Postingan

Menampilkan postingan dengan label ASTRONOMI

Bukan Venus, Planet Terdekat dengan Bumi Itu Merkurius...

Gambar
Perhitungan baru menemukan jika jarak planet terdekat dengan Bumi adalah Merkurius. Selama ini, Venus dianggap sebagai planet terdekat dengan Bumi. Namun menurut perhitungan baru, Merkurius ternyata lebih dekat dengan planet kita.  Temuan ini dipresentasikan oleh tim peneliti dalam sebuah artikel di majalah Physics Today. "Ada kecerobohan dalam menghitung jarak rata-rata antar planet," tulis tim peneliti yang terdiri dari Tom Stockham, Gabriel Monroe, dan Samuel Cordner, mahasiswa S3 di University of Alabama.  Kesalahpahaman itu berasal dari cara kita biasanya memperkirakan jarak ke planet lain. Biasanya, peneliti menghitung jarak rata-rata planet berdasarkan jarak mereka dari matahari.  Bumi jaraknya satu unit astronomi (AU) dari Matahari, sementara Venus sekitar 0,72 AU.  Namun jika dikurangi, jarak antara Venus dari Bumi, yang didapat sebenarnya adalah jarak rata-rata antara orbitnya, bukan jarak antar planet itu sendiri.  Oleh ka...

Rahasia Alam Semesta: Kok Merkurius dan Venus Tak Punya Bulan?

Gambar
Menurut pengetahuan umum, setiap planet dalam tata surya kita memiliki bulan atau satelit alami. Bumi, misalnya, hanya memiliki satu bulan. Sedangkan Jupiter, Saturnus, dan Mars memiliki banyak bulan sekaligus.  Meski begitu, di antara 8 planet dalam sistem tata surya kita ada dua planet yang tidak memiliki bulan. Kedua planet itu adalah Merkurius dan Venus.  Sekilas, kedua planet tersebut menjadi anomali. Tapi, ada penjelasan mengapa kedua planet itu tidak memiliki bulan.  Pada kasus "hilangnya" bulan di Merkurius, itu bisa terjawab dari lokasi planet ini. Ya, seperti yang kita tahu, Merkurius adalah planet pertama yang paling dekat dengan Matahari.  Dengan jarak tersebut, kemungkinan bulan yang dimiliki Merkurius akan mengorbit secara tidak stabil. Itu karena gravitasi Matahari akan menarik bulan Merkurius itu.  Alhasil, bulan di Merkurius akan mengorbit pada Matahari atau terlepas dari orbit di sekitar planet itu.  Namun, unt...

Matahari Ada di Atas Kabah Hari Ini, Apa yang Terjadi ?

Gambar
Hari ini (27 Mei 2019), Matahari akan berada tepat di atas Kabah. Fenomena ini akan mengakibatkan arah kiblat menempati posisi yang pas dengan arah Matahari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru saja memberikan informasi fenomena alam yang bakal terjadi di tahun 2019. Akun Instagram @infobmkg, Kamis (27/12/2018), mengunggah postingan kalender 2019, diantara fenomena yang bakal terjadi adalah saat matahari berada tepat di atas ka'bah. Fenomena tersebut bakal terjadi pada tanggal 27/28 Mei 2019 pukul 16.18 WIB. Sementara pada awal tahun depan, tepatnya pada tanggal 12/13 Januari Matahari berada di Antipoda Ka'bah. Fenomena ini disebabkan oleh gerak semu tahunan Matahari, sebagai kombinasi dari perputaran Bumi mengelilingi Matahari dan kemiringan sumbu rotasi Bumi terhadap bidang tegak lurus eliptika sekitar 23,5 derajat. Perpaduan dua faktor ini mengakibatkan posisi Matahari nampak bergeser secara teratur di antara garis lintang 23,5 derajat ...

Ledakan Meteor di Langit Rusia Berkekuatan Setara 5 x Bom Nuklir Nagasaki

Gambar
Beberapa bulan lalu, tepatnya 19 Desember 2018, sebuah meteor meledak di atas langit Laut Bering, Rusia. Ledakan besar itu bahkan setara dengan 173 kiloton TNT. Marufin Sudibyo, seorang astronom amatir, menyebut peristiwa ini dengan Peristiwa Bering 2018.  Kejadian langka ini terdeteksi setidaknya oleh 3 instrumen berbeda. Ketiga insrumen tersebut adalah , yaitu satelit mata-mata AS, satelit Himawari milik Jepang, dan radar mikrobarometer di daratan yang terpasang di stasiun infrasonik bagian dari jaringan lembaga pengawas penegakan larangan uji coba nuklir (CTBTO) milik PBB.  "Baik satelit mata-mata AS maupun radar mikrobarometer dirancang untuk mengendus aktivitas peledakan nuklir khususnya pada matra atmosferik dan permukaan bumi," ungkap Marufin kepada Kompas.com, Selasa (19/03/2019).  "Satelit mata-mata AS merekam pancaran sinar inframerahnya (meteor tersebut) dan spontan membandingkannya dengan kurva inframerah khas detonasi senjata nuklir," i...

Beginilah Panorama Permukaan Bulan Yang Tidak Pernah Dapat Dilihat Manusia, Diambil Wahana Antariksa China Chang'e 4.

Gambar
Misi wahana antariksa China, Chang'e 4 kembali membuat kejutan. Setelah berhasil mendarat di sisi terjauh bulan, kini misi itu membagikan pemandangan panorama yang luar biasa di sana. Sebenarnya, misi ini terdiri dari dua robot, yaitu Chang'e 4 dan Yutu 2.  Sejak pendaratannya, mereka telah menjelajahi permukaan bulan di dalam Von Karman, area selebar 186 km. Panorama yang berhasil diabadikan oleh Chang'e 4 menunjukkan di bagian kiri Yutu 2 ada jejak ban yang ditinggalkan robot petualang itu. Dibanding Chang'e 4, Yutu 2 memiliki lebih banyak kebebasan untuk mengeksplorasi wilayah Bulan.  Sayangnya, baru seharian menjelajah, robot itu segera "tidur siang".  Video : "China Unveils High Resolution Pictures of Moon Surface" Tidurnya robot tersebut untuk menghidari kepanasan selama hari di Bulan yang sangat panjang. Menurut Akademi Ilmu Pengetahuan China, suhu di Bulan mencapai 100 derajat Celcius.  Dilansir dari Space.com, Ju...

Kabar Baik, Benih yang Dibawa China ke Bulan Kini Telah Bersemi...

Gambar
Kabar ini disampaikan oleh Badan Antariksa Nasional China. Fenomena ini juga menandai pertama kalinya materi biologis tumbuh di Bulan. Hasil ini juga dilihat sebagai langkah penting menuju eksplorasi ruang angkasa jangka panjang. Sebagai informasi, Chang'e 4 adalah misi pertama yang berhasil mendarat dan menjelajahi sisi jauh bulan. Wahana tersebut mendarat pada 3 Januari lalu. Ia tak sendirian, tapi membawa instrumen ungtuk menganalisis di kawasan tersebut serta makhluk hidup pertama di Bulan. Sebelumnya, tanaman telah tumbuh di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Tapi, ini adalah pertama kalinya tanaman benar-benar bersemi di Bulan. Video : "Chang’e-4 biological experiment - the first cotton sprout on the far side of the Moon" Kemampuan menumbuhkan tanaman di Bulan ini disambut baik banyak pihak. Terutama sebagai bagian integral untuk misi luar angkasa jangka panjang seperti perjalanan ke planet Mar yang memakan waktu hingga dua sete...

Misi Pendaratan di Bulan Milik China Bawa Benih Kentang, Untuk Apa?

Gambar
China telah meluncurkan misi mereka yang pertama untuk mendaratkan sebuah pesawat robotik di sisi jauh Bulan. Kabar ini didapatkan dari media China. Misi yang diberi nama wahana Chang'e-4 itu akan mengupayakan pendaratan di kawah Von Kármán, yang terletak di bagian Bulan yang tidak pernah menghadap ke Bumi.  Wahana itu diluncurkan dengan roket Long March 3B dari Xichang Satellite Launch Center. Pendaratannya sendiri baru akan terjadi sekitar Januari. Kawah Von Kármán menarik perhatian para ilmuwan karena terletak di dalam wilayah terdampak benturan tertua dan terbesar di Bulan - Cekungan Kutub Selatan-Aitken.  Kawasan ini diduga terbentuk oleh dampak benturan asteroid raksasa miliaran tahun lalu. Misi ini akan mendaratkan dua wahana, terdiri dari wahana statis dan wahana penjelah untuk merumuskan geologi dan komposisi batuan dan tanah di kawasan itu.  Dari bumi kita hanya melihat satu "wajah" Bulan karena fenomena yang disebut "tidal locking". I...

Berkat China, Kini Ada Makhluk Hidup di Bulan.

Gambar
Ada makhluk hidup di Bulan saat ini. Tentu itu bukan alien, melainkan benih kentang dan selada (Arabidopsis thaliana). Benih-benih tersebut dibawa wahana antariksa milik China, Chang'e-4. Video : "Chang’e-4 lunar mission: lander and rover" Wahana ini berhasil mendarat di sisi jauh Bulan pada Kamis (3/1/2018) kemarin. Chang'e-4 tak hanya membawa tanaman, tapi juga hewan. Hewan yang dimaksud berupa telur ulat sutra.  Menurut laporan di The Telegraph, Jumat (13/04/2018), ide awalnya adalah tanaman akan menyokong hidup ulat sutra dengan oksigen. Sementara ulat sutra, pada gilirannya, akan menyediakan tanaman dengan karbon dioksida dan nutrisi dari kotoran mereka. Eksperimen ini dilakukan para peneliti untuk melihat apakah tanaman bisa melakukan fotosintesis dan tumbuh di lingkungan Bulan.  "Kami ingin mempelajari respirasi benih dan fotosintesis di Bulan," ungkap Xie Gengxin, kepala perancang percobaan ini dikutip dari Live Science, Kamis...

Astronom Konfirmasikan bahwa Bumi Punya 3 Bulan ...

Gambar
Astronom dan fisikawan asal Hongaria baru saja mengonfirmasi keberadaan dua " bulan" lain yang mengorbit pada Bumi. Artinya, bulan bukan satu-satunya satelit alami Bumi. Meski demikian, keberadaan bulan tambahan ini tersembunyi dan tidak terlihat karena keduanya terbuat dari debu.  Dalam laporan di Monthly Notices of the Royal Astronomical Society, kedua bulan itu berhasil diamati setelah tim menangkap potret awan misterius yang bersembunyi sejauh 402.336 km dari Bumi. Jarak tersebut sama dengan jarak Bumi dan Bulan. Sebelumnya, asumsi mengenai satelit alami Bumi telah terdengar sejak lama.  Tapi, awan debu tersebut tidak benar-benar terlihat hingga tahun 1961. Kala itu, astronom Kazimierz Kordylewski melihatnya sekilas. Selanjutnya, penyelidikan tentang keberadaan mereka terus dipertanyakan.  "Awan Kordylewski adalah dua obyek paling sulit ditemukan, dan meski mereka berjarak seperti Bumi dan Bulan, sebagian besar penelitian astronomi mengabaikann...

Air Asin di Mars Mengandung Oksigen, Bukti Adanya Kehidupan Mikroba Di Planet Mars ?

Gambar
Pada penelian sebelumnya, para ahli melaporkan jika air asin yang berada di bawah permukaan Mars, dapat menampung oksigen yang cukup untuk mendukung jenis kehidupan mikroba miliaran tahun lalu. Gagasan tersebut semakin diperkuat dengan temuan yang dipublikasikan oleh jurnal Nature Geosciences pada Rabu (24/10/2018). Dalam laporannya, para ahli menyebutkan bahwa jumlah oksigen yang tersedia hanya cukup untuk mikroba atau hewan sederhana seperti spons laut. "Kami menemukan bahwa air asin dengan konsentrasi garam tinggi (di Mars) dapat mengandung oksigen yang cukup untuk membuat mikroba hidup," ucap Vlada Stamenkovi seorang penulis utama penelitian tersebut dan fisikawan teoritis di Jet Propulsion Laboratory, California, Amerika Serikat. "Hal ini sepenuhnya mengubah pemahaman kita tentang potensi kehidupan di Mars, hari ini dan masa lalu," tambahnya. Sebelum penelitian tersebut terbit, para ahli beranggapan bahwa jumlah jejak oksigen di Mars ...

Jawa Panas, kok, Aceh Banjir? BMKG Ungkap, Sebabnya Pusaran Angin...

Gambar
Hujan membuat sebagian wilayah Aceh dan Sumatera Utara mengalami banjir. Badan Metorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap, banjir itu memang terjadi karena intensitas hujan tinggi.  “Kalau dilihat dari bulannya, intensitas hujannya memang sedang tinggi di wilayah Sumatera bagian utara. Secara prakiraan harian, juga sama, seminggu ke depan akan di dominasi hujan intensitas sedang sampai lebat,” ujar Hary saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (15/10/2018). Badan Metreologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Aceh menyebutkan bahwa pada saat ini, kita sedang memasuki musim pancaroba yang identik dengan cuaca ekstrem dan berpotensi memicu hujan deras disertai angin kencang dan petir. Curah hujan yang tinggi mengakibatkan sejumlah daerah di Aceh, antara lain Kabupaten Aceh Utara, Aceh Singkil, Aceh Barat, dan Aceh Jaya, dilanda banjir. Prakirawan BMKG Aceh, Hangra Traverma Ulfi, Kamis (18/10/2018) menyebutkan bahwa hingga akhir Oktober ini, cu...

Albert Einstein : "Tuhan Bermain Dadu" Dalam Dunia Fisika Kuantum Alam Semesta ...

Gambar
Apakah Tuhan bermain dadu?  Riset terbaru membuktikannya. Namun, bermain dadu di sini hanya perumpamaan .  Dalam sebuah eksperimen yang mengagumkan, ilmuwan membuktikan salah satu klaim fundamental dalam fisika kuantum bahwa benda atau partikel yang terpisah jauh tetap dapat memengaruhi satu sama lain.  Hasil penelitian itu menggugat salah satu pandangan lama dalam fisika yang disebut "lokalitas" bahwa sebuah benda atau partikel hanya bisa dipengaruhi oleh sekelilingnya.  Lebih lanjut, riset yang diterbitkan di jurnal Nature pada 21 Oktober 2015 itu juga menggugat pandangan Albert Einstein bahwa harus ada "spooky action" sehingga dua partikel yang terpisah jarak bisa saling memengaruhi. Sederhananya, gugatan ini terkait dengan perkembangan fisika kuantum, cabang fisika yang mengurus dinamika di tingkat partikel.  Video : "Albert Einstein | The Mystery of Quantum Physics | Documentary 2016" Dahulu, pada masa awal perkembangan fisi...

Inilah Video "Study Tour" ke 6 Planet Paling Mirip Dengan Bumi...

Gambar
Sejak lama para astronom sudah bermimpi bakal menemukan planet mirip Bumi yang mungkin akan bisa dijadikan rumah baru manusia. Dari ribuan planet ekstrasurya yang ditemukan, ada beberapa yang mirip Bumi. Mungkin ini adalah pertanda mimpi para astronot akan menjadi kenyataan suatu saat nanti. Setidaknya ada 2.000 planet asing di seluruh galaksi Bima Sakti, dan lebih dari separuh dari jumlah itu ditemukan oleh teleskop Kepler milik NASA. Sejak diluncurkan pada 2009, teleskop Kepler memiliki misi mencari planet mirip Bumi. Hasil penjelajahannya menunjukkan bahwa dunia kecil berbatu seperti Bumi sebenarnya berlimpah di galaksi dan beberapa di antaranya kemungkinan bisa ditinggali. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar suatu planet disebut ramah dihuni. Pertama, planet harus relatif kecil dan berbatu. Kemudian planet harus mengorbit di "zona layak huni" dari bintangnya, yang didefinisikan sebagai ditemukan adanya air dalam bentuk cair di dalamnya. K...