Sabtu, 06 Desember 2014

Obyek dalam Foto Ini, Benarkah Merupakan "Tulang Manusia" di Mars?


Wahana Curiosity menangkap citra sebuah obyek di Mars pada 14 Agustus 2014 lalu. Banyak yang menduga bahwa obyek itu adalah tulang manusia. Namun, NASA membantahnya. Obyek itu cuma batu yang tererosi.

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) pada 14 Agustus 2014 merilis citra yang diambil oleh kamera Mastcam dari wahana antariksa Curiosity di Mars. Citra itu seketika menjadi kehebohan di dunia maya lantaran menunjukkan adanya obyek serupa tulang manusia.

Pembicaraan UFO Blogger, misalnya, menyebut bahwa obyek tersebut adalah bagian tulang belakang dan tulang jari manusia. Sementara itu, penulis di Northern Voice Online menyebut, obyek itu adalah tanda bahwa kehidupan memang ada di Mars. 

Kehebohan di dunia maya itu memaksa NASA untuk memberikan keterangan. Jumat (22/8/2014) lalu, NASA menyatakan secara resmi bahwa obyek itu adalah batu belaka, sama sekali bukan tulang manusia, dan bukan pula tanda kehidupan di Mars.

"Melihat dengan kamera Mastcam wahana Curiosity di Mars, batu Mars ini mungkin seperti tulang paha. Namun, tim ilmuwan berpikir bahwa ini adalah batu yang dibentuk oleh erosi, baik oleh air maupun angin," papar NASA seperti dikutip Sydney Morning Herald, Sabtu (23/8/2014).

Perry Vlahos dari Astronomical Society of Victoria mengatakan, manusia memang cenderung mengaitkan obyek yang baru dilihatnya dengan obyek lain yang ada dalam ingatannya. "Jadi, tidak mengejutkan ada orang melihat 'manusia di Bulan' atau 'tulang di Mars'," katanya.


Menurut Vlahos, otak manusia memang dirancang untuk mengenali sebuah pola. Ini adalah bagian dari evolusi. Karena itu, manusia cenderung melihat benda biasa dan membandingkannya dengan sesuatu yang membuat dirinya terpesona. 

Ia mengatakan, foto yang ditangkap oleh Curiosity jelas bukan tulang paha di Mars. Sebab, manusia jelas tak pernah hidup di Mars. Jika kehidupan ada atau pernah ada di planet itu, bentuk kehidupannya cuma mikroorganisme.

Penulis : Yunanto Wiji Utomo
Sumber : http://sains.kompas.com/, Rabu, 27 Agustus 2014, 09:37 WIB