Kamis, 10 Desember 2015

Terapi untuk Mengobati Kecanduan Kopi.


Banyak dari kita kecanduan kopi dalam beragam bentuk. Entah kopi hitam, mochaccino, latte atau jenis minuman lain berkafein. Tetapi dari mana kita tahu kebiasaan ngopi kita sudah berlebihan?

Konsumsi kopi terlalu berlebihan memang bisa mengakibatkan kecanduan dan dapat menimbukan efek bahaya bagi tubuh. Karena kopi adalah minuman yang dapat merangsang dan memiliki efek langsung pada tubuh dan pikiran yaitu menyegarkan serta menambah energi baik secara fisik maupun mental.

Psikolog saat ini menerapi mereka yang mengalami kelainan konsumsi kafein dengan sejenis terapi bicara. Kelainan itu ditandai dengan kegagalan atas usaha mereka mengurangi konsumsi kafein atau mengalami ketergantungan fisik yang efek ketagihannya sama dengan ketergantungan obat.

Kopi juga merangsang otak dan membuat tubuh melepaskan hormon stres dalam darah. Jika stimulasi yang diberikan terlalu berlebihan akan menyebabkan tubuh terjaga dan secara praktis merampas pikiran dan energi.


Seperti dikutip dari Hubpages, kecanduan kopi biasanya terjadi jika timbul suatu keinginan yang kuat untuk minum kopi setelah dihentikan beberapa waktu. Saat pecandu kopi tak minum kopi, mereka akan merasakan tanda-tanda seperti:
1. Rasa lelah sepanjang hari
2. Perut mulas
3. Mudah marah
4. Terjadi gangguan tidur
5. Rasa tidak nyaman di leher, bahu, punggung, perut, tangan dan kaki
6. Sembelit
7. Perasaan khawatir dan gelisah
8. Sulit konsentrasi
9. Pusing.

Gejala yang timbul ini merupakan bagian dari penarikan kafein (withdrawal) yang akan timbul setelah 12 hingga 24 jam dari waktu terakhir kali orang tersebut mengonsumsi kopi.

Salah satu fakta yang paling menarik mengenai kecanduan kopi adalah meningkatnya toleransi tubuh terhadap zat yang terkandung di dalam kopi.

Peningkatan toleransi ini menunjukkan semakin banyaknya jumlah zat yang diminta tubuh agar bisa memberikan efek yang sama pada tubuh dan pikiran. Dengan kata lain jika dulu dibutuhkan hanya secangkir kopi, maka lama kelamaan membutuhkan lebih dari 1 cangkir.

Jika seseorang sudah kecanduan kopi, maka hal penting yang harus dilakukan adalah mengurangi konsumsinya secara perlahan-lahan. Langsung berhenti tidak mengonsumsi kopi sama sekali bukanlah hal yang mudah, karena bisa menimbulkan efek yang membuat seseorang merasa tidak nyaman.


Mengatasi Kecanduan Kopi.

Hal penting yang harus dilakukan saat ingin menghilangkan kecanduan adalah mengonsumsi air putih yang cukup, makan seimbang dan olahraga secara teratur. Karena faktor ini bisa mengurangi efek withdrawal atau penarikan kafein. Jika kecanduan kafein atau kopi tidak segera ditangani, maka nantinya dapat mempengaruhi sistem kardiovaskular, sistem saraf dan juga sistem pencernaan.


Tim dari John Hopkins University Baltimore dan American University Washington DC mengatakan efek negatif ketergantungan itu meliputi kecemasan, gugup, sakit perut dan suasana hati yang tegang. Waktu tidur pun berkurang.

"Efek ketagihan itu juga meliputi sakit kepala, kelemahan, dan mengalami gejala mirip flu," kata mereka.

Saat ini cognitive-behavioural therapy yang lazim digunakan mengatasi penyakit kecemasan, digunakan juga untuk membantu mengurangi asupan kafein secara drastis. Pengobatan itu terdiri dari terapi bersama konselor terlatih dan pasien diberi buklet terapi yang dibawa pulang.

Seperti terapi ketergantungan obat, pasien mengikuti program pengurangan kafein, di mana kafein dikurangi setiap pekan selama lima minggu untuk mengurangi gejala ketergantungan yang tak menyenangkan dengan progres tercatat dalam buku harian.

Dalam penelitian terhadap 67 orang, tim peneliti menemukan peserta mengurangi konsumsi kafein sampai 77 persen dengan sampel air liur yang menguatkan laporan pribadi mereka.

Lebih dari tiga perempat mengurangi konsumsi kopi di bawah 200 mg sehari, setara dengan dua mug kopi instan.

Di awal studi yang merupakan satu dari percobaan modifikasi kafein terkontrol terbesar, pasien mengonsumsi rata-rata sekitar 670 mg sehari.

Professor Laura Juliano dari American University mengatakan penemuan ini membuktikan terapi yang terdiri dari terapi cognitive-behavioural dan pengurangan kafein bertahap dapat membantu seseorang yang mencari penyembuhan konsumsi kafein bermasalah.

Ia menambahkan umumnya para ahli merekomendasikan konsumsi kafein tak lebih dari 400 mg untuk orang dewasa sehat tak hamil. "Namun beberapa peserta studi melaporkan efek negatif konsumsi harian di bawah 400 mg," katanya.

"Kafein adalah obat psikoaktif paling banyak digunakan di dunia, " simpul peneliti di jurnal Consulting and Clinical Psychology.

"Secara umum, ketika mengonsumsi dosis rendah hingga sedang, misalnya 400 mg, kafein adalah obat yang relatif aman yang memberikan efek seperti tetap terjaga ketika menyetir jarak jauh, dan mungkin efek perlindungan terhadap kesehatan seperti pada penyakit Parkinson’s.

"Namun untuk beberapa orang kafein menyebabkan banyak efek tak diinginkan dan penyakit dari beragam dosis, yang mungkin mengharuskan mereka membatasi konsumsi kafein, " pungkasnya.

Sumber : 
  • Kompas.com, dikutip dari : nationalgeographic.co.id, 4 Desember 2015, 19:40.
  • http://wolipop.detik.com/read/2012/06/05/064517/1932740/1135/tanda-tanda-anda-telah-menjadi-pecandu-kopi
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...