Kamis, 12 November 2015

Inilah V774104, Benda Terjauh di Tata Surya Matahari Kita !


Astronom berhasil mengidentifikasi obyek terjauh di tata surya. Observasi dengan teleskop Subaru di Jepang mengungkap, obyek itu berjarak 15,5 miliar tahun dari Matahari. Itu tiga kali lebih jauh dari Pluto. Letaknya di Sabuk Kuiper.

Studi awal yang dilakukan menguak bahwa obyek yang diberi kode V774104 itu memiliki diameter 500-1.000 kilometer. Orbitnya sendiri masih harus dipelajari.

Penemuan obyek itu diumumkan dalam Pertemuan Tahunan Divisi Ilmu Keplanetan Asosiasi Astronomi Amerika Serikat yang digelar di Washington, Selasa (10/11/2015).

Diberitakan BBC, Selasa, tim peneliti di balik penemuan itu antara lain Scott Sheppard dari Carniegie Institution or Science dan Chad Trujillo dari Gemini Observatory. Mereka adalah pemburu benda-benda di tepian tata surya. 


Ke dalam atau luar?

Obyek yang sebelumnya dinyatakan sebagai benda terjauh di tata surya adalah Eris. Planet kerdil itu memiliki bulan bernama Dysnomia, bergerak pada jarak antara 5,7 miliar hingga 14,6 miliar kilometer dari Matahari.


Sebagai bayangannya, jarak Bumi dengan Matahari adalah sekitar 149 juta kilometer. Bahkan, planet terjauh di tata surya, Neptunus, hanya berjarak 4,5 miliar kilometer. Jadi, terbayang betapa jauhnya V774104.

Kini, ilmuwan tengah penasaran, apakah V774104 cenderung bergerak ke dalam dari lokasinya sekarang atau malah bergerak ke luar, seperti 2012 VP113 dan Sedna.


Asal-usul misterius

Benda-benda di tepian tata surya itu saat ini jaraknya sedikit lebih dekat dibandingkan Eris. Namun, investigasi mengungkap bahwa obyek-obyek itu bisa mencapai jarak 66 miliar hingga 140 miliar kilometer dari Matahari.

Berdasarkan pemodelan, astronom menduga bahwa orbit saat ini bukanlah kampung halaman obyek-obyek itu.


Astronom menduga, obyek itu semula berada di tempat yang berbeda, tetapi berpindah. Perpindahan mungkin terkait adanya planet yang terlempar keluar dari tata surya.

Dugaan yang lebih ekstrem, benda itu terbentuk di "kandungan" bintang saat Matahari juga baru mulai berkembang 4,6 miliar tahun lalu. 

Mana yang benar? Semua masih misterius.

Editor : Yunanto Wiji Utomo
Sumber : sains.kompas.com, Rabu, 11 November 2015, 20:15 WIB.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...