Kamis, 13 Februari 2014

Ternyata Kiamat Kehidupan di Bumi Pernah Terjadi 252 Juta Tahun Lalu !


Sebuah studi menyebutkan, kepunahan massal terbesar di dunia, khususnya dalam sejarah kehidupan hewan terjadi sekitar 252 juta tahun lalu yang memusnahkan lebih dari 96 persen spesis laut dan 70 persen kehidupan di darat. Menurut Sam Bowring, Profesor Robert R Shrock dari Massachusetts Institute of Technology, bukti nyata terjadinya bencana raksasa tercatat dalam waktu dan durasi yang mutlak, peristiwa ini telah memusnahkan 96 persen makhluk hidup di lautan. Pada masa 10,000 tahun sebelum pemusnahan massal, lautan mengalami pulse karbon ringan yang mencerminkan tambahan karbon dioksida ke atmosfer. 

Perubahan dramastis mungkin telah menyebabkan pengasaman laut meluas disertai peningkatan suhu laut lebih dari 10 derajat celcius, pada titik ini sudah terjadi kepunahan massal kehidupan laut.


Menurut teori ahli geologi dan paeontologi, letusan gunung berapi besar seperti Siberian Traps (bukit yang terbentuk dari letusan magma berulang di Rusia) terus menerus terjadi sehingga memicu peningkatan kadar Karbon dioksida di lautan. Siberian Traps telah membentuk wilayah batuan vulkanik yang dikenal sebagai provinsi berapi di Siberia, Rusia. Peristiwa letusan besar membentuk perangkap yang diperkirakan terjadi pada periode Permian Akhir dan Triassic Awal.

Ilmuwan MIT menggunakan teknik penanggalan untuk memperkirakan skala waktu letusan gunung berapi periode Permian, jumlah karbon dioksida yang terlontar berkisar 5 juta kilometer kubik. Kadar karbon dioksida yang tinggi mengacaukan biosfer dan tidak memberi kesempatan pada makhluk hidup untuk beradaptasi dan bertahan.

Tahun 2006 lalu, ilmuwan MIT telah mengumpulkan bukti periode Permian Akhir dari wilayah Meishab, Cina. Bebatuan diduga menggambarkan Permian Akhir dan periode Triassic Awal berdasarkan bukti fosil. Bebatuan diduga mengandung abu vulkanik yang melapisi bantalan fosil, hasil pengukuran menunjukkan kepunahan massal periode Permian Akhir terjadi 60,000 tahun lalu dengan nilai ketidakpastian sekitar 48,000 tahun. Analisis ini juga disertai peningkatan tajam jumlah karbon dioksida diseluruh lautan dunia. Skala waktu didasarkan pada teknik penanggalan yang jauh lebih tepat daripada sistem sebelumnya dan menunjukkan beberapa bukti adanya kepunahan terparah dalam sejarah kehidupan, sehingga kemungkinan bisa saja terjadi 10 kali lebih cepat daripada perhitungan sebelumnya.


Bencana terbesar dunia dipicu dari letusan gunung berapi yang terus menerus memuntahkan lava dan karbon dioksida secara besar-besaran. Tidak hanya Siberian Traps, letusan Gunung Toba diperkirakan terjadi diwaktu yang hampir sama 70 ribu tahun lalu. Sehingga alam memuntahkan karbon dioksida sejak 70-60 ribu tahun lalu seperti tanpa henti, dimana sebagian besar makhluk hidup tidak mampu bertahan.  Teori ini dikenal dengan periode Permian Akhir termasuk di dalamnya dampak asteroid, letusan gunung berapi besar disertai bencana lainnya.

Kesimpulan ini didapatkan setelah peneliti mempelajari kepunahan massal yang pernah melanda Bumi di masa lalu. Kepunahan massal Permian, disebutkan menjadi kepunahan terbesar yang pernah terjadi dalam 540 juta tahun terakhir.

Dilansir Live Science, Rabu 12 Februari 2014, penulis utama studi ini, Seth Burgess, menjelaskan, kepunahan massal Permian menandai akhir periode geologi Permian sekitar 252 juta tahun lalu. Saat itu, lebih dari 96 persen kehidupan laut dan 70 persen spesies di daratan punah. 

Kepunahan kehidupan ini lebih besar dibandingkan kepunahan pada masa akhir periode geologi Cretaceous, 66 juta tahun lalu, yang mana dinosaurus juga punah. 

"Ini adalah salah satu titik kunci perubahan lintasan kehidupan di Bumi. Ini mengatur sisa evolusi," jelas Burgess.

Jejak kepunahan dahsyat Permian bisa dilihat dari sisa bebatuan di wilayah Meishan, China. 

Dalam sepuluh tahun terakhir, ratusan ahli ahli geologi mengumpulkan, menganalisis batuan Meishan sebelum, selama, dan setelah kepunahan Permian. 

Peneliti mengatakan, analisis batuan di wilayah ini dapat membantu memahami peristiwa Permian itu. Peneliti menganalisis abu vulkanik yang terjalin dengan batuan laut Meishan, yang memiliki mineral kecil (zircon). Dengan teknik geokimia, peneliti dapat mengungkap usia jejak geologi tersebut. 

Guna mendapatkan hasil maksimal, Burgess dan kolega penelitinya, mengukur dengan teknik karbon dating Zircon dengan melibatkan uranium. Cara ini untuk memancing perkiraan usia Zircon. 

Alhasil, penanggalan menunjukkan kepunahan massal Permian terjadi mulai 251,941 juta tahun lalu (dengan kurang lebih 37 tibu tahun) dan berakhir pada 251,880 juta tahun lalu (kurang lebih 31 juta tahun). 

Masa kepunahan itu menandai awal periode Triassic, era reptil purba, sekitar 252-200 juta tahun lalu. Penanggalan itu cocok dengan temuan fosil gigi Hindeodus parvus, makhluk yang mirip dengan belut.


Penyebab kepunahan


Untuk musabab kepunahan massal itu, peneliti mendapatkan kondisi lingkungan saat kejadian itu. Studi menunjukkan terdapat peningkatan karbon dioksida secara tiba-tiba dan singkat pada batuan Permian. 

Penelitian sebelumnya mengatakan kepunahan didahului dengan peningkatan karbon dioksida.

"Ini mendahului kepunahan sampai 20 ribu tahun atau lebih dan kepunahan berlangsung 10 sampai 15 ribu tahun. Ini peristiwa yang sangat pendek," jelas Burgess.

Dugaan penyebab kepunahan lain, suhu permukaan laut meningkat 10 derajat celsius selama periode mulainya kepunahan dan pada awal periode Triassic. Kondisi itu dibarengi dengan kenaikan karbon dioksida secara tiba-tiba, yang mungkin membuat lautan semakin asam. 

"Model usia presisi tinggi dan akurat memberi kita ukuran yang dapat dipercaya, memungkinkan kita dapat membandingkan semua hal yang mengawali kepunahan massal itu," imbuhnya.

Tim peneliti menerapkan teknik penanggalan yang sama untuk mengukur salah satu penyebab kepunahan Permian, yaitu batuan vulkanik dari Siberian Trap, curahan vulkanik terbesar di Bumi. 

Temuan ini telah dipublikasikan di Jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences. 

Penulis : Sandy Adam Mahaputra, Amal Nur Ngazis
Sumber : http://teknologi.news.viva.co.id/, Rabu, 12 Februari 2014, 17:32 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...