Sabtu, 03 Oktober 2015

Inilah : Satyrichthys welchi, Ikan Asal Aceh Yang Bentuknya Seperti Pesawat Tempur Siluman !


Ikan yang ditemukan oleh nelayan di Laut Banda ternyata tak semisterius yang diduga. Jenis itu melimpah di perairan Indonesia dan dunia.

Seperti diberitakan Kompas.com pada Senin (28/9/2015), nelayan warga Desa Kampung Baru, Kecamatan Banda, menangkap seekor ikan misterius saat sedang mencari ikan di perairan Pulau Pisang.


Ikan tersebut berwarna oranye, berduri, bersisik keras, dan berpenampakan unik. Ikan itu mirip dengan hiu, tetapi tak punya gigi, punya enam sirip, mulutnya besar dan berjanggut, serta punya ekor yang mirip dengan ekor buaya atau ikan pari.

"Beta (saya) kaget waktu menangkap ikan itu karena wajah ikan itu mirip pesawat tempur, sedangkan badannya seperti ikan hiu dan ekornya seperti buaya," kata La Erna, nelayan yang menangkap ikan itu. 

Satyrichthys welchi

Dihubungi pada Selasa (29/9/2015), peneliti ikan laut dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Fahmi, menuturkan bahwa ikan tersebut sebenarnya sudah dikenal.

Fahmi mengungkapkan, ikan itu masuk golongan Peristediidae. "Ciri utamanya berkulit keras, bagian moncong utamanya ada semacam rostrum yang ke depan seperti tanduk, di bagian rahang ada semacam rumbai," katanya.

Secara umum, ikan itu dikenal dengan istilah armored searobin. Menurut Fahmi, belum ada istilah lokal untuk ikan itu sebab memang jarang tertangkap nelayan.

Meski golongan ikannya mudah diketahui, jenis ikan masih sulit untuk dipastikan. "Untuk tingkat spesies harus dihitung dulu duri sirip punggung, jumlah sisik, dan lainnya," kata Fahmi.

Ada banyak jenis armored searobin di Indonesia. Salah satunya adalah robust armored searobin (Satyrichthys welchi). Jenis itu banyak terdapat di perairan Indonesia tengah dan timur serta Australia.

Jenis lainnya adalah bearded armored searobin (Peristedion barbiger), armored gournard (Peristidion lyorhynchus), dan ada lebih banyak lagi.

Yang jelas, kata Fahmi, ikan yang ditemukan di Laut Banda adalah jenis ikan laut dalam. Jenis itu bisa hidup di kedalaman lebih dari 250 meter.


Tanggapan Ahli Ekologi Laut.



Peristedion barbiger

Menanggapi penemuan ikan misterius itu, ahli ekologi laut tropis dari Universitas Pattimura, Ambon, Dr Masudin Sangadji, kepada Kompas.com menjelaskan jenis ikan tersebut. Dia mengatakan, ikan yang ditemukan itu adalah Peristedion barbiger yang merupakan jenis ikan laut dalam.

"Setahu saya, ikan itu sangat mirip dengan jenis Peristedion barbiger. Ikan itu biasanya ada di laut dalam," kata Masudin, Selasa (29/9/2015).

Dia mengemukakan, Laut Banda adalah salah satu laut terdalam di dunia sehingga memungkinkan banyak jenis spesies ikan berada di laut itu. Masudin menambahkan, laut dengan kedalaman lebih dari 1.000 meter tentu memiliki banyak jenis spesies ikan yang beberapa di antaranya sulit diidentifikasi.


Terkait dengan bentuk fisik ikan yang oleh warga dianggap aneh, Masudin mengatakan, bentuk unik ikan itu disebabkan faktor anomali yang terjadi di habitat ikan laut dalam. Ikan itu, lanjut dia, naik ke permukaan laut karena dipengaruhi beberapa faktor, misalnya gempa bawah laut dan arus bawah laut yang kuat yang mengakibatkan ikan itu keluar dari habitatnya.

"Habitat bawah laut itu memang aneh sehingga ikan di laut dalam juga bentuknya aneh-aneh. Itu karena bentuk ekologinya beda. Kalau mengapa sampai bisa ditangkap nelayan, bisa saja karena tiga faktor tadi itu sehingga ikan naik ke permukaan laut," ujar dia.

Masudi melanjutkan, untuk memastikan apakah ikan yang ditemukan itu merupakan ikan purba ataukah jenis ikan spesies baru, hal tersebut perlu diteliti para ahli taksonomi. Menurut dia, selama ini ahli taksonomi belum bisa mengidentifikasi banyak jenis spesies ikan yang hidup di laut dalam.

Editor : Yunanto Wiji Utomo
Sumber : sains.kompas.com, Selasa, 29 September 2015, 17:05 WIB.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...