Selasa, 24 Juni 2014

Yang Mengagumkan dan Tak Banyak Diteliti di Papua...

Arkeolog: Mengagumkan Temuan Lukisan Gua di Papua

Penemuan lukisan-lukisan prasejarah di dinding atau tebing sejumlah gua di Papua, termasuk Papua Barat, disebut sebagai temuan mengagumkan. Ada beragam simbol dalam lukisan impresif di dalamnya. Namun, jumlah penelitian terhadap hal ini masih minim.

"Kalau ditanya tentang penemuan spektakuler yang ada sekarang, kita bisa lihat lukisan gua," kata peneliti senior dari Pusat Arkeologi Nasional, Profesor Truman Simanjuntak, di Jayapura, Minggu (22/6/2014).

Menurut Truman, lukisan tersebut tersebar luas di Papua. "Yang paling banyak serta paling mengagumkan, punya banyak nilai walaupun belum diteliti secara mendalam, di sebelah selatan kepala burung Pulau Papua," papar dia.




Lukisan dinding di kawasan selatan kepala burung Pulau Papua itu, kata Truman, dapat ditemukan di sepanjang Teluk Berau, Teluk Arguni, serta Kabupaten Fakfak dan Kaimana, Papua Barat. 

"Di situ ditemukan beberapa gambar yang kisahnya impresif yah, cantik-cantik, bagus. Nah itu belum betul-betul terjamah penelitian padahal sebarannya luas, dan banyak sekali motif simbolis di samping motif-motif yang figuratif, artinya motif-motif yang bisa kita lihat ada di alam," papar Truman.

Dalam beragam lukisan gua itu, lanjut Truman, terdapat simbol-simbol yang diduga menggambarkan kekayaan alam pikir masyarakat Papua. Namun, sampai sekarang, arti simbol tersebut belum dapat dipastikan.

"Harus ada penelitian lebih dalam tentang hal itu, perlunya analisis-analisis, perbandingan dengan motif-motif lain di bagian dunia sehingga kita barangkali bisa menjelaskan. Nah kalau sudah bisa menjelaskan, berarti kita sudah bisa tahu kekayaan alam pikir dari leluhur kita," ujar Truman.


Menurut Truman, Pulau Papua merupakan bagian sejarah dunia yang tak terpisahkan dari aktivitas pencarian lahan baru untuk manusia. Beberapa kali migrasi besar manusia diketahui melintasi Papua. Periodenya, sebut Truman, dimulai dari manusia modern awal yaitu homo sapiens yang tertua, dengan temuan bukti di Australia berusia sekitar 60.000 tahun.

"Nah itu tadi saya katakan kalau di Australia saja ada umur manusia dari 60.000-an tahun dan mereka sudah ada di sana, mestinya di Papua dan wilayah Nusantara kita lainnya itu yah paling tidak pada umur itu sudah dihuni manusia. Paling tidak tua sedikitlah," kata Truman.

Namun, kata Truman, sejauh ini belum ada satu pun laporan temuan manusia purba di Papua. Menurut dia, ketiadaan itu lebih karena terbatasnya penelitian di pulau tersebut, sekalipun pada zaman kolonial pulau ini sudah menjadi salah satu obyek peneliti. Di antaranya Rouder, Galis, dan Kamakator, yang menelaah soal lukisan-lukisan di gua itu. "Sekitar 1930," sebut dia.

Saat wilayah Pulau Papua milik Indonesia sudah diteliti, kata Truman, Papua Niugini sama sekali belum tersentuh peneliti. "(Papua Niugini) baru diteliti pada 1960-an, tetapi cepat perkembangannya. Tahun 1993, mereka sudah punya situs (mencapai) 160-an, sementara kita belum punya apa-apa, hanya ada hitungan jari atau malah kurang dari itu, yang itu pun hasil peneliti asing yang pertama-tama waktu itu."

Editor : Palupi Annisa Auliani
Sumber : Antara, dikutip dari : http://sains.kompas.com/, Senin, 23 Juni 2014, 07:14 WIB.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...