Sabtu, 19 April 2014

Jutaan Android Kena "Heartbleed", Begini Cara Memeriksanya......


Ditemukannya celah keamanan "heartbleed" pada protokol OpenSSL membuat geger jagat internet. Pasalnya, bug yang memungkinkan hacker mencuri data sensitif ini—seperti password dan nomor PIN, meski sudah dienkripsi—menyerang sebagaian besar situs web di seluruh dunia.

Dampak "heartbleed" pun menyebar luas hingga ke ranah gadget, yang dalam hal ini Google mengingatkan bahwa sistem operasi Android 4.1.x dipakai di 34 persen perangkat berbasis platform tersebut. 

Artinya, ada jutaan gadget Android yang rawan serangan hacker karena mengidap bug "heartbleed". Selain itu, Marc Rogers. kepala analis di firma keamanan Lookout Mobile, mengatakan bahwa beberapa versi Android 4.2.2 yang telah dimodifikasi oleh rekanan Google juga telah ditemukan terjangkit masalah serupa. 

"Saya akan berhati-hati menggunakan perangkat (yang terdampak 'heartbleed') tersebut, seperti saat menggunakannya untuk aktivitas perbankan atau mengirim pesan pribadi," ujar Rogers, sebagaimana dikutip oleh ArsTechnica.

Sistem operasi Android sendiri kerap kali dimodifikasi oleh para produsen gadget atau operator seluler rekanan Google untuk keperluan masing-masing. Karena itu, ada kemungkinan bahwa beberapa varian lain yang menggunakan Android di luar versi 4.1.1 dan 4.2.2 pun ikut bermasalah.

Google mengatakan sedang bekerja bersama para rekanan untuk menyalurkan patch keamanan guna menangkal "heartbleed". Selagi menunggu, Lookout Mobile telah merilis aplikasi bernama Heartbleed Detector yang bisa mendeteksi apakah perangkat Android terjangkit "heartbleed" atau tidak.


Aplikasi Heartbleed Detector dari Lookout Mobile mendeteksi celah keamanan pada perangkat Android.

Menurut pengujian dengan Heartbleed Detector yang dilakukan ArsTechnica, banyak versi Android memakai versi OpenSSL yang bermasalah. Namun, sebagian besar tak mengaktifkan ekstensi yang mengandung kode itu sehingga dapat dikatakan tidak terkena dampak "heartbleed".

Lain halnya dengan perangkat Android versi 4.1.1 yang kedapatan mengandung bug bersangkutan dan mengaktifkannya, seperti terlihat dalam screenshot di atas. 

Untuk memeriksa apakah gadget Android Anda terjangkit "heartbleed", unduh aplikasi Heartbleed Detector dari Play Store atau langsung dari tautan ini. Kemudian, instal dan jalankan aplikasinya. Nah, apakah Android Anda terjangkit "heartbleed"?

Penulis: Oik Yusuf 
Editor: Reza Wahyudi
Sumber: ArsTechnica, dikutip dari http://tekno.kompas.com/, Kamis, 17 April 2014, 10.23 WIB.

Mengapa Malware Doyan Mampir di Android?


Tak diragukan lagi bahwa popularitas Android telah membuat platform mobile besutan Google itu jadi target favorit penjahat cyber. Sebagai sistem operasi (OS) mobile terpopuler saat ini, Android telah menjadi sasaran utama para penjahat siber (hacker).

Laporan terbaru dari firma keamanan Kaspersky mengungkap temuan yang lebih mencengangkan, yaitu sebanyak 99,9 persen malware baru yang muncul pada kuartal pertama 2013 dirancang untuk "berkeliaran" di perangkat Android.

Seperti dikutip dari Mashable, kebanyakan dari malware tersebut termasuk kategori virus trojan. Jenis trojan yang paling banyak ditemukan adalah SMS trojan (yang mencuri uang dengan mengirim pesan ke nomor premium) bertanggung jawab atas 63,6 persen serangan.

Kaspersky juga melaporkan bahwa jumlah malware mobile meningkat drastis pada awal tahun ini. Selama tiga bulan pertama 2013 saja, jumlah malware mobile sudah menyamai setengah dari jumlah keseluruhan yang tercatat sepanjang 2012.

Di luar dunia gadget mobile, tren metode injeksi malware bergeser ke arah penggunaan tautan berbahaya yang akan menginfeksi komputer pengguna apabila diklik. Sebanyak 91 persen malware dikirim dengan cara ini.

Dalam hal negara asal malware, Amerika Serikat menempati urutan pertama dengan 25,1 persen, diikuti Rusia dan Belanda, yang masing-masing mencatat 19,2 persen dan 14,4 persen. 


Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Juniper Networks, sekitar 92 persen program jahat (malware) mobile yang berhasil dideteksi secara spesifik ditargetkan kepada OS buatan Google ini.

Selain karena tingginya jumlah perangkat yang beredar, ada satu alasan lain mengapa penjahat siber gemar menyerang Android. Ternyata, masih banyak pengguna Android ternyata belum meng-update OS ke versi yang terbaru. Inilah alasan Android begitu digemari dihampiri malware.

Bulan ini saja, masih menurut Juniper, baru ada sekitar 4 persen pengguna yang menggunakan OS versi terbaru. Sisanya masih menggunakan OS lama, seperti Ice Cream Sandwich dan Gingerbread.

Google biasanya mempersenjatai OS terbaru dengan sistem keamanan yang lebih canggih. Perusahaan raksasa internet tersebut juga banyak menutup celah keamanan yang ditemukan di versi sebelumnya. Nah, tanpa menggunakan OS versi terbaru, maka pengguna Android lawas lebih rentan terkena serangan.

Meskipun begitu, bukan berarti OS lain 100 persen aman. Dikutip dari Cnet, Rabu (26/6/2013), Juniper memperingatkan OS lain pun bisa dieksploitasi, termasuk iOS buatan Apple.

"Secara teori, eksploitasi untuk iOS telah didemonstrasikan, begitu juga dengan metode aplikasi jahat menyusup ke iOS App Store. Namun, penjahat siber telah menghindari produk Apple sebagai dukungan terhadap "padang rumput hijau" yang ditawarkan Android," tulis Juniper.

Mayoritas serangan malware mobile terjadi via SMS Trojan, yang "merayu" korbannya untuk mengirimkan pesan teks ke nomor yang sudah ditetapkan si penjahat. Sekitar 48 persen serangan terjadi melalui SMS semacam ini, 29 persen melalui install palsu, dan 19 persen berasal dari Trojan Spy malware.


Aplikasi yang paling banyak ditiru adalah Google Play, Skype, Adobe Flash, dan Angry Birds.

Lebih lanjut, Juniper menjelaskan bahwa jumlah ancaman malware mobile di tahun 2013 meningkat tajam, jika dibandingkan tahun lalu. Malware mobile tumbuh 614 persen dari Maret 2012 ke Maret 2013. Persentase tersebut berarti, ada 276.259 aplikasi berbahaya yang ditemukan pada kurun waktu 1 tahun tersebut.

Pada tahun 2012, peningkatan serangan berbahaya hanya meningkat 155 persen dari tahun 2011.

Sumber: http://tekno.kompas.com/, Selasa, 20 Agustus 2013, 11.27 WIB.

Awas : Serangan Virus di Android Sudah Setara Windows !!!


Semakin populer sebuah platform komputer, semakin banyak pula penjahat cyber yang mengincarnya. Itulah yang terjadi dengan sistem operasi mobile populer Android yang kini menguasai hampir 80 persen pasaran smartphone.

Kecanggihan program jahat atau malware yang dirancang untuk menyerang OS berlambang robot hijau itu pun semakin berkembang, hingga kini disebut sudah menyamai kapabilitas malware yang biasa beredar di Windows, sistem operasi desktop terpopuler.

Hal tersebut diungkapkan oleh laporan Threat Evolution terkini dari Kaspersky yang dikutip oleh PC World. "Evolusi malware Android jauh lebih cepat dibandingkan evolusi malware Windows," ujar peneliti senior Kaspersky Labs Roel Schouwenberg.

Contohnya adalah malware Backdoor.AndroidOS.Obad.a (Obad), yang Juni lalu "dinobatkan" Kaspersky sebagai trojan mobile tercanggih yang pernah ditemukan sejauh ini. 

Malware tersebut mampu melakukan berbagai macam hal  seperti membuka backdoor untuk mengunduh file tambahan, mencuri informasi dari ponsel dan aplikasinya, serta mengirim SMS ke nomor telepon premium dan menyebarkan diri lewat koneksi Bluetooth.

Setelah melihat kapabilitas Obad, Kaspersky menyimpulkan bahwa program jahat yang satu ini lebih mirip malware Windows ketimbang program serupa yang biasa beredar di Android. 

Sebagian besar malware yang ada saat ini masih dirancang untuk menyasar sistem Windows yang lebih menguntungkan, tapi malware mobile pun menunjukkan pertumbuhan yang mengkhawatirkan seiring dengan semakin banyaknya penjahat cyber yang mengincar smartphone. Terlebih, karena angka pengkapalan jenis perangkat ini sudah melewati PC tradisional sejak 2011 lalu.

"Itulah sasaran masa depan para penjahat cyber, dan masa depan memang berada di sana (mobile)," tambah Schouwenberg.

Para pembuat malware pun mulai melirik cara distribusi program di luar menyisipkannya bersama aplikasi "sungguhan". Salah satu yang paling sering digunakan adalah mengirim spam atau iklan berisi tautan ke situs web berbahaya. Penggunaan cara ini untuk menyebar malware diperkirakan akan meningkat dalam waktu-waktu mendatang.


Mayoritas trojan mobile yang beredar saat ini mencuri uang dengan mengirim SMS ke nomor premium. Tapi, Kaspersky juga menemukan bahwa jumlah malware yang membuka backdoor untuk berkomunikasi dengan server command and control juga semakin banyak.

"Begitu backdoor dan pengunduh trojan mulai beraksi, Anda mulai menyadari bahwa para penjahat cyber ini mencoba melakukan sesuatu yang lebih canggih," tutup Schouwenberg.

Penulis: Oik Yusuf 
Editor: Reza Wahyudi
Sumber: PC World, dikutip dari : http://tekno.kompas.com/, Selasa, 20 Agustus 2013, 11.27 WIB.

Anda Gunakan Facebook di Android, Waspadai Trojan "Qadars" !!!


Trojan baru ditemukan, kali ini pengguna Facebook di platform sistem operasi mobile, Android menjadi sasaran utamanya. Trojan tersebut bisa membobol metode autentikasi dua langkah yang sering digunakan dalam transaksi mobile banking.

Penemuan trojan baru tersebut pertama kali dikabarkan oleh PC World, Kamis (17/4/2014) setelah mendapat laporan dari lembaga peneliti keamanan internet, ESET. Trojan tersebut diberi nama Qadars, dan bekerja dengan menginjeksi kode JavaScript jahat ke dalam halaman Facebook, yang diakses dari browser yang telah diinfeksi.


Kode JavaScript tersebut menginjeksi kode untuk menampilkan pesan bahwa pengguna harus mengunduh dan meng-instal malware di smartphone Android-nya. Malware tersebut bisa mencuri kode otentikasi transaksi perbankan yang sering dikirim ke ponsel melalui SMS.

Metode webinject seperti ini sudah lama digunakan sebagai modus trojan komputer yang menampilkan formulir registrasi online palsu yang menyasar pengguna online banking. Tujuannya adalah untuk mencuri data-data penting dan informasi finansial dari pengguna.

Webinject juga sudah umum digunakan untuk menampilkan pesan yang memerintahkan pengguna mengunduh dan meng-instal aplikasi-aplikasi berbahaya dalam smartphone-nya, dengan berpura-pura sebagai aplikasi keamanan yang dibutuhkan oleh lembaga perbankan tertentu.

Pada kenyataannya, aplikasi tersebut justru mencuri sejumlah informasi yang dimasukkan pengguna saat bertransaksi online, serta password-password yang dikirim oleh bank melalui SMS.

Jika Anda membuka Facebook dan menjumpai pemberitahuan yang mengharuskan Anda mengunduh aplikasi Android tertentu yang terkait dengan layanan perbankan, ada baiknya Anda menghubungi pihak bank untuk meminta konfirmasi terlebih dahulu.

Penulis: Reska K. Nistanto 
Editor: Reza Wahyudi
Sumber: PC World, dikutip dari : http://tekno.kompas.com/, Sabtu, 19 April 2014, 11.06 WIB.a

Jumat, 18 April 2014

Menelusur Keberadaan Yesus Dalam Sejarah.

Wajah Yesus dari Nazaret, hasil analisa komputer dari potret Kain Kafan Turin.
(c. 5 BC / SM - c. 30 AD / CE)

Hari ini tanggal 18 April 2014, kami umat Kristen Katolik memperingati peristiwa penyaliban dan meninggalnya Yesus/ Isa Al Masih. Sebagian dari anda mungkin berpikir, apakah Yesus adalah tokoh yang benar-benar ada dalam sejarah/ tokoh fiktif dongengan buku yang disebut Injil ?  artikel ini akan membahas sisi historis manusia Yesus dalam kaitanya dengan sejarah bangsa Israel dan Romawi.


Etimologi Asal Nama Yesus

"Yesus" (diucapkan / zəs ː dʒi / ) adalah transliterasi/ terjemahan , terjadi dalam beberapa bahasa dan berdasarkan Iesus Latin, dari Ἰησοῦς Yunani (Iesous), sendiri merupakan Hellenisation dari Ibrani יְהוֹשֻׁעַ (Yĕhōšuă ', Yosua ) atau Ibrani- Aram יֵשׁוּעַ (Yēšûă ') ". yang berarti Yahwe memberikan (atau menyelamatkan) ". Nama Yesus tampaknya telah digunakan di Yudea pada waktu kelahiran Yesus. Dan Referensi Philo  ( Mutatione Nominum 121 item) menunjukkan bahwa etimologi Yosua dikenal di luar Yudea pada waktu itu. Alkitab Vulgata Latin kemungkinan adalah yang pertama yang membedakan keduanya, menuliskan Yesus sebagai Iesus dan Yosua sebagai Iosias .Nama Yesus dalam Bahasa Arab adalah Isa (عيسى, `Īsā, Essa). Jadi pribadi Isa yang anda kenal identik dengan Yesus.

Dalam Perjanjian Baru , di Lukas 1:31 malaikat memberitahu Maria untuk nama Yesus anaknya, dan dalam Matius 1:21 malaikat memberitahu Yusuf untuk nama Yesus. Pernyataan dalam Matius 1:21 "engkau akan menamakan Dia Yesus, karena ia akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka" rekan keselamatan atribut dengan nama Yesus dalam teologi Kristen. 

Kristus "(diucapkan / kraɪst / ) adalah berasal dari bahasa Yunani Χριστός (Khristós) yang berarti " yang diurapi ", sebuah terjemahan dari מָשִׁיחַ Ibrani (Māšîaḥ), biasanya diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai Mesias . Di Septuaginta versi Alkitab Ibrani (yang ditulis lebih dari satu abad sebelum zaman Yesus), kata Kristus digunakan untuk menerjemahkan ke dalam bahasa Yunani dalam Māšîaḥ kata Ibrani. Pada Matius 16:16 , Rasul Petrus mengatakan : "Anda adalah Kristus "mengidentifikasi Yesus sebagai Mesias. Dalam Alkitab Kristus digunakan menjadi sebuah nama, satu bagian dari nama "Yesus Kristus", tapi awalnya itu adalah gelar (Mesias) dan bukan nama


Keberadaan Yesus Dalam Sejarah

Meskipun beberapa sarjana telah mempertanyakan keberadaan Yesus sebagai tokoh sejarah yang sebenarnya kebanyakan ahli yang terlibat dengan penelitian Yesus sejarah percaya keberadaannya dapat dibentuk dengan menggunakan dokumen dan bukti lain.  Sebagaimana dibahas di bagian langsung di bawah, perkiraan tanggal kematian Yesus tempat umur nya sekitar awal abad pertama AD / CE, di wilayah geografis Romawi Yudea . Perjanjian Baru juga mengacu pada Danau Galilea yang berjarak sekitar 75 mil sebelah utara Yerusalem . 


Peta Palestina pada abad pertama.


Kekuasaan  Romawi di Yudea dimulai sekitar 63 SM dan dengan 6 AD / CE Yudea telah menjadi sebuah provinsi Romawi. Dari 26-37 AD / CE Pontius Pilatus adalah gubernur Romawi Yudea. Pada periode ini, meskipun Roma Yudea adalah posisi strategis antara Asia dan Afrika, hal itu tidak dipandang sebagai provinsi penting kritis oleh Romawi. Orang Romawi itu sangat toleran terhadap agama lain dan membiarkan penduduk lokal seperti orang-orang Yahudi untuk mempraktekkan agama mereka sendiri .


Kemungkinan Tahun Kelahiran Yesus. 

Tidak ada bukti sejarah kontemporer menunjukkan tanggal kelahiran Yesus . Kelahiran Yesus - yang Dionisius Exiguus memperkirakan kelahiran Yesus antara tahun 2 BC / SM dan 1 AD / CE . Injil Matius menyatakan 'kelahiran Yesus terjadi pada masa pemerintahan Herodes Agung , yang meninggal pada 4 SM, tetapi juga dengan maklumat bahwa Yesus mungkin lahir ketika Herodes memerintahkan Pembantaian anak-anak di Betlehem, dan karena itu dapat dipastikan Ia lahir sebelum peristiwa tersebut terjadi dan sebelum kematian Herodes. Injil Lukas menuliskan kelahiran Yesus telah terjadi pada masa pemerintahan Herodes Agung (antara 37 dan 4 BC / SM), tetapi pengarang Lukas juga menjelaskan kelahiran sebagai berlangsung selama sensus pertama dari provinsi Romawi Suriah dan Iudaea , yang diyakini sudah terjadi pada 6 AD / CE. Kebanyakan sarjana umumnya menganggap Yesus lahir antara 6 dan 4 SM. Ahli Sejarah lain menganggap bahwa Yesus dilahirkan kadang antara 7-2 BC / SM dan meninggal   antara 26-36 AD / CE. bukti tambahan ditemukan pada tahun 1923 oleh arkeolog menggali di  reruntuhan dari Bait Suci Romawi dekat Ankara, Turki, menunjuk pada kemungkinan awal tahun bahkan lahir, 8 SM / SM, berdasarkan deskripsi dari tiga-lebar sensus kerajaan, salah satu yang terjadi di tahun itu. 
Kesimpulannya Yesus diperkirakan lahir antara tahun 6-5 tahun sebelum Masehi.

Yusuf , suami Maria , muncul dalam deskripsi dari masa kanak-kanak Yesus. Tidak disebutkan, bagaimanapun, adalah terbuat dari Yusuf selama pelayanan Yesus. Kitab Perjanjian Baru dalam Injil Matius, Markus, dan Galatia (Surat Paulus) menceritakan saudara dan saudari Yesus. Lukas juga menyebutkan bahwa Elizabeth , ibu Yohanes Pembaptis, adalah "sepupu" atau "relatif" dari Maria, [ Luk 1:36 ] yang akan membuat Yohanes Pembaptis sepupu jauh dari Yesus. Injil Matius dan Injil Lukas Menuliskan Yesus dilahirkan Ketika Yusuf dan Maria bertunangan, dan lahir di kota Betlehem . 

Kisah Kelahiran Yesus dalam film "The Nativity Story"

Dalam Injil Matius, tertulis tentang kunjungan Orang-Orang Majus (Maqi) membawa hadiah kepada Yesus  setelah mereka mengikuti bintang yang mereka percaya adalah tanda bahwa Raja orang Yahudi telah lahir [ Mat 2:1-12 ] Raja Herodes mendengar dari kelahiran Yesus dari Orang Bijak (Majus) dan mencoba untuk membunuh dia dengan membantai semua anak laki-laki di Betlehem di bawah usia dua tahun. [ Mat 2:16-17 ] Yusuf mengajak Maria dan bayi Yesus melarikan diri ke Mesir dan tetap ada sampai kematian Herodes, lalu mereka menetap di Nazaret untuk menghindari hidup di bawah pemerintahan putra dan penerus Herodes Arkhelaus. [ Mat 2:19-23 ] dari sini maka Yesus dikenal sebagai Yesus dari Nazaret.

Dalam Markus 6:3, Yesus disebut tekton (τέκτων dalam bahasa Yunani), biasanya dipahami sebagai tukang kayu . Matius 13:55 mengatakan dia adalah anak seorang tekton [. Mk 06:03 ] [ Mat 13:55 ] tekton tradisional telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai "tukang kayu". 

'Pelayanan Yesus , yang menurut Injil Lukas dimulai ketika Yesus "sekitar usia 30 tahun", [ Luk 3:23 ] diikuti bahwa dari Yohanes Pembaptis , yang pelayanan dikatakan telah dimulai "dalam lima belas tahun pemerintahan Tiberius Caesar ", [ Luk 3:1-2 ] yang akan sekitar 28 atau 29 AD / CE. Menurut Injil Sinoptik , 'pelayanan Yesus berlangsung kurang lebih satu tahun, sedangkan Injil Yohanes menyiratkan bahwa pihaknya mungkin telah berlangsung sekitar tiga tahun. Semua laporan Injil bahwa ia telah menjadi dikenal sebagai guru agama pada saat ia telah mencapai usia 30-an. Lukas mengatakan Yesus adalah "sekitar tiga puluh tahun" ketika dia dibaptis [. Luk 3:23 ] Semua tiga Injil Sinoptik menggambarkan Pembaptisan Yesus oleh Yohanes Pembaptis di Sungai Yordan, suatu peristiwa yang sarjana Bibel menggambarkan sebagai awal dari pelayanan publik 'Yesus . 

Yesus tinggal di Galilea untuk sebagian besar hidupnya dan berbicara bahasa Aram dan mungkin bahasa Ibrani dan beberapa Yunani.


Kemungkinan tahun dan tempat kematian 


Lihatlah Manusia ini !, Pontius Pilatus mengadili Yesus.


Keempat kanonik Injil melaporkan bahwa Yesus disalibkan selama masa pemerintahan Pontius Pilatus, menjadi Gubernur Romawi Yudea. Ia memerintah Yudea 26-36 AD / CE. Akhir abad ke-1 sejarawan Yahudi Josephus , menulis dalam The Antiquities orang Yahudi (c. 93 AD / CE), dan awal abad ke-2 sejarawan Romawi Tacitus , menulis di The Annals (c. 116 AD / CE ), juga menyatakan bahwa Pilatus memerintahkan eksekusi Yesus. Dalam hubungannya dengan kronologi tentang pelayanan-Nya (pada bagian atas), yang paling awal yang berlaku umum tanggal untuk penyaliban adalah 29 AD / CE (yaitu, tahun ke-15 Tiberius 'pemerintahan ditambah satu tahun untuk Yesus' pelayanan), dan terakhir 36 AD / CE (yaitu, tahun terakhir pemerintahan dari Pontius Pilatus ). Para sarjana Alkitab bahwa peristiwa penyaliban terjadi pada Hari Jumat pada atau dekat Paskah ( Nisan 15)



Yesus memandang dari Salib Penyaliban, oleh James Tissot , abad ke-19.

Selama berabad-abad, para astronom dan ilmuwan telah menggunakan metode komputasi yang beragam untuk memperkirakan tanggal penyaliban. Isaac Newton adalah salah satu ilmuwan pertama untuk memperkirakan tanggal penyaliban dengan memperhitungkan visibilitas relatif dari sabit bulan baru antara Ibrani dan kalender Julian . Newton menyarankan tanggal sebagai Jumat, 23 April 34 AD. John Pratt  menulis dalam Journal of Royal Astronomical Society tahun 1991, berpendapat Yesus disalib pada tahun 33. Dengan menggunakan perhitungan yang sama, pada tahun 1990 astronomer Bradley Schaefer mengemukakan bahwa penyaliban Yesus terjadi pada Hari Jumat, 3 April 33. 

Tanggal ini selanjutnya didukung pada tahun 2003. Menggunakan program komputer, astronom Liviu Mircea dan Tiberiu Oproiu lagi diperkirakan bahwa Yesus mati jam 3 sore pada Jumat, 3 April 33, dan bangkit pada hari Minggu, tanggal 5 April 33, tanggal yang setuju dengan Schaefer. 

Menggunakan pendekatan yang sama sekali berbeda dari gerhana bulan model, Humphreys dan Waddington dari Oxford University juga tiba pada kesimpulan hari Jumat, 3 April 33 Masehi adalah tanggal penyaliban.

Bukit Golgota dan Bangunan Gerja yang dibangun sesudahnya.


Kalvari adalah nama bahasa Inggris berasal dari kata Latin untuk tengkorak (calvaria), yang adalah bagaimana Jerome menerjemahkan Gûlgaltâ kata bahasa Aram yang mengidentifikasi tempat di mana Yesus disalibkan. atau kita sering menyebut sebagai Golgota.

Kitab Perjanjian Baru itu sebagian besar ditulis pada 100 AD / CE. Injil ditulis dengan tujuan untuk menjaga dan melestarikan ajaran Yesus. Injil Markus diyakini telah ditulis c. 70 AD / CE. Inji Matius ditempatkan pada sedang beberapa saat setelah tanggal ini dan Lukas diduga telah ditulis antara 70 dan 100 AD / CE.

Sumber : http://pustakadigitalkristiani.blogspot.com/ (Repost).