puncak Garuda, batuan curam yang juga dinaiki oleh Erri Yunanto. Menurut dia, tidak gampang memanjat batuan tersebut. Dia juga mengakui, ada bahaya yang mengancam keselamatan jiwa di atasnya.

Meski sudah "akrab" dengan Merapi, Tri tetap tidak berani sesuka-sukanya naik di batu menjulang tinggi itu. Diakui, dia pernah berada di puncak batu itu. Karenanya, dia bisa menduga-duga bagaimana posisi Erri hingga terpeleset dan jatuh ke kawah.

"Karena untuk naik ke batu itu bukan hal yang sulit. Yang sulit itu saat turun. Saya saja yang sudah terbiasa di situ, saat turun itu saya gemetaran. Cereboh sedikit saja, pasti terpeleset," cerita Tri. 

Sulitnya mengapai Puncak Paruda.

"Kesulitan maybe tingkat kemiringan puncak Garuda-nya. Harusnya kalau ke puncak Garuda harus dengan alat safety climbing yang mumpuni untuk keselamatan masing-masing para pendaki. Yang terjadi pada umumnya, orang yang mendaki gunung yang masih awam, menomorduakan masalah self safety," sarannya.


Selo merupakan jalur pendakian masuk Merapi. Sejak masih usia belasan tahun, Triyono sudah terbiasa naik turun ke puncak Merapi. Saat ini, pria dua anak itu menjadi guide, menemani sejumlah turis yang ingin mendaki ke Merapi.


Pesona Alam Puncak Merapi dari Puncak Garuda.







Perjalanan panjang dan ngeri menuju Puncak Garuda Merapi.

Mau ke Puncak Garuda tanpa resiko ?
Lihat saja Video pendakian munuju Puncak Garuda  berikut :

Video : "PUNCAK GARUDA GUNUNG MERAPI TH 2007"

Video : "PUNCAK TUSUK GIGI (PENGANTI PUNCAK GARUDA) GUNUNG MERAPI TAHUN 2011"

Penyusun : Yohanes Gitoyo, S Pd.
Sumber : 
  1. http://www.jpnn.com/read/2015/05/19/304844/Misteri-Batu-di-Puncak-Merapi-yang-Dipanjat-Erri-Yunanto
  2. http://news.detik.com/read/2015/05/20/130936/2919830/10/cerita-pendaki-soal-bahaya-puncak-garuda-sebelum-dan-sesudah-erupsi-2010


Kamis, 21 Mei 2015

Kenali : 8 Ciri Perbedaan Beras Asli dengan Beras Plastik !


Warga Indonesia harus berhati-hati dengan beredarnya beras palsu yang kini sedang marak beredar di pasaran. Disinyalir peredaran beras palsu berasal dari China yang sedang didistribusikan di kota Taiyuan, di provinsi Shaanxi.

Beras plastik mulai beredar di masyarakat Indonesia. Padahal awalnya beras tersebut pertama kali beredar hanya di China. Salah satu masyarakat yang menemukan beras plastik adalah Dewi Seftiani. Dia pun membeberkan perbedaan beras plastik dengan beras asli.

Bahkan, diindikasikan beras-beras palsu tersebut juga diekspor ke Indonesia. untuk itu warga Indonesia harus cermat dalam membeli beras. Perbedaan beras palsu dan asli tidak mudah dibedakan, pasalnya beras palsu sekilas tak jauh berbeda dengan beras-beras asli di Indonesia. Meskipun begitu antara beras palsu dan beras asli tetap memiliki perbedaan. Baik dari segi tekstur setelah dimasak sampai masih dalam bentuk biji beras.

Hasil masakan beras yang diduga berbahan baku plastik yang berwarna putih bersih dan menggumpal setelah menjadi nasi. Bila dipegang, terasa lembek tapi kenyal. Foto: Ariesant/Radar Bekasi/JPNN.com
Hasil masakan beras yang diduga berbahan baku plastik yang berwarna putih bersih dan menggumpal setelah menjadi nasi. Bila dipegang, terasa lembek tapi kenyal. 

Dewi Seftiani menceritakan pengalamannya saat menemukan beras plastik. Dari pengalaman pemilik warung nasi uduk di ruko Granade Blok F19 No 37 Kelurahan Mustikajaya, Bekasi, Jawa Barat inilah, beras sintetis itu terbongkar.

"Kemarin saya beli beras di pasar. Seperti biasa saya membeli beras ini kiloan dengan harga Rp 8000 per kilo. Tapi saat saya beli ini engga seperti beras yang saya konsumsi sebelumnya," kata Dewi ketika dihubungi merdeka.com, Senin (18/5).

Dugaan tersebut muncul ketika dia mengolah beras itu menjadi bubur untuk dia santap esok paginya. Namun setelah didiamkan beberapa jam, bubur ini pun berbentuk aneh.

"Seperti biasa tadi malam saya masak bubur buat besok pagi. Tapi saat tadi saya mau memanaskan buburnya, bentuknya jadi beda. Biasanya kan bubur kan kalau udah dingin bentuknya mengental dan menyatu, tapi kalau ini dia berbentuk buliran dan seperti belum matang," imbuh Dewi.

Selain bubur, Dewi juga sempat menanak beras itu untuk dijadikan nasi uduk, namun keanehan pun kembali dia temukan. "Saat dimasak beras itu malah ngeluarin banyak air. Kalau beras biasa kan meresap air tapi ini malah ngeluarin air. Saat dimakan juga rasanya aneh, sintetisnya berasa banget kayak kita makan plastik," jelasnya.

Setelah menemukan keanehan-keanehan itu, Dewi memeriksa penampilan beras tersebut. Sekilas, beras itu tampak tak jauh berbeda dengan beras pada umumnya, namun ketika dilihat lebih dekat maka akan terlihat jelas perbedaannya.

"Beras yang asli kan dia putih tapi tengah-tengahnya ada putih susunya. Tapi kalau beras ini tuh dia putih bening saja," ungkap Dewi.

Selain itu, lanjutnya, bila dimasak menjadi bubur maka beras tersebut tidak lembek melainkan tetap berbentuk beras.

"Terlihat beda sekali, saat matang beras plastik itu bentuknya menjadi terbuka (terlihat ke permukaan)," ujarnya.

Dewi mengatakan, beras tersebut akan berbeda rasanya. Menurutnya, rasa beras plastik berasa tawar.

Hingga saat ini, lanjutnya, dirinya harus memilah beras plastik dan beras asli. Hal ini dia lakukan agar tidak termakan karena membuatnya mual dan sakit perut.

"Pas makan buat mual dan sakit perut," ujarnya.

Sebelumnya, Dewi Septiani yang sehari-hari sebagai ibu rumah tangga mengakui menemukan beras tersebut di pasar Mutiara Gading Timur, Bekasi.

"Saya menemukan di pasar Mutiara Gading Timur, jenis beras tersebut jenis lokal karawang," ujarnya.

Dewi berharap, kejadian ini tidak akan dialami oleh warga lain karena sangat merugikan dan membahayakan.

Dewi mengatakan bahwa ada tiga perbedaan yang mencolok dari beras sintetis atau yang dikenal dengan beras plastik dengan beras asli.

1. Warna


Beras sintetis lebih berwarna putih polos, bening dan terlihat bersih. Beda dengan warna beras asli yang berwarna putih susu di tengah-tengahnya. dan sedikit keruh.

”Butiran beras yang baru saya beli terlihat bening tanpa kotoran dan warna pun sangat mencolok. Kalau beras asli, di dalam butiran akan terlihat warna putih kecil di tengah-tengah,” terangnya.

”Kalau dilihat sekilas saja, memang sama. Tapi, kalau dilihat lebih teliti lagi, baru terlihat perbedaannya,” kata Dewi.


2. Wujudnya


Beras sintetis bila dipegang agak licin. Sementara beras asli terasa kasar. "Jika beras palsu yang terbuat dari plastik maka tektur beras akan lebih lembut dan licin, berwarna putih seluruhnya. Untuk beras asli, tekstur beras sedikit lebih kasar, warnanya putih dan bening tapi tidak seluruhnya," ujar Dr Verawati.


3. Menggumpal Setelah Dimasak


Nasi normal yang biasa kamu olah menjadi bubur biasanya akan mengental dan menyatu ketika kondisinya sudah dingin. Tapi perhatikan dengan benar-benar seksama gambar di atas. Ketika bubur dari beras plastik mendingin, dia akan berbentuk seperti buliran menggumpal seolah belum matang.

Perbedaan yang mencolok ketika dimasak. Dewi mengatakan beras plastik akan menggumpal setelah menjadi nasi. Bila dipegang, terasa lembek tapi kenyal.

”Setelah jadi nasi, kok saya lihat bentuknya beda, nggak kayak nasi pada umunnya,” ucap Dewi saat ditemui di warungnya.


4. Beras asli akan menyerap air. 


Beras asli akan menyerap air maka tekstur beras akan lembut dan jika dimasukan ke penanak nasi beras akan mengeras tapi tekstur kelembutannya masih ada. Sedangkan untuk beras palsu maka beras lembek dan semakin mengeras. Sama halnya saat dikeluarkan dari penanak nasi, beras palsu justru akan semakin kering dan mengeras," kata dokter spesialis gizi klinik Dr Verawati Sudarma, Mgizi, Sp.GK saat dihubungi Dream.co.id, Selasa 19 Mei 2015.

Saat ditanak, beras normal akan menyerap air sehingga bentuknya mengembang, beras tersebut berubah menjadi nasi yang empuk dan pulen beras bisa menjadi nasi yang empuk dan pulen. Sebaliknya, beras plastik malah mengeluarkan banyak air.  Tapi sebaliknya, beras plastik malah akan mengeluarkan banyak air. Bisa jadi, ini karena berasnya (atau plastiknya) meleleh sebagian.


5. Beras asli akan memiliki rasa manis, beras palsu rasanya hambar dan tawar tidak memiliki rasa.

Vera menambahkan, dari segi rasa dan aroma antara beras palsu dan asli memiliki perbedaan. "Beras asli akan memiliki rasa manis karena glukosa karbohidrat dalam beras terurai sempurna. Sedangkan beras palsu rasanya hambar dan tawar tidak memiliki rasa," katanya

Sementara itu, aroma beras yang tercium juga akan menimbulkan aroma yang berbeda antara beras asli dengan beras palsu.

"Aroma beras palsu cenderung mengeluarkan bau sangit dan beraroma bahan kimia. Untuk beras asli akan mengeluarkan aroma lebih wangi karena H2O di beras yang menjadi nasi akan mengeluarkan bau yang harum, selain itu juga glukosa pada beras keluar dengan sempurna," jelasnya.


6. Beras plastik tidak bisa menyatu dengan air.

Seharusnya beras yang baik seperti ini
Seharusnya beras yang baik seperti ini jika takran airnya jauh lebih banyak.

Ketika beras palsu dicampur dengan air, posisi air akan berada di atas beras. Padahal, beras asli seharusnya menyatu dengan air.

Pada saat masak bubur dari beras palsu, nasi akan mengendap di bawah karena massanya lebih berat dari massa air. Sedangkan airnya justru di atas. Seharusnya, beras menyatu dengan air atau mengapung di permukaan. Jika kamu mau memasak lagi beras plastik tadi lagi air yang lebih banyak, percuma saja! Beras malah akan pecah, bukannya hancur seperti bubur pada umumnya.


7. Aroma nasi plastik begitu tawar, bukannya wangi.

Nasinya akan terasa tidak enak
Nasinya asli baunya wangi, sedangkan beras plastik tidak berbau/ tawar 

Beras plastik dari kentang dan residu resin sintetis ini memiliki wangi dan rasa yang tawar. Bahkan di mulut agak getir. Jangan harap deh waktu kamu menanak nasi akan keluar aroma wangi khas dari beras tanakanmu.


8. Beras asli bentuk dan teksturnya berbeda-beda, beras plastik bentuk dan tekturnya sama (cetakan pabrik)

Beras asli

Beras plastik

Kalau kamu pernah membeli dan memilih beras konsumsimu sendiri, jelas ‘kan bedanya beras asli dan beras plastik? Kalau beras asli kan punya guratan, tidak halus, bahkan kadang bocel-bocel/rusak. Sedangkan beras plastik cuma punya tekstur halus sempurna saja.

Penyusun : Yohanes Gitoyo, S Pd.
Sumber : 
  1. http://www.jpnn.com/read/2015/05/21/305241/3-Perbedaan-Beras-Asli-dengan-Beras-Plastik
  2. http://www.dream.co.id/fresh/kenali-ciri-beras-palsu-dari-plastik-150519m.html

Selasa, 19 Mei 2015

Waspada : 8 Makanan Palsu Berbahaya Asal China !!!


China dikenal dengan banyak hal, mulai dari tembok besar China yang menjadi warisan sejarah dan budaya, hingga pemandangannya yang indah. Namun hal yang paling populer dari China bagi perdagangan dunia adalah benda-benda palsu atau KW yang mereka hasilkan. Mulai dari tas, elektronik, hingga benda lainnya.

Tak hanya tas dan benda elektronik, makanan pun bisa dipalsukan di negara ini. Banyak makanan palsu yang hingga saat ini diproduksi dan tersebar di China. Bahkan salah satunya sudah sampai di Indonesia, yaitu beras yang terbuat dari plastik.

Makanan palsu apa saja yang membahayakan asal China, dan akankah makanan palsu tersebut sampai ke Indonesia seperti dilansir Listverse!


1.Beras palsu

another quiz, mana yang palsu?

Jika ada makanan yang tampaknya tak mungkin untuk dipalsukan, salah satunya adalah nasi. Tetapi faktanya, China berhasil memalsukan beras dan nasi. Beras palsu ini dinamakan beras plastik yang terbuat dari kentang, ketela rambat, dan bahan sintetis resin. Semua bahan kemudian dicampur dan dibentuk seperti beras. Beras plastik ini banyak dijual di Taiyuan, Provinsi Shaanzi.

Nasi ini baru ketahuan kalau palsu apabila dimasak, karena teksturnya yang agak keras dan lebih sulit dicerna. Cara membedakannya adalah bahwa beras plastik akan tetap keras meski sudah dimasak dan tidak mudah dicerna.

Kalau dari segi kesehatan, tentu saja beras palsu ini sangat berbahaya karena menurut penelitian, memakan tiga mangkuk nasi ini sama saja efeknya dengan memakan sekantung plastik betulan. Selain memproduksi beras plastik, para pemalsu itu juga mampu memalsukan beras asli sehingga mirip ‘Beras Wuchang’, salah satu varietas beras yang cukup mahal di China. Parahnya lagi, beras Wuchang yang asli hanya mampu diproduksi sebanyak 800 ribu ton setahun, namun di pasaran China bisa terjual 10 juta ton dalam setahun. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat China pun tidak mampu membedakan mana beras yang asli dan palsu. 

Beras plastik ini jelas berbahaya karena mengandung zat kimia. Mengonsumsi tiga mangkuk beras plastik sama dengan mengonsumsi satu plastik vinyl dan satu plastik kresek. Terkadang pedagang juga mencampur beras ini dengan beras biasa sehingga tidak mencurigakan. Dari 10 juta ton beras yang terjual, diperkirakan sembilan ton adalah beras plastik.


2.Daging domba palsu


Pedagang di China juga memalsukan daging domba yang dijual di pasaran. Mereka menggunakan daging tikus, rubah, dan cerpelai yang dicampur dengan zat kimia, kemudian menjualnya sebagai daging domba. Seorang penjual daging domba palsu yang tertangkap, bernama Wei, mengaku menambahkan zat kimia nitrat, gelatine, dan carmine pada daging tikus dan rubah sebelum menjualnya sebagai daging domba.

Pemalsuan ini sudah sangat populer di China sehingga telah banyak dilakukan penangkapan dan razia untuk mencegah penyebaran daging domba palsu. Polisi China juga telah menyebarkan cara membedakan daging domba asli dengan daging domba buatan. Jika dilihat sekilas, keduanya memang tampak sama. Namun jika direbus, daging domba palsu yang terbuat dari daging tikus akan mudah terbelah dan terpisah-pisah.

Begitu sulitnya membedakan daging yang asli dan palsu, polisi di China harus memposting tutorial di situs micro blogging terkenal China, Weibo. Meskipun dilihat secara sekilas memang susah dibedakan, namun apabila diiris atau dimasak akan kelihatan mana yang asli dan palsu.


3.Tahu dari zat kimia

tahu palsu

Tahu yang terbuat dari kedelai adalah makanan yang sangat familiar dan banyak dikonsumsi orang baik di China maupun di Indonesia. Beberapa waktu lalu, pemerintah China menangkap kelompok orang yang memproduksi tahu palsu di Wuhan, Provinsi Wubei. Mereka mencampurkan berbagai zat kimia untuk membuat tahu palsu.

Tahu ini dibuat dari campuran beberapa bahan kimia, protein kedelai, monosodium glutamat, tepung, pewarna dan es balok sebelum dikemas dalam kemasan merk tahu asli. Campuran itu masih belum seberapa bahaya. Pabrik tahu palsu yang lain malah menggunakan larutan pemutih yang dikenal berbahaya karena bisa menyebabkan kanker.

Selanjutnya mereka mengemas tahu palsu tersebut dengan nama pabrik yang memproduksi tahu asli. Terkadang pembuat tahu palsu juga menambahkan zat kimia rongalite, yaitu yang biasa digunakan untuk membutuhkan pakaian dan bisa menyebabkan kanker. Zat tersebut diakui bisa membuat tahu mereka berwarna lebih terang dan mudah dikonsumsi.

Tahu palsu ini lebih kenyal dan berwarna lebih terang, demikian ciri-ciri yang bisa digunakan untuk membedakannya dengan yang asli. Sebelum pabrik-pabrik ini digerebek, diperkirakan sekitar 100 ton tahu palsu ini sudah beredar di pasaran. 


4.Roti bakpao dari kardus

proses pembuatan bakpao kardus

Anda barangkali tak pernah membayangkan bagaimana roti bisa terbuat dari kardus. Namun hal ini benar-benar terjadi. Sekelompok orang di China memotong-motong kardus, kemudian mencampurkannya dengan zat kimia dan zat perasa daging babi. Selanjutnya mereka membuatnya menggunakan roti yang disebut baozi. Pertama, kardus yang dipotong tersebut dicampur soda yang biasa digunakan dalam produksi sabun, selanjutnya dicampurkan dengan zat kimia lain dan dicampurkan dengan zat perasa daging.

Disebut sebagai bakpao kardus karena bakpao ini memang terbuat dari kardus bekas. Biasa disebut sebagai baozi, sebuah video investigasi yang dilakukan oleh CTV (China Central Television) memperlihatkan bakpao ini dibuat dengan mencampur kardus bekas dengan larutan kimia tertentu dan penyedap rasa. Sebelum dicampurkan, kardus terlebih dahulu dilarutkan dengan soda api (cairan yang biasa digunakan produsen sabun dan kertas) kemudian dicampur lemak babi dan bumbu penyedap.

Video itu kemudian bocor ke mana-mana hingga akhirnya menjadi konsumsi media internasional. Cara pembuatan roti dari kardus ini telah tersebar melalui video dan menghebohkan seluruh dunia. Namun pemerintah China mengelak dan mengatakan bahwa video tersebut hanya hoax. Reporter yang merekam semua proses pembuatan roti kardus tersebut ditangkap dan kasus ini kemudian ditutup.

Dan seperti biasa, respon pemerintah China adalah dengan menangkap jurnalis pembuat video itu, bukan pembuat bakpaonya. Pemerintah China menganggap pembuatan video itu semata-mata untuk menaikkan rating stasiun televisi tersebut.




5.Kepiting Yangcheng palsu

Kepiting Yangcheng adalah jenis kepiting yang terkenal sebagai bahan makanan dan cukup mahal. Karena itu banyak orang yang berusaha memalsukan kepiting tersebut menggunakan kepiting biasa agar bisa dijual dengan harga yang mahal. Banyak cara dilakukan. Mulai dengan meletakkan kepiting biasa di air yang berasal dari Danau Yangcheng, hingga menggunakan zat kimia agar kepiting biasa tersebut terlihat seperti kepiting Yangcheng yang memiliki banyak rambut.

Meski ini tampak tak berbahaya, namun zat kimia yang digunakan pada kepiting yang dibuat menyerupai kepiting Yangcheng tentu bisa berdampak untuk kesehatan dalam jangka panjang. Diperkriakan dari 100.000 ton kepiting yang dijual, hanya ada 3.000 kepiting Yangcheng saja yang asli.


6.Mie palsu

Selain nasi, mie juga banyak dipalsukan di China. Pedagang menggunakan tepung beras yang sudah basi dan berjamur. Tepung ini biasanya digunakan sebagai makanan ternak, namun justru digunakan untuk membuat mie yang dijual di pasaran. Untuk membuat mie terlihat layak makan, pedagang menggunakan beberapa zat kimia yang bisa menyebabkan kanker seperti sulfur dioxida.

Dalam sehari, sebuah pabrik mie palsu di Dongguan bisa memproduksi 500.000 kilogram mie palsu yang dijual di pasaran. Kepolisian China berhasil membekuk pabrik pembuat mie palsu ini dan diperkirakan terdapat 35 pabrik yang sama yang memproduksi mie palsu. Beberapa di antaranya menggunakan tepung jagung atau nasi yang sudah basi dan memakai pemutih serta boraks dalam produksinya.


7.Daging babi bercampur zat kimia


Selain daging domba yang dipalsukan, beberapa pedagang di China juga menjual daging babi yang sudah dicampur dengan zat kimia. Para peternak menambahkan zat kimia bernama clenbuterol untuk babi mereka. Zat kimia ini sebenarnya sudah dilarang oleh pemerintah karena meski bisa membakar lemak pada hewan, namun jika dikonsumsi manusia bisa menyebabkan sakit, penyakit jantung, keringat berlebihan, dan pusing.

Banyak pedagang menggunakan zat kimia ini untuk membuat daging babi mereka lebih empuk. Hal ini sudah memakan korban di China pada tahun 1998 hingga 2007. Satu orang meninggal dan 1.700 lainnya sakit akibat mengonsumsi daging babi bercampur clenbuterol tersebut.


8. Telur palsu

telur palsu dan asli
telur palsu dan asli

Kalau dilihat sepintas telur palsu produksi China memang sangat mirip dengan telur biasa. Bagian dalam telur ini dibuat dengan mencampur tepung kanji, larutan pengental, dan resin sedangkan bagian kulit telur dibuat dari tepung gypsum, kalsium karbonat dan parafin. Meskipun kelihatan sulit untuk membuatnya, namun biaya produksi yang jauh lebih kecil membuat orang tergoda untuk berbuat curang.
Telur palsu ini baru bisa dibedakan jika sudah dipecah atau dimasak, karena meskipun penampilannya mirip tapi bau dan rasanya tentu saja jauh berbeda. Selain itu warna kuning telur juga nampak lebih gelap. Telur palsu ini di China bukan barang baru lagi karena telah ada sejak pertengahan ’90-an. Dengan peralatan yang memadai seorang pemalsu bisa menghasilkan kira-kira 1.500 telur palsu.

Itulah beberapa makanan palsu yang berbahaya dari China. Waspadalah jangan sampai makanan palsu ini masuk ke Indonesia. Selalu perhatikan makanan yang akan Anda konsumsi. Pilih makanan yang segar, dan bila perlu berasal dari produsen lokal yang terpercaya.

Sumber :

  1. metroterkini.com, 19 Mei 2015.
  2. http://www.mbakbro.com

Awas : Beras Plastik Menyerbu Indonesia !!


Seperti diketahui, beras yang terbuat dari plastik bercampur resin (damar/sejenih getah) beracun dilaporkan telah mencapai pantai beberapa negara Asia. Berita terbaru, beras plastik itu sudah mendarat di Singapura.

Para ahli kesehatan telah memperingatkan bahwa mengonsumsi beras plastik bisa mematikan, atau merusak sistem pencernaan secara serius.

Beras palsu itu dikabarkan berasal dari China, tepatnya dari Taiyuan, provinsi Shaanxi. Informasi itu beredar luas di media sosial, seperti WhatsApp dan Facebook.

Beras plastik kabarnya dibuat dari kentang, ubi jalar, dengan resin sintetik yang kemudian dibuat layaknya butir beras asli. 

Beras plastik ini kemudian diedarkan di negara berkembang dengan jumlah penduduk besar, seperti India, Indonesia, dan Vietnam.


Kementerian Perdagangan 

Soal Beras Plastik, Ini Kata Mendag
Menteri Perdagangan Rachmat Gobel Sidak ke Gudang Bulog. 

Kementerian Perdangangan bergerak cepat mengecek informasi dugaan adanya beras palsu yang beredar di pasar Indonesia. Informasi awal beras tersebut berasal dari China. 

"Saya sedang minta Dirjen saya untuk ke pasar melihat informasi adanya beras dari China, apalagi beras plastik," ujar Menteri Perdagangan Rachmat Gobel di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa 19 Mei 2015. 

Dia mengatakan, koordinasi dengan pihak terkait khususnya Direktorat Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, juga sudah dilakukan. Guna memastikan apakah beras palsu tersebut sudah masuk di pasaran. 

"Karena Kemendag tidak pernah mengeluarkan izin untuk itu. Dari mana sumbernya apakah itu beras palsu, apa beras selundupan, itu juga saya minta ke Bea Cukai untuk kordinasi," kata Rahmat. 

Beredar isu di lapangan bahwa beras tersebut sudah dipasarkan di beberapa daerah di Jabodetabek, salah satunya di Bekasi. Dia meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai hal ini, sehingga tidak ada yang dirugikan. 

"Di Bekasi mananya? Kami mau tau?" katanya. 

Dia pun meminta masyarakat ikut berperan aktif dengan melaporkan ke Kementerian Perdagangan, apabila menemukan bukti peredaran beras palsu itu. "Kalau ada temuan lapor ke kantor Kemendag, ada Direktorat Standarisasi dan Perlindungan Konsumen," ujar Rahmat. 

Beras plastik di Malaysia.

Menteri Pertanian dan Industri Malaysia, Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob, mengaku belum mendapat laporan resmi adanya beras plastik yang beredar di Malaysia.

Dia menjelaskan, pemerintah Malaysia akan mengajarkan penduduknya cara untuk mengidentifikasi butir-butir beras palsu.

"Kami akan membantu masyarakat dari sisi teknis, bagaimana cara mengidentifikasi beras palsu dan asli," ujarnya, seperti dikutip pada laman Malaysia Chronicle, Selasa 19 Mei 2015.

Dia menuturkan, pihaknya tidak bisa menganggap enteng terkait rumors peredaran beras palsu dari plastik.

Menteri Dalam Negeri, Koperasi, dan Kepenggunaan, Datuk Seri Hasan Malek, mengatakan kementeriannya akan melakukan penyelidikan secara nasional terkait hal itu.

Hasan Malek, menuturkan tim investigasi akan fokus pada toko-toko kelontong untuk memeriksa apakah mereka menjual beras palsu, terutama di daerah pedesaan.

Hal itu, menurut Hasan, karena sumber dari industri beras mengatakan bahwa beras plastik itu tidak akan dijual secara terbuka di supermarket dan hypermarket.

Sumber : bisnis.news.viva.co.id, Selasa, 19 Mei 2015.

Senin, 18 Mei 2015

Jangan Lakukan Ini Ketika Sedang Menghukum Anak !


Phillip McGraw, seorang psikolog anak di Amerika Serikat, mengatakan bahwa keputusan orang tua untuk memberikan hukuman pada anaknya terkadang membuat hukuman tersebut tidak membuahkan hasil yang efektif. Moms sepertinya perlu tahu kesalahan-kesalahan orang tua saat menghukum anaknya. Berikut informasi singkat kesalahan-kesalahan orang tua ketika sedang menghukum anaknya.


Menghukum dalam keadaaan marah

Moms pasti sering menjumpai orang tua yang membentak dan meneriaki anaknya ketika si anak sedang dihukum. Tindakan seperti ini tidak dibenarkan karena si anak akan menganggap marah-marah adalah wujud reaksi yang wajar karena orang tua tidak menyukai apa yang telah ia lakukan. Si anak juga bisa berpotensi melakukan hal yang sama ketika ia sedang merasa tidak suka atau kesal dengan temannya.

Lantas, bagaimana yang benar? 
Anda boleh membentak asal tidak disertai dengan peringai emosional.  Bentaklah dengan tegas namun tenang. Anak-anak akan jauh lebih  responsif dengan bentakan yang tegas dan tenang.


Menganggap anak sebagai pribadi dewasa

Anak memang memiliki hak untuk didengar. Tapi bukan berarti hak mereka memiliki bobot yang sama dengan hak yang dimiliki oleh orang tuanya. Apalagi yang berkaitan dengan aturan di rumah. sebagai orang tua, Moms wajib memberi penjelasan pada anak mengapa perlu diterapkan peraturan seperti itu.


Hukuman yang tidak setimpal

Dalam memberikan hukuman, berilah hukuman yang logis dan natural sesuai dengan kesalahan yang dilakukan oleh si anak. Hindari memberikan hukuman yang tidak adil dan tidak pantas karena justru dapat menghilangkan kesempatan bagi anda untuk memberikan nilai-nilai yang ingin anda sampaikan pada anak anda. Jangan pula memberikan hukuman yang menghina, mempermalukan, atau merendahkan anak anda karena dapat menghilangkan rasa percaya dirinya.


Moms dan Ayah terlihat tidak kompak

Jangan memperlihatkan ketidak kompakan anda dan suami anda di depan anak-anak ketika sedang membicarakan soal aturan/ hukuman. Moms dan ayah harus kompak dalam memutuskan jenis hukuman untuk anak. Moms dan ayah yang tidak kompak dapat dijadikan celah bagi si anak untuk menguasai salah satu orang tuanya, dan bahkan dapat memecah belah kedua orang tua.

Sumber : merries.co.id,  January 1, 2015