Minggu, 04 Agustus 2013

Penjelasan Ilmiah Misteri Keistimewaan Air Zamzam .


Bagi Anda yang beragama Islam tentu sudah tidak asing lagi dengan "Air Zamzam", air istimewa yang kehadirannya selalu identik dengan peristiwa "pulang Haji", ya memang semua jemaah haji yang pulang dari Mekah pasti membawa serta "Air Zamzam". Namun seberapa jauh anda mengenal apa dan bagaimana air Zamzam tersebut ?, silahkan mebaca uraian berikut.

Sumur Zam-zam adalah sebuah sumur istimewa yang berada di kawasan Masjidil Haram, sebelah tenggara Ka'bah. Berdasarkan riwayat, mata air tersebut ditemukan oleh Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim, setelah berlari-lari bolak-balik mencari air antara bukit Safa dan Marwah. Putranya yang masih bayi, Nabi Ismail yang kehausan mengentakkan kakinya ke tanah, lalu mukjizat terjadi, dari sana muncullah mata air. 


Zamzam Well (Sumur Zamzam) jaman dahulu

Ajaibnya, meski ribuan tahun berlalu, di tanah Arab yang diliputi gurun pasir dan jarang hujan, sumur air zamzam tak pernah kering. 


Zamzam Well (Sumur Zamzam) jaman sekarang

Zamzam (زمزم), seperti maknanya dalam Bahasa Arab, "melimpah ruah" tak kenal surut meski terus dipompa untuk memenuhi kebutuhan 20 juta umat muslim yang berkunjung ke Tanah Suci, Baitullah tiap tahunnya. Berliter-liter airnya juga dibawa pulang jamaah sebagai tanda mata.


Keistimewaan Air Zamzam :

  • Meminum Air zam zam menjadi satu amalan ibadah, dengan niat mengikuti anjuran Rasulullah.
  • Diriwayatkan oleh Abdullah ibnu Abbas, Aku pernah menyiapkan air zam zam untuk Rasulullah, kemudian beliau meminumnya sambil berdiri.
  • Makruh hukumnya apabila dipergunakan untuk mencucu najis, atau dipakai untuk membersihkan hadast besar.
  • Disunahkan membawa air zamzam pulang ke negerinya bagi jamaah “penunai rukun Islam ke lima" yang memang berasal dari luar Negara Arab, dan Rasullulullah adalah orang pertama yang membawanya keluar kota Mekkah, yaitu ke Madinah.
  • Mata Airnya tidak pernah kering, meskipun berjuta-juta umat manusia meminumnya setiap hari terutama pada musim ibadah “Haji”, bahkan sekarang dengan peralatan canggih, orang yang di Masjid Nabawi (Madinah) yg berjarak 450 Km dari Mekah meminum air zam zam setiap saat.
  • Pada waktu Rasululullah akan melakukan Sa’I, beliau meminum air zam zam sampai kenyang, kemudian menyiram kepalaNya dengan air zam zam.
  • Banyak orang mengguyur dan membasahi kain (baju) ihram, kemudian direntang tanpa diperas agar kering sendiri, dan akan dipakai sebagai ‘Kafan” ( pembungkus mayat) kalau meninggal nanti.


Keutamaan Air Zamzam :

  • Air Surga (maa’ul-Jannah), artinya air yang penuh berkah dan manfaat, seperti air surga.
  • Nikmat Allah, salah satunya nikmat Allah bagi para Jamaah haji yang langsung dapat merasakan nikmatnya air ditengah-tengah padang pasir.
  • Pencuci Kalbu, Air Pencuci Kalbu Nabi Muhammad SAW, ketika Malaikat Jibril membasuh hati Muhammad dengan air zam zam.
  • Penuh Berkah, Karena Rasulullah SAW sering meminumnya dan tangannya yang penuh berkah dicelupkannya ke sumur zam zam.
  • Mengenyangkan, Air yang mengenyangkan dan menghilangkan dahaga.
  • Obat penyakit, Air penyembuh penyakit, baik penyakit jiea, batin atau jasmani dan Rasulullah menyebutnya “ mengobati penyakit” dan banyak kisah dan riwayat, sebagai bukti kebenaran hadist diatas.
  • Abadi, Tidak akan kering hingga hari Kiamat, karena ia menjadi bukti keagungan dan kebenaran Allah.


Kajian Ilmiah :

Selama ini anda mengenal sumur Zamzam dari buku-buku agama. Sedikit cerita Pra-Islam, atau sebelum kelahiran Nabi Muhammad, diawali dengan kisah Isteri dari Nabi Ibrahim, Siti Hajar, yang mencari air untuk anaknya Ismael. Sumur ini kemudian tidak banyak atau bahkan tidak ada ceritanya, sehingga sumur ini dikabarkan hilang. 


Sumur Zam-zam yang sekarang ini kita lihat adalah sumur yang digali oleh Abdul Muthalib kakeknya Nabi Muhammad. Cabang ilmu geologi yang mempelajari tentang air adalah hydrogeologi. Sehingga saat ini, dari “ilmu persumuran” maka sumur Zamzam termasuk kategori sumur gali (Dug Water Well).

Khasiat air Zam-zam tentunya bukan disini yang mesti menjelaskan, tapi kalau dongengan geologi sumur Zam-zam mungkin bisa dijelaskan disini. Air yang dianggap suci oleh umat muslim diyakini memiliki khasiat. Salah satunya, orang-orang yang kelelahan mengaku merasakan ledakan energi ketika meminum zamzam. Dan para ilmuwan menemukan rahasia yang menjelaskannya secara ilmiah. Seperti dimuat situs Saudi Gazette, melalui penelitian kimia dan fisika dalam air zamzam, Dr Hamdi Saif dari Alexandria University bahkan menyimpulkan, zamzam adalah air terbaik di permukaan bumi.

Molekul air zam zam

Zamzam memiliki keseimbangan elektrolit yang sempurna, juga mineral esensial yang sangat baik lagi penting bagi kesehatan. Ia juga sangat alami dan murni, bebas dari satu pun mikroorganisme patogen. 

"Air zamzam sangat membantu dalam pengobatan pengobatan penyakit ginjal dan jantung, masalah mata, migrain, dan sejumlah kondisi kronis lainnya," kata Dr Saif.

Telah lama air zamzam dianalisis di banyak laboratorium di Arab juga Eropa. Dibandingkan dengan air botolan dari mata air di sejumlah negara. Hasil analisanya, "tak seperti air lainnya, zamzam mengandung kalsium, magnesium, dan fluorida. Ini adalah kandungan unik dan khusus yang membuat zamzam memiliki khasiat untuk menyegarkan kembali para jamaah yang kelelahan."

Dan hebatnya, zamzam tak mengenal kadaluarsa, meski harus hati-hati dengan kontaminasi wadah atau lokasi penyimpanannya. "Zamzam 100 persen alami, tidak ada klorin di dalamnya, juga tidak diolah secara kimia dengan cara apapun."


Kandungan Mineral :

Tidak seperti air mineral yang umum dijumpai, air Zamzam in memang unik mengandung elemen-elemen alamiah sebesar 2000 mg perliter. Biasanya air mineral alamiah (hard carbonated water) tidak akan lebih dari 260 mg per liter.

Elemen-elemen kimiawi yang terkandng dalam air Zamzam dapat dikelompokkan menjadi :
  • positive ions seperti misal sodium (250 mg perliter ), calcium (200 mg perliter ), potassium (20 mg perliter ), dan magnesium (50 mg perliter).
  • negative ions misalnya sulphur (372 mg per litre), bicarbonates (366 mg perliter ), nitrat (273 mg perliter ), phosphat (0.25 mg perliter ) and ammonia (6 mg perliter ).


Kandungan-kandungan elemen-elemen kimiawi inilah yang menjadikan rasa dari air Zamzam sangat khas dan dipercaya dapat memberikan khasiat khusus. Air yang sudah siap saji yang bertebaran disekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Madinah merupakan air yang sudah diproses sehingga sangat aman dan segar diminum, ada yang sudah didinginkan dan ada yang sejuk (hangat). Namun konon prosesnya higienisasi ini tidak menggunakan proses kimiawi untuk menghindari perubahan rasa dan kandungan air ini.

Senada, peneliti Puslit Geoteknologi LIPI, Robert M. Delinom mengatakan, air zamzam memiliki kandungan mineral yang lebih dibandingkan dengan air tanah pada umumnya. Salah satunya, dipengaruhi lingkungan geologis dan cuaca. 


Mengenal Sumur Zamzam.


Sumur ini memiliki kedalaman sekitar 30.5 meter. Hingga kedalaman 13.5 meter teratas menembus lapisan alluvium Wadi Ibrahim. Lapisan ini merupakan lapisan pasir yang sangat berpori. Lapisan ini berisi batupasir hasil transportasi dari lain tempat. Mungkin saja dahulu ada lembah yang dialiri sungai yang saat ini sudah kering. Atau dapat pula merupakan dataran rendah hasil runtuhan atau penumpukan hasil pelapukan batuan yang lebih tinggi topografinya. 

Mata air zamzam

Di bawah lapisan alluvial Wadi Ibrahim ini terdapat setengah meter (0.5 m) lapisan yang sangat lulus air (permeable). Lapisan yang sangat lulus air inilah yang merupakan tempat utama keluarnya air-air di sumur Zamzam.



Kota Makkah terletak di lembah, menurut SGS (Saudi Geological Survey) luas cekungan yang mensuplai sebagai daerah tangkapan ini seluas 60 Km2 saja, tentunya tidak terlampau luas sebagai sebuah cekungan penadah hujan. Sumber air Sumur Zamzam terutama dari air hujan yang turun di daerah sekitar Makkah. Sumur ini secara hydrologi hanyalah sumur biasa sehingga sangat memerlukan perawatan. Perawatan sumur ini termasuk menjaga kualitas higienis air dan lingkungan sumur serta menjaga pasokan air supaya mampu memenuhi kebutuhan para jamaah haji di Makkah. Pembukaan lahan untuk pemukiman di seputar Makkah sangat ditata rapi untuk menghindari berkurangnya kapasitas sumur ini.


Lokasi sumur zamzam di tengah lembah (Wadi Ibrahim Catchment Area)

Gambar di atas ini memperlihatkan lokasi sumur Zamzam yang terletak di tengah lembah yang memanjang. Masjidil haram berada di bagian tengah diantara perbukitan-perbukitan disekitarnya. Luas area tangkapan yang hanya 60 Km persegi ini tentunya cukup kecil untuk menangkap air hujan yang sangat langka terjadi di Makkah, sehingga memerlukan pengawasan dan pemeliharaan yang sangat khusus.

Sumur Zamzam ini, sekali lagi dalam pandangan (ilmiah) hidrogeologi , hanyalah seperti sumur gali biasa. Tidak terlalu istimewa dibanding sumur-sumur gali lainnya. Namun karena sumur ini bermakna religi, maka perlu dijaga. Banyak yang menaruh harapan pada air sumur ini karena sumur ini dipercaya membawa berkah. Ada yang menyatakan sumur ini juga bisa kering kalau tidak dijaga. Bahkan kalau kita tahu kisahnya sumur ini diketemukan kembali oleh Abdul Muthalib (kakeknya Nabi Muhammad SAW) setelah hilang terkubur 4000 tahun (?).

Foto Kabah zaman dahulu

Dahulu di atas sumur ini terdapat sebuah bangunan dengan luas 8.3 m x 10.7 m = 88.8 m2. Antara tahun 1381-1388 H bangunan ini ditiadakan untuk memperluas tempat thawaf. Sehingga tempat untuk meminum air zamzam dipindahkan ke ruang bawah tanah. Dibawah tanah ini disediakan tempat minum air zam-zam dengan sejumlah 350 kran air (220 kran untuk laki-laki dan 130 kran untuk perempuan), ruang masuk laki perempuan-pun dipisahkan.

Saat ini bangunan diatas sumur Zamzam yang terlihat gambar diatas itu sudah tidak ada lagi, bahkan tempat masuk ke ruang bawah tanah inipun sudah ditutup. Sehingga ruang untuk melakukan ibadah Thawaf menjadi lebih luas. Tetapi kalau anda jeli pas Thawaf masih dapat kita lihat ada tanda dimana sumur itu berada. Sumur itu terletak kira-kira 20 meter sebelah timur dari Ka’bah.

Dahulu kala, zamzam diambil dengan gayung atau timba, namun kemudian dibangunlah pompa air pada tahun 1373 H/1953 M. Pompa ini menyalurkan air dari sumur ke bak penampungan air, dan diantaranya juga ke kran-kran yang ada di sekitar sumur zamzam.

Sistem pompa sumur Zamzam

Uji pompa (pumping test) telah dilakukan pada sumur ini, pada pemompaan 8000 liters/detik selama lebih dari 24 jam memperlihatkan permukaan air sumur dari 3.23 meters dibawah permukaan menjadi 12.72 meters dan kemudian hingga 13.39 meters. Setelah itu pemompaan dihentikan permukaan air ini kembali ke 3.9 meters dibawah permukaan sumur hanya dalam waktu 11 menit setelah pompa dihentikan. Sehingga dipercaya dengan mudah bahwa akifer yang mensuplai air ini berasal dari beberapa celah (rekahan) pada perbukitan disekitar Makkah.

Banyak hal yang sudah dikerjakan pemerintah Saudi untuk memelihara Sumur ini antara lain dengan membentuk badan khusus pada tahun 1415 H (1994). dan saat ini telah membangun saluran untuk menyalurkan air Zam-zam ke tangki penampungan yang berkapasitas 15.000 m3, bersambung dengan tangki lain di bagian atas Masjidil Haram guna melayani para pejalan kaki dan musafir. Selain itu air Zam-zam juga diangkut ke tempat-tempat lain menggunakan truk tangki diantaranya ke Masjidil Nabawi di Madinah Al-Munawarrah.

Saat ini sumur ini dilengkapi juga dengan pompa listrik yang tertanam dibawah (electric submersible pump). Kita hanya dapat melihat foto-fotonya saja seperti diatas. Disebelah kanan ini adalah drum hidrograf, alat perekaman perekaman ketinggian muka air sumur Zamzam (Old style drum hydrograph used for recording levels in the Zamzam Well).


Monitoring dan Pemeliharaan Sumur Zamzam Oleh Pemerintah Arab Saudi :

Jumlah jamaah ke Makkah tiga puluh tahun lalu hanya 400 000 pertahun (ditahun 1970-an), terus meningkat menjadi lebih dari sejuta jamaah pertahun di tahun 1990-an, Dan saat ini sudah lebih dari 2.2 juta. Tentunya diperlukan pemeliharaan sumur ini yang merupakan salah satu keajaiban dan daya tarik tersendiri bagi jamaah haji.

 
Kabah di dalam Masjidil Haram

Pemerintah Saudi tentunya tidak dapat diam pasrah saja membiarkan sumur ini dipelihara oleh Allah melalui proses alamiah. Namun pemerintah Arab Saudi yang sudah moderen saat ini secara ilmiah dan saintifik membentuk sebuah badan khusus yang mengurusi sumur Zamzam ini. Sepertinya memang Arab Saudi juga bukan sekedar percaya saja dengan menyerahkan ke Allah sebagai penjaga, namun justru sangat meyakini manusialah yang harus memelihara berkah sumur ini.

Pada tahun 1971 dilakukan penelitian (riset) hidrologi oleh seorang ahli hidrologi dari Pakistan bernama Tariq Hussain and Moin Uddin Ahmed. Hal ini dipicu oleh pernyataan seorang doktor di Mesir yang menyatakan air Zamzam tercemar air limbah dan berbahaya untuk dikonsumsi. Tariq Hussain (termasuk saya dari sisi hidrogeologi) juga meragukan spekulasi adanya rekahan panjang yang menghubungkan laut merah dengan Sumur Zam-zam, karena Makkah terletak 75 Kilometer dari pinggir pantai. Menyangkut dugaan doktor mesir ini, tentu saja hasilnya menyangkal pernyataan seorang doktor dari Mesir tersebut, tetapi ada hal yang lebih penting menurut saya yaitu penelitian Tariq Hussain ini justru akhirnya memacu pemerintah Arab Saudi untuk memperhatikan Sumur Zamzam secara moderen. Saat ini banyak sekali gedung-gedung baru yang dibangun di sekitar Masjidil Haram, juga banyak sekali terowongan dibangun disekitar Makkah, sehingga saat ini pembangunannya harus benar-benar dikontrol ketat karena akan mempengaruhi kondisi hidrogeologi setempat.

Badan Riset sumur Zamzam yang berada di bawah SGS (Saudi Geological Survey) bertugas untuk :
  • Memonitor dan memelihara untuk menjaga jangan sampai sumur ini kering.
  • Menjaga urban disekitar Wadi Ibrahim karena mempengaruhi pengisian air.
  • Mengatur aliran air dari daerah tangkapan air (recharge area).
  • Memelihara pergerakan air tanah dan juga menjaga kualitas melalui bangunan kontrol.
  • Meng-upgrade pompa dan dan tangki-tangki penadah.
  • Mengoptimasi supplai dan distribusi airZam-zam

Kabar bohong soal zamzam


Sebuah artikel di situs Islamic Research Foundation International, Inc ditulis oleh Tariq Hussain, ahli hidrologi yang pernah menginvestigasi sumur zamzam, menyusul klaim seorang doktor Mesir yang yang mengatakan zamzam tak layak diminum di tahun 1971. 

Dengan asumsi Ka'bah berada di bawah permukaan air laut, dan berada di tengah kota Mekah, air dari saluran pembuangan terkumpul dan masuk ke dalam sumur zamzam. Kabar itu sampai ke telinga Raja Faisal yang murka luar biasa. 

Sang Raja memerintahkan Kementerian Sumber Daya Pertanian dan Air mengirim sampel zamzam ke sekian laboratorium Eropa. Ilmuwan dikerahkan, salah satunya Tariq Hussain ke sumber air.

"Sulit bagi saya untuk percaya, sumur yang terlihat seperti kolam kecil berukuran 5,5 x 4,3 meter, mampu menyediakan air minum untuk jutaan jamaah haji sejak eksistensinya di masa Nabi Ibrahim, ribuan tahun lalu," kata dia. 

Saat asistennya masuk dalam sumur tersebut, kedalaman sumur hanya sedikit di atas bahu. Rak ada saluran pipa apapun yang terhubung ke sana, juga tak ada gerakan air naik turun secara drastis, yang mungkin disebabkan saluran dari pompa berkekuatan besar. 

Air kemudian diketahui keluar dari sela-sela pasir halus dalam sumur. "Sebelum saya meninggalkan Ka'bah, saya bertanya kepada pihak berwenang tentang sumur lain di seputar Mekah. Saya diberitahu bahwa sumur tersebut kebanyakan kering." Tak melimpah seperti zamzam. 

Dan, hasil analisis laboratorium Eropa menyebut, air zamzam layak minum, bahkan memiliki kandungan berkhasiat. "Oleh karena itu pernyataan yang dibuat oleh dokter Mesir terbukti palsu."

Namun, laporan palsu itu di sisi lain membawa berkah, makin menguatkan bahwa zamzam adalah air istimewa.

Sumber: 
  1. http://teknologi.news.viva.co.id/, Selasa, 9 Oktober 2012, 06:17 WIB.
  2. http://www.kelair.bppt.go.id/Sitpa/Artikel/Airzamzam/airzamzam.htm  
  3. http://en.wikipedia.org/wiki/Zamzam_Well
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...