Awak Kapal Selam Nazi Pernah "Ngantor" di Dekat Monas Jakarta !


Ditemukannya reruntuhan kapal selam kecil milik Jerman (Unterseeboot/U-boat), U-168, di Laut Jawa mengungkap adanya campur tangan Nazi Jerman dalam pertempuran Pasifik, termasuk di Indonesia. Kapal ini adalah bagian dari satuan tugas Angkatan Laut Jerman (Kriegsmarine) yang diperbantukan kepada Jepang, penguasa wilayah Asia saat itu. (Baca: Ditemukan, Kapal Selam Nazi Menyusup ke Laut Jawa)

Berdasarkan berkas interogasi tentara sekutu terhadap awak U-168 tertanggal 26 Maret 1945, U-boat tersebut adalah bagian dari Monsun Gruppe (Satgas Muson) yang dikirim Jerman untuk Jepang. Gugus tempur yang terdiri atas 12 U-boat ini bertolak dari Eropa menuju Penang, Malaysia, pada Juni-Juli 1943. Gelombang keduanya berangkat pada September-Oktober 1943. Kapal-kapal ini bertugas mengawal pasokan bahan mentah milik Jepang yang dikirimkan melalui laut.

Awak Kapal Selam Nazi Pernah Ngantor di Dekat Monas

U-168 yang dinakhodai oleh Kapten Letnan Helmut Pich berangkat dari Pelabuhan Kiel Jerman pada 9 Maret 1943. Pada 3 Juli 1943, kapal ini bertolak dari Pangkalan Lorient menuju Penang dan tiba pada 11 November 1943. Pada 28 Januari-3 Februari 1944, U-168 mengelilingi Penang. Pada 7 Februari 1944, U-168 berangkat ke Batavia (Jakarta) dan tiba pada 24 Maret 1944. U-168 berpatroli empat kali selama 252 hari di dalam laut. Dan, pada 6 Oktober 1944, U-168 tenggelam setelah dihantam torpedo kapal selam Belanda. (Baca: TNI AL Temukan Bangkai Kapal Selam Jerman)


Selama berada di Jakarta, U-168 mangkal di Pelabuhan Tanjung Priok. Jika tidak sedang melaut, perwira dan anak buah kapal tersebut tinggal di sebuah wisma di Jakarta dan berkantor di gedung maskapai pelayaran KFM, di depan Koningsplein. Area ini kini dikenal sebagai Lapangan Merdeka. 

Penulis : Fery F., Muhamad Muhyiddin.
Sumber : http://www.tempo.co/, Kamis, 11 Desember 2014, 20:56 WIB.