Selasa, 22 Maret 2016

Waspada : China Klaim "Laut Natuna" Merupakan Perairan Perikanan Tiongkok !!!



Peta dikeluarkan Kementrian pendidikan sekolah dasar RRC pada tahun 1938
Peta dikeluarkan Kementrian pendidikan sekolah dasar RRC pada tahun 1938

Kapal penjaga pantai / coast guard China menggagalkan upaya kapal patroli Indonesia dalam menangkap kapal pencuri ikan Kway Fey 10078 di perairan Natuna. Posisi kapal itu berada di 0505,866’N. 109.07046’E pada jarak 2,7 mil haluan 67, wilayah laut Indonesia.

Kapal Nelayan China, Kway Fey sempat berusaha lari. Namun, setelah dikejar selama 45 menit, petugas berhasil masuk ke kapal dan menahan delapan awaknya. Kapal kemudian dikawal untuk kembali ke perairan Indonesia, namun muncul kapal penjaga pantai China dan menabrak kapal pencuri ikan tersebut.

Setelah tabrakan di perbatasan itu, KM Kway Fey 10078 rusak dan tak mungkin lagi digiring ke perairan Indonesia. Sementara itu, kapal pengawas (KP) Hiu 11 ukurannya lebih kecil, sehingga tak mungkin menyeret kapal tersebut.

Kapal pengawas (KP) Hiu

Kapal coast guard China

Akibatnya, petugas pengawas Kementerian Kelautan dan Perikanan meninggalkan kapal tersebut. Mereka hanya membawa delapan awak kapal pencuri ikan. Ukuran kapal coast guard China 10 kali lebih besar dari kapal milik Kementerian Kelautan.

Delapan ABK KM Kway Fey telah dibawa dengan KP Hiu 11 menuju Pulau Tiga Natuna untuk diproses sesuai hukum yang berlaku dan Kementerian Kelautan dan Perikanan akan berkoordinasi dengan Pangkalan TNI Angkatan Laut Ranai.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan peristiwa ini merupakan yang kedua dalam tiga tahun terakhir. Pada 26 Maret 2013, Kapal Pengawas Hiu Macan berhasil menghentikan kapal ikan asing berbendera China bernomor lambung 58081 di Perairan Natuna. Namun upaya itu juga diganggu oleh kapal patroli China.


Kronologi Kejadian.

kapal kkp

Satuan Tugas Pemberantasan Illegal Fishing dari Kementerian Kelautan dan Perikanan kembali menguak kejahatan kapal Tiongkok. Kali ini dilakukan KM Kway Fey 10078 yang mencuri ikan di perairan Natuna, Kepulauan Riau (19/3/2016).

Proses penangkapan dilakukan Kapal Perikanan (KP) Hiu 11 berlangsung dramatis disertai adegan kejar-kejaran dengan kapal patroli penjaga pantai (coast guard) China.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti membeberkan kronologi kejadian proses penangkapan kapal maling ikan KM Kway Fey 10078 di perairan Natuna, Kepri.

“Ini pengulangan penangkapan kapal China di tahun 2013 yang sempat terjadi,” ujar Susi saat konferensi pers di Jakarta, Minggu (20/3/2016).

Berikut detik-detik pengejaran KM Hiu 11 terhadap Kapal KM Kway Fey dengan bekingan kapal coast guard China:

1. Deteksi Target Operasi (TO) Sabtu (19/3/2016) pukul 14.15. Posisi Kapal Ikan Asing (KIA) berada di wilayah Indonesia

2. TO dikejar dan diberhentikan, tapi kapal tidak mau berhenti. Kapal Pengawas KKP lalu memberkan tembakan peringatan, namun kapal tetap berusaha melarikan diri dengan meluncur zig zag, sehingga KP Hiu 11 mendekat dan tidak bisa menghindari tabrakan

3. Tiga orang personil KP Hiu 11 melompat ke kapal tangkapan dan berhasil melumpuhkan TO. 8 ABK kapal tangkapan dipindahkan ke KP Hiu 11.

4. Pemeriksaan dan pemindahan ABK kapal tangkapan ke KP Hiu 11. Selanjutnya kapal tersebut dibawa.

5. Dalam perjalanan pengawalan, tiba tiba satu kapal coast guard China mengejar. KP Hiu 11 mencoba menghubungi lewat radio dan tidak ada jawaban, kemudian KP Hiu 11, menghubungi Lanal untuk memberitahukan kejadian tersebut

6. Kapal coast guard dengan kecepatan 25 knots, setelah mendekat, mereka menyorot dengan lampu sorot, kemudian menabrak kapal tangkapan. Setelah kapal tangkapan berhenti dan melihat ada 3 orang anggota KP Hiu 11, mereka tidak jadi naik, namun tetap mengawasi. Karena kapal tangkapan rusak, akibat ditabrak, 3 personil KP Hiu 11 memutuskan kembali ke KP Hiu 11, dan meninggalkan kapal tangkapan

“Kejadian menabraknya pada saat mau di bawa ke Natuna. Kapal coast guard nabrak kapal tangkapan tersebut,” tegas Menteri Susi.

7. Kapal Coast guard China merapat ke kapal tangkapan pada tanggal 20 Maret 2016, pukul 01.45 WIB dengan Posisi 04°09,942’N 108° 34,824’E

8. Kemudian KP Hiu 11 meninggalkan kapal tangkapan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

9. Anggota KP Hiu 11 yang on board di kapal tangkapan KM Kway Fey 10078 adalah : Puguh Widodo jabatan Serang, Apyam Mey Kabarek jabatan Masinis I, dan Ariyanto Lubis jabatan Juru Mudi

10. Saat kapal hendak di adhoc, salah satu ABK kapal tangkapan mencoba menarik kemudi, sehingga personil KP Hiu 11 a.n. Apyam Mey Kabarek mengambil alih dan memerintahkan yang bersangkutan segera duduk.

11. Proses adhock ke Natuna atau Pontianak, sesuai perkembangan situasi lapangan dan berkordinasi dengan Lanal Ranai.

“Saat yang sama, saya dapat laporan lalu saya cek ke Kalahar, kenapa kok lama belum ada berita lagi. Saya langsung SMS ke Pak Jonan pukul 11 malam untuk minta bantuan kapal KPLP yang ada di dekat situ. Jadi selain Lanal Ranai, KPLP bergerak ke lokasi kejadian,” ucap Menteri Susi.

12. Kapal tangkapan selanjutnya dikawal Lanal keluar dari perbatasan.

china coast guard

“Karena melihat datangnya coast guard Cina ke-2, akhirnya kapal tangkapan Kway Fey ditinggal. Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan karena mereka bersenjata, Lanal mengawal kapal tangkapan keluar dari perbatasan teritori kita,” jelasnya.

13. Seluruh awak kapal pengawas selamat, dengan 8 ABK China masih dibawa oleh KP. Hiu 11 diarahkan ke pulau Tiga Natuna untk proses lebih lanjut.

14. Saat ini KP. Hiu 11 sudah mendekati Natuna, Kepri.

Menurut Menteri Susi, kapal penjaga pantai China sengaja menabrakkan kapal Kway Fey, agar kapal tangkapan tidak ditenggelamkan Indonesia. Dan pemerintah China tidak menghendaki hal tersebut, yakni pemboman atau penenggelaman kapal China oleh Indonesia.

“Karena coast guard ke-2 datang, jadi kapal tangkapan selamat. Perkiraan saya mereka tidak mau kapalnya tertangkap Satgas karena nantinya ditenggelamkan. Pemerintah China tidak berkenan kapalnya ditenggelamkan,” ujar Menteri Susi Pudjiastuti.


Tanggapan Kedutaan Besar China di Indonesia.


Kedutaan Besar China di Indonesia telah mendapat laporan terkait penangkapan 8 anak buah kapal Kway Fey 10078. Dalam keterangan tertulis, yang dikirim ke redaksi detikcom, Senin (21/3/2016), Kedubes China di Indonesia menegaskan, kejadian tersebut berlangsung di wilayah perairan perikanan tradisional Tiongkok. Pihak coast guard China kemudian mendesak agar para ABK dibebaskan.

Berikut tanggapan selengkapnya:
Tanggapan Juru Bicara Kedutaan RRT mengenai penangkapan anak buah kapal ikan Tiongkok oleh pihak Indonesia.
Pihak Tiongkok sudah mengetahui laporan bersangkutan. Tempat kejadian berada di perairan perikanan tradisional Tiongkok. Kapal ikan Tiongkok dikejar oleh kapal bersenjata Indonesia waktu beroperasi normal. Delapan anak buah kapal Tiongkok ditangkap oleh pihak Indonesia. Segara setelah menerima informasi tersebut, pihak TiongkoK langsung mendesak pihak Indonesia agar membebaskan ABK Tiongkok dan menjamin keamanan mereka. Pihak Tiongkok mengharapkan pihak Indonesia menangani isu terkait secara seksama mengingat hubungan bilateral yang mesra antara Tiongkok dan Indonesia pada saat ini. Dalam hal beda pendapat di bidang perikanan, diharapkan kedua pihak dapat mengadakan komunikasi melalui jalur diplomat.


Protes Menteri Luar Negeri

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sebelumnya menyatakan, kapal China Kway Fey 10078 menangkap ikan di perairan Indonesia. Kemudian mereka dikejar oleh kapal KKP Hiu 11. Namun saat proses penangkapan, ada kapal coast guard China yang menabrak kapal nelayan China tersebut, yang diduga untuk mencegah agar kapal mereka tidak ditenggelamkan.

Protes Menteri Susi kemudian diteruskan oleh Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dengan memanggil Kuasa Usaha Kedutaan Besar Tiongkok Sun Wede. Retno LP Marsudi menyampaikan, Indonesia protes keras dan memberikan beberapa nota pelanggaran yang dilakukan coast guard Tiongkok. Nota keras itu antara lain, coast guard Tiongkok telah melakukan pelanggaran terhadap kedaulatan dan yuridiksi Indonesia.

“Kami menyampaikan protes keras kepada Pemerintah Tiongkok terkait coast guardnya yang melanggar hak berdaulat dan yuridiksi Indonesia di ZEE dan landas kontinen,” ujar Retno.

“Pelanggaran yang dilakukan coast guard Tiongkok terhadap penegakan hukum di Indonesia serta pelanggaran juga dilakukan ocoast guard Tiongkok terhadap kedaulatan laut Indonesia,” ujar Menlu Retno Marsudi.


Tanggapan Menteri Pertahanan Indonesia.


Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu berencana memanggil Duta Besar China untuk Indonesia karena ingin mendengar langsung pernyataan pemerintah China, terkait insiden kapal pencuri ikan di Natuna, Kepulauan Riau, Sabtu, 19 Maret 2016.

“Bisa saja bertemu nanti malam atau besok. Meskipun ini urusan Menteri Luar Negeri dalam memanggil Dubes, tak apalah kalau saya yang panggil,” ujar Ryamizard di kantornya, Senin, 21 Maret 2016.

Dalam pertemuan dengan Duta Besar Cina, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu akan mempertanyakan alasan kapal penjaga pantai China masuk ke perairan Indonesia. Meski begitu, Ryamizard menjamin pertemuan tidak akan berlangsung tegang. “Pertemuan akan baik-baik saja, sambil makan-makan,” ujar mantan Kepala Staf Angkatan Darat ini.

Ryamizard enggan berspekulasi terkait dengan motif dan penyebab kapal penjaga pantai China masuk wilayah Indonesia dan menggagalkan upaya pemberantasan pencuri ikan. Ryamizard tidak mau mengaitkan insiden tersebut dengan klaim Laut China Selatan secara sepihak oleh China. Dia beralasan, bisa saja perbuatan kapal penjaga pantai China dilakukan tanpa perintah pemerintah China.

“Kami tahulah, tentara diwajibkan disiplin, tapi ada saja pelanggarannya. Mungkin kejadian kapal coast guard China juga pelanggaran model seperti itu,” ujar Ryamizard. “Makanya nanti akan kami tanyakan ke Dubes China.”

Penyusun : Yohanes Gitoyo, S Pd.
Sumber : dihimpun dari berbagai sumber.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...