Sabtu, 08 Agustus 2015

Inilah Tropical Storm "Soudelor", Tangan Tuhan Yang Menjawab Doa Permohonan Rakyat Indonesia "Mohon Diberi Hujan", Ditengah Prediksi Bencana Kekeringan Akibat El-nino.


Typhoon "Soudelor" on August 3, 2015 at 05:30 UTC. Credit: JMA/RAMMB/CIRA (Himawari-8).

Dalam 2 minggu ini media masa kita diramaikan dengan berita banyak saudara kita di daerah terpencil kekurangan air baik untuk minum atau kebutuhan sehari-hari. Banyak sumber-sumber air mengering, sehingga mereka harus mencari air hingga berkilo-kilo meter. Memang pada bulan-bulan ini wilayah Indonesia memang sedang memasuki puncak musim kemarau, dimana tidak ada curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.

Dan media massapun menambah kepanikan masyarakat kita dengan liputan "keringnya" sumber air di sungai yang bagi masyarakat kota air sungai diolah menjadi air minum oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Dan akibatnya kita semua baik warga kota maupun desa dilanda kepanikan luar biasa akan munculnya bencana kekurangan air di negara kita.

Dalam periode El Nino, perairan di Samudra Pasifik utara Papua menjadi lebih hangat dari biasanya. Kondisi hingga Juli, anomali suhu muka laut daerah tersebut sudah mencapai 1 derajat celsius.

Anomali tersebut membuat curah hujan di wilayah Indonesia berkurang. Terjadi bersamaan dengan musim kemarau, El Nino membuat wilayah Indonesia semakin kering.

Meski demikian, pengaruh El Nino tak terjadi secara tiba-tiba. Dalam periode awal, sejumlah wilayah Indonesia masih bisa mengalami hujan.

Banyak saudara kita yang mengelar doa bersama dalam bentuk Istiqosah, atau ritual adat pemanggil hujan, yang merupakan satu-satunya harapan memohon air hujan dari Tuhan sebagai usaha terakhir. Sebagai orang yang mengenal ilmu sains dan mengikuti perkembangan, dengan memandang musim dan adanya gejala el-nino seolah harapan akan datangnya hujan sangat tipis.


Tropical Storm "Soudelor", sebuah jawaban akan doa mohon hujan.

Penampakan Typhoon "Soudelor" pada tanggal 7 Agustus 2015

Namun Tuhan berkenan mendengarkan doa semua saudara kita, Beliau mendatangkan hujan salah satunya melalui sebuah peristiwa badai tropis yang disebut Tropical Storm "Soudelor". Walaupun di negara lain di kawasan Laut China Selatan badai ini mendatangkan bencana namun bagi kita orang Indonesia, badai ini mendatangkan hujan, sesuai permohonan kita, semoga Tuhan tetap dan selalu mendengarkan doa kita bersama.

File:Typhoon Soudelor from the ISS.jpg
Topan Soudelor seperti yang terlihat dari Stasiun Luar Angkasa Internasional pada tanggal 5 Agustus 2015.

Topan Soudelor (dikenal di Filipina sebagai Topan Hanna) saat ini menjadi besar dan kuat siklon tropis berdampak Taiwan , yang baru-baru ini siklon tropis paling kuat dari belahan bumi utara pada tahun 2015 dan melanda Kepulauan Mariana Utara . Ketiga belas badai bernama dari musim topan tahunan , Soudelor dibentuk sebagai depresi tropis dekat dari Pohnpei pada 29 Juli Sistem diperkuat perlahan pada awalnya sebelum memasuki masa intensifikasi cepat pada 2 Agustus Soudelor membuat pendaratan di Saipan hari itu, menyebabkan kerusakan yang luas.

File:Soudelor 2015 track.png
Peta merencanakan jalur dan intensitas badai menurut skala angin badai Saffir-Simpson

Karena kondisi lingkungan yang menguntungkan, topan lebih diperdalam mencapai intensitas puncaknya dengan kecepatan angin 215 km / h (130 mph) dan tekanan atmosfer dari 900 mbar ( hPa ; 26,58 inHg ) Agustus 3. Joint Typhoon Warning Center dinilai satu- menit berkelanjutan angin di 285 km / h (180 mph), membuat Soudelor sebuah Kategori 5 -setara yang super topan . Pelemahan stabil terjadi setelahnya sebagai badai bergerak umumnya barat-laut.

Prakiraan yang didasarkan pada citra satelit Himawari 8 itu berlaku selama 5 hari. Setelahnya, kondisi bisa berubah berdasarkan suhu permukaan laut di perairan barat Sumatera.

Proses pembentukan Tropical Storm "Soudelor" diambil dari satelit Himawari 8 milik Jepang

himawari-8/full_disk_ahi_true_color/full_disk_ahi_true_color_20150730032000.jpg
2015-07-30 03:30 UTC

himawari-8/full_disk_ahi_true_color/full_disk_ahi_true_color_20150802013000.jpg
2015-08-02 01:20 UTC

himawari-8/full_disk_ahi_true_color/full_disk_ahi_true_color_20150804022000.jpg
2015-08-04 02:20 UTC

himawari-8/full_disk_ahi_true_color/full_disk_ahi_true_color_20150805070000.jpg
2015-08-05 07:00 UTC

himawari-8/full_disk_ahi_true_color/full_disk_ahi_true_color_20150806064000.jpg
2015-08-06 06:40 UTC

himawari-8/full_disk_ahi_true_color/full_disk_ahi_true_color_20150807030000.jpg
2015-08-07 03:00 UTC


Prakirawan cuaca di Tropical Cylone Warning Center BMKG, Agus Salim, mengungkapkan bahwa pada 2.150 kilometer sebelah timur laut Tahunan kini ada siklon tropis Soudelor. 

"Cukup kuat, kecepatan angin maksimumnya 115 knots," kata Agus. "Diprediksi masih bertahan dalam beberapa hari ke depan dan bergerak ke Taiwan."

Ekor siklon tropis itu mungkin memengaruhi pembentukan awan di wilayah utara Indonesia. Kalimantan bagian utara berpotensi hujan. Hujan juga masih berpeluang terjadi di wilayah Kalimantan akibat terbentuknya badai tropis di wilayah utara Indonesia sejak Minggu lalu.

Namun, secara keseluruhan, siklon justru akan membuat Indonesia bagian tengah dan timur bersih dari awan. Intensitas siklon yang kuat membelokkan arah angin monsun, menyapu bersih awan.

Prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per Senin (3/8/2015) menunjukkan bahwa perairan di barat Sumatera masih hangat. 

"Jadi wilayah Sumatera masih bisa mengalami hujan," kata Edvin Aldrian, Kepala Penelitian dan Pengembangan BMKG, saat ditemui Kompas.com pada Selasa (4/8/2015).

Hangatnya perairan memungkinkan terjadinya penguapan air laut dan pembentukan awan yang kemudian akan menjadi hujan di wilayah sekitarnya, termasuk Jawa bagian barat.

Penyusun Yohanes Gitoyo, S Pd.
Sumber :
  1. http://thewatchers.adorraeli.com/2015/08/07/powerful-typhoon-soudelor-to-make-landfall-over-central-taiwan-on-august-7-2015/
  2. https://en.wikipedia.org/wiki/Typhoon_Soudelor_(2015)
  3. http://sains.kompas.com/
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...