Senin, 11 Agustus 2014

KPAI Khawatir Anak-anak Terjerat ISIS.

Ajakan bergabung ISIS melalui video di YouTube.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengkhawatirkan semakin gencarnya kelompok Islamic State Of Irac and Syria (ISIS) melancarkan doktrin di beberapa pelosok Indonesia.

Komisioner Bidang Pendidikan KPAI, Susanto, mengatakan untuk meyakinkan masyarakat, kelompok radikal itu bisa saja mengajak anak-anak bergabung. Apalagi, mereka target yang dibilang mudah.

“Bisa saja anak menjadi target untuk bergabung dengan ISIS, karena biasanya anak-anak bisa mudah terpengaruh kondisi kejiwaannya,” ujar Susanto kepada VIVAnews, Minggu 10 Agustus 2014

Susanto mengatakan, secara ideologi, kelompok ISIS bertentangan dengan visi kebangsaan. Sementara itu, dari tinjauan agama, ISIS cenderung ekstremis. “Tentu, tafsir keagamaan mereka yang dikembangkan bertentangan dengan prinsip dasar agama,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjutnya, KPAI mendesak agar kelompok ISIS tidak merekrut anak sebagai bagian dari gerakan mereka. Jika itu masih dilakukan, seharusnya dapat dikenakan sanksi pidana.

Susanto berharap, pemerintah melakukan langkah-langkah sistematis dan serius untuk membendung kelompok ISIS. “Ini, agar tidak mengindoktrinasi anak sebagai kelompok rentan. Mengingat, masifnya gerakan mereka, tentu negara tidak boleh kalah,” tegasnya.



POLRI : Generasi Muda Lebih Baik Jihad untuk NKRI, Bukan ISIS !


Pihak Kepolisian Republik Indonesia mendeteksi kelompok militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dalam perkembangannya di Indonesia cenderung merekrut pemuda.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, Sabtu 9 Agustus 2014, menyatakan bahwa yang terpenting untuk dilakukan pada saat ini adalah membangun daya tahan bangsa, terutama di kalangan para pemuda.

Hal tersebut dinilai penting untuk mencegah para generasi muda masuk ke dalam ISIS. "Kita harus punya imun, agar tidak terpengaruh. Generasi muda lebih baik jihad untuk NKRI," ujar Boy di Jakarta.

Lebih lanjut, Boy meminta kepada semua pihak untuk mewaspadai perkembangan ISIS. Menurut dia, salah satu hal yang paling mudah dalam melihat ISIS adalah dari bendera.

Dia menambahkan, pihaknya juga menghimbau agar tidak ada yang memfasilitasi ISIS untuk melakukan kegiatannya, terutama untuk melakukan pembaiatan.

"Kami himbau masjid di seluruh Indonesia, mohon jangan diberikan kesempatan masjid lakukan kegiatan bai'at. Masyarakat jangan main hakim sendiri, jika menemukan diharapkan masyarakat segera laporkan ke kepolisian," papar Boy.

Pengamat Timur Tengah, Hasibullah Satrawi, mengatakan, melihat perkembangan yang ada, dia juga membenarkan ada pola rekrutmen para generasi muda untuk masuk ke dalam ISIS.

Bahkan, di dalam beberapa kesempatan, dia mengaku pernah dihubungi oleh para simpatisan ISIS yang usianya masih tergolong muda. Namun, Hasibullah menilai bahwa para generasi muda itu hanyalah korban karena tidak tahu visi kebangsaan.

"Harus kita selamatkan, jangan didorong untuk semakin menjadi," kata dia.

Sumber : http://nasional.news.viva.co.id/, Senin, 11 Agustus 2014, 05:41 WIB.