Sabtu, 27 Juni 2015

Mengenal Helikopter AS565 MBe Panther, Cantik Namun Mematikan !


Puspenerbal TNI AL akan kedatangan helikopter AKS (Anti Kapal Selam) dari jenis AS565 Panther. Seperti telah dirilis dalam pemberitaan terdahulu, unit AS565 Panther yang dipesan 11 unit. Dan bertepatan dengan ajang Indo Defence 2014, Airbus Helicopter (d/h Eurocopter) resmi mengumumkan ke media tentang kontrak pembelian tersebut. Juga diketahui bahwa seri yang dibeli Indonesia persisnya adalah helikopter rotorcraft AS565 MBe Panther, yang tak lain versi naval dari keluarga Panther.

Dengan basis kemampuan multirole, AS565 MBe Panther TNI AL mampu menjalankan peran AKS yang dilengkapi kemampuan meluncurkan torpedo, tugas pengintaian, patroli laut, anti perang permukaan, sampai mendukung tugas SAR di lautan lepas. Bahkan dimungkinkan helikopter ini dibekali radar yang berkemampuan OTHT (Over The Horizon Targeting) untuk membantu penembakkan rudal dari kapal perang. Untuk misi menguber kapal selam lawan, AS565 MBe Panther akan dibekali perangkat dipping sonar HELRAS (Helicopter Long Range Active Sonar).


Kesebelas AS565 MBe Panther akan dikirimkan secara bergelombang dalam kurun waktu tiga tahun. Sesuai kesepakatan kerjasama, helikopter tidak langsung diantar ke pihak pengguna, melainkan Airbus Helicopter akan menyerahkannya untuk PT Dirgantara Indonesia dalam proses perakitan. Kini Airbus Helicopter menjadi pemasok helikopter terbesar untuk TNI, selain menunggu proses kedatangan AS565 MBe Panther, TNI juga telah menggunakan helikopter Colibri EC120 untuk pelatihan, AS550 Fennec dan NBO 105 untuk misi serang ringan TNI AD, Puma dan Super Puma yang dioperasikan TNI AU, hingga yang paling canggih helikopter SAR Tempur untuk Paskhas EC725 Cougar yang akan tiba di Indonesia dalam waktu dekat. 

Eurocopter AS565 Panther adalah versi militer dari Eurocopter AS365 Dauphin helikopter menengah-berat multi-purpose mesin kembar . Panther yang digunakan untuk berbagai macam peran militer, termasuk serangan tempur, dukungan api, anti-kapal selam, anti-perang permukaan, pencarian dan penyelamatan, dan evakuasi medis (evakuasi medis).

Helikopter AS 565 MB merupakan multi purpose: naval version, serach and rescue, berbasiskan AS 365 N3 (maritime patrol and surveillance platform).

AS 565 MB, bisa digunakan untuk misi: fire support, Anti-Submarine (ASW) dan Anti-Surface Warfare (ASuW), yang bisa dipersenjatai dengan: AS15TT anti-ship missiles, searchlight, Magnetic Anomaly Detector (MAD), dipping sonar, search radar, anti-tank missiles, gun pods, rockets, torpedo dan lain sebagainya. Panther juga dijual oleh Eurocopter ke Amerika Serikat untuk United States Coast Guard (USCG) sebagai HH-65 Dolphin.


Dari 11 helikopter yang dibeli TNI AL, tidak semuanya untuk AKS, namun ada juga versi AKPA dan versi Intai Taktis. Helikopter Panther AS-565 MBe yang dibeli seharga 23 USD/unit ini, sedang disiapkan oleh Skadron 400 TNI AU dan pihak Prancis, untuk mendapatkan spesifikasi yang terbaik, bagi Indonesia.

Untuk misi operasi Naval, AS565MB bisa dikatakan nyaris sempurna: senyap, biaya perawatan murah, multi purpose untuk: surveillance kapal permukaan, Anti-Surface unit Warfare (ASuW) dan Anti-Submarine Warfare (ASW).

Anti Kapal Permukaan

Dengan durasi terbang selama 4 jam, AS565MB masuk kedalam kelas helikopter medium. Helikopter ini dapat melakukan misi Over-the-Horizon Targeting (OTHT) dengan membawa rudal jarak jauh, sehingga efektif sebagai anti-surface warfare (ASUW).

Apalagi jika helikopter ini didukung oleh rudal generasi baru seperti MBDA’s Future Anti Ship Guided Weapon (FASGW), maka AS565MB dapat melakukan pencarian, memilah sasaran, serta membayangi atau menyerang sasaran dari balik lengkung bumi (OTHT) secara presisi, tanpa mampu dideteksi oleh kapal musuh. Kapal musuh akan terkendala oleh pola lengkung bumi (OTHT). Ketahanan terbang helikopter ini mencapai waktu 4 jam dengan kecepatan medium (14o km/jam) atau terbang dengan mode OTHT.

Anti Kapal Selam

Sonar yang dipasang di badan kapal laut memiliki kemampuan deteksi yang terbatas, akibat gangguan temperatur maupun tingkat keasinan permukaan air. Daya endusnya sekitar 18 km, untuk melacak kapal selam. Perbedaan permukaan air laut membuat posisi kapal berubah-ubah yang menghasilkan suara dan kecepatan kapal yang berubah-ubah, sehingga mempengaruhi daya endus sonar kapal.

Jangkauan yang terbatas ini bisa tangani lewat helikopter seperti AS565MB yang terbang jauh dan memiliki variable-depth and towed sonar arrays untuk menyelidiki setiap layer, sehingga daya deteksi bisa berkembang jauh mencapai 185 km dan mampu mendeteksi lokasi kapal selam musuh dengan presisi.

Helikopter ini tinggal menunggu agar kapal selam masuk jangkauan torpedo untuk melakukan penembakan “fire and forget”. Tentu ada pula kapal selam yang memiliki rudal anti udara, namun umumnya masih jarak pendek.

Dengan peralatan anti kapal selam yang dibawa oleh helikopter, kapal teman dapat melakukan pelacakan dengan radius yang lebih jauh terhadap kapal selam musuh, dibandingkan mendeteksi tanpa menggunakan helikopter.


Mengisi KRI Diponegoro Class.

AS 565MBe mampu melakukan misi Anti Kapal Selam dan Anti Kapal Permukaan selama 4 jam ketika terbang dengan kecepatan 140km/jam. Helikopter ini memiliki kecepatan maksimum +300 km/jam dengan daya jelajah 792 km dengan tanki standar.

Helikopter ASW Panther AS565 MB, akan ditempatkan di KRI Korvet Diponegoro Sigma Class, untuk memperkuat mata dan telinga kapal tempur tersebut.


Sejumlah senjata akan melengkapi helikopter Panther TNI AL, antara lain Torpedo MU 90, Light Anti Ship Missile,maupun canon mounted 20 mm.


Jika TNI AL menggunakan Panther AS-565 MBe, maka Basarnas Indonesia juga menggunakan helikopter buatan Eurocopter ini, yakni versi Dauphin yang versi sipil.


Helikopter AS565 MBe Panther, Media Pembelajaran Pengembangan Helikopter Tempur di Indonesia.

Dari pembelian ini, Indonesia mendapatkan transfer of technology, yang akan diserap oleh PT Dirgantara Indonesia (PT DI). Selain TNI AL dan Basarnas, TNI AD juga membeli helikopter baru buatan Eurocopter yakni Fennec AS 550. Begitu pula dengan TNI AU yang membeli Eurocopter EC725 Cougar.

Semua angkatan membeli helikopter baru dari Eurocopter. Dengan demikian, perawatan helicopter tersebut semakin mudah dan bisa langsung ditangani di dalam negeri oleh PT DI yang memiliki kemampuan mumpuni, untuk urusan helikopter.

Kerjasama yang komprehensif antara TNI AD, TNI AL, TNI AU dan Basarnas dengan Eurocopter, merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan Indonesia.

Helikopter-helikopter itu dikerjakan secara Co-Production dengan PT DI. Diharapkan kedepannya PT DI mampu mewujudkan helikopter buatan dalam negeri, antara lain melanjutkan proyek helikopter Gandiwa atau jenis lainnya. 


Spesifikasi (AS365 MB Panther).


Karakteristik umum.
  • Kru: 1 atau 2 pilot
  • Kapasitas: 10 tentara
  • Panjang: 13,68 m (44 ft 11 in)
  • Tinggi: 3.97 m (13 ft 0 in)
  • Berat kosong: 2.380 kg (£ 5247)
  • Max berat lepas landas: 4.300 kg (£ 9480)
  • Powerplant: 2 × Turbomeca Arriel 2C turboshaft, 635 kW (852 hp) masing-masing
  • Main rotor diameter: 11.94 m (39 ft 2 in)
  • Main rotor wilayah: 111,98 m 2 (1,205.3 sq ft)


Keunggulan : 
  • Kecepatan maksimum: 306 km / h (190 mph, 165 kn)
  • Layanan langit-langit: 5.865 m (19.242 kaki)
  • Tingkat panjat: 8,9 m / s (1.750 ft / min)


Persenjataan.

  • Senjata: Giat M621 20 mm (0.787 in) polong meriam.
  • Rockets: 68 mm (2,677 in) atau 70 mm (2,756 in) terarah roket .
  • Rudal:
  • Matra Mistral udara-ke-udara rudal .
  • AS 15 TT rudal anti-permukaan.
  • HOT rudal anti-tank.
  • MK46 atau Whitehead A.244 / S peperangan anti-kapal selam torpedo .
Penyusun : Yohanes Gitoyo, S Pd.
Sumber : 

  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Eurocopter_AS565_Panther
  2. http://www.indomiliter.com/11-unit-as565-mbe-panther-tni-al-akan-dikirim-bergelombang-selama-3-tahun/
  3. http://strategi-militer.blogspot.com/2014/06/helikopter-asw-panther-as565-mb-perkuat.html
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...