Selasa, 23 Februari 2016

Mengenal Rajawali 350: Drone Helikopter Canggih Pertama Milik Bakamla RI, Produksi Indonesia.

R-350-UMS-Skeldar

Dalam debat pilpres tahun lalu, Presiden Joko Widodo pernah mengangkat soal penggunaan drone (wahana udara tanpa awak) untuk mengamankan kawasan laut Indonesia. Nah, kini wacana tersebut nampaknya sudah mulai diungkapkan kembali.

Deputi Operasi dan Latihan Badan Keamanan Laut (Bakamla) berencana membeli drone paling cepat tahun depan. Saat ini Bakamla terbentur masalah pendanaan, bahkan saat ini, diakui mereka memakai anggaran lama Bakorkamla sebelum berubah nama.

Salah satu yang menarik menarik perhatian Bakamla adalah drone berbentuk helikopter. Drone tersebut mampu terbang melayang layaknya helikopter biasa dan memakai mesin berbahan bakar listrik sehingga tak mengeluarkan suara bising. Drone ini diperlengkapi kamera untuk memantau kegiatan ilegal kapal-kapal dari atas.

Berita tentang rencana pembelian drone helikopter oleh Bakamla (Badan Keamanan Laut) RI telah terendus sejak awal tahun lalu, dan di ajang Singapore Air Show 2016, angin segar tentang datangnya drone helikopter tersebut kian berembus kencang, pasalnya Bakamla dikabarkan bakal membeli tiga unit drone Rajawali 350 besutan PT Bhineka Dwi Persada (BDP), perusahaan swasta nasional yang juga memasok drone Rajawali 330 untuk TNI AD.

Video : "Test Flight of the R-350 - VTOL Remotely Piloted Air System with DeckFinder System."

Drone helikopter pesanan Bakamla ini jelas beda dengan drone heli yang kerap ditampilkan dalam wujud quad copter. Rajawali 350 bentuknya lumayan besar untuk ukuran drone dan desainnya mengusung rancangan helikopter konvensional, ini wajar mengingat Rajawali 350 nantinya akan dioperasikan di wilayah lautan yang harus menghadapi terpaan angin kencang.

Dirunut dari silsilahnya, Rajawali 350 dibangun dari platform drone R-350 buatan UMS Skeldar, manufaktur drone asal Swiss yang sahamnya mayoritas dikuasai Saab, Swedia. Ditangan PT BDP, drone ini ‘dijahit dan dikemas’ sesuai kustomisasi dari pemesan. 


Spesifikasi Rajawali 350 :

  • Rotor diameter: 3,5 meter
  • Airframe lenght: 3,10 meter
  • Height: 1,3 meter
  • Width: 1,1 meter
  • Empty weight: 75kg
  • MTOW: 150 kg / Expandable to 175 kg
  • Rotary system: 3 blades
  • Endurance: 4+ hours
  • Payload capacity: 25-30 kg
  • Mission radius: 120 km
  • Service ceiling: 4.500 meter
  • Cruise speed: 70 km/h
  • Max airspeed: 145 km/h
  • Fuel: F34, F44, F54, Jet A1, JP6, Jp8
  • Turbine: 25 kW
  • Temperature Range: -30° C- +40° C

UAV Rajawali-350 rotor-wing dibangun berdasarkan UMS SKELDAR vertical take-off and landing (VTOL) remotely piloted aircraft system yang dikenal sebagai R-350. Sistem ini dipasarkan di bawah kemitraan antara PT DBP dan UMS SKELDAR yang ditandatangani pada Desember 2015.

Dalam penjelasannya ke Indomiliter.com di Singapore Air Show 2016, (17/2/2016), Christeven Bong, Executine Engineer PT BDP menyebutkan, “Rajawali 350 sangat pas untuk mendukung tugas intai maritim dan dapat mendukung peran SAR.” Bicara tentang SAR, Rajawali bisa dilengkapi air droppable SAR pods.

“Rajawali-350 yang akan dipilih, kita akan bekerja sama dengan UMS SKELDAR untuk memproduksi UAV di bawah lisensi mereka yang dibangun di tempat kami di Cipinang, Jakarta”, ujar Christeven Bong, seorang insinyur eksekutif di PT DBP. BAKAMLA telah menunjukkan kebutuhan untuk tiga UAV rotor-wing untuk meningkatkan kemampuan pengawasan dan pencarian dan penyelamatan maritim.

Sementara untuk misi yang terkait intai mengintai, drone helikopter dengan bobot 150 kg ini bisa dipasangi radar GMTI (ground moving target indicator), teknologi yang juga dipasang pada radar intai Saab terbaru GlobalEye. Dengan GMTI, Rajawali 350 sanggup men-track pergerakan kapal-kapal kecil yang bermanuver tinggi di permukaan.


Daya Angkut.

R-350-UMS-Skeldar

Dengan kapasitas payload 25 – 30 kg, dengan daya tahan terbang 4 jam. Platform ini didukung pembangkit listrik tunggal turboshaft dan memiliki kecepatan maksimum 145km/jam. “UAV dapat dilengkapi dengan air-droppable SAR pods, electro-optical and infra-red cameras untuk SAR and misi pengintaian maritim”, kata Bong. 

Pilihan perangkat canggih lain yang bisa dipasang ada Lidar (Light Detection and Ranging), multi/hyper spectral camera, dan SIGINT/ELENT system dan communication relay system. Sementara bermacam sensor gimbal yang bisa dicangkok termasuk EO (electro optic)/IR (infra red) sensor dan mapping camera.


Dapur Pacu.

Karena bakalan di setting untuk lepas landas dan mendarat dari deck kapal Bakamla, urusan dapur pacu menjadi perhatian serius, yang jelas tenaganya harus mumpuni untuk ‘melawan’ kencangnya angin laut. Rajawali 350 mengadopsi mesin turbin 25 Kw. Radius operasinya mencapai 120 Km dengan ketinggian terbang maksimum 4.500 meter. Soal kecepeatan, Rajawali laut ini mampu ngebut hingga 145 Km per jam dengan durasi (endurance) di udara selama 4 jam.

Drone yang sudah menyandang standar militer ini dapat mendarat secara otomatis, bahkan dalam kondisi darurat, Rajawali 350 dapat landing dengan bantuan parasut. Terkait operasional di lautan, mungkin yang harus diwaspadai adalah suhu (temperature) yang kadang bila terlalu panas dapat mengganggu sistem elektronik. Dalam spesifikanya, Rajawali 350 sanggup terbang aman di suhu -30 sampai 40 derajat celcius.


Varian Skeldar V-150 Drone Helikopter Pemburu Teroris Dari Swedia.

Video : "TERRORIST HUNTER Swedish military SKELDAR UAV Helicopter"

Jika TNI memiliki dana, drone Helikopter Skeldar V-150 produksi SAAB Swedia ini sangat cocok untuk operasi militer mobile memburu teroris Santoso, anggota gerakan OPM, atau gerakan separatis lain yang mengganggu kedaulatan RI.

Penyusun Yohanes Gitoyo, S Pd.
Sumber : 
  • http://jakartagreater.com/bakamla-incar-uav-rajawali-350/
  • http://www.indomiliter.com/rajawali-350-rahasia-dibalik-kecanggihan-drone-helikopter-bakamla-ri/
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...