Jumat, 11 Oktober 2013

Mengenal lebih jauh : Jakarta Mass Rapid Transit (Jakarta MRT)

jakartamrt

MRT Jakarta singkatan dari Mass Rapid Transit kota Jakarta (dalam bahasa Inggris: Jakarta Mass Rapid Transit) adalah sebuah sistem bagian utama transportasi metro transit cepat di Jakarta guna menanggulangi kemacetan yang akhir-akhir ini sering terjadi. Kereta yang dipergunakan bisa KRL ataupun Monorel.

Bersama Transjakarta diharapkan proyek ini dapat menanggulangi kemacetan lalu-lintas. Selain mampu menampung sekitar 1.500 orang per lima menit, kereta MRT ini diperkirakan mampu menempuh rute Lebak Bulus hingga kawasan Bundaran Hotel Indonesia hanya dalam waktu 30 menit.


Latar belakang proyek Jakarta MRT.



Jakarta adalah ibu kota Indonesia , menyimpan lebih dari 9 juta jiwa. Diperkirakan bahwa lebih dari empat juta penduduk sekitarnya Jabodetabek wilayah bepergian ke dan dari kota setiap hari kerja. Masalah transportasi semakin mulai menarik perhatian politik dan telah meramalkan bahwa tanpa terobosan transportasi utama, kemacetan lalu lintas akan membanjiri kota pada tahun 2020. Sejak tahun 1980 lebih dari dua puluh lima umum dan studi subjek khusus telah dilakukan terkait dengan kemungkinan Mass Rapid Transit (MRT) sistem di Jakarta. Salah satu alasan utama kelambatan dalam menanggulangi masalahnya adalah krisis ekonomi dan politik dari 1997-99.

Sebelum krisis, sebuah Build-Operate-transfer (BOT) dianggap sebagai bagian dari MRT baru menyerukan keterlibatan sektor swasta. Setelah krisis, rencana mengandalkan BOT untuk menyediakan pembiayaan terbukti layak dan proyek MRT lagi diusulkan sebagai skema yang didanai pemerintah.

Transportasi publik saat ini di Jakarta terutama terdiri dari berbagai jenis bus, mulai dari yang sangat kecil bemo dan pickup mikrolet ukuran, untuk sedikit lebih besar minibus dan berukuran penuh bus kota , roda dua dan taksi. Sistem transportasi saat ini termasuk banyak digunakan MetroMini dan Kopaja minibus, yang TransJakarta bus sistem angkutan cepat, dan  Jabodetabek Commuter Railway system.


Proyek  MRT tahap satu ini menyerap biaya sekitar Rp 20 triliun yang merupakan pinjaman dari lembaga keuangan Japan International Cooperation Agency (JICA) yang dicicil selama sekitar 40 tahun. Menurut Direktur Utama PT. MRT, Dono Bustami, proyek MRT tahap satu ini mencakup pembangunan enam stasiun layang dan enam stasiun bawah tanah. Hal ini, ujarnya, merupakan proyek besar karena pertama kali terjadi di Indonesia sehingga memerlukan dukungan masyarakat.

Megaproyek mass rapid transit atau MRT Jakarta resmi dibangun, Kamis (10/10/2013).  Pembangunan pertama, lanjut Dono, akan dilakukan di Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Posisi tepatnya di pinggir Jalan Tanjung Karang depan Gedung UOB. Selanjutnya pengerjaan proyek MRT ruas Lebak Bulus-Senayan itu pun merupakan tahap kedua pembangunan MRT, yang akan mulai dikerjakan pada 2014 mendatang.

Gubernur Jakarta Joko Widodo (kanan) dan Direktur Utama PT. MRT Dono Bustami dalam peresmian dimulainya proyek pembangunan kereta transportasi massal cepat itu (10/10). (VOA/Iris Gera)
Gubernur Jokowi dan Direktur Utama PT MRT Dono Boestami, dalam peresmian dimulainya pembangunan Jakarta MRT.

“Konstruksi dimulai hari ini akan berlangsung hingga awal 2018. Total panjang jalur MRT Jakarta tahap satu nantinya sekitar 16 kilometer dengan jalur layang sekitar 10 kilometer, dan jalur bawah tanah sekitar 6 kilometer. Pekerjaan yang sangat besar, pengalaman pertama untuk kita semua,” ujarnya.

Pekerjaan pertama yang dilakukan adalah menyiapkan alat bor untuk memasang slope protection. Slope protection adalah sabuk pengaman agar ketika bor untuk kereta masuk, hal itu tidak merusak konstruksi bangunan atau jalan di sekitarnya.

Dono pun menjamin pengerjaan proyek di titik pertama tersebut tak menyebabkan kemacetan. Pasalnya, pengerjaan tidak memakan badan jalan dan fokus pada pengeboran sehingga arus lalu lintas tetap berjalan biasa.

Kepadatan, lanjut Dono, malah diprediksi akan terjadi di jalur Lebak Bulus-Senayan. Desain di tempat tersebut adalah jalur layang sehingga mau tak mau harus memakan badan jalan. Pengerjaan proyek MRT ruas Lebak Bulus-Senayan itu pun merupakan tahap kedua pembangunan MRT, yang akan mulai dikerjakan pada 2014 mendatang. 

Berkas:Kawasaki c751 eunos.jpg
Kereta MRT Singapura buatan Kawasaki Heavy Industries.

Monorel
Kereta Jakarta Mass Rapid Transit (MRT)


Monorel Vs MRT


  • Persamaan : 

Keduanya merupakan moda transportasi massal yang berbasis rel.


  • Perbedaan :


  1. Kecepatan : para ahli berpendapat bila monorel berkecepatan rendah. Hal tersebut memang benar adanya mengingat kereta milik PT.MRT berkecepatan maksimal hingga 120 km/jam, beda dengan monorel yang sebatas 80 km/jam. 
  2. Daya angkut : Kereta milik PT.MRT dikatakan berkapasitas 6 gerbong @ 200-250  penumpang/ gerbong (total= 1500 penumpang). Sedangkan untuk monorel, usulan sejauh ini direncanakan berkapasitas 4-5 gerbong @ 200 penumpang/ gerbong (total asumsi= 800 penumpang). 


Jenis lintasan Kereta Api.

Kalau sebuah kota dibangun dengan lintas layang atau bawah tanah, maka tidak ada pintu perlintasan kereta api, sehingga jadwal kereta api bisa 1,5 - 2 menit sekali seperti yang terjadi di Jepang. Oleh sebab itu KRL di Jakarta tidak mungkin dioperasikan kurang dari 10 menit, karena masih ada pintu perlintasan kereta api, akibatnya juga setiap rangkaian KRL selalu penuh.

  • Kereta api permukaan (surface).

Kereta api permukaan berjalan di atas tanah. Umumnya kereta api yang sering dijumpai adalah kereta api jenis ini. Biaya pembangunannya untuk kereta permukaan adalah yang termurah dibandingkan yang di bawah tanah atau yang layang. Umumnya lintasan permukaan ini di Indonesia dibangun sebelum Perang Dunia II.

  • Kereta api layang (elevated).

Kereta api layang berjalan di atas dengan bantuan tiang-tiang, hal ini untuk menghindari persilangan sebidang, agar tidak memerlukan pintu perlintasan kereta api. Biaya yang dikeluarkan sekitar 3 (tiga) kali dari kereta permukaan dengan jarak yang sama, misalnya untuk kereta api permukaan membutuhkan $ 10 juta maka untuk kereta api layang membutuhkan dana $ 30 juta. Di Jakarta ada satu lintasan dari Manggarai ke Kota lewat stasiun Gambir. Pada lintas tengah ini, Manggarai - Kota, tidak ada pintu perlintasan kereta api. Rencana semula untuk lintas timur (Jatinegara - Senen - Kota) dan lintas barat (Manggarai - Tanah Abang), juga akan dilayangkan namun keuangan tidak memadai, sehingga hanya lintas tengah saja yang diselesaikan sementara ini.
Rencananya dari Senayan ke Kuningan terdapat lintas layang monorel buatan Malaysia.

  • Kereta api bawah tanah (subway).

Kereta api bawah tanah adalah kereta api yang berjalan di bawah permukaan tanah (subway). Kereta jenis ini dibangun dengan membangun terowongan-terowongan di bawah tanah sebagai jalur kereta api. Umumnya digunakan pada kota kota besar (metropolitan) seperti New York, Bangkok, Tokyo, Paris, Seoul dan Moskwa. Selain itu ia juga digunakan dalam skala lebih kecil pada daerah pertambangan. Biaya yang dikeluarkan sangat mahal sekali, karena sering menembus 20m di bawah permukaan, kali - bangunan maupun jalan, yaitu 7 (tujuh) kali lipat dari pada kereta permukaan. Misalnya kalau untuk membangun dengan jarak yang sama untuk permukaan membutuhkan $ 10 juta, maka yang di bawah tanah memerlukan $ 70 juta. Di Jepang pembangunan lintas subway telah dimulai sejak tahun 1905.Jakarta rencananya akan dibangun subway segmen Dukuh Atas ke Kota dari Proyek MRT DKI Jakarta.


Jalur Lintasan Jakarta MRT.

Rencana jalur lintasan Jakarta MRT 
Resolusi penuh ‎(1.200 × 1.200 piksel), klik untuk memperbesar

Seperti diketahui, pengerjaan proyek MRT dibagi menjadi delapan paket konstruksi sipil. Rinciannya, tiga konstruksi sipil bawah tanah (underground), yaitu Jalan Sisimangaraja hingga Bundaran Hotel Indonesia, tiga konstruksi sipil jalan layang yaitu Lebak Bulus hingga Al Azhar, serta dua paket pengadaan sistem dan rolling stock. Dari delapan paket tersebut, enam paket sudah lelang tender terlebih dahulu, yakni tiga paket bawah tanah dan tiga paket jalur layang.

Konstruksi sipil MRT bawah tanah dikerjakan terlebih dahulu pada Oktober ini karena waktu pembangunan lebih lama dibandingkan konstruksi layang. Megaproyek ini diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar 125 miliar yen atau sekitar Rp 12,5 triliun.

Proyek MRT DKI Jakarta (Mass Rapid Transit) antara Kota ke Lebak Bulus akan dibangun dalam 3 jenis lintasan :
  • Kota - Dukuh Atas (jarak sekitar 7 km, subway)
Akan dibangun subway mengingat jalur ini lebih memungkinkan dengan subway dengan alasan tehnis benyak rintangan antara lain banyak sekali persimpangan, ada Monas (Bung Karno dulu pernah minta agar tidak ada lintasan kereta yang elevated melalui Monas, namun sudah terlanjur lintas tengah di Gambir ternyata elevated). ada Harmoni, dll. Dari Dukuh Atas ke Monas dapat dimanfatkan di bawah jalur hijau tengah Jl Thamrim, sedangkan di Monas juga akan memanfatkan jalur tengah jalan, kemudian dari Harmoni sampai Kota dapat memanfatkan di bawah Kali dan jalan (Hayam Wuruk/Gajah Mada). Salah satu method kalau di bawah suatu litasan jalan atau kali adalah yang disebut open cut-and-cover methods (digali terbuka kemudian ditutup), sedangkan untuk yang tidak memungkinkan secara ini dipakai deep bore tunneling methods (pengeboran terowongan bawah tanah).

  • Dukuh Atas - Senayan (jarak sekitar 3 km, surface)
Akan dibangun layang (elevated) karena harus melalui medan yang banyak rintangan di atas permukaan, sedangkan kalau subway tidak diperlukan untuk menghindari biaya yang besar.
  • Depo di Lebak Bulus.
Untuk fasilitas depo MRT akan dibangun di Lebak Bulus, di mana lahan masih tersedia luas dibandingkan lokasi lain, selain juga praktis kalau MRT mulai berjalan pagi hari dari Lebak Bulus tempat tinggal para penumpang.

Rencananya Jakarta MRT akan memiliki stasiun pemberhentian di :

  • Stasiun layang


  1. Lebak Bulus
  2. Fatmawati
  3. Cipete
  4. Haji Nawi
  5. Blok A
  6. Blok M
  7. Sisingamangaraja


  • Stasiun Bawah Tanah


  1. Al-Azhar
  2. Senayan
  3. Bendungan Hilir
  4. Setiabudi
  5. Dukuh Atas (Interchange Station dengan Jakarta Commuter Baris )
  6. Bundaran HI


Penyusun : Yohanes Gitoyo.
Sumber :

  1. http://id.wikipedia.org/wiki/Jakarta_Mass_Rapid_Transit
  2. http://www.voaindonesia.com/content/article/1766755.html
  3. http://jakartamrt.com/
  4. http://jakarta.kompasiana.com/transportasi/2012/12/01/antara-monorel-versi-jokowi-ahok-dan-mrt-versi-jica-513170.html
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...