Jumat, 06 Februari 2015

Efek dan Dampak Negatif Dari HP , Tab, Atau Apapun Gadget Yang Menggunakan Teknologi Layar Sentuh (Touchscreen).


Mengenal Teknologi Layar Sentuh (Touchscreen).

Layar sentuh (bahasa Inggris touchscreen) adalah sebuah perangkat input komputer yang bekerja dengan adanya sentuhan tampilan layar menggunakan jari atau pena digital. Antarmuka layar sentuh, di mana pengguna mengoperasikan sistem komputer dengan menyentuh gambar atau tulisan di layar itu sendiri, merupakan cara yang paling mudah untuk mengoperasikan komputer dan kini semakin banyak digunakan dalam berbagai aplikasi.


Layar sentuh banyak digunakan dalam industri manufaktur yang membutuhkan tingkat akurasi, sensivitas terhadap sentuhan, dan durabilitas yang sangat tinggi. Namun perangkat layar sentuh semakin lama semakin dapat ditemukan dalam perangkat-perangkat teknologi konsumen yang diproduksi secara massal, seperti pada komputer jinjing, pemutar musik seperti iPod Touch, dan telepon genggam seperti iPhone atau Blackberry. 

Sebuah sistem layar sentuh terdiri atas tiga komponen dasar:
  1. panel sensor layar sentuh, yang terletak di lapisan luar tampilan dan menimbulkan aliran listrik tertentu tergantung di mana terdapat sentuhan
  2. pengontrol layar sentuh, yang melakukan pemrosesan sinyal yang diterima dari panel sensor, kemudian menerjemahkannya ke dalam data sentuhan yang disalurkan kepada prosesor komputer
  3. driver perangkat halus, yang menerjemahkan data menjadi gerakan tetikus, memungkinkan panel sensor untuk berfungsi layaknya tetikus, dan menyediakan antarmuka pada sistem operasi komputer

Keuntungan dan kerugian penggunaan Teknologi Layar Sentuh (Touchscreen).

Pfauth dan Priest (1981) menyebutkan keuntungan dan kerugian dari digunakannya perangkat layar sentuh, yang antara lain sebagai berikut:

Keuntungan 
  1. Terdapat kontrol dan interaksi langsung antara indera penglihatan dan indera peraba masukkan dan keluaran yang dihasilkan terdapat pada satu lokasi yang sama)
  2. Adanya kemampuan untuk memasukkan dan mengawasi data secara cepat
  3. Karena penggunaannya mudah, tidak diperlukan terlalu banyak pelatihan pengguna dalam mengoperasikan sistem layar sentuh
  4. Hanya pilihan yang valid dan mungkin untuk diterima yang dapat ditampilkan
  5. Mudah diterima oleh penggunanya
  6. Tidak dibutuhkannya daya ingat penggunanya

Kerugian.
  1. Besarnya biaya pengembangan sistem layar sentuh sebagai teknologi yang belum lama digunakan dalam barang-barang yang diproduksi secara massal
  2. Membutuhkan tambahan waktu dalam proses pemrogramannya
  3. Kurang fleksibel untuk beberapa jenis masukkan tertentu
  4. Kesalahan pada gambar yang ditampilkan akan menimbulkan kesalahan pengoperasian
  5. Kelelahan yang dirasakan akibat mendekati layar secara berulang kali
  6. Jari tangan seringkali menutupi tampilan visual layar
  7. Diperlukannya metode-metode baru dalam pemrograman perangkat halus



Efek Negatif Dari Teknologi Layar Sentuh (Touchscreen).

Berbagai penelitian tentang kemungkinan dampak negatif yang ditimbulkan karena pemakaian telepon selular terus dilakukan. Hasilnya, sejauh ini, masih pro dan kontra. Sebab, belum ada sebuah penelitian yang sangat komprehensif yang bisa mengungkapkan dampak apa saja yang bisa timbul akibat pemakaian handphone.

Salah satu penelitian terbaru tentang dampak negatif ponsel baru-baru ini dilakukan oleh sejumlah peneliti dari Australia, Inggris, dan Belanda dan dipublikasikan di International Journal of Neuroscience. Dalam rilis yang dimuat di jurnal itu dikatakan bahwa penggunaan handphone bisa mempengaruhi fungsi kerja otak manusia. Salah satu dampak negatifnya adalah melemahnya daya kerja otak atau istilah anak muda sekarang yakni lemot (lemah otak).

Penelitian ini melibatkan setidaknya 300 orang yang diteliti dalam jangka waktu yang cukup panjang, yakni 2,4 tahun. Responden tersebut dibagi dalam tiga kategori, yakni 100 orang yang menggunakan ponsel rutin, 100 orang tidak menggunakan ponsel dan 100 orang lagi hanya kadang-kadang menggunakan ponsel. Kemudian, dalam kurun waktu tersebut, beberapa kali ke-300 responden itu diukur perbedaan aktivitas otaknya dengan metode quantitive electroencephalographic (EEG). Hal lain yang diteliti adalah fungsi neuropsikologi seperti perhatian, memori, fungsi pelaksana dan kepribadian. Hasilnya, pengguna handphone yang rutin menunjukkan aktivitas otaknya melemah. Meski begitu, menurut Brainclinics Diagnostics, salah satu pihak yang ikut dalam riset ini, dampaknya bagi kesehatan secara menyeluruh belum terungkap secara detail.

Ke depan, peneliti yang merupakan gabungan antara Brainclinics Diagnostics dan Radbound University asal Belanda, Institute of Psychiatry di London serta The Brain Resource Co. Ltd. Sydney akan meningkatkan jumlah responden yang dilibatkan. Bahkan, dalam jangka panjang, mereka menargetkan akan mencari 17.000 orang untuk dilibatkan dalam penelitian lebih lanjut. Dengan begitu, penelitian ini akan lebih akurat hasilnya.


HP TouchScreen Mudah Rusak, Benarkah?

Handphone atau yang sering kita singkat dengan istilah HP telah menjadi hal yang biasa bagi masyarakat dunia saat ini. Jutaan barang elektronik komunikasi ini telah beredar di seluruh penjuru dunia. Bahkan pemiliknya bukan dari golongan orang kaya saja sekarang ini orang yang hampir bisa di sebut miskinpun memilikinya. Dengan berkembangnya teknologi maka munculah teknologi terbaru yang diterapkan pada HP yaitu TouchScreen. HP jenis ini sekarang lebih di sukai masyarakat, namun sayang banyak beredar jika barang berjenis layar ini mudah rusak. Nah, disini akan anda temukan jawabannya.

Benarkah HP TouchScreen mudah rusak dibandingkan jenis alat telekomunikasi biasa? 
Di masyarakat terutama mereka yang awam mengenai hal ini pasti percaya dengan isu-isu yang beredar mengenai rawan rusaknya hp jenis layar sentuh. Entah dari mana datangnya kabar ini, yang jelas jika orang yang belum mengetahuinya akan mudah percaya sehingga tidak mau memiliki hp jenis ini.

Pada kenyataannya HP TouchScreen itu mudah rusak jika penggunanya jorok, dan akan jauh lebih awet jika penggunanya bisa lebih apik dalam menggunakannya, menyimpannya dan bisa merawatnya.

Pada prinsipnya Hp jenis TouchScreen sama saja dengan hp keypad biasa. Keduanya memiliki layar ber-LCD yang memang sangat rawan rusak jika tertekan dengan cukup kuat. Yang membedakannya adalah luasan dari layar itu sendiri. Hp jenis layar sentuh atau touchscreen memiliki layar yang lebih luas dibandingkan hp keypad biasa. Dari inilah mungkin banyak orang percaya hp jenis ini lebih mudah rusak.

Namun, jika anda teliti dan lebih memahami cara kerja dari Hp TouchScreen ini maka anda akan berpikir sebaliknya. Pernahkah anda menggunakan Hp biasa hingga hp itu rusak, atau anda pemilik hp layar sentuh? Dari dua Hp yang pernah anda gunakan menurut anda mana Hp yang lebih kuat? Benarkah Tocuh Screen lebih kuat?

Tidak mungkinlah suatu karya terbaru untuk mempermudah penggunaan alat telekomunikasi dalam hal ini layar sentuh touch screen dibuat asal dan tidak melihat kekurangannya. Justru layar dari TouchScreen ini lebih kuat dari pada layar biasa. Coba anda cek ketika layar Hp biasa anda tekat sedikit pasti akan ada pecahan cairan LCD yang membuyar karena tertekan, bandingkan dengan layar Hp TouchScreen.

Hp Touch Screen sebenarnya selain lebih kuat karena dibuat untuk mendukung sentuhan langsung dengan layar, selain itu juga menggunakan sistem sensor sentuh sehingga Hp dijalankan bukan menggunakan tekanan tapi menggunakan alat sentuh, yang artinya asalkan anda tempelkan dan gerakan tangan anda di layar Hp itu, latar dari layar akan bergerak tanpa perlu ditekan ada juga yang menggunakan magnet untuk menggerakannya. Sedangkan Hp layar biasa tidak didukung oleh proses sentuhan langsung sehingga proteksinya kecil. Yang jelas Hp TouchScreen memiliki layar LCD yang lebih kuat dan tahan sehingga tidak mudah rusak asalkan anda benar merawatnya.

Terlalu sering menggunakan Gadget/ bermain game dapat menyebabkan jempol anda rusak. Gadget, Di era globalisasi ini sudah menjadi kebutuhan sehari-hari yang paling tidak bisa ditinggalkan. Salah satu gadget yang paling terkenal adalah Handphone/ ponsel yang sedang saya gunakan untuk memposting artikel ini.

Dibalik kecanggihannya ternyata handphone atau sering disebut hp memiliki banyak efek samping. Salah satu efek sampingnya adalah sindrom De Quervain


Sindrom De Quervain


Sindrom ini dapat menyebabkan jempol atau ibu jari anda rusak atau terasa sakit dan sulit ditekuk. Sindrom De Quervain dipicu oleh gerakan yang berulang-ulang, berlebihan, dan tidak biasa pada ibu jari seperti memeras kain, Bermain game, Bahkan sering memencet tombol hp seperti untuk sms pun bisa menjadi salah satu penyebabnya.

Selain itu, sindrom De Quervain juga bisa terjadi spontan pada wanita usia pertengahan dan ibu hamil. Dampak terburuk penyakit ini, penderita tidak dapat menggerakkan sendi pangkal ibu jari tangan.

Hal ini menimpa Anto tiba-tiba panik ketika jempolnya tak bisa ditekuk ke arah dalam. Awalnya, ia mengira ibu jari tangannya itu keseleo akibat terjatuh. ”Begitu tahu jempolku tak bisa digerakkan, dokter langsung memastikan penyebabnya karena kebanyakan menggunakan telepon seluler,” kata Anto.

Dokter menyatakan Anto terkena sindrom De Quervain. Padahal, bagi Anto, jempol menjadi bagian tubuh yang paling aktif digunakan. Dengan jempolnya, Anto bekerja mengetik, berkomunikasi mengirim pesan singkat, berselancar di dunia maya, hingga bermain game.

Ia pun sudah diobati, tetapi sesekali dia masih merasakan rasa sakit karena penyakit itu. Ia pun lantas memilih membatasi penggunaan telepon seluler. ”Pantangan yang sulit dilakukan karena sehari-hari sudah sangat tergantung pada peranti-peranti itu,” keluh Anto.


Sindrom Carpal Tunel

 

Tak hanya sindrom De Quervain, penggunaan jari yang berlebihan juga bisa mengakibatkan sindrom Carpal Tunnel. Jempol tangan kanan dan kiri Yopi (36) didiagnosis dokter terkena sindrom Carpal Tunnel. Hingga kini, Yopi merasa tidak pernah benar-benar sembuh.

Jika tidak membatasi penggunaan telepon selulernya, rasa sakit di kedua jempol tangan yang mulai diderita sejak 2008 ini biasanya akan kambuh. Gara-gara sering kelamaan menelepon sambil tiduran, kini jari manis tangan kiri Yopi juga mulai terasa sakit dan berbunyi kletak-kletuk ketika digerakkan.

Penyusun : Yohanes Gitoyo, S Pd.
Sumber : 
  1. http://id.wikipedia.org/wiki/Layar_sentuh
  2. http://dimasmasdim.blogspot.com/, Minggu 30 September 2012.