Rabu, 20 Agustus 2014

Mengenal Maryam, Mary, Maria, atau Siti Maryam, Sosok Suci Yang Di Hormati 3 Agama di Indonesia.


Maryam, Mary, Maria, atau Siti Maryam, bangsa Arab menyapanya. Siti adalah awalan nama untuk menghormati dan menyayangi. Orang Maroko menyebutnya Sidi. Kita mengejanya Siti.

Maryam atau Maria atau Mary adalah orang yang sama. Dia adalah seorang perempuan mulia. Paling mulia. Umat kristen memujanya dengan penuh penghormatan. Umat islam menghormati dengan penuh kesucian.

Maryam atau Maria adalah tokoh yang menyatukan dua agama besar dunia. Kristen dan Islam bisa bersatu bila menyebut nama Maria. Mereka sepaham, sepercaya, sependapat tentang Maria. Tanpa ada perbedaan dan perselisihan pada pernik perbedaan.

Banyak umat Kristen tak mengetahui betapa kaum muslim mensucikan Maria.

Banyak umat Islam tak sadar mereka menghormati sosok Maria. Dari tiga agama sama atau agama Ibrahim, hanya Yahudi yang mencelanya. Mereka menganggap Maria penuh cela bagai perempuan zinah.

Ajaran Islam menghormati Maria untuk nama sebuah surat dalam kitab sucinya.
Dari 114 surat dalam Quran, ada Surat Yunus (Jonah), Yusuf (Joseph), Hud (Hud), ada Surat Ibrahim (Abraham), Luqman, Rum (Romawi) dan Surat Muhammad. Tapi ada satu-satunya surat dengan nama wanita dalam Quran, Surat Maryam. Dalam Islam, Maryam diabadikan penuh kesucian dalam kitab suci mereka. 

Tak ada kitab atau bab bernama Maria dalam kitab suci manapun adanya. Banyak kalangan menyebut Islam “lebih kristiani dari umat Kristen” soal Maria. 

Ini tidak untuk merendahkan keyakinan non-Islam tentang Maria.
  1. Maria adalah perempuan pilihan dan suci, surat 3 ayat 42
  2. Maria adalah perempuan terpercaya, surat 5 ayat 57
  3. Maria adalah perempuan diatas segala-galanya, sejagat se semesta.
  4. Maria simbol kesucian dalam Islam dan juga Kristen.


Di Libanon, Maria dihormati penuh khidmat oleh umat Kristen dan Islam. Inilah negeri tempat 19 agama dan alirannya hidup bersama. Kadang mereka berseteru, berkelahi, berperang dan saling membunuh. Tapi bukan soal kepercayaan atau keimananan, tapi urusan dunia belaka.

Di negeri Libanon ini, banyak bangsa Arab hidup yang tak mengikuti ajaran Muhammad. Namun mereka tak pernah mencela, menghina Islam apalagi Muhammad. Dari antropologis, bagaimanapun Muhammad adalah orang Arab. Bangsa Liban yang Arab mustahil menghina orang yang memuliakan ras Arab di dunia. Negeri itu mulai tahun ini, setiap 25 Maret merayakan hari suci keagamaan bersama.


Hari ketika Malaikat Jibril membisikan kepada Maria bahwa dia akan mengandung. Mengandung bayi yang kelak bernama Isa al Masih atau Jesus Kristus. Sebuah kelahiran tanpa ayah sebuah tanda kebesaran Tuhan.

Umat Islam wajib mempercayai kelahiran suci itu, ‘virgin birth’. Sebuah keimanan yang sama dengan iman dan nurani kristiani. Orang Libanon menyatukannya dengan sebuah perayaan bersama. Mereka melantunkan suara azan bersama alunan lagu Ave Maria.

Perayaan ini bukan mencampurkan keyakinan dan keimanan. Ini adalah bentuk kesamaan dan titik temu sebuah keimanan. Dan titik temu ada pada sosok Maryam, Mary atau Maria. Mereka merenung, bergembira, bersuka cita untuk sebuah kesamaan.

Foto koleksi pribadi Penulis, gereja yang berdampingan side-by-side dengan masjid, di satu daerah di Tanjung Priok

Seharusnya perayaan ini juga dirayakan di Indonesia. Sebuah negeri yang sebangun seperti Libanon. Negeri yang hidup dan kaya dari perbedaan Tapi miskin dalam menggali persamaan.

Maryam adalah sosok suci dan mulia bagi umat Islam.
Maria adalah Mater Dei bagi umat Kristen.

Selayaknya mereka bersatu dalam banyak perbedaan. Karena hidup sangat indah dengan perbedaan dan persamaan.

Penulis : Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta
Sumber : http://baltyra.com/, By ISK on 19 April, 2010 WIB.