5 Keunggulan Panser Buatan PINDAD : Armoured Personal Carrier (APC) Di Medan tempur Sesungguhnya.

5 Keunggulan Panser produksi dalam negeri di medan tempur

Armoured Personal Carrier (APC) Anoa 6x6 produksi PT Pindad Bandung ikut unjuk gigi di Latihan Gabungan TNI tahun 2014. Enteng saja kendaraan tempur lapis baja ini melibas medan Puslatur Marinir yang berat dan berdebu.

Ada 13 Anoa yang mengikuti Latgab TNI di Asembagus, Situbondo, Jawa Timur. Panser buatan dalam negeri ini dioperasikan oleh Batalyon Infanteri Mekanis 203 Arya Kamuning.

Reporter Ramadhian Fadillah dan Fotografer M Luthfi Rahman mengikuti latihan pasukan tersebut dan menjajal ketangguhan Panser Anoa di Puslatpur Marinir Situbondo, Jawa Timur.

5 Keunggulan Panser produksi dalam negeri di medan tempur

Anoa menjadi salah satu kebanggaan industri pertahanan dalam negeri. Kendaraan tempur ini sudah teruji dalam penugasan Pasukan Garuda di luar negeri. 

Beberapa negara pun sudah memesan Anoa ke PT Pindad.Berikut beberapa keunggulan APC Anoa:


1. Lincah


APC Anoa memiliki panjang 6 meter, lebar 2,5 meter dan tinggi 2,75 meter. Berat kendaraan pengangkut pasukan ini 11 ton.

Namun dengan penggerak roda 6x6, Anoa dapat bergerak lincah baik di jalan aspal maupun di medan off road. Dia mampu melahap tanjakan dengan kemiringan 60 derajat.

Anoa pun bisa digeber dengan kecepatan 80 km di jalan mulus. Daya jelajah mencapai 600 km.

Medan latihan Situbondo didominasi medan off road yang tak rata. Panser Anoa mampu melahapnya dengan ringan.


2. Suspensi empuk

5 Keunggulan Panser produksi dalam negeri di medan tempur

Salah satu keunggulan Anoa adalah suspensinya yang empuk. Dia bisa lincah melahap medan off road, sementara pasukan di dalamnya tetap nyaman dan tak terlalu merasakan guncangan. Walau berpenampilan sangar, Anoa rupanya memanjakan penumpang.

Pantauan merdeka.com, lebih nyaman naik Anoa di medan jalan rusak daripada naik mobil non-SUV.

Danton 2 Kompi Mekanis I, Yonif Mekanis 203 AK Letda Inf Rahadi Dwi Atmojo juga mengakui kenyamanan Anoa.

"Memang enak, suspensi empuk," kata Rahadi saat berbincang dengan merdeka.com.


3. Daya angkut pasukan banyak

Aksi serangan panser dan pertempuran jarak dekat Batalyon 203

APC Anoa masuk kendaraan tempur yang mampu mengangkut banyak orang. 1 Anoa mampu membawa 1 regu pasukan atau 13 personel, termasuk pengemudi dan penembak.

Kabin dalam Anoa cukup lega untuk satu regu pasukan bersenjata lengkap. Tempat duduk pasukan saling berhadapan. Jika tak diduduki, kursi akan otomatis terlipat sendiri.

Kabin Anoa juga dilengkapi pegangan tangan untuk pasukan. Semakin nyaman karena dilengkapi AC di beberapa titik. Dalam kondisi ranpur tertutup rapat pun terasa sejuk di dalam.

Pintu keluar pasukan terdapat di belakang Anoa. Dibuka tutup secara otomatis. Begitu pintu dibuka, pasukan dapat bergerak cepat melakukan serangan.


4. Persenjataan

5 Keunggulan Panser produksi dalam negeri di medan tempur

Anoa bisa dipasangi senapan mesin SM2 7,62 mm atau senapan mesin SM5 12,7 mm. Selain itu ada peluncur granat otomatis. Cukup efektif untuk mendobrak dan menghancurkan pertahanan musuh.

Dalam Latgab TNI 2014, Kompi Mekanis I, Yonif Mekanis 203 AK mendapat tugas menghancurkan perkubuan musuh setelah pasukan infanteri kesulitan menerobos pertahanan lawan.

Panser Anoa segera melaju berbanjar. Dua panser terdepan menghujani kubu musuh dengan senapan mesin.

Begitu dekat sasaran, pasukan melompat keluar dari Anoa dan melakukan pertempuran jarak dekat.

Ranpur Anoa pun memiliki proteksi lumayan. Dia masih bisa menahan berondongan senapan 7,62 mm.


5. Banyak varian


Salah satu keunggulan Panser Anoa juga memiliki banyak varian. Tak cuma sebagai kendaraan pengangkut pasukan.

Ada varian Anoa untuk panser pengintai, penembak, kendaraan komando, hingga kebutuhan medis penunjang rumah sakit lapangan. Anoa juga bisa dimodifikasi untuk kebutuhan pengangkut amunisi ke garis depan.

Yonif Mekanis 203 pun memiliki Panser untuk menderek panser lain yang mengalami kerusakan di lapangan.


Penulis : Ramadhian Fadillah 
Sumber : http://www.merdeka.com/,  Selasa, 3 Juni 2014 08:08 WIB.