Selasa, 01 Desember 2015

Adu Kuat Helikopter Untuk Presiden Jokowi : Helicopters EC725 Cougar vs Agusta Westland AW 101.


Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal mendapatkan tunggangan baru. Yaitu satu unit helikopter AgustaWestland (AW-101). Capung besi ini akan siap mengantar Jokowi blusukan ke pelosok negeri. Namun PT Dirgantara Indonesia (DI) menyayangkan karena tunggangan Presiden itu produk luar negeri.

TNI Angkatan Udara berencana akan membeli helikopter Agusta Westland AW 101 buatan Inggris. Helikopter yang akan didatangkan pada tahun depan tersebut akan menggantikan Super Puma buatan PT Dirgantara Indonesia untuk menunjang mobilitas Presiden Joko Widodo.

Pengamat penerbangan, Gerry Soejatman, mengatakan dua helikopter itu masing-masing mempunyai keunggulan. Namun, jika dari efisiensi, Gerry menilai AW 101 sangat mahal. “Harga bodongnya saja bisa mencapai US$ 45 juta,” kata Gerry saat dihubungi Tempo, 25 November 2015.

Gerry mengatakan helikopter AW 101 didesain sekitar tahun 1980 dan mulai digunakan pada era 1999. Selain teknologinya yang lebih canggih dari Super Puma, helikopter ini juga dari segi desain lebih nyaman. Penumpang tak perlu merunduk saat akan keluar-masuk.

Namun, meskipun dari segi teknologi dan desain lebih unggul dari Super Puma yang mulai dirakit sejak sekitar 1970, Indonesia belum memiliki teknisi untuk merawat atau memperbaiki helikopter AW 101 jika mengalami kerusakan.


Adanya perbedaan yang cukup signifikan adalah bahwa EC 275 adalah helikopter dengan menggunakan teknologi terbaru dari Perancis yang diperkenalkan pertama kali pada tahun 2005 lalu. Sedangkan Helikopter Agusta Westland AW 101 dinilai menggunakan teknologi lama yang dirilis pada tahun 1999. Keunggulan dari EC 725 lainnya adalah lebih ringan, ramping dan efisien dalam penggunaan bahan bakar, namun memiliki kemampuan jelajah lebih jauh.

Sedangkan Super Puma, selain harganya lebih murah dan dibuat di dalam negeri, helikopter ini juga sudah cukup teruji karena terus mengalami perbaikan. “Tapi, misalnya terbang di daerah terpencil dan rusak, kalau Super Puma tinggal pesan saja dari Bandung dan teknisi sudah tersedia. Kalau AW mulai dari nol lagi,” ujar Gerry.

Menurut Gerry, seharusnya pemerintah bisa melihat perbandingan lain seperti Super Puma buatan dalam negeri sebelum memutuskan memilih AW. “Menjadi tanda tanya, lucu saja, kemampuannya terlalu lebih, harusnya sesuai dengan kebutuhan,” tuturnya.

Dirut PT DI Budi Santoso menuturkan sangat kecewa dengan rencana pembelian helikopter kepresidenan itu. Helikopter yang dipesan oleh TNI AU itu merupakan gabungan dari dua perusahaan; Westland Helicopters di Inggris dan Agusta dari negeri pizza Italia.

"Sebenarnya Presiden itu adalah bintang iklan yang sangat bagus untuk promosi kemajuan industri dirgantara dalam negeri," katanya.

Budi menuturkan yang muncul saat ini adalah militer Indonesia mengklaim heli AW-101 jauh lebih unggul dibandingkan dengan heli Super Puma yang menjadi heli kepresidenan sekarang. Dia tidak memungkiri klaim tentara itu. Namun dia meminta kalau mau membuat perbandingan TNI AU harus fair.

"Jangan membandingkan antara heli Super Puma yang dibuat sejak zaman Pak Harto (Soeharto, red) tahun 90-an dulu, dengan AW-101 yang gres. Tentu kalah," katanya. Budi meminta kalau TNI AU ingin membandingkan, harus dengan helikopter generasi terbaru keluarga Super Puma.


Dia menuturkan generasi Super Puma yang paling baru adalah Airbus Helicopters EC725 Cougar. Budi menuturkan bodi mulai dari moncong hingga ekor helikopter Cougar ini dibuat oleh PT DI. 

Secara teknis perbedaan paling mendasar antara heli AW-101 dengan Cougar terbaru ada di jumlah mesin. Dia mengatakan heli AW-101 dilengkapi tiga buah mesin. Sedangkan heli Cougar dibekali dua buah mesin.

Perkembangan teknologi heli, katanya, adalah efektifitas bobot kosong heli. Semakin besar bobot kosong heli, dinilai tidak efektif karena menyedot bahan bakar lebih besar. "Tentu heli dengan dua mesin, lebih hemat bahan bakar'"  katanya. Untuk urusan kecepatan dan daya jelajah, Budi mengatakan tidak ada perbedaan yang krusial.

Helikopter Presiden: Pilih Mana, AW101 atau EC725 ?

Sementara soal interior heli AW-101 yang beredar di dunia maya dan terkesan mewah, Budi mengatakan urusan sepele. Dia mengatakan heli Cougar juga bisa dibuatkan interior yang lebih mewah dengan bantuan ahli desainer atau pakar mebel dalam negeri. 

Helikopter AW, kata dia, hanya digunakan empat kepala negara, di antaranya Nigeria, Algeria, Turkmenistan, dan Arab Saudi. Sedangkan Super Puma sudah diakui 32 negara. 

Bagaimana sebenarnya perbandingan kedua helikopter tersebut ?
Silahkan simak infografis berikut :


Adu Hebat Super Puma Vs AW101, Mana yang Terkuat?

Penyusun : Yohanes Gitoyo, S Pd.
Sumber : 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...