Sabtu, 07 Februari 2015

Karena Jumlah Radar Minim, "Pertahanan Udara" dan "Pertahanan Laut" NKRI Lemah !


Radar yang dimiliki TNI Angkatan Udara (AU) hingga saat ini masih minim. Akibatnya  pertahanan udara dan laut Indoensai belum maksimal. Karena objek yang berada di radius ratusan kilometer tidak terdeteksi.


Kekuatan Radar TNI AU Saat ini.

Anggota TNI-AU di Komando Pertahanan Udara Nasional memantau wilayah udara nasional untuk mendeteksi secara dini pesawat asing yang memasuki wilayah nasional.

Kekuatan pertahanan udara NKRI salah satu pilar pendukungnya adalah Satuan Radar, disamping alutsista, logistik dan personil pendukungnya. 

Satuan Radar Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara adalah kesatuan yang berada di bawah Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohahudnas). Sebelum tahun 1999, Satuan Radar berada di bawah Komando Operasi Angkatan Udara (Koopsau). Tugas dan fungsi utama Satuan Radar adalah untuk mengawasi dan memantau segala pergerakan dalam wilayah udara Indonesia. 

[peta+radar.jpg]

Kohanudnas terdiri dari 4 komando Sektor Pertahanan Udara & 1 Pusdiklat.
  1. Kosek Hanudnas I (Jakarta)
  2. Kosek Hanudnas II (Makasar)
  3. Kosek Hanudnas III (Medan)
  4. Kosek Hanudnas IV (Biak)
  5. Pusdiklat Hanudnas (Surabaya)

Ada sejumlah Satuan Radar di bawah Kosek Hanudnas I (Jakarta) yaitu:
  1. Satuan Radar 203 Sri Bintan, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau
  2. Satuan Radar 211 Tanjung Kait, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten
  3. Satuan Radar 212 Ranai
  4. Satuan Radar 213 Tanjung Pinang
  5. Satuan Radar 214 Pemalang
  6. Satuan Radar 215 Congot, Wates, DIY
  7. Satuan Radar 216 Cibalimbing, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat

Satuan Radar di bawah Kosek Hanudnas II (Makasar) yaitu:
  1. Satuan Radar 221 Ngliyep, Malang
  2. Satuan Radar 222 Ploso, Jombang
  3. Satuan Radar 223 Balikpapan
  4. Satuan Radar 224 Kwandang, Gorontalo
  5. Satuan Radar 225 Tarakan

Satuan Radar di bawah Kosek Hanudnas III (Medan) yaitu:
  1. Satuan Radar 231 Lhokseumawe
  2. Satuan Radar 232 Dumai
  3. Satuan Radar 233 Sabang
  4. Satuan Radar 234 Sibolga

Satuan Radar di bawah Kosek Hanudnas IV (Biak) yaitu:
  1. Satuan Radar 241 (ex. 251) Buraen, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur
  2. Satuan Radar 242 Tanjung Warari, Biak
  3. Satuan Radar 243 Timika, Papua
  4. Satuan Radar 244 Merauke, Papua
  5. Satuan Radar 245 Saumlaki, Maluku Tenggara Barat
  6. Satuan Radar 252 Ngliyep, Kabupaten Malang, Jawa Timur
  7. Satuan Radar 253 Kabupaten Jombang, Jawa Timur
  8. Satuan Radar 255 Balikpapan, Kalimantan Timur
  9. Satuan Radar 256 Kuandi, Gorontalo
  10. Satuan Radar 257 Tarakan, Kalimantan Timur


Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU), Marsekal Madya TNI Agus Supriatna, mengatakan, TNI AU berusaha semaksimal mungkin menjaga kawasan terluar Indonesia. Namun semua akan maksimal jika Indonesia memiliki radar yang mencukupi.  “Selama ini kami masih kekurangan radar, itu sangat diperlukan untuk memperkuat pertahanan udara di wilayah NKRI. Kami berharap pasokan radar dapat dipenuhi secepatnya oleh Pemerintah,” kata Agus di Mabes TNI AU, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (4/2/2015).

Menurut dia, TNI AU membutuhkan 32 radar untuk mendeteksi objek-objek di udara dan laut pada daerah jangkauan radius ratusan kilometer. Selain itu, radar ini berguna untuk mendeteksi kehadiran pesawat asing di wilayah Indonesia. "Tahun ini kami sudah ajukan agar ditambah. Tahun ini akan ada penambahan,” ujarnya.

Dia mengungkapkan,  untuk mengamankan seluruh wilayah, Indonesia membutuhkan 32 radar. “Saat ini masih kurang 12 tapi sudah ada tambahan dua, mungkin kurang 10 lagi,” katanya.

Agus mengakui, anggaran yang dimiliki untuk pengadaan radar masih terbatas. Namun dirinya berharap pemerintah menjadikan keperluan radar sebagai prioritas. “Kami berharap pemerintah secepatnya dapat memprioritaskan pelengkapan radar bagi TNI AU, ini sangat penting untuk memperkuat wilayah NKRI dari gangguan asing,” ujarnya.


TNI AU Memperkuat Radar Pesawat.

TH-5711 Smart Hunter, Radar Pemandu Rudal Paskhas TNI AU

Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Agus Supriatna meminta pemerintah segera menambah radar milik TNI AU. Musababnya, TNI AU baru memiliki 20 dari total kebutuhan 20 radar pemantau. "Masih kurang 12 radar lagi," kata Agus kepada wartawan di Markas Besar TNI AU, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu, 4 Februari 2015.

Menurut Agus, sebagian besar kekurangan radar TNI AU berada di wilayah Indonesia timur. Dalam program modernisasi alat utama sistem persenjataan TNI bertajuk Minimum Essential Force, Angkatan Udara sudah mengajukan penambahan 12 radar pemantau. Hasilnya, dalam waktu dekat, dua radar baru siap dipasang. "Masih kurang sepuluh radar lagi. Kami harap dapat segera terpenuhi," kata Agus.

Agus mengatakan radar merupakan salah satu komponen penting pertahanan udara Indonesia selain pesawat tempur. Menurut dia, radar seperti mata TNI AU yang bertugas mendeteksi benda asing yang masuk ke wilayah Indonesia.

Agus menambahkan, kelengkapan radar dan pesawat tempur TNI AU merupakan salah satu penunjang program poros maritim pemerintahan Presiden Joko Widodo. Menurut dia, urusan maritim akan selalu berkaitan dengan udara. "Apakah bisa kekuatan darat dan laut Indonesia bergerak bebas kalau udara dikuasai negara lain?" kata Agus.

Pada 2014, TNI AU beberapa kali tercatat melakukan intercept terhadap pesawat asing yang memasuki kawasan Indonesia tanpa izin. KSAU sebelumnya, Marsekal Ida Bagus Putu Dunia, juga sempat menyatakan kendala yang dialami TNI AU dalam menjaga luas wilayah Indonesia adalah minimnya perlengkapan.

Sebelumnya, Agus menyatakan niatnya meningkatkan pertahanan udara dengan membeli dan memperbarui radar TNI AU. Agus berharap ada alokasi anggaran yang cukup, sehingga radar TNI AU dapat menjangkau seluruh titik wilayah Tanah Air.

"Kalau semua wilayah punya radar, tidak akan ada yang masuk. Pesawat asing masuk sebentar langsung di-intercept dan diturunkan," kata Agus di Istana Negara, Jumat, 2 Januari 2015.

Selain radar, dia menginginkan adanya penambahan pesawat angkut. Pesawat jenis itu akan digunakan untuk penanganan bencana alam.

“Tidak lupa juga pesawat angkut. Kalau ada bencana alam jelas kita harus banyak membantu,” katanya.

Penyusun : Yohanes Gitoyo, S Pd.
Sumber :

  1. http://id.wikipedia.org/wiki/Satuan_Radar
  2. http://news.metrotvnews.com/read/2015/02/04/353694/radar-minim-pertahanan-udara-dan-laut-nkri-lemah
  3. http://www.tempo.co/read/news/2015/02/04/078639888/KSAU-Minta-Pemerintah-Lengkapi-Radar-TNI-AU