Selasa, 18 Juni 2013

Pemerintah Bantah BBM Naik Tingkatkan Pengangguran !!!???


Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Armida Alisjahbana, membantah jika kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akan menambah jumlah pengangguran di Indonesia.

Untuk itu, menurut Armida, ketika dijumpai di sela sidang paripurna di DPR, Senin 17 Juni 2013, pernyataan fraksi yang ada di dalam sidang tidak sepenuhnya benar. "Apa yang berkembang dalam sidang paripurna adalah seolah-olah kesempatan kerja berkurang," katanya.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida S. Alisjahbana.
Armida Alisjahbana, Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

Armida melanjutkan, bahwa anggapan seperti itu tidak betul. Sebab, pemerintah sudah memperhitungkan seluruhnya. Nantinya, target pengurangan pengangguran akan bisa mengikuti apa yang ditargetkan oleh pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2013.

Nantinya, kata dia, dengan kompensasi BBM yang digunakan untuk membangun infrastruktur dasar agar bisa membuat target pengangguran tetap di kisaran 5,9 persen. "Targetnya adalah 5,8-6,1 persen, demikian juga dengan angka kemiskinan," katanya.

Angka kemiskinan, menurut Armida, juga tidak akan bertambah. Selama ini, yang dipikirkan DPR adalah dana Bantuan Lansung Sementara Masyarakat (BLSM) yang untuk 15,5 individu. Padahal, dana BLSM tersebut akan diberikan untuk satu keluarga yang berarti empat orang.

"Jadi, yang dapat bantuan ada 62 juta orang atau 25 persen jumlah penduduk," katanya.

Menteri Keuangan Chatib Basri juga mengungkapkan bahkan kenaikan harga BBM bersubsidi tersebut tidak akan menambah kenaikan jumlah angka penduduk miskin di Indonesia. "Sebenarnya, angka kemiskinan tidak akan mengalami kenaikan," kata dia, di kesempatan sama.

Chatib juga menegaskan, bahwa alasan pemerintah menaikkan harga BBM sudah cukup jelas. Sebab, selama ini subsidi BBM tidak tepat sasaran, di mana 70 persen BBM bersubsidi lebih dinikmati oleh orang kaya.

Pemerintah, lanjutnya, tidak bisa membiarkan porsi BBM bersubsidi sebesar Rp300 triliun lebih banyak di manfaatkan oleh orang kaya. "Kebijakan seperti ini harus kita lakukan agar kondisi makro kita stabil. Apakah kita spent hingga Rp300 triliun yang 70 persen digunakan oleh orang kaya," tegasnya.

Sementara itu, terkait dengan keputusan kenaikan harga BBM, Chatib mengaku bahwa akan segera diputuskan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Saya harus katanya, kenaikan akan diputuskan oleh Presiden dan itu tidak akan lama lagi," tambahnya.

Penulis : Antique, Alfin Tofler, Nina Rahayu 
Sumber : http://bisnis.news.viva.co.id/, Senin, 17 Juni 2013, 21:41 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...