Gagal Ginjal Sebabkan Kematian Mendadak?


Wafatnya Pemimpin Redaksi Kompas.com Taufik Hidayat Mihardja pada Rabu (27/8/2014) lalu menghadirkan kekagetan sekaligus duka yang mendalam. Pasalnya, ia tidak terlihat sakit saat masih beraktivitas pada hari-hari sebelumnya, hingga akhirnya dikabarkan meninggal pada pagi hari saat dibangunkan untuk beribadah shalat subuh.

Belakangan, Taufik diketahui memiliki penyakit ginjal kronis yang sudah membuat fungsi ginjalnya menurun, bahkan mendekati stadium gagal ginjal. Ia juga mengidap diabetes dan aritmia jantung yang sangat berkaitan dengan penyakit ginjalnya.


Apakah Penyakit Gagal Ginjal Itu ?

Gagal ginjal kronis (bahasa Inggris: chronic kidney disease, CKD) adalah proses kerusakan pada ginjal dengan rentang waktu lebih dari 3 bulan.CKD dapat menimbulkan simtoma berupa laju filtrasi glomerular di bawah 60 mL/men/1.73 m2, atau di atas nilai tersebut namun disertai dengan kelainan sedimen urin. Adanya batu ginjal juga dapat menjadi indikasi CKD pada penderita kelainan bawaan seperti hiperoksaluria dan sistinuria.

Gejala-gejala dari fungsi ginjal memburuk yang tidak spesifik, dan mungkin termasuk perasaan kurang sehat dan mengalami nafsu makan berkurang. Seringkali, penyakit ginjal kronis didiagnosis sebagai hasil dari skrining dari orang yang dikenal berada di risiko masalah ginjal, seperti yang dengan tekanan darah tinggi atau diabetes dan mereka yang memiliki hubungan darah dengan penyakit ginjal kronis. Penyakit ginjal kronis juga dapat diidentifikasi ketika itu mengarah ke salah satu komplikasi yang diakui, seperti penyakit kardiovaskuler, anemia atau perikarditis 

Penyakit ginjal kronis diidentifikasi oleh tes darah untuk kreatinin. Tingginya tingkat kreatinin menunjukkan jatuh laju filtrasi glomerulus dan sebagai akibat penurunan kemampuan ginjal mengekskresikan produk limbah. 


Penyakit gagal ginjal akut terjadi karena menurunnya dari fungsi ginjal secara mendadak yang terlihat dari pada penurunan Glomeruli Filtration Rate (GFR) atau Tes Kliren Kreatinin (TKK) dan juga terganggunya suatu kemampuna ginjal untuk mengeluarkan produk-produk sisa dari metabolisme. Penyakit gagal ginjal yang bersifat akut ini juga disertai dengan oliguria urinnya kurang dari 500 ml per 24 jam sampai anuria. Penyebab dari gagal ginjal akut  juga bisa terjadi karena bermacam-macam, misalnya adalah kekurangan cairan tubuh yang secara berlenbihan yang terjadi karena penyakit diare dan juga muntah, pendarahan yang terjadi sangat hebat atau juga trauma yang dirasa pada ginjal karena adanya kecelakaan, keracunan obat, dan juga luka bakar. 

Syarat dari diet gagal ginjal akut adalah :
  1. Energy yang diperlukan cukup untuk mencegah terjadinya metabolisme, yakni 25-35 kkal.kg BB.
  2. Protein yang harus sesuai dengan katabolisme proteinnya yakni 0,6-1,5 g/kg Bb. Pada katabolic ringan yang kebutuhan proteinnya 0,6-1 g/kg BBb, katabolic sedang 0,8-1,2 g/kg BB, dan katabolic berat 1-1,5 g/kg BB.

Tanda dan gejala gagal ginjal 

CKD awalnya tanpa gejala spesifik dan hanya dapat dideteksi sebagai peningkatan dalam serum kreatinin atau protein dalam urin. Tanda dan gejala fungsi ginjal menurun:

  1. Tanda atau gejala umum awal adalah gatal-gatal secara terus-menerus di bagian tubuh atau badan (bervariasi).
  2. Tidak nafsu makan.
  3. Pembengkakan cairan di bagian kulit, contohnya di bagian kulit kaki, betis, dan area yang tidak biasanya.
  4. Hemoglobin menurun drastis pada kisaran 6-9, ditandai dengan lemas dan tidak kuat untuk berjalan kaki dalam waktu yang lama, gejala ini merupakan tanda awal sebelum ke arah yg lebih kritis.
  5. Karena Hemoglobin menurun, aktivitas normal biasanya terasa lebih berat dari biasanya.
  6. Sulit buang air kecil, jika volume atau kuantitas buang air kecil menurun, perlu diwaspadai.
  7. Tekanan darah meningkat karena kelebihan cairan dan produksi hormon vasoaktif yang diciptakan oleh ginjal melalui RAS (renin-angiotensin system). Ini meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami hipertensi dan / atau gagal jantung.
  8. Urea terakumulasi, yang dapat menyebabkan azotemia dan akhirnya uremia (gejala mulai dari kelesuan ke perikarditis dan ensefalopati). Urea diekskresikan oleh keringat dan mengkristal pada kulit ("frost uremic").
  9. Kalium terakumulasi dalam darah (dikenal sebagai hiperkalemia dengan berbagai gejala termasuk malaise dan berpotensi fatal aritmia jantung s)
  10. Erythropoietin sintesis menurun (berpotensi menyebabkan anemia, yang menyebabkan kelelahan)
  11. overload volume yang Fluida - gejala dapat berkisar dari ringan edema untuk mengancam kehidupan edema paru
  12. Hyperphosphatemia - karena ekskresi fosfat berkurang, terkait dengan hipokalsemia (karena 1,25 hidroksivitamin D 3  defisiensi), yang karena stimulasi faktor pertumbuhan fibroblast -23-
  13. Belakangan ini berkembang menjadi hiperparatiroidisme sekunder, osteodistrofi ginjal dan kalsifikasi vaskular yang berfungsi juga mengganggu jantung.
  14. Metabolik asidosis, karena akumulasi sulfat, fosfat, asam urat dll ini dapat menyebabkan aktivitas enzim diubah oleh kelebihan asam yang bekerja pada enzim dan eksitabilitas juga meningkat membran jantung dan saraf dengan promosi [hiperkalemia] karena kelebihan asam (asidemia)

Orang dengan penyakit ginjal kronis menderita dipercepat aterosklerosis dan lebih mungkin untuk mengembangkan penyakit kardiovaskuler daripada populasi umum. Pasien yang menderita penyakit ginjal kronis dan penyakit kardiovaskular cenderung memiliki prognosis lebih buruk dibanding mereka yang menderita hanya dari yang terakhir.


Penyebab gagal ginjal.

Penyebab paling umum dari CKD diabetes mellitus, hipertensi, dan glomerulonefritis Bersama-sama, menyebabkan sekitar. 75 % dari semua kasus dewasa. Wilayah geografis tertentu memiliki insiden tinggi nefropati HIV.

Pada sebagian kasus, mengkonsumsi Minuman energi secara rutin dan terus menerus selama minimal 3 tahun dapat menyebabkan penyakit gagal ginjal kronis. Alfiah Kurnia, mahasiswi Jurusan Pendidikan Biologi, FKIP, UMS Solo pada tahun 2002 meneliti minuman suplemen merk A sebagai sampel studi kasus pada tikus putih. Di lapangan (rumah sakit hemodialisa atau tempat cuci darah rutin) ditemukan fakta menarik terhadap himbauan perawat atau suster Rumah Sakit PGI Cikini seperti berikut: kalo kta mama saya, Minuman energi itu bikin ginjal kerja keras ntar bisa gagal ginjal kata mama kalo sering2 mnum gtuan 

Bukan hanya konsumsi terhadap Minuman energi saja, akan tetapi juga terhadap es teh seperti dikutip dari detik health dr Parlindungan Siregar, SpPD-KGH dari bagian Ginjal dan Hipertensi, Departemen Penyakit Dalam FKUI-RSCM. Sama halnya dengan es teh, konsumsi kopi yang berlebihan dan rutin dapat menyebabkan masalah pada sistem ginjal.

Secara historis, penyakit ginjal telah diklasifikasikan menurut bagian anatomi ginjal yang terlibat, yaitu:

  1. Vaskular, termasuk penyakit pembuluh besar seperti bilateral stenosis arteri ginjal dan penyakit pembuluh kecil seperti nefropati iskemik, hemolitik uremik sindrom- dan vaskulitis
  2. Glomerulus, terdiri dari kelompok yang beragam dan subclassified ke
  3. Penyakit glomerulus primer seperti glomerulosklerosis focal segmental dan IgA nefritis
  4. Penyakit glomerulus sekunder seperti nefropati diabetes dan nefritis lupus
  5. Tubulointerstitial termasuk penyakit ginjal polikistik, obat dan racun-diinduksi tubulointerstitial nefritis kronis dan nefropati refluks
  6. Obstruktif seperti dengan bilateral batu ginjal dan penyakit pada prostat
  7. Pada kasus yang jarang terjadi, cacing pin menginfeksi ginjal juga dapat menyebabkan nefropati.



Dokter spesialis penyakit dalam ginjal dan hipertensi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Parlindungan Siregar, memaparkan, gagal ginjal merupakan manifestasi dari penyakit ginjal kronis. Penyakit ini memiliki perjalanan yang tidak sebentar dalam menyebabkan kematian.

"Tidak ada meninggal mendadak karena penyakit ginjal. Kalaupun ada, itu karena serangan jantung," ujarnya saat dihubungi Kompas Health, Jumat (29/8/2014).

Komplikasi penyakit ginjal kronis sangat banyak, termasuk diabetes, tekanan darah tinggi, hingga penyakit jantung. Hal ini karena saat ginjal tidak dapat melakukan fungsinya dengan baik, organ ini akan menghasilkan agen inflamasi, yaitu sitokin.

Sitokin inilah yang kemudian akan membuat inflamasi atau peradangan pada pembuluh darah. Akibatnya, fungsi pembuluh darah terganggu dan berisiko mengalami penyempitan. Inilah yang memicu terjadinya serangan jantung.

Perjalanan penyakit ginjal kronis berbeda-beda tergantung penyebabnya. Parlindungan menjelaskan, penyebab penyakit ginjal kronis yang paling umum adalah penyakit diabetes dan tekanan darah tinggi. "Bila penyebabnya kondisi ini, maka perjalanan penyakit akan semakin cepat," ujarnya.

Hal ini berbeda dengan perjalanan penyakit ginjal kronis yang disebabkan oleh batu ginjal, infeksi, atau penyakit autoimun seperti glomerulonerfritis. Namun, bila tidak mendapat terapi dengan baik, penyakit ginjal pun akan lebih cepat memburuk.

"Penyakit ginjal perlu ditangani dengan baik, konsumsi obat, dan mengubah pola hidup. Bila tidak, kondisinya akan cepat memburuk. Dan ingat, kerusakan ginjal yang disebabkan penyakit ini tidak akan kembali normal," tegas dokter yang berpraktik di RS Siloam ini.

Penyusun : Yohanes Gitoyo, S Pd.
Sumber : 
  1. http://health.kompas.com/, Jumat, 29 Agustus 2014, 14:56 WIB
  2. http://gagal-ginjal.com/.
  3. http://id.wikipedia.org/wiki/Gagal_ginjal_kronis