Senin, 04 Mei 2015

Inilah Alasan Mengapa Gembong Narkoba Suka Menggunakan Nokia 8210 !


Siapa yang tak kenal dengan Nokia, produsen peralatan telekomunikasi terbesar di dunia yang berasal dari Finlandia tersebut pernah merajai dunia. Namun sayang pada saat ini Nokia tidak bisa bersaing lagi dengan kompetitornya dan diambil alih Microsoft sehingga produksi ponsel Nokia juga terhenti dan diganti nama menjadi Lumia.

Nah, walaupun pada saat ini ponsel Nokia tidak diproduksi lagi tetapi ponsel lawas keluaran Nokia tetap di gemari oleh sebagian kalangan masyarakat. Bahkan para gembong narkoba pun sangat suka menggunakan ponsel Nokia tipe 8210 terutama buatan tahun 1999, dimana ponsel jadul ini mereka nilai lebih aman karena tidak dibekali fitur yang canggih seperti GPS, Wi-Fi, ataupun Bluetooth.


"Mereka (Nokia 8210) bisa dipercaya, tak seperti iPhone dan ponsel baru lain yang bisa dipakai untuk melacak pemiliknya," ujar seorang gembong narkoba asal Inggris yang tak disebut namanya,

"Semua bandar yang saya kenal, mereka memakai ponsel lawas. Nokia 8210 jadi favorit karena kecil dan baterainya tahan lama," tambah si gembong anonim.

Selain dua alasan di atas, Nokia 8210 memiliki port infra merah antik yang bisa digunakan mentransfer daftar kontak dengan cepat ke ponsel lain, jika karena suatu alasan pemiliknya terburu-buru harus mengganti ponsel.

Walaupun tidak mempunyai fitur yang canggih seperti smartphone keluaran terbaru saat ini tetapi harga second ponsel lawas Nokia tipe 8210 ini masih dijual dengan harga yang tinggi yaitu seperti di e-Bay, harga ponsel yang telah berumur 14 tahun ini bisa dibanderol dengan harga 30 poundsterling atau setara dengan Rp. 600.000.


Perlu ditambahkan bahwa, meskipun sebuah ponsel tidak dilengkapi aneka teknologi modern, polisi masih bisa melacak lokasi perangkat komunikasi tersebut dengan menelusuri area base transceiver station (BTS) yang tersambung dengannya. Si pengguna ponsel kemudian bisa dituduh terlibat kejahatan berdasarkan waktu menelepon dan orang yang dikontak.

Penulis : Ririn Sari  
Sumber : informasikankerservik.blogspot.com, 6 Maret 2015.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...