Awas : Suplemen Anti-oksidan Percepat Pertumbuhan Tumor !!!



Suplemen anti-oksidan seringkali dipromosikan untuk membantu pencegahan penyakit. Ini karena anti-oksidan diketahui dapat berikatan dengan radikal bebas sehingga mencegahnya merusak sel-sel tubuh. Hal itu juga yang akhirnya membuat suplemen ini dipercaya menurunkan risiko kanker. 


Apa sih antioksidan itu?
Antioksidan merupakan sebutan untuk zat yang berfungsi melindungi tubuh dari serangan radikal bebas. Yang termasuk ke dalam golongan zat ini antara lain vitamin, polipenol, karotin dan mineral. Secara alami, zat ini sangat besar peranannya pada manusia untuk mencegah terjadinya penyakit. Antioksidan melakukan semua itu dengan cara menekan kerusakan sel yang terjadi akibat proses oksidasi radikal bebas.

Lalu, apa itu radikal bebas?
Radikal bebas sebenarnya berasal dari molekul oksigen yang secara kimia strukturnya berubah akibat dari aktifitas lingkungan. Aktifitas lingkungan yang dapat memunculkan radikal bebas antara lain radiasi, polusi, merokok dan lain sebagainya. Radikal bebas yang beredar dalam tubuh berusaha untuk mencuri elektron yang ada pada molekul lain seperti DNA dan sel. Pencurian ini jika berhasil akan merusak sel dan DNA tersebut. Dapat dibayangkan jika radikal bebas banyak beredar maka akan banyak pula sel yang rusak. Sialnya, kerusakan yang ditimbulkan dapat menyebabkan sel tersebut menjadi tidak stabil yang berpotensi menyebabkan proses penuaan dan kanker.

Bagaimana antioksidan memerangi radikal bebas?
Antioksidan membantu menghentikan proses perusakan sel dengan cara memberikan elektron kepada radikal bebas. Antioksidan akan menetralisir radikal bebas sehingga tidak mempunyai kemampuan lagi mencuri elektron dari sel dan DNA. Proses yang terjadi sebenarnya sangat komplek tapi secara sederhana dapat dilukiskan seperti itu.

Penyakit apa saja yang berhubungan dengan radikal bebas?
Beberapa penyakit degeneratif berhubungan erat dengan radikal bebas. Diantaranya, kanker, penyakit jantung dan pembuluh darah, pikun, katarak dan penurunan fungsi kognitif. Proses penuaan dini juga berhubungan dengan radikal bebas. Antioksidan dipercaya mampu untuk mencegah beberapa penyakit ini.

Namun sebuah studi baru menunjukkan hasil yang kontraproduktif dari anggapan yang telah ada sebelumnya. Studi yang dipublikasi dalam jurnal Science Translational Medicine menemukan, anti-oksidan justru dapat meningkatkan kecepatan pertumbuhan tumor yang berpotensi menjadi kanker.

Tim peneliti asal Swedia tersebut melakukan percobaan pada efek anti-oksidan dalam vitamin E dan obat yang disebut N-asetilstein (NAC). NAC merupakan obat yang biasa digunakan pada pasien penyakit pernapasan obstruktif kronis untuk membantu bernapas.

Pengujian pada tikus menunjukkan, keberadaan anti-oksidan menyebabkan peningkatan kecepatan pertumbuhan tumor tiga kali lipatnya. Bahkan tim peneliti juga menemukan, tikus cenderung mati dua kali lebih cepat. Semakin banyak anti-oksidan diberikan pada tikus, semakin cepat mereka mati. Uji pada sel kanker manusia di laboratorium juga menunjukkan hasil yang sama.

Meskipun peneliti hanya mengukur efek vitamin E dan NAC, mereka menemukan bukti bahwa anti-oksidan lainnya juga dapat memberi nutrisi bagi sel kanker sehingga menambah cepat pertumbuhannya.
Menurut pusat pengobatan komplementer dan alternatif Amerika Serikat, uji klinis untuk suplemen anti-oksidan seringkali gagal membuktikan bahwa suplemen mampu mencegah kondisi seperti serangan jantung, stroke, demensia, atau kanker.

"Jika dilihat lebih jauh, suplemen anti-oksidan tidak melindungi tubuh dari kanker, namun justru meningkatkan risikonya," ujar peneliti studi Martin Bergo dari Sahlgrenska Cancer Center. Anti-oksidan beraksi dengan menetralkan radikal bebas yang dapat merusak DNA dari sel manusia. "Karena DNA juga dirusak oleh kanker, maka anti-oksidan bukannya mematikan sel kanker, tetapi malah sesungguhnya membantu sel kanker," ujar peneliti lainnya dari Institute of Biomedicine di University of Gothenburg.


Anti-oksidan, termasuk vitamin, karoten, dan mineral secara alami ditemukan pada sayur dan buah. Antioksidan bisa dengan mudah kita dapatkan dari makanan.  Beberapa contoh makanan sumber antioksidan antara lain :
  1. Vitamin A : Wortel, brokoli, sayur hijau, bayam, labu, hati, kentang, telur, aprikot, mangga, susu dan ikan.
  2. Vitamin C : Lada/merica, cabe, peterseli, jambu biji, kiwi, brokoli, taoge, kesemek, pepaya, stowberi, jeruk, lemon, bunga kol, bawang putih, anggur, raspberri, jeruk kepruk, bayam, tomat dan nanas.
  3. Vitamin E : Asparagus, alpukat, buah zaitun, bayam, kacang-kacangan, biji-bijian, minyak sayur, seral.
  4. Karotin : Beta karoten, lutein, likopen, wortel, labu, sayur-sayuran hijau, buah-buahan berwarna merah, tomat, rumput laut.
  5. Polipenol : Buah berri, teh, bir, anggur, minyak zaitun, cokelat, kopi, buah kenari, kacang, kulit buah, buah delima dan minuman anggur.

Makanan yang sebenarnya sudah sering kita makan sehari-hari ternyata mengandung antioksidan yang diperlukan untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh radikal bebas. 

Nah jika anda sering mengkonsumsi suplemen yang mengandung anti-oksidan coba hentikan, beralihlah ke makanan yang mengandung anti-oksidan alami seperti artikel di atas. 

Ingat suplemen jenis apapun sama dengan obat, yaitu "racun kimia" yang sengaja anda masukkan untuk satu tujuan, namun pasti berakibat munculnya dampak negatif dan merugikan kesehatan anda. 

Ayo kembali ke yang alami !

Penyusun : Yohanes Gitoyo
Referensi :
  1. http://www.blogdokter.net/.
  2. foxnews, dikutip dari : http://health.kompas.com/, Sabtu, 1 Februari 2014, 15:49 WIB.
  3. http://triagung86.files.wordpress.com/, 1 April 2012.