Sabtu, 21 April 2018

Mengenal AH-64E The Guardian, Heli Tempur Tercanggih Milik Indonesia.


Lima unit AH-64E Apache Guardian pesanan Puspenerbad TNI AD telah tiba di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jumat, 20 Maret 2018. Pengiriman gelombang kedua ini menggunakan kapal kargo Ocean Giant berbendera Amerika Serikat.

Satu skuadron helikopter serang AH-64E Apache buatan Boeing, Amerika Serikat, sudah tiba memperkuat TNI AD, sejalan penandatanganan pemesanan helikopter serang itu, antara Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, dan koleganya, Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Chuck Hagel, di Jakarta, Senin, 26 Agustus 2013. Disepakati tipe Apache yang dibeli Indonesia dari Amerika Serikat adalah AH-64E Block III dengan sebutan  AH-64E The Guardian, sebanyak delapan unit.

Flypass Heli Tempur AH-64E The Guardian dengan MI-35P Penerbad TNI-AD.

AH-64E Apache Guardian ini ditempatkan di  Skadron 11/ Serbu Pangkalan Udara Ahmad Yani, melengkapi tiga unit helikopter yang telah tiba sebelumnya. Diperkirakan butuh waktu seminggu untuk merakit dan mempersiapkan helikopter ini.


Dikutip dari laman Indomiliter (17/ 04), AH-64E Apache Guardian TNI AD akan dilengkapi sensor M-TADS/ PNVS (Modernized Target Acquisition Designation Sight/ Pilot Night Vision Sensor), namun berdasarkan kontrak tahun 2012 yang bernilai US$1,42 miliar, disebutkan bahwa hanya empat unit AH-64E Apache Guardian yang dipasangi radar pengendali tembakan Northrop Grumman AN/APG-78 Longbow.

AH-64 Apache yang diakusisi oleh TNI AD rupanya telah selesai menjalani instalasi Radar Longbow, salah satu fitur andalan yang dimiliki oleh helikopter serang ini. Kepastian ini diperoleh dari foto yang dirilis oleh salah satu warganet, Ways Shiva.



Delapan unit AH-64 Apache yang di akusisi oleh TNI AD tidak seluruhnya menggunakan Radar Longbow, mengingat harga radar ini yang tidak murah. TNI AD sendiri tidak memberikan rincian berapa Radar Longbow yang akan diinstal pada helikopter serang tersebut.

Radar Longbow adalah sistem radar yang dipasang di atas baling-baling utama helikopter Apache yang terdiri dari perangkat AN/ APG-78 Fire Control Radar (Radar Kendali Tembak) dan AN/ APR-48 Radar Frequency Interferometer (Radar Identifikasi Frekuensi).

Kedua perangkat tersebut akan memberikan masukan bagi sistem M-TADS dalam memberikan informasi tentang sasaran dan pasukan lawan.

Selain itu, perangkat ini dilengkapi dengan pendeteksi infra merah dari sumber luar untuk menghindari ancaman tembakan ruadal darat ke udara dan udara ke udara.

Kemampuan deteksi radar ini dapat mencapai 10 km pada kondisi yang cerah. Radar akan mendeteksi pesawat terbang, helikopter, senjata Arhanud, rudal darat ke udara, tank, AFV, truk dan kendaraan lainnya.

AH-64E Apache Guardian mengadopsi mesin baru T700-GE-701D kembar besutan General Electric, yang mempunyai kekuatan lebih besar dari mesin AH-64D, yakni 1.994 shp (1.487 kW).


Dengan transmisi mesin coupe, AH-64E Apache Guardian sanggup mencapai kecepatan maksimum 300 km/ jam. Meningkatnya kecepatan pada AH-64E diketahui juga berkat penggunaan material komposit baru pada pada baling-baling.

Boeing menginstal sistem datalink MUM-TX lansiran L-3 Communications pada AH-64E Apache Guardian. Datalink ini memungkinkan awak helikopter untuk dapat mengendalikan drone (UAV) lewat frekuensi C, D, L, dan Ku-band.

Video : "Liputan Khusus - Apache: Penjaga NKRI"


Spesifikasi AH-64E The Guardian.

AH-64E ini sebelumnya dikenal sebagai AH-64D Blok III, pada bulan Oktober 2012 jenis itu redesignated AH-64E dan menerima nama The Guardian. Penunjukan baru ini merupakan peningkatan signifikan kemampuan upgrade fitur. Tingkat produksi penuh disetujui pada tanggal 24 Oktober 2012. AH-64E meliputi upgrade berikut: konektivitas digital ditingkatkan, sistem radio taktis bersama, mesin T700-GE-701D lebih kuat, transmisi ditingkatkan dengan torsi split-wajah baru gigi untuk menampung lebih kekuasaan, kemampuan untuk mengontrol kendaraan berawak udara (UAV), baru baling-baling komposit, kemampuan IFR penuh, dan meningkatkan landing gear. Perubahan banyak produksi 4 sampai 6 harus mencakup keputusan kognitif sistem membantu, kemampuan self-diagnostik baru, Link-16 data link, dan perbaikan radar. Diperbarui Radar Longbow memiliki kapasitas luar negeri, berpotensi memungkinkan serangan angkatan laut, sebuah radar AESA.


Karakteristik umum
  • Kru: 2 (pilot, dan co-pilot/gunner)
  • Panjang: 58.17 ft (17,73 m) (dengan kedua rotor berputar)
  • Diameter rotor: 48 ft 0 in (14,63 m)
  • Tinggi: 12,7 ft (3,87 m)
  • Daerah Disc: 1,809.5 ft ² (168,11 m²)
  • Berat kosong : £ 11.387 (5.165 kg)
  • Loaded berat: £ 17.650 (8.000 kg)
  • Max. berat lepas landas : £ 23.000 (10.433 kg)
  • Powerplant : 2 × General Electric T700 -GE-701 dan kemudian upgrade ke T700-GE-701C (1990-sekarang) & T700-GE-701D (AH-64E) turboshafts , -701: 1.690 shp,-701C: 1.890 shp, -701D: 2,000 shp (-701: 1.260 kW,-701C: 1.409 kW,-701D: 1.490 kW) masing-masing
  • Panjang pesawat: 49 ft 5 in (15,06 m)
  • Sistem rotor: 4 blade rotor utama, 4 blade rotor ekor non-ortogonal keselarasan

Prestasi
  • Tidak pernah melebihi kecepatan : 197 knot (227 mph, 365 km / h)
  • Kecepatan maksimum : 158 knot (182 mph, 293 km / h)
  • Cruise speed : 143 knot (165 mph, 265 km / h)
  • Rentang : 257 nm (295 mil, 476 km) dengan Longbow radar tiang
  • Radius tempur : 260 nmi (300 mi, 480 km)
  • Kisaran Ferry : 1.024 nm (1.180 mil, 1.900 km)
  • Layanan langit-langit : 21.000 ft (6.400 m) minimum dimuat
  • Tingkat panjat : 2.500 ft / menit (12,7 m / s)
  • Disc pemuatan : £ 9,80 / ft ² (47,9 kg / m²)
  • Daya / massa : 0.18 hp / lb (0,31 kW / kg)


Persenjataan 
  • Senjata: 1 × 30 mm (1.18 in) M230 Rantai Gun dengan 1.200 putaran sebagai bagian dari Senjata Subsystem Lokasi
  • Cantelan : Empat stasiun pylon di sayap rintisan. Longbows juga memiliki stasiun pada setiap ujung sayap untuk AIM-92 Stinger rudal pak kembar. [58] [242]
  • Rockets: Hydra 70 70 mm, dan CRV7 70 mm roket udara-ke-darat
  • Rudal: Biasanya AGM-114 Hellfire varian, AIM-92 Stinger juga dapat dilakukan.

Avionics 
  • Lockheed Martin / Northrop Grumman AN/APG-78 Longbow radar kontrol api

Keberadaan helikopter yang misinya adalah murni tempur ini akan memperkuat jajaran Penerbangan TNI Angkatan Darat (Penerbad) yang sebelum ini sudah memiliki helikopter misi ganda tempur-transpor buatan Rusia, Mi-35.

Pemilihan helikopter buatan Boeing ini sekaligus menambah daftar alat utama sistem senjata (alustsista) canggih TNI AD. Sebelum ini sudah mulai berdatangan meriam jarak jauh atau howitzer Nexter Cesar dari Prancis, tank tempur utama (main battle tank) Leopard 2A6 Revolution dari Jerman dan akan segera menyusul roket berpeluncur multilaras (multiple launch rocket system, MLRS) Avibras Astros dari Brazil. Dengan pembelian ini, maka Indonesia akan menjadi pengguna kedua Apache di Asia Tenggara setelah Singapura.


Helikopter tempur AH-64E ini adalah varian terbaru dari Apache, yang versi awalnya yaitu AH-64A mulai dipakai AD AS tahun 1986. Block III adalah pengembangan dari AH-64D Block II yang kali pertama dipakai AS Februari 2003. Seperti diungkapkan dalam army-technology.com, pembaruan yang dilakukan pada varian Block III mencakup peningkatan sistem digital, pemasangan sistem radio baru yang kompatibel dengan sistem radio komunikasi militer lainnya, penggunaan mesin dan transmisi penggerak baru serta bilah baling-baling baru yang terbuat dari bahan komposit. Sistem baru yang juga dipasang adalah kemampuan untuk mengendalikan pesawat terbang nirawak atau unmanned aerial vehicle (UAV).


Block III kali pertama diuji terbang Juli 2008, sementara baling-baling berbahan kompositnya diuji Mei 2004. Penggunaan bahan komposit dan desain baru bentuk baling-baling disebut mampu meningkatkan kecepatan jelajah, kecepatan tinggal landas dan daya angkut, berbarengan dengan penggunaan mesin baru yaitu General Electric T700-701D. Helikopter Apache varian baru ini pun kemudian mendapat nama baru yaitu AH-64E Guardian, yang sepertinya tidak terlalu sukses dalam hal penamaan karena orang dan media masih lebih suka menggunakan nama Apache untuk penyebutan semua varian heli tempur ini.



Salah satu senjata andalan helikopter ini adalah senapan mesin berat otomatis kaliber 30 mm M230 Chain Gun yang terletak di bagian bawah bodi. Senapan ini bisa dikoneksikan dengan helm canggih Integrated Helmet and Display Sighting System (IHADSS) yang membuatnya bisa digerakkan untuk mencari target serangan sesuai dengan gerakan kepala pilot. 


Untuk menambah daya gempur, rudal antitank Hellfire atau roket nirpemandu Hydra biasa menjadi tentengan standar.

Penyusun ; Yohanes Gitoyo, S Pd.
Sumber : 
  1. http://en.wikipedia.org/wiki/Boeing_AH-64_Apache
  2. https://lancercell.com/2017/10/24/ah-64-apache-tni-ad-selesai-jalani-instalasi-radar-longbow/
  3. https://lancerdefense.com/2018/04/20/lima-unit-ah-64e-apache-guardian-tiba-di-semarang/
  4. http://radarmiliter.blogspot.co.id/2017/12/heli-serang-apache-tni-ad-versi-ah-64d.html.