Sabtu, 06 Desember 2014

Kehidupan "Mungkin" Masih Terdapat di Mars hingga Kini.....


Hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa Kawah Gale di Mars memiliki tanah yang struktur dan kandungan kimianya mirip dengan tanah di Bumi, tepatnya di Lembah Kering di Antartika dan Gurun Atacam, Cile.

Gregory Retallack, ahli geologi dari University of Oregon, menemukan fakta tersebut dengan melihat citra dan data hasil analisis kimia tanah di Kawah Gale yang diperoleh lewat wahana antariksa Curiosity yang berada di planet merah.

Tanah di Kawah Gale, Mars, memiliki kemiripan dengan tanah di Bumi.

Kesamaan struktur dan kimia tanah di Mars itu menguatkan dugaan bahwa Mars pernah menjadi planet yang mampu mendukung kehidupan, walaupun belum bisa menjadi konfirmasi akan adanya kehidupan di Mars baik pada masa lampau maupun masa kini.

“Foto-foto menjadi petunjuk pertama, tetapi kemudian semua data benar-benar mendukung,” kata Retallack yang memublikasikan hasil risetnya secara online di jurnal Geology beberapa waktu lalu.

“Data baru menunjukkan tren pelapukan kimia yang jelas, dan akumulasi clay pada wilayah miskin olivine, seperti pada tanah di Bumi," imbuh Retallack seperti dikutip Daily Mail, Jumat (18/7/2014).

Penelitian juga menunjukkan adanya penipisan fosfor. Di Bumi, hal ini terkait dengan adanya kehidupan mikroba di dalam tanah. Peneliti menduga, fenomena yang sama di Mars kemungkinan juga terkait pernah adanya mikroba pada masa lalu.

Retallack mengatakan, penelitian lanjutan diperlukan. Menurut dia, retakan pada permukaan Mars seperti yang dipotret oleh Curiosity menyerupai di Bumi. Pada lapisan tanah Mars yang lebih muda, hal itu tak dijumpai.

Malcom Walter dari Australian Center for Astrobiology yang tak terlibat studi mengungkapkan bahwa riset ini membuat kemungkinan Mars punya mikroba semakin besar. "Kemungkinan ada mikroba di Mars baik pada masa lampau maupun saat ini," katanya.

Tanah yang diteliti oleh Retallack berusia 3,7 miliar tahun. Mars pada 3,7 miliar tahun lalu mengalami periode transisi dari lingkungan yang basah dan lembab menjadi lingkungan yang kering dan gersang seperti saat ini.


Penulis : Risky Wulandari
Editor : Yunanto Wiji Utomo
Sumber : http://sains.kompas.com/, Selasa, 22 Juli 2014, 15:30 WIB.