Rabu, 04 Februari 2015

Benarkah Kopi Putih (White Coffee) Berbahaya?


Apakah Kopi Putih (White Coffee) itu ?
  1. White coffee dibuat dari biji kopi yang digongseng (roasted) tidak sampai matang, sehingga akan menghasilkan biji kopi yang berwarna lebih terang dan aroma berbeda daripada biji kopi umumnya yang digongseng sampai matang yang biasanya akan menghasilkan biji kopi berwarna coklat gelap dan aroma khas kopi. Biji kopi putih ini juga lebih keras dari biji kopi yang digongseng matang sehingga membutuhkan grinder khusus untuk menggilingnya, dan karena berasal dari biji kopi yang digongseng tidak sampai matang maka kopi putih diduga mengandung kafein lebih tinggi daripada kopi biasa.
  2. Di negara2 barat seperti Amerika, Inggris, dan Australia, yang dimaksudkan dengan White Coffee seringkali merujuk kepada kopi hitam atau espresso yang ditambah susu atau krimer (creamer/whitener). Bedanya dengan "cafe au lait" yang merupakan kopi dengan susu juga adalah, white coffee menggunakan susu dengan suhu kamar sedangkan cafe au lait menggunakan susu panas.
  3. Di Amerika, white coffee juga bisa merujuk pada biji kopi yang digongseng (hanya) sampai kuning, dan ketika dibuat espresso menghasilkan minuman kopi encer berwarna kuning namun dengan keasaman tinggi. Jenis biji kopi ini umumnya hanya untuk membuat espresso, tidak untuk kopi seduh biasa. Karena digongseng dalam waktu yang lebih singkat, maka gula alami dalam biji tersebut tidak sampai terkaramelisasi (anda yang sering membuat sendiri gula karamel akan mengerti maksud "tidak terkaramelisasi") dan tidak meninggalkan rasa pahit, rasa dan aromanya dikatakan seperti kacang.
  4. White coffee juga dapat merujuk kepada Ipoh white coffee, minuman kopi populer yang berasal dari Ipoh, Perak, Malaysia. Kopi putih ini berasal dari biji kopi yang digongseng dengan margarin, sehingga memberikan warna lebih terang dibandingkan dengan kopi hitam tradisional Malaysia (Kopi-O), yang digongseng selain dengan margarin juga gula dan gandum.Ipoh white coffee disajikan dengan susu kental, saat ini juga banyak tersedia dalam bentuk instan.Sebenarnya istilah "kopi putih" berasal dari bahasa Cina, yang diperkenalkan pada abad ke 19 oleh imigran Cina yang datang untuk bekerja di tambang timah lokal di Ipoh, yang artinya tidak ada hubungannya dengan warna tetapi lebih merujuk kepada bagaimana cara biji kopi digongseng. Di Cina, kata "putih" juga berarti "tanpa", atau "murni". Maksudnya tidak ada suatu apapun yang ditambahkan selama proses penggongsengan biji kopi. Ipoh White Coffee telah diadopsi sebagai salah satu minuman resmi di Paviliun Malaysia pada World Expo 2010 di Shanghai, Cina. 
  5. Ada juga jenis minuman lain didunia yang menggunakan istilah white coffee. Di Yaman yang disebut white coffee adalah sejenis minuman yang berasal dari kulit biji kopi yang diseduh dengan menambahakan beberapa macam rempah rempah. Kemudian di Lebanon dan Siria, yang disebut white coffee malah sama sekali bukan kopi, melainkan sejenis "teh herbal" yang dibuat dari air kuntum bunga jeruk, bersifat menenangkan syaraf, biasanya dihidangkan setelah selesai makan hidangan dengan menu berat. Di Lebanon diberikan pada bayi yang rewel, juga digunakan sebagai parfum pada air mandi ataupun langsung pada kulit.
Sekarang kita tahu ada bermacam-macam pengertian untuk "white coffee", Meskipun demikian white coffee yang saat ini mulai populer dan mulai digemari di Indonesia bahkan telah ada gerai franchise nya jelas merujuk kepada white coffee yang berasal dari negeri jiran, Malaysia.


Kopi Putih (White Coffee) Berbahaya?

Kopi putih (white coffee) dalam kemasan beredar luas di masyarakat. Kini sejumlah produsen kopi mencoba cara baru untuk memasarkan produknya yaitu menawarkan varian berbeda berupa white coffee. Dengan begitu, kita tak perlu mengantre di warung kopi terkenal hanya untuk secangkir white coffee.

Setelah lebih dari setahun berbedar, white coffee disebut bukan berasal dari jenis kopi putih yang membuat warnanya menjadi seperti itu.


Kabar yang beredar melalui pesan berantai di Blackberry Messanger (BBM) itu juga menyebutkan nama seorang Pakar Pertanian sekaligus Ketua Lembaga Penelitian (Lemlit) Universitas Jember, Jawa Timur yang menyebutkan bahwa warna putih itu didapat dari esktrak gula atau minyak nabati yang diekstraksi. Parahnya, jelas Ahmad, proses ekstraksi bahan tersebut menggunakan bahan kimia. 

"Proses pembuatannya juga tidak memenuhi standar kesehatan. Kopi disangrai dengan suhu kecil, sehingga kandungan kafein dan asam tidak turun. Ini dilakukan agar warna bubuk yang dihasilkan tidak terlalu hitam," demikian kata-kata sang profesor yang tertulis di pesan berantai yang diterima tim Health-Liputan6.com pada Selasa (3/2/2015)

Dalam pesan itu sang profesor juga menjelaskan bahwa kopi putih (white coffee) tidak bagus untuk kesehatan, bahkan bisa menyebabkan kanker.


Belum ada bahasan ilmiah

Ketika kabar ini disampaikan pada Ahli Gizi dari Siloam Hospital, Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, Sp.GK, menyebutkan bahwa hingga kini belum pernah ada bahasan ilmiah tentang white coffee. Yang jelas, apa pun jenis kopinya, pasti mengandung kafein. Bila saat diseduh terasa sangat manis, sudah pasti kandungan gulanya begitu tinggi.


"Sejauh ini saya no comment, karena bahasan ilmiahnya belum ada. Tapi, yang namanya kopi dalam kemasan, mengandung kafein. Kalau dia manis banget, gulanya lumayan banyak," kata Samuel.

Saat disinggung apakah kopi yang ada di dalam kesaman berasal dari kopi yang 100 persen murni, Samuel hanya mengatakan semuanya itu tergantung dari kejujuran produsen.

"Apakah itu kopi murni, semuanya bergantung pada kejujuran produsen. Kalau jujur, menggunakan kopi yang benar-benar murni. Kalau tidak, pasti melewati proses kimiawi. Nah, proses kimiawinya ini yang tidak baik," kata Samuel.

Bahaya apa yang akan dirasakan, terang Samuel, tergantung dari bahan kimiawi apa yang digunakan.

Mengutip dari berbagai sumber, kandungan white coffee di sejumlah negara memang berbeda-beda. Bahkan, white coffee dapat digunakan untuk secangkir kopi hitam yang diberi susu, krim atau sirup jagung, kedelai, dan kacang yang dituang dalam suhu ruang. 

Bahkan di Amerika Serikat, White Coffee adalah biji kopi yang dipanaskan hingga level yellow roast. Berhubung proses pemanasan hanya sebentar, gula alami yang ada di dalam biji kopi tidak terkaramelisasi, sehingga tidak ada rasa pahit yang tertinggal.

Penyusun : Yohanes Gitoyo, S Pd.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...