Selasa, 05 Januari 2016

Menguak Misteri Wajah Mahapatih Gajah Mada, Panglima Besar Majapahit Yang Telah Mempersatukan Nusantara.


Bagaimana wajah mahapatih Majapahit Gajah Mada tidak ada yang tahu. Sejauh ini semua hanya menfasirkan. Sosok Gajah Mada selama ini hanya mereka-reka saja.

Anda tahu wajah mahapatih Majapahit Gajah Mada yang banyak terdapat di buku-buku pelajaran sekolah atau buku lainnya? Ternyata itu bukan wajah asli Gajah Mada. Wajah itu hasil penafsiran tokoh bangsa M Yamin.

M Yamin.

Wajah Mahapatih Gajah Mada yang dikenal bersorot mata tajam itu ternyata bukanlah gambaran sosok Gajah Mada yang asli, melainkan hanya hasil imajinasi kreatif Mohammad Yamin (1903-1962). Bagaimana bisa wajah Gajah Mada yang kita kenal sekarang hanya imajiner belaka?

"Sejak Abad ke-13 hingga kini, belum ada gambaran tentang sosok Gajah Mada. Catatan sejarah soal deskripsi fisik, tidak ada," kata sejarawan UGM Bahaudin kepada detikcom, Selasa (29/12/2015).

Bahaudin menjelaskan, tak ada gambaran yang eksplisit menjelaskan soal Gajah Mada di candi-candi peninggalan Majapahit. Di Kitab Pararaton dan Negarakertagama juga tak menjelaskan deskripsi fisik Gajah Mada. 

"Di kitab itu (Negarakertagama) hanya dijelaskan soal negeri-negeri yang ditaklukkan Gajah Mada (tak ada deskripsi fisik Gajah Mada)," kata Bahaudin.

Karena catatan soal deskripsi fisik Gajah Mada tidak ada, maka yang tersisa hanya misteri. Ruang misteri ini diisi secara imajinatif oleh Muhammad Yamin, sejarawan yang menjadi Menteri Penerangan era Presiden Soekarno. 

"Gambaran wajah Gajah Mada yang kita kenal itu memang imajiner. Itu imajinasi Mohammad Yamin mengenai gambaran Gajah Mada yang sakti mandraguna," kata Bahaudin.

Maksud M Yamin sebenarnya baik-baik saja, yakni untuk membangkitkan nasionalisme. Soalnya pada waktu itu Indonesia belum lama merdeka dari penjajahan bangsa lain. Indonesia butuh satu sosok yang bisa menguatkan batin bangsa. Lahirlah gambaran soal fisik Gajah Mada. Memang menurut M Yamin, Gajah Mada berkontribusi menyatukan Nusantara yang kelak akan menjadi Indonesia. 

"Itu murni imajinasinya M Yamin untuk membangkitkan nasionalisme, untuk mendekolonisasi sejarah yang dulu sangat Belanda-sentris," kata Bahaudin.

Menurut Ali, pecahan atau fragmen terakota seperti itu cukup banyak ditemukan di Trowulan, ada wajah perempuan, laki-laki, binatang, dan lainnya.

"Tetapi saya memahami mengapa Yamin mengambil langkah untuk mencari wajah Gajah Mada. Pada saat itu bangsa Indonesia sedang berjuang dan butuh figur pemersatu, butuh tokoh pejuang. Akan lebih mudah jika penokohan itu juga lengkap, dengan wajahnya seperti apa. Jadi ada semangat kebangsaan yang ingin dimunculkan pada saat itu," urai Ali.

Ali mengungkapkan, tidak ada yang tahu siapa yang membuat patung itu dan apa maksud tujuannya. Pastinya di Trowulan banyak ditemukan patung itu.

Berkas:Gajah-Mada.jpg
Sebuah arca yang diduga menggambarkan rupa Gajah Mada. Kini disimpan di museum Trowulan, Mojokerto.

"Dari sekian raut wajah terakota tampaknya terakota yang akhirnya dipilih adalah yang sekarang karena ada pertimbangan tertentu. Raut mukanya tegas, sorot matanya tajam, tampak gagah, dan berwibawa," ungkapnya.

Sebagai salah seorang tokoh utama Majapahit, nama Gajah Mada sangat terkenal di masyarakat Indonesia pada umumnya. Pada masa awal kemerdekaan, para pemimpin antara lain Sukarno dan Mohammad Yamin sering menyebut sumpah Gajah Mada sebagai inspirasi dan "bukti" bahwa bangsa ini dapat bersatu, meskipun meliputi wilayah yang luas dan budaya yang berbeda-beda. Dengan demikian, Gajah Mada adalah inspirasi bagi revolusi nasional Indonesia untuk usaha kemerdekaannya dari kolonialisme Belanda.

Hingga kini menurut Ali, jejak Gajah Mada masih misterius. "Tidak jelas jejak Gajah Mada, sangat misterius," tutupnya. 

Menurut Arkeolog UI Ali Akbar, hingga kini tidak ada bukti yang menunjukkan seperti apa wajah Gajah Mada.

"Wajah yang sekarang dijadikan wajah Gajah Mada dan dikenal luas itu berasal dari pecahan terakota atau tanah liat bakar yang ditemukan di Trowulan," jelas Ali, Senin (28/12/2015).

Dalam salah satu buku dengan penulis Agus Aris Munandar dengan judul 'Gajah Mada: Biografi Politik', seperti dikutip detikcom dari halaman 117, Senin (28/12/2015), Gajah Mada diumpamakan seperti sosok Bima.

"Berbadan tegap, kumis melintang, dan rambut ikal berombak," tulis Agus.

Ini Bentuk Lain Wajah Mahapatih Gajah Mada: Kumis Melintang Rambut Ikal

Agus menyitir dari sebuah temuan arca di Trenggalek tertanggal 1357. Tertulis di buku itu patung itu ada di museum Nasional.

"Di bagian kepala ada ikatan rambut dengan membentuk seperti topi. Mengenakan busana pehiasan gelang dan kelat lengan. Bagian atas berupa ular," tulis di buku itu.

Sosok Gajah Mada memang tak pernah terungkap. Wajah dia yang beredar selama ini penafsiran M Yamin yang melihat dari temuan gerabah.

Penyusun : Yohanes Gitoyo, S Pd.
Sumber : 
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Gajah_Mada
  • http://news.detik.com/berita/3106027/wajah-gajah-mada-ternyata-imajiner-sejarawan-ugm-karena-nihil-deskripsi
  • http://news.detik.com/berita/3105635/ini-bentuk-lain-wajah-mahapatih-gajah-mada-kumis-melintang-rambut-ikal
  • http://news.detik.com/berita/3105697/begini-kisah-wajah-mahapatih-gajah-mada-yang-tenar-selama-ini-bukan-wajah-asli
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...