Rabu, 06 Januari 2016

Tahukah Anda : Daerah Demak Pada Jaman Dahulu Adalah Pantai, Gunung Muria & Daerah Sekitarnya Pernah Terpisah dari Pulau Jawa!


Gunung Muria merupakan salah satu gunung di Jawa Tengah,Indonesia. Gunung Muria menjadi salah satu gunung yang paling sering dikunjungi. Terletak di wilayah kabupaten Kudus, Pati dan Jepara,gunung Muria yang berketinggian 1.602 meter dari paras laut, menjadi gunung yang tidak terpisahkan dari sejarah penyebaran agama Islam di tanah Jawa. Di sinilah, Sunan Muria, salah satu Wali Sanga,dimakamkan.

Gunung Muria merupakan gunung yang terletak paling depan di antara gunung-gunung yang ada di Pulau Jawa. Keberadaannya yang meliputi daerah Kabupaten Kudus, Jepara, dan Pati menjadi bagian yang tak terpisahkan dari Pulau Jawa. 


Tapi tahukah kamu jika ternyata Gunung Muria dan daerah sekitarnya dulu pernah terpisah dari Pulau Jawa?

Tidak banyak tentang sejarah gunung Muria.Usia gunung Muria berusia tidak terlalu tua dibandingkan gunung-gunung lainnya.Gunung Muria dulunya merupakan sebuah pulau volcano gunung berapi yang terpisah dari daratan pulau Jawa. Dalam kurun 500 – 1000 tahun terakhir pulau Muria ini kemudian tergabung dengan pulau Jawa akibat sedimentasi dan pergerakan bumi.

Dugaan ini diperkuat catatan HJ De Graaf dan Th G Pigeaud (Kerajaan-kerajaan Islam di Jawa: Peralihan dari Majapahit ke Mataram; Grafiti Pers, 1985) yang mengisahkan jalur perdagangan pada masa lalu yang dilakukan dari Semarang ke Demak terus menuju Rembang dengan melalui selat sempit diantara Jawa Tengah dan pulau Muria.


Di Museum Situs Patiayam di Jekulo Kudus, diketahui fakta jika ternyata daerah sekitar Gunung Muria yang meliputi Kabupaten Kudus, Jepara, dan Pati dengan Pulau Jawa dulu dipisahkan dengan sebuah laut dangkal atau selat. 

Hal itulah yang membuat penemuan benda purbakala di Situs Patiayam Kudus tak hanya berupa bukti kehidupan manusia dan hewan darat, tetapi juga ditemukan bukti kehidupan hewan laut zaman dulu.

Pada situs Patiayam, tak hanya hewan darat seperti harimau, badak, babi, gajah, kerbau, banteng, dan rusa yang ditemukan di sini. Beberapa fosil hewan laut seperti moluska, ikan hiu, penyu, dan buaya juga ditemukan di sini. Ini membuktikan bahwa daerah Patiayam dulu pernah menjadi pemisah antara Muria dan Pulau Jawa. Fosil hewan-hewan tersebut diperkirakan berusia di atas 800.000 tahun.

Pada masa glasial, Gunung Muria beserta pegunungan kecil Patiayam dulunya bergabung dengan daratan utama Pulau Jawa. Perluasan pembekuan es di kutub menyebabkan air laut surut hingga 120 meter dari kondisi permukaan saat itu. 

Pada masa inter glasial, kejadiannya berbalik. Suhu bumi menghangat sehingga menyebabkan terjadinya pencairan es, volume air laut pun meningkat. Gunung Muria terisolir dari dari Pulau Jawa dan terpisahkan oleh laut dangkal yang tak terlalu lebar.

Peta Kerajaan Kalingga, sekitar tahun 674-732 M.

Dahulu, pusat kerajaan Demak terletak di tepi pantai Selat Muria yang memisahkan Pulau Jawa dengan Pulau Muria. Kapal dapat berlayar dengan baik saat melewati selat yang cukup lebar. Oleh karena itu, dalam sejarah, Kerajaan Demak juga disebut dengan Kerajaan Maritim.

Bergabungnya Pulau Muria secara permanen dengan Pulau Jawa baru terjadi pada abad XVII M akibat terjadi pendangkalan dan perkembangan daratan alluvial di sepanjang pantai utara Jawa.

Penyusun : Yohanes Gitoyo, S Pd.
Sumber : 

  • https://www.brilio.net/news/ternyata-daerah-muria-pernah-terpisah-dari-pulau-jawa-150723v.html
  • https://ms.wikipedia.org/wiki/Gunung_Muria
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Kalingga
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...