Kamis, 07 Agustus 2014

Bakteri dalam Cairan Mani (Semen) Berperan dalam Infeksi Virus HIV

Figure 1 Detection of HIV-1 in spermatozoa by FISH with biotinylated HIV gag and HIV pol probes.
Detection of HIV-1 in spermatozoa by FISH with biotinylated HIV gag and HIV pol probes.

Koloni bakteri secara alami memang terdapat dalam cairan mani (semen) manusia. Namun bukannya tanpa pengaruh, koloni bakteri ini berperan dalam penularan maupun memperbanyak jumlah HIV di dalam tubuh pria yang terinfeksi.

Para peneliti asal AS menemukan, mikroba dalam semen dapat menyebabkan peradangan atau inflamasi lokal dan berperan dalam pengembangbiakan HIV dalam tubuh pria yang terinfeksi. Mereka mengatakan, temuan ini dapat memudahkan dunia kedokteran untuk mengurangi transmisi virus penyebab AIDS ini dengan menargetkan pada bakteri yang ada dalam semen.


Studi sejauh ini belum dapat membuktikan bakteri menyebabkan perubahan pada tingkat HIV atau tidak. Sehingga penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk membuktikannya. Studi yang diketuai oleh Lance Price dari Translational Genomics Research Institute hanya menemukan, interaksi antara mikroba, imunologi lokal, dan muatan virus dalam semen saling berinteraksi satu sama lain.


Meskipun HIV ditemukan paling banyak pada cairan tubuh manusia, virus paling umum menyebar melalui semen. Dalam semen, selain sperma juga terdapat bakteri dan faktor imun, salah satunya adalah interleukin-1beta (IL-1b) yang berperan dalam respon tubuh terhadap peradangan.

"Semakin tinggi jumlah bakteri dalam semen, semakin tinggi pula kadar IL-1b dalam semen yang meningkatkan produksi virus yang dikandungnya," ujar peneliti, berteori.

Dalam studi ini, peneliti menganalisis sampel sperma dari 49 gay atau pria homoseksual. Dari semua peserta, 27 dinyatakan HIV positif. Mereka ikut serta studi ini sebelum mendapatkan pengobatan antiretroviral. Semen kedua kelompok dibandingkan.

Studi yang dipublikasi dalam jurnal PLOS Pathogens menemukan, infeksi HIV tampaknya mengubah hubungan antara bakteri dalam semen dengan faktor imun. Karenanya, bakteri pun akhirnya mempengaruhi jumlah virus dan berperan dalam transmisi HIV secara seksual.

Peneliti juga menjumpai adanya perbedaan diversitas antara bakteri yang ada pada semen pria HIV positif dengan pria tanpa HIV. Diversitas bakteri pada pria HIV positif jauh lebih sedikit dibandingkan dengan pria tanpa HIV. Namun setelah mengonsumsi obat antiretroviral, diversitas bakteri pada semen mereka kembali mendekati semen pria sehat pada umumnya.

Penulis : Unoviana Kartika
Editor : Lusia Kus Anna
Sumber :www.healthday.com, dikutip dari : http://health.kompas.com/, Sabtu, 26 Juli 2014, 10:42 WIB
Lebih lanjut silahkan baca artikel : The Integrated HIV-1 Provirus in Patient Sperm Chromosome and Its Transfer into the Early Embryo by Fertilization