Kamis, 17 Desember 2015

Inilah Pindad Badak : Panser Tempur Canggih Buatan Bandung, Indonesia Yang Siap Mendunia !


Setelah terpukul badai krisis moneter pada medio 1997-1998 lalu, perekonomian Indonesia perlahan membaik dan berhasil menjadi anggota G-20 yang beranggotakan negara-negara dengan ekonomi kuat di dunia. Bersamaan dengan itu, pelbagai sektor industri juga mampu meningkatkan produksinya sekaligus memiliki daya saing internasional.

Aksi embargo yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya membuat Indonesia berupaya keras memajukan industri pertahanan yang sempat mati suri. PT Dirgantara Indonesia dan PT Pindad pun diberdayakan untuk membangun alat utama sistem senjata (alutsista), dan dikelola secara profesional.

Kini, industri pertahanan dalam negeri tak hanya mampu merakit saja, tapi juga membuat sendiri sejumlah alutsista penting buat dipasok dan digunakan TNI. Bahkan, alutsista buatan mereka juga dilirik berbagai negara di seluruh belahan dunia.

Dimulai dari senapan serbu SS-2 yang menunjukkan kelasnya di kejuaraan menembak internasional di Australia dan membuat TNI menjadi juara, kemudian senapan SPR-2 yang diklaim mampu menembus baja. PT Pindad kini tengah meracik kendaraan tempur (ranpur) baru yang bisa digunakan di medan perang, yakni Panser Badak.


Apa saja spesifikasi panser karya putra-putri bangsa ini? 

Kepala Humas Pindad, Herdantono menyebut paser jenis ini memiliki canon kaliber 90 mm hasil kerja sama dengan perusahaan Belgia, CMI Defence.

CMI digandeng karena Pindad belum menguasai teknologi canon sehingga perlu mencari mitra untuk mempercepat program transfer tekhnologi.

“Kalau senjata disebutkan, kita dengan CMI,” kata Hardantono kepada detikFinance, Selasa (15/12/2015).

Berawal dari Anoa, Pindad Lahirkan Panser Badak

Untuk pengembangan turret atau canon, Pindad menggandeng perusahaan pertahanan dari Belgia yakni CMI Defence. CMI dinilai memiliki kemampuan kelas dunia dalam memproduksi turret.

"Kita kerja sama teknologi nggak dari awal, ini ada skema TOT (Transfer of technology). Tujuannya dari kita awal selalu ketinggalan," jelasnya.

Saat di medan tempur, Panser Badak bisa menahan tembakan dengan amunisi 12,7 mm. Saat ini, Panser Badak sedang melalui proses uji untuk memperoleh sertifikasi dari Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Darat.

panser badak

Panser Badak dibuat khusus untuk pertempuran, beda dengan Panser Anoa yang memang dibuat untuk mengangkut pasukan. Panser ini memuat tiga orang kru, termasuk sopir. Sesuai namanya, panser ini dipakai untuk bertahan maupun penyerangan. Atas alasan itu, panser ini dipasangi sistem persenjataan jenis canon berdiameter 90 milimeter.

Beda dengan Anoa yang lebih diperuntukan untuk angkut personil dan dilengkapi senjata ringan, Panser 'Badak' dilengkapi senjata berat jenis canon 90 mm di atas turret.

"Ini pengembangan dari Anoa ke Badak. Ini dilengkapi dengan senjata kaliber besar. Turret-nya ini kaliber 90 mm," kata Kepala Humas Pindad, Herdantono kepada detikFinance, Selasa (15/12/2015).

Konsep Panser badak mirip dengan tank namun bedanya ada di roda. "Badannya seperti tank, tapi ini roda ban. Tapi basic-nya memang panser," tambahnya

Foto dokumen Pindad

Kadep komunikasi Pindad Sena Maulana menyatakan panser badak lebih unggul dari panser tarantula buatan Korea Selatan. Ada dua keunggulan yang dimiliki panser buatan anak bangsa ini, yakni manuver dan harga yang jauh lebih murah.

“Panser Tarantula dari Korea Selatan sama-sama 90 militer (canon), tapi badak lebih unggul. Kelebihannya pada manuvernya yang lebih tinggi. Harganya sesuai dengan budget TNI dan bentuknya sesuai dengan karakteristik Asia. Harganya di bawah Tarantula,” kata dia.

Dari data yang dibuat oleh Pindad, badan Panser Badak terbuat dari lapisan baja yang mampu menahan tembakan amunisi kaliber 12,7 mm. Selain dilengkapi canon, Panser Badak juga dipasang machine gun kaliber 7,62 mm untuk mendukung operasi.

Saat dipakai dalam bertugas, panser dikendalikan 3 orang crew. Dengan mesin diesel 6 silinder berkekuatan 340 tenaga kuda, panser ini mampu melesat hingga 90 kilometer (km) per jam dan mampu menempuh jarak operasi 600 km.

Spesfikasi lain, Panser Badak memiliki panjang 6 meter, lebar 2,5 meter, tinggi 2,9 meter serta bobot 11 ton



Panser ini memiliki berat hingga 14 ton dan untuk mendukung laku kendaraan didukung dengan mesin diesel dari Renault, yaitu Diesel Inline 6 silinder Tubo Charger Intercooler berkapasitas 10.800 cc yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 340 horsepower.

Video : "PT,PINDAD,(Panser Badak,) Panser Baru Buatan Pindad"

Meski berbadan besar dan dilengkapi persenjataan berat, panser ini mampu mencapai kecepatan puncak hingga 90 kilometer per jam. Tak hanya memiliki kecepatan puncak yang cukup cepat, Badak diakui memiliki kemampuan manuver yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan Panser Tarantula buatan Korea Selatan.

Sistem transmisi dari Badak sendiri menggunakan transmisi otomatis 6-percepatan. Memiliki dimensi panjang 6 meter, lebar 2.5 meter dan tinggi 2,9 meter, Badak Pindad memiliki kemampuan jelajah yang cukup luas sekitar 600 kilometer.

Untuk urusan kenyamanan dan kemampuan menghadapi medan yang ekstrem, PT Pindad menyematkan Independent Double Wisbone tanpa Spring ke Badak. Hal ini ditunjang dengan ban Runflat 1100-R22,5 yang mampu berjalan dalam keadaan tanpa angin hingga sejauh 80 kilometer pada kecepatan tertentu.


Panser beroda 6 ini dalam tahap sertifikasi, sebelum diproduksi massal pada triwulan I-2016.

Penyusun : Yohanes Gitoyo, S Pd.
Sumber : 
  • http://jakartagreater.com/spesifikasi-panser-badak-pt-pindad/
  • http://finance.detik.com/read/2015/12/16/065207/3096814/1036/berawal-dari-anoa-pindad-lahirkan-panser-badak
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...