Senin, 05 September 2016

10 Fakta dan Informasi Menarik Tentang Planet Jupiter.


Jupiter adalah planet terbesar berdasarkan volume dan massa di tata surya. Selain luar biasa dalam hal ukuran, terdapat fakta menarik lain tentang Jupiter yang mungkin mengejutkan Anda.

Jupiter adalah planet terbesar berdasarkan volume dan massa di tata surya. Jupiter sebagian besar terdiri dari hidrogen dan helium. Seperempat massa Jupiter merupakan helium, walaupun jumlahnya hanya sepersepuluh komposisi Jupiter. Planet ini mungkin memiliki inti berbatu yang terdiri dari unsur-unsur berat, namun tidak memiliki permukaan yang padat layaknya raksasa gas lainnya.


Jupiter sebagian besar terdiri dari materi gas dan cair. Planet ini merupakan planet terbesar di antara empat raksasa gas dan terbesar di Tata Surya dengan diameter sebesar 142,984 km (88,846 mi) di khatulistiwanya. Kepadatan Jupiter, yaitu 1,326 g/cm3, merupakan yang terbesar kedua di antara raksasa gas, namun lebih rendah dari empat planet kebumian lainnya.

Jupiter telah dijelajahi beberapa kali oleh wahana robotik, seperti misi terbang lintas Pioneer, Voyager, dan Galileo, New Horizons dan terakhir yang mengunjungi Yupiter adalah wahana  Juno.


Juno adalah pesawat luar angkasa yang dijalankan oleh NASA dalam misi program New Frontiers ke planet Jupiter. Juno diluncurkan dari Cape Canaveral Air Force Station pada 5 Agustus 2011 dan tiba di Jupiter pada 5 Juli 2016. Misi wahana antariksa Juno mengungkap beberapa fakta menarik dan mencengangkan yang belum kita ketahui sebelumnya.

Juno ditempatkan di orbit polar untuk mempelajari komposisi Jupiter, medan gravitasi, medan magnet, dan magnetosfer polar dari planet tersebut. Juno akan mencari petunjuk tentang bagaimana planet Jupiter terbentuk, termasuk apakah Jupiter memiliki inti berbatu, jumlah air yang mendalam, dan bagaimana massanya didistribusikan. Juno juga akan mempelajari fenomena angin di planet tersebut, yang bisa mencapai kecepatan 618 kilometer per jam (384 mph).

Berikut adalah fakta dan informasi mengenai planet raksasa Jupiter:


1. Red spot (bintik merah) di Jupiter sebenarnya merupakan badai yang berukuran lebih besar dari bumi.


Bintik merah ini merupakan salah satu ciri khas Jupiter yang sudah ditemukan selama setidaknya 300 tahun dan belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda.

Meskipun bintik merah nampak kecil dibanding ukuran Jupiter, tapi badai ini dapat dengan mudah menelan bumi saat melewatinya.


2. Jupiter memiliki cincin.

Planet bercincin umumnya identik dengan Saturnus. Kenyataannya, semua diluar sabuk asteroid yaitu planet Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus teryata memiliki cincin.

Di sekeliling Jupiter terdapat cincin yang tipis dan magnetosfer yang kuat. Hanya saja, cincin yang dimiliki Jupiter amat samar sehingga sulit terlihat bahkan dengan teleskop sekalipun.

Jupiter memiliki cincin yang tipis yang terdiri dari tiga bagian: cincin halo, cincin utama yang relatif terang, dan cincin gossamer. Cincin tersebut tampaknya terbuat dari debu, sementara cincin Saturnus terdiri dari es.

Berkas:PIA01627 Ringe.jpg

Cincin utama Yupiter kemungkinan terdiri dari materi yang terlempar dari satelit Adrastea dan Metis. Materi yang biasanya akan jatuh kembali ke satelit-satelit tersebut tertarik ke arah Yupiter akibat gravitasinya yang kuat. Materi-materi tersebut pun mengorbit Yupiter dan terus dipertebal oleh materi hasil tubrukan lainnya. Dua bagian cincin lainnya kemungkinan terbentuk dari satelit Thebe dan Amalthea dengan cara yang sama.

Telah ditemukan pula cincin berbatu di sepanjang orbit Amalthea yang mungkin terdiri dari materi yang berasal dari satelit tersebut.


3. Jupiter memiliki gravitasi terkuat diantara semua planet dalam tata surya.

Matahari jelas memiliki tarikan gravitasi yang lebih kuat, namun di antara semua planet, Jupiter adalah jawaranya. Kekuatan gravitasi rata-rata di permukaan Jupiter lebih dari 3 kali gravitasi bumi.


4. Jupiter adalah planet yang berotasi paling cepat.

Satu hari di bumi berlangsung selama 24 jam. Di sisi lain, Jupiter hanya memerlukan waktu kurang dari 10 jam (9 jam dan 55 menit) untuk melakukan rotasi. Fakta ini bahkan lebih mengesankan menimbang ukuran Jupiter yang fantastis.


Akibat rotasinya yang cepat, planet ini berbentuk bulat pepat (terdapat tonjolan di sekitar khatulistiwa Jupiter). Atmosfer luar terbagi menjadi beberapa lapisan di lintang yang berbeda, dan interaksi antara batas-batas lapisan tersebut menghasilkan badai. Salah satu dampaknya adalah Bintik Merah Besar, yaitu badai besar yang telah diketahui keberadaannya semenjak abad ke-17 dengan menggunakan teleskop.


5. Jupiter menghasilkan radiasi sendiri.


Planet dan benda angkasa bisa terlihat dari bumi karena memantulkan cahaya (radiasi) matahari. Sebagian besar planet mengandalkan cara ini agar bisa terlihat. Namun hal ini tidak berlaku untuk Jupiter.

Walaupun massa Jupiter harus 75 kali lebih besar untuk memfusikan hidrogen dan menjadi bintang, jari-jari bintang katai merah terkecil hanya 30 persen lebih besar daripada Jupiter. Walaupun begitu, Jupiter menghasilkan lebih banyak panas daripada yang diterima dari Matahari; panas yang dihasilkan dalam suatu planet biasanya tidak berbeda dari jumlah radiasi matahari yang diterima. Panas tambahan ini dihasilkan oleh mekanisme Kelvin–Helmholtz melalui kontraksi adiabatik. Proses ini membuat Jupiter mengecil dengan laju 2 cm per tahun. Saat pertama kali terbentuk, Jupiter jauh lebih panas dan diameternya dua kali lebih besar dari diameter saat ini.

Jupiter (dan Saturnus melalui proses yang agak mirip) mampu memancarkan energi (radiasi) sendiri. Penjelasannya, Jupiter sebenarnya mengalami penyusutan dan seiring prosesnya melepaskan energi gravitasi.


6. Jupiter memiliki lebih dari 67 satelit.

Berkas:Jupiter and Galilean moons.jpg

Yupiter memiliki 67 satelit alami. Dari satelit-satelit tersebut, diameter 51 satelit tercatat kurang dari 10 kilometer dan baru ditemukan setelah tahun 1975. Empat satelit terbesar Yupiter, yang dijuluki satelit-satelit Galileo, adalah Io, Europa, Ganymede, dan Callisto.

Empat satelit besar yang disebut satelit-satelit Galileo yang pertama kali ditemukan oleh Galileo Galilei pada tahun 1610. Satelit terbesar Jupiter, yaitu Ganymede, memiliki diameter yang lebih besar daripada planet Merkurius.

Berkas:InnerSolarSystem-en.png

Selain bulan, berbagai asteroid juga mengorbit Jupiter akibat terperangkap gravitasinya yang kuat.


7. Ganymede merupakan bulan terbesar di Jupiter sekaligus di seluruh tata surya.

Untuk rekor paling besar Jupiter memang juara sejati. Tidak hanya menjadi planet terbesar, bulan terbesar yang dimiliki Jupiter juga merupakan yang terbesar di tata surya.


8. Jupiter terlihat langsung tanpa menggunakan teleskop.

Berkas:Conjunction of Jupiter and Moon.jpg
Konjungsi Yupiter dengan Bulan

Tidak hanya bisa dilihat langsung pada langit malam yang cerah, Jupiter juga merupakan salah satu obyek paling terang di langit. Saat diamati dari Bumi, magnitudo tampak Jupiter dapat mencapai −2,94, yang cukup terang untuk menghasilkan bayangan, dan juga menjadikannya objek tercerah ketiga di langit malam setelah Bulan dan Venus, walaupun Mars dapat menyaingi kecerahan Yupiter pada saat tertentu.


9. Medan magnet Jupiter 14 kali lebih kuat dari bumi.


Karena medan magnet yang kuat, aurora cerah akan terlihat di Jupiter saat menggunakan peralatan yang tepat. Medan magnet Jupiter 14 kali lebih kuat dari medan magnet Bumi, dengan intensitas 4,2 gauss (0.42 mT) di khatulistiwa dan 10–14 gauss (1,0–1,4 mT) kedua kutub, sehingga menjadikannya yang terkuat di Tata Surya (setelah bintik matahari).

 Medan ini diyakini dihasilkan oleh arus eddy di inti hidrogen metalik cair. Gunung berapi di Io menghasilkan sulfur dioksida yang membentuk torus gas di sekeliling orbit satelit tersebut. Gas ini terionisasi di magnetosfer sehingga menghasilkan ion sulfur dan oksigen. Ion-ion ini bersama dengan ion hidrogen dari atmosfer Jupiter membentuk helai plasma di bidang khatulistiwa Jupiter. Plasma di helai tersebut turut berotasi dengan Jupiter sehingga menyebabkan deformasi medan magnet dipol menjadi magnetodisk. Elektron di helai plasma menghasilkan semburan radio dengan kekuatan 0,6–30 MHz.


Di jarak sejauh 75 radius Jupiter, interaksi magnetosfer dengan angin matahari menghasilkan kejutan busur. Magnetosfer Jupiter dikelilingi oleh magnetopause, yang terletak di dalam magnetosheath—wilayah di antara magnetopause dan kejutan busur. Angin matahari berinteraksi dengan wilayah ini dan memanjangkan magnetosfer di sisi yang membelakangi angin and merentangkannya hingga mencapai orbit Saturnus. Empat satelit terbesar Jupiter mengorbit di dalam magnetosfer Jupiter, yang melindungi satelit-satelit tersebut dari angin matahari.

Magnetosfer Jupiter menyebabkan pemancaran radio yang intens dari wilayah kutub planet.


10. Jupiter pernah ditabrak sebuah komet.

Berkas:Hs-2009-23-crop.jpg
Citra Teleskop Angkasa Hubble yang diabadikan pada 23 Juli yang menunjukkan bekas tubrukan sepanjang 5.000 mil yang disebabkan oleh peristiwa tubrukan Yupiter 2009.

Jupiter telah dijuluki sebagai pembersih Tata Surya karena gravitasinya yang besar dan letaknya di dekat Tata Surya dalam. Planet ini merupakan planet yang paling sering ditubruk oleh komet. Sebelumnya diduga planet ini melindungi sistem Tata Surya dalam dari komet. Namun, simulasi komputer menunjukkan bahwa keberadaan Jupiter tidak mengurangi jumlah komet yang memasuki Tata Surya dalam. Topik ini masih kontroversial karena beberapa astronom meyakini bahwa Jupiter menarik komet ke arah Bumi dari sabuk Kuiper, sementara astronom yang lain memercayai bahwa Jupiter melindungi Bumi dari awan Oort.

Survey gambar-gambar astronomis dalam sejarah pada tahun 1997 menunjukkan bahwa astronom Cassini mungkin telah mengabadikan bekas tubrukan pada tahun 1690.

Bola api diabadikan oleh Voyager 1 saat mendekati Jupiter pada Maret 1979. Antara 16 Juli 1994 hingga 22 Juli 1994, lebih dari 20 pecahan dari komet Shoemaker–Levy 9 (SL9, sebelumnya disebut D/1993 F2) bertubrukan dengan belahan selatan Jupiter. Tubrukan ini membantu memberi informasi mengenai komposisi atmosfer Jupiter.

Pada 19 Juli 2009, bekas tubrukan ditemukan di bujur 216 derajat di Sistem 2. Tubrukan ini menyisakan bintik hitam di atmosfer Jupiter dengan ukuran yang kurang lebih sebesar Oval BA. Pengamatan inframerah menunjukkan keberadaan titik cerah di tempat terjadinya tubrukan, sehingga menunjukkan bahwa tubrukan ini memanasi atmosfer bawah Jupiter di dekat kutub selatan Jupiter.

Sebuah bola api yang lebih kecil dari tubrukan yang diamati sebelumnya ditemukan pada 3 Juni 2010 oleh Anthony Wesley, seorang astronom amatir di Australia, dan nantinya ternyata juga direkam oleh seorang astronom amatir lain di Filipina. Bola api lain dilihat pada 20 Agustus 2010. Pada 10 September 2012, bola api lain ditemukan.

Sumber :
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Juno_(spacecraft)
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Jupiter
  • http://www.amazine.co/24023/10-fakta-dan-informasi-menarik-tentang-planet-jupiter/
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...