Jumat, 03 Februari 2017

7 Perbedaan Mendasar Su-35 dan Su-27 Flanker.


Su-35 adalah pesawat tempur tercanggih Rusia dengan label keunggulan multirole air superiority fighter dari generasi 4++. Lepas dari seabreg kecanggihannya, sejak awal Super Flanker ini mampu mencuri ‘hati’ publik di Indonesia.

Su-35 yang oleh NATO diberi label Flanker E memang fenomenal. Su-35 yang terbang perdana pada 19 Februari 2008, sejatinya adalah derivatif heavy upgrade dari Su-27 Flanker, single seat fighter yang juga telah dimiliki TNI AU.

Sementara TNI AU sebagai user, juga menyiratkan keinginannya untuk bisa mendapatkan pesawat tempur ini, sebagai pertimbangan mulai dari urusan daya deteren, sampai transformasi teknologi, tentu tak begitu sulit karena pilot dan teknis TNI AU sudah punya pengalaman dalam mengoperasikan Su-27SK/Su-30MK yang ada di Skadron Udara 11. Senjata yang telah dibeli untuk melengkapi Su-27/Su-30 pun dapat langsung dipasang di Su-35. Beberapa rudal canggih yang telah dimiliki TNI AU seperti rudal udara ke udara R-73, R-77 dan R-27. Sementara rudal udara ke permukaan, TNI AU sudah punya Kh-29TE dan Kh-31P.

Video : "SUKHOI SU 27/30 TNI AU - THUNDER AEROBATIC TEAM"

Harus diakui, pandangan masyarakat begitu dominan menginginkan jet tempur ini sebagai pengganti F-5 E/F Tiger II TNI AU yang segera pensiun. Saat ini TNI AU sudah memiliki :
  • Su-27SK     : 2 buah
  • Su-27SKM : 3 buah
  • Su-30MK    : 2 buah
  • Su-30MK2   : 9 buah
Total pesawat Sukhoi TNI AU adalah 16 buah.

Meski secara desain bak pinak dibelah dua dengan Su-27, namun secara struktur Su-35 berbeda dengan Su-27. Pesawat tempur Su-27 dan Su-35 berbentuk sangat mirip, bahkan sepintas keduanya tidaklah berbeda, baik pada kanopi, sayap depan, sayap vertikal dan frame body secara keseluruhan.

Bicara tentang airframe, struktur Su-35 diperkuat agar memiliki usia pakai lebih lama ketimbang Su-27, serta perkuatan airframe dimaksudkan agar pesawat mampu menahan gaya akibat manuver ekstrim.

Meski avionik dan sensornya baru, tapi radarnya masih mengadopsi Irbis-E PESA (passive electronically scanned array), tapi jangkauannya terbilang jauh dan secara teknologi masih lebih baik dari mechanically scanned radar, atau radar konvensional. Radar Irbis-E di Su-35 dapat mendeteksi 30 sasaran di udara secara simultan, dan mampu melakukan serangan ke delapan target secara bersamaan. Jangkauan radar ini disebut-sebut mampu mengendus sasaran hingga jarak 400 Km.

Seperti kita bahas tadi Su-35 merupakan pengembangan dan peningkatan lebih lanjut dari Su-27. Mengambil basic dari Su-27, desain Su-35 tidaklah jauh berbeda. berikut adalah 7 perbedaan mendasar Su-27 dan Su-35 secara garis besar.


Dan untuk membedakan keduanya ada beberapa ciri dan desain khusus yang bisa kita jadikan patokan secara mudah.
  1. Yang termudah adalah pada roda pendarat didepan. Su-27 menggunakan satu roda pendarat didepan, sedangkan Su-35 menggunakan roda pendarat double, terutama untuk mengakomodir beban radar, avionic dan persenjataan yang lebih berat.
  2. Bentuk kedua hidung pesawat tempur sedikit berbeda. Pada Su-27 cenderung besar untuk mengkomodir radar N001 VEP yang besar. Berbeda dengan Su-35 yang berdesain hidung lebih tajam dan lancip.
  3. Perbedaan lainnya pada probe pengisian bahan bakar. Su-35 dilengkapi probe pengisian disamping kiri kokpit, sedangkan pada Su-27 sebagian besar tidak dilengkapi probe pengisin bahan bakar. Hanya pada beberapa tipe sepeti Su-27 Indonesia produksi pabrikan KNAAPO yang sudah dilengkapi dengan perangkat tersebut.
  4. Perbedaan lainnya pada perangkat IRST (infra-red search and tracking). Su-27 menggunakan IRST tepat di center depan kokpit pilot, berbeda dengan Su-35 yang menggunakan IRST sedikit disisi kanan kokpit.
  5. Perbedaan lainnya terlihat disisi kanan dan kiri kokpit Su-27 yang dilengkapi antena avionic yang terlihat menonjol, hal tersebut tidak ditemukan pada Su-35 yang berdesain mulus dengan desain antenna yang mungil.
  6. Perbedaan lainnya pada desain punggung atas Su-27 yang terlihat lebih menonjol dibandingkan dengan Su-35 yang memiliki bentuk punggung yang ramping.
  7. Perbedaan lainnya bisa dilihat pada tonjolan ekor diatas knalpot mesin kedua pesawat yang berbeda. Pada Su-27 terlihat adanya tambahan tonjolan disamping kanan dan kiri, sedangkan pada Su-35 terlihat mulus dengan hanya ada tonjolan kecil.
Foto Su-35 diatas adalah Su-35 China yang baru tiba beberapa waktu yang lalu, dan dengan sedikit mengetahui perbedaan keduanya secara kasat mata, setidaknya akan mudah diketahui apabila suatu saat giliran ada Su-35 yang ternyata sudah menghuni hanggar-hanggar di pangkalan udara Indonesia.

Penyusun : Yohanes Gitoyo, S Pd.
Sumber :

  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Tentara_Nasional_Indonesia_Angkatan_Udara
  2. http://jakartagreater.com/sering-keliru-membedakan-su-35-dan-su-27-ini-trik-mudahnya/
  3. http://www.indomiliter.com/menerawang-plus-minus-sukhoi-su-35-super-flanker-untuk-tni-au/
  4. https://id.wikipedia.org/wiki/Sukhoi_Su-35
  5. https://id.wikipedia.org/wiki/Sukhoi_Su-27