Membongkar Rahasia Kedasyatan Bom Panci (Pressure Cooker Bomb).


Keberhasilan Densus 88 dalam membongkar rencana teror yang menyasar Istana Negara dalam penggrebekan di rumah kontrakan kamar 104 di Perum Bintara Jaya VIII, Bekasi. Bekasi memang patut diapresiasi. Bukan tanpa sebab, karena bom yang ditemukan dalam operasi ini memiliki daya ledak tinggi dan potensi merusak yang sangat letal. Berbeda dengan kasus-kasus sebelumnya, jaringan JAKDN atau Jamaah Anshar Khalifah Daulah Nusantara yang dipimpin oleh Bahrun Naim menggunakan modus baru yaitu menyiapkan bom dalam panci, sesuai keterangan Kabag Mitraopenmas Divhumas Mabes Polri, Kombes Pol Awi Setiyono.

Polisi telah mengamankan bom dari hasil penggerebekan di Bintara, Bekasi, Jawa Barat. Bom itu didesain dalam panci.

"Jenis model rice cooker, model panci. Satu yang ditemukan," kata Kabag Mitraropenmas Divhumas Mabes Polri, Kombes Pol Awi Setiyono ketika dikonfirmasi, Sabtu (10/12/2016).

Berdasarkan gambar yang diterima, bom tersebut disimpan dalam sebuah tas ransel hitam. Panci itu terlihat berbahan stainless steel. Ada sebuah kabel berwarna putih di panci itu. Jika ditilik dari bentuknya, panci yang digunakan tersebut bukanlah panci biasa, melainkan panci bertekanan (pressure cooker) atau di Indonesia jamak dikenal dengan panci presto (panci bertekanan). Bentuknya khas dengan pelat penahan (securing lid) dan tutup kaca yang dilengkapi dengan katup pembuangan uap.

Barang bukti bom panci yang akan digunakan untuk mengebom Istana Negara

Kabag Mitra Biro Penerangan Masyarakat Div Humas Polri, Kombes Awi Setiyono, mengatakan bom itu tergolong bom yang mempunyai daya ledak tinggi atau high explosion. Sehingga atas assement Tim Puslabfor Mabes Polri untuk dilakukan disposal atau peledakan di tempat kejadian perkara (TKP)

"Dari informasi hasil olah TKP, dari Puslabfor Mabes Polri daya ledakan tinggi. Kalau ditanya daya ledak tinggi, low sama high itu di atas 4000 km perdetik kecepatan daya ledaknya," kata Awi Setiyono, Minggu (11/12/2016).

Bom panci (pressure cooker bomb) atau disebut improvised explosive device (IED) adalah alat peledak yang dibuat dengan memasukkan bahan peledak ke dalam panci presto (pressure cooker) dan juga dimasukkan juga serpiah logam kecil seperti mur, paku, gotri (ball bearing) atau logam lain untuk diledakkan secara bersamaan.


Video cara kerja bom panci

Bom panci dalam pembuatanya lebih mudah dengan pengecualian pembuatan campuran bahan peledak , sebagian besar bahan yang dibutuhkan dapat dengan mudah diperoleh. Bom dapat dipicu menggunakan sederhana perangkat elektronik seperti jam tangan digital, pembuka pintu garasi, ponsel, pager, dapur timer, atau jam alarm. Kekuatan ledakan tergantung pada ukuran pressure cooker dan jumlah dan jenis bahan peledak yang digunakan.

Kata kunci dalam operasional bom panci terletak pada air yang dididihkan didalam panci hingga meningkatkan tekanan udara di dalam panci, energi tekanan udara yang tinggi inilah yang bisa melipat gandakan efek ledakan dari bom panci ini. Jika klep/ bantalan karet di sekitaran turup/ lubang panci ini bekerja dengan baik maka tekanan udara di dalamnya bisa mencapai titik maksimum. Jika sebuah bahan peledak ditempatkan didalamnya bisa dipastikan efeknya bisa berkali-kali lipat.

Sementara untuk kasus bom panci di sekitar bahan peledak ini diletakkan aneka serpihan logam yang akan terlempar didorong oleh tekanan ledakan akan melesat dengan kecepatan sangat tinggi, seperti proyektil peluru  ke segala arah dengan kecepatan tinggi dan menyebabkan korban luka berat. Contoh bom panci yang ditemukan di Bekasi kemarin menurut Kombes Pol Awi Setiyono memiliki daya ledak di atas 4000 kilometer per detik.

Gelombang kejut yang dihasilkan dari ledakan bom panci mampu merambat dengan kecepatan 19.000 mil/jam atau setara 30.000 km/jam. Tidak berlebihan bila Polri menyatakan bahwa bom panci Bintara, dengan isian paku, mur, baut bisa melesat dengan kecepatan 4.000km/ jam.

Efek gelombang kejut bisa merusak organ dalam dan telinga korban yang berdiri di dekatnya, belum lagi trauma perlukaan akibat hantaman pecahan-pecahan logam tajam dan isiannya. Dengan bentuk serpihan-serpihan logam, perlukaan yang ditimbulkan masif dan sukar bagi tim medis untuk melakukan pertolongan rekuperasi karena pecahan logam yang menancap terlalu dalam dan dalam jumlah banyak.

Bahkan tidak jarang, tindakan ekstrim seperti amputasi terpaksa dilakukan karena tingkat keparahan luka yang ditimbulkan.


Ada dua hal yang menyebabkan modus bom panci menjadi populer. 
  • Yang pertama adalah ketersediaan manual pembuatan bom panci yang pernah diunggah oleh Al Qaeda di dalam majalah propaganda “Inspire” yang beredar di kalangan pro garis keras dan tersedia secara online. 
  • Alasan kedua, adalah bom panci dapat dibuat dengan bahan sederhana dengan efek yang sangat letal. Desain panci bertekanan, yang dirancang kedap udara, dapat meningkatkan efek ledakan ketika bagian dalamnya diisi dengan bahan peledak. Ketika peledak dipantik, maka ada jeda dimana tekanan ledakan terkungkung sementara di dalam panci, dan ketika akhirnya mencapai titik kritis, maka tekanan ledakan yang tercipta jelas sangat besar.

Ketika di sekeliling panci diisi dengan material logam berukuran kecil seperti paku, mur, atau ball bearing, maka material tersebut saat didorong tekanan ledakan akan melesat dengan kecepatan sangat tinggi, seperti proyektil peluru. Dan panci bertekanan memiliki kapasitas besar, sehingga mampu menampung lebih banyak isian dibanding katakanlah, bom pipa/ lontong yang selama ini populer. Gelombang kejut yang dihasilkan dari ledakan bom panci mampu merambat dengan kecepatan 19.000 mil/jam atau setara 30.000 km/ jam. Tidak berlebihan bila Polri menyatakan bahwa bom panci Bintara, dengan isian paku, mur, baut bisa melesat dengan kecepatan 4.000km/ jam.


Efek gelombang kejut bisa merusak organ dalam dan telinga korban yang berdiri di dekatnya, belum lagi trauma perlukaan akibat hantaman pecahan-pecahan logam tajam dan isiannya. Dengan bentuk serpihan-serpihan logam, perlukaan yang ditimbulkan masif dan sukar bagi tim medis untuk melakukan pertolongan rekuperasi karena pecahan logam yang menancap terlalu dalam dan dalam jumlah banyak. Bahkan tidak jarang, tindakan ekstrim seperti amputasi terpaksa dilakukan karena tingkat keparahan luka yang ditimbulkan.

Video perbedaan dampak yang ditimbulkan bom panci dan bom pipa 

Sejarah  Penggunaan bom panci.

Di luar negeri, bom panci seperti ini merupakan modus favorit yang digunakan oleh teroris.

  • 2002-2009

Polisi Prancis mencegah serangan teroris di Strasbourg, Prancis, pada malam tahun baru 2000. Sepuluh militan Islam yang dihukum karena plot.

Dari 2002-2004, bom pressure cooker yang banyak digunakan dalam serangan teror dan IED di Afghanistan , India, dan Pakistan .

Pada tahun 2003, seorang teroris dari Chechnya bernama Abudullah, membawa pressure cooker bom meledakkan bom dan membunuh enam orang sebelum ditangkap di dekat Bandara Internasional Kabul di Afghanistan. Taliban mengaku bertanggung jawab.

Pada tahun 2004, Departemen Keamanan Dalam Negeri mengeluarkan peringatan kepada lembaga US tentang kompor tekanan yang dikonversi ke IED.

Pada bulan Juli 2006, di Mumbai, India, 209 orang tewas dan 714 terluka oleh bom pressure cooker di 2006 pemboman Mumbai kereta. Menurut Polisi Mumbai , pemboman dilakukan oleh Lashkar-e-Taiba dan Gerakan Mahasiswa Islam India (SIMI).


  • 2010-sekarang 

Langkah-demi-langkah petunjuk untuk membuat bom pressure cooker diterbitkan dalam sebuah artikel berjudul "Make a Bomb in the Kitchen of Your Mom" di Al-Qaeda -linked Inspire majalah pada musim panas 2010, oleh "The AQ chef". Artikel ini menjelaskan teknik sebagai cara sederhana untuk membuat bom yang sangat efektif.  Analis percaya pekerjaan merupakan gagasan dari Anwar al-Awlaki , dan disunting oleh Anwar al-Awlaki dan oleh Samir Khan.  Tujuan Inspire 's adalah untuk mendorong " lone wolf " Jihadis untuk menyerang apa yang mereka lihat sebagai musuh Jihad , termasuk Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya.

File:Timesssquaresuv.jpg
Departemen Kehakiman menunjukkan posisi pressure cooker di mobil Faisal Shahzad di New York pemboman Times Square

Kasus kedua adalah bom panci yang dipasang di dalam mobil dan ditinggalkan di Times Square pada 1 Mei 2010 dan gagal meledak. Departemen Kehakiman menunjukkan posisi pressure cooker di mobil Faisal Shahzad di New York pemboman Times Square. Beberapa teroris Islam radikal di tahun 2010-an telah mengunakan bom pressure cooker ini. Mereka berhasil meledakkan  bom mobil di  Times Square pada bulan Mei 2010, di New York City, bom pressure cooker lain gagal meledak. Pembuat bom, Faisal Shahzad, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Pada Desember Pengeboman Stockholm 2010, sebuah bom bunuh diri dengan pandangan ekstrem tentang Islam mengatur bom pressure cooker, yang gagal meledak.

Pada bulan Juli 2011, Naser Jason Abdo, pribadi Angkatan Darat AS di Fort Hood, Texas , yang mengambil pressure cooker membuat bom tips dari artikel majalah Al-Qaeda, ditangkap karena berencana untuk meledakkan sebuah restoran yang sering dikunjungi oleh tentara AS. Dua tekanan kompor dan bahan pembuat bom ditemukan di kamar hotelnya. Dia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Di Pakistan, pada Maret 2010, enam karyawan World Vision International tewas oleh bom pressure cooker jarak jauh diledakkan.

Pada bulan Oktober 2012, polisi Perancis menemukan pressure cooker darurat dengan bahan pembuat bom di dekat Paris sebagai bagian dari penyelidikan serangan terhadap sebuah halal toko kelontong.

Di Amerika Serikat, mayoritas serangan teror yang dilakukan juga menggunakan bom panci, seperti yang dilakukan pertama kali oleh Tsarnaev bersaudara yang merupakan imigran Chechnya di lomba Maraton Boston pada 15 April 2013 yang menewaskan 3 orang dan melukai 264 lainnya, dengan kasus cacat permanen. Pressure cooker di atas kompor penuh dengan paku, bantalan bola, dan bubuk hitam . Awalnya, diyakini perangkat dipicu oleh kitchen-type egg timers,  Namun, bukti selanjutnya menunjukkan perangkat remote digunakan untuk memicu bom. Salah satu pembom, Dzhokhar Tsarnaev , mengatakan kepada penyelidik bahwa ia belajar teknik dari sebuah artikel di majalah Inspire.

Pada Canada Day 2013, tekanan bom cooker gagal meledak di Gedung Parlemen di Victoria, British Columbia .

Pada tanggal 17 September, 2016, sebuah ledakan terjadi di Lower Manhattan, New York, melukai 29 warga sipil. Asal ledakan itu ditemukan sebuah bom pressure cooker. Setidaknya satu bom lainnya ditemukan tidak meledak. Seorang tersangka untuk ledakan dan lain-lain di New Jersey , Ahmad Khan Rahami, ditangkap dua hari kemudian. 



Setelah melihat paparan dahsyatnya efek bom panci, ungkapan salut sekali lagi harus disampaikan pada Densus 88 yang atas dedikasi dan kerja kerasnya telah berhasil menghentikan aksi teror tepat waktu sebelum sempat dilancarkan. Sementara bagi pembaca, tingkatkan kewaspadaan di area sekitar. Apabila ada benda seperti koper atau tas ransel tak bertuan yang ditinggalkan di keramaian, jangan ragu untuk menghubungi petugas keamanan. Selalu waspada, itu antisipasi terbaik dalam menghadapi aksi teror.

Penyusun : Yohanes Gitoyo
Sumber :
  1. https://en.wikipedia.org/wiki/Pressure_cooker_bomb
  2. https://www.inverse.com/article/21112-pressure-cooker-bombs-how-they-work
  3. http://www.inspiradata.com/bom-panci-apa-itu/
  4. http://www.tribunnews.com/nasional/2016/12/11/bom-panci-yang-ditemukan-di-bekasi-berkekuatan-4000-kilometer-per-detik
  5. https://news.detik.com/berita/d-3368245/ini-penampakan-bom-panci-yang-diamankan-polisi-di-bintara-bekasi
  6. http://angkasa.co.id/info/militer/kepolisian/bom-panci-modus-baru-serangan-teroris