Inilah Para SUPERMAN, Orang Yang Sudah Sukses Dunia di Saat Usia 25 Tahun

Inilah Para SUPERMAN, Orang Yang Sudah Sukses Dunia di Saat Usia 25 Tahun.
Di dunia ini, sebagian besar orang tidak mengetahui apa yang ingin mereka lakukan saat masih berusia muda.

Dilansir Business Insider, Selasa 25 Februari 2014, beberapa orang sejak dini mungkin sudah memfokuskan perhatiannya pada hal-hal yang ingin mereka capai dalam hidup. Sementara itu, lainnya, didorong saat mereka menemukan kembali jati dirinya, sehingga mengubah karier atau bidang industri yang sudah digelutinya selama ini. Sebagian lagi masih terus mencari jati dirinya. Orang-orang yang sukses saat ini pun belum tentu memiliki gambaran yang jelas, seperti apa keberhasilan yang ingin mereka capai saat masih berusia muda.

Cerita-cerita perjuangan mereka mengumpulkan pundi-pundi kekayaan mengingatkan kita semua bahwa siapapun bisa mencapai sukses luar biasa melalui tekad, ulet, keinginan yang kuat dan sedikit keberuntungan.

Berikut adalah profesi yang digeluti orang-orang sukses saat masih berusia 25 tahun.

1. Mark Cuban


Saat berusia 25 tahun, Cuban lulus dari Indiana University dan pindah ke Dallas. Dia memulai profesi pertamanya sebagai bartender di Dallas. Resign sebagai bartender, Cuban bekerja sebagai penjual software PC.

Dia kemudian dipecat dari pekerjaannya, ini yang mendorongnya membuka usaha pertamanya, yakni MicroSolutions.

Dalam bukunya yang berjudul How to Win at the Sport of Business, dia menulis, "Ketika pertama kali sampai di Dallas, saya benar-benar harus berjuang. Saya tidur dengan 6 orang di sebuah apartemen dengan tiga kamar".

Salah satu yang memotivasinya untuk sukses yakni dengan melihat rumah-rumah besar dan membayangkan bisa tinggal di rumah tersebut.


2. Lloyd Blankfein


Dia memulai kariernya menjadi pengacara yang tidak bahagia dan tidak menikmati profesinya. Dia mendapatkan gelar sarjana hukum dari Harvard University pada usia 24 tahun dan bekerja sebagai associate di kantor hukum Donovan Leisure.

Pada saat itu, dia adalah perokok berat dan sesekali berjudi. Terlepas bahwa dia telah terikat dengan kantor hukum tersebut.

Pada usia 27 tahun, dia kemudian beralih profesi ke bidang perbankan dan bergabung dengan J. Aron, salah satu perusahaan investasi perbankan.


3. Ralph Lauren


Dia terlahir dengan nama Ralph Lifshitz di Bronx, New York. Pada usia 15 tahun, dia kemudian mengganti namanya menjadi Ralph Lauren.

Dia bersekolah bisnis di Baruch College dan bergabung di Angkatan Darat hingga usia 24 tahun. Lauren keluar setelah memutuskan untuk bekerja di Brook Brother sebagai asisten penjualan.

Pada usia 26 tahun, Lauren memutuskan untuk merancang dasi bergaya Eropa, yang akhirnya membuka kesempatan bekerja sama dengan Neiman Marcus. Tahun berikutnya, ia kemudian meluncurkan label "Polo".


4. J.K Rowling


Pada usia 25 tahun, Rowling mendapatkan ide untuk menulis buku Harry Potter, karena saat itu kereta api yang akan dia tumpangi tertunda 4 jam.

Buku pertamanya mulai ditulis pada malam itu, tetapi butuh waktu bertahun-tahun untuk menyelesaikan buku Harry Potter.

Saat itu, dia masih bekerja sebagai sekretaris di London Office of Amnesty International. Rowling akhirnya dipecat dari pekerjaannya, karena terlalu banyak berkhayal tentang Harry Potter.

Uang pesangon yang ia dapatkan sangat membantunya untuk tetap fokus menulis buku Harry Potter. Setelah beberapa tahun, dia pun menikah dan memiliki satu orang putri.

Namun, dia akhirnya bercerai dan didiagnosis mengalami depresi klinis sebelum akhirnya buku Harry Potter selesai pada 1995 dan diterbitkan pada 1997.


5. Marissa Mayer


Pada usia 24 tahun, Mayer bergabung di Google sebagai engineer perempuan pertama dan karyawan nomor 20 di perusahaan itu. Dia bekerja di Google selama 13 tahun, sebelum akhirnya memutuskan keluar dari Google dan bergabung di Yahoo sebagai chief executive officer (CEO).

"Saat saya wawancara kerja di Google pada April 1999, Google merupakan perusahaan dengan tujuh orang pekerja," ujar Mayer saat diwawancarai oleh VMakers.


6. Warren Buffett


Pada usia 20 tahunan, Buffett bekerja sebagai salesman investasi di Buffett-Falk & Co di Omaha, sebelum akhirnya memutuskan pindah ke New York untuk menjadi seorang analis saham pada usia 26 tahun.

Beberapa tahun kemudian, dia mulai mendirikan Buffett Partnership Ltd, sebuah perusahaan kemitraan investasi yang berlokasi di Omaha.


7. Mark Zuckerberg


Zuckerberg telah bekerja keras mengerjakan Facebook selama lima tahun pada saat dia mencapai usia 25 tahun. Pada 2009, kas perusahaan itu akhirnya berubah menjadi positif untuk pertama kalinya dan Facebook tercatat memiliki 300 juta pengguna.


8. Eric Schmidt, Executive Chairman Google


Saat berusia 25 tahun, dia masih mendalami ilmu komputer. Schmidt menghabiskan enam tahun sebagai mahasiswa pasca sarjana di UC Berkeley, dia kemudian lulus S2 dan S3 pada usia 27 tahun.

Dia lalu menghabiskan musim panasnya dengan bekerja di laboratorium Xerox PARC untuk membantu menciptakan workstation komputer.

Di sana, ia kemudian bertemu dengan pendiri Sun Microsystem dan bergabung di perusahaan itu sebagai programer. "Tahun-tahun awal sebagai programer, kami jarang tidur pada malam hari karena internet berjalan lebih cepat pada malam hari," ujarnya.


9. Debbie Wasserman-Schultz, Chairwoman di DNC


Schultz lulus dari University of Florida dan bekerja sebagai asisten legislator Peter Deutsch. Pada usia 25 tahun, dia membantu Peter Deutsch menjadi anggota DPR Amerika Serikat.

Kemenangan Deutsch menjadi anggota DPR, mendorongnya untuk mencalonkan diri sebagai anggota DPR Florida. Pada usia 26 tahun, dia menang dan menjadi anggota legislator perempuan termuda di DPR Florida.


10. Howard Schultz, CEO Starbucks


Sebelum memulai kariernya berbisnis kopi, dia menjadi salesman di Xerox. Setelah lulus dari Northern Michigan University, dia bekerja di Xerox.

Kesuksesannya mengembangkan sebuah perusahaan Swedia, mendorong Hammerplast, perusahaan yang memproduksi mesin pembuat kopi merekrut dia menjadi karyawannya pada usia 26 tahun.

Saat bekerja di perusahaan itu, ia kemudian bertemu dengan manajemen gerai Starbucks dan melanjutkan bergabung pada usia 29 tahun.

Peulis : Siti Nuraisyah Dewi
Sumber : http://bisnis.news.viva.co.id/, Rabu, 26 Februari 2014, 06:04 WIB.