Sabtu, 28 November 2015

Tinjauan Ilmiah Mengapa Kita Tidur dan Bermimpi?

 

Tidur dan bermimpi sering kita anggap sebagai hal yang normal. Tidur yang diikuti mimpi juga menandakan kita memiliki tidur yang nyenyak. Tetapi sebenarnya mimpi memiliki pengaruh yang besar pada kesehatan.

Ketika kita tertidur, sebenarnya kita melakukan berbagai pekerjaan seperti saat kita terbangun. Ini karena otak kita sangat sibuk mengumpulkan informasi dan memprosesnya. 

Menurut Robert Stickgold, peneliti tidur dari Harvard Medical School, tidur bukan cuma berguna untuk mengatur informasi di otak tapi juga memastikan tubuh berfungsi optimal.

Penelitian mengungkap bahwa saat tidur memori kita akan dikumpulkan sehingga proses belajar lebih lancar, merangsang sistem imun sehingga penyakit bisa dilawan, dan mengatur emosi. 

"Kita bisa bertahan lebih lama tanpa makan dibandingkan tanpa tidur," katanya.

Apa yang terjadi saat kita tidur?  
Robert Lawrence Kuhn, penulis dan pembawa acara Closer to Truth, mengatakan ada dua hal tahap utama tidur, yakni REM (rapid eye movement) dan non-REM.

Tidur REM terjadi saat kita mengalami mimpi, sementara tidur non-REM terjadi ketika aktivitas otak hanya sedikit dan tidak bermimpi (atau bisa disebut saat kita tidur).

Meski dari sudut pandang mistis banyak orang meyakini mimpi memiliki arti khusus bagi kita, tetapi para peneliti menyebutkan bahwa mimpi membantu manusia lebih kreatif dalam menghadapi masalah-masalahnya.

"Mimpi adalah hal yang kreatif. Mimpi akan mengambil elemen dasar, menggabungkannya dengan cara tidak biasa, dan menghasilkan perbedaan radikal, berbeda dengan dunia nyata," kata Patrick McNamara, neuroscientist dari Boston University.

Para ahli percaya, mimpi adalah mekanisme alami yang membantu kita bereksperimen dengan realitas alternatif secara aman. Mimpi juga membantu kita beradaptasi dengan baik.

"Kita bisa menjadi dokter atau perawat, menjadi koboi, dan melakukan berbagai permainan, dengan cara yang tidak pernah kita alami sebelumnya," kata Nicholas Humphrey, psikolog.


Dalam teater mimpi, kita bisa terbang, berkelahi, atau berhubungan seks, dalam situasi yang berbeda, dengan orang baru, atau dengan teman, yang tak pernah kita terpikir sebelumnya.

Penulis Lusia Kus Anna
Sumber: Live Science via Kompas.com, dikutip dari nationalgeographic.co.id, 23 Nopember 2015.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...