Sabtu, 27 Februari 2016

Tank Leopard II Revolution TNI AD Datang April 2016.


Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan, prioritas pengadaan alat utama sistem persenjataan tahun ini diutamakan untuk melengkapi peralatan yang sudah dibeli. Ke depan, pengadaan alutsista harus dilakukan secara lengkap.

Hal ini disampaikan seusai mendengarkan masukan Komisi I DPR, Kamis (25/2/2016), di Jakarta. Dalam rapat dengar pendapat itu, Komisi I melaporkan hasil pantauan 13 anggota ke Pasuruan, Jawa Timur. Dalam kunjungan kerja itu, Komisi I mendapati tank tempur utama atau main battle tank (MBT) Leopard yang dibeli pada 2012 tak dilengkapi alat komunikasi, alat bidik otomatis, dan perlengkapan pemeliharaan (toolkit). Selain itu, prasarana latihan untuk Leopard tak tersedia sehingga latihan menembak diarahkan ke laut.

“Ke depan, tidak boleh begini lagi. Kalau yang Leopard kurang ini itu, kami penuhi dulu. Kalau Leopard saja belum terpenuhi (perlengkapannya), masak kami beli yang lain,” kata Ryamizard.

Tank Leopard 2A4 TNI AD.

Tank Leopard II Revolution

Pada 2012, Indonesia membeli 163 tank yang terdiri dari 103 MBT, 50 tank medium, dan 10 tank pendukung. Ke-103 MBT ini terdiri dari 61 MBT Leopard Revolution dan 42 MBT Leopard 2A4. Adapun 50 tank medium adalah Marder 1A3. Pembelian tank ini bernilai 280 juta dollar AS (sekitar Rp 2,6 triliun) dari APBN 2012.

Direncanakan, 61 Leopard jenis Revolution akan tiba tahun ini. Dari jumlah ini, sebanyak 10 unit dikirim April, sedangkan sisanya pada November 2016. Tank-tank ini adalah bagian terakhir dari pemesanan tahun 2012.

Menurut Ryamizard, pengadaan perlengkapan untuk tank- tank Leopard ini akan diutamakan dengan produksi dalam negeri. Sebab, dengan demikian, pengadaan bisa dilakukan lebih cepat. Namun, apabila tidak memungkinkan, pembelian perlengkapan dari luar negeri pun akan dilakukan, tetapi tentu hal ini akan memerlukan waktu. Karena itu, dia tidak bisa memastikan pengadaan perlengkapan tank- tank Leopard akan rampung tahun 2016.

Sebelumnya, Ryamizard pernah menyampaikan bahwa tank-tank Leopard tidak akan digunakan sampai kelengkapan operasional terpenuhi. Dia juga mengakui bahwa ada kekurangan seperti pada alat komunikasi dan alat pemeliharaan. Ketiadaan alat komunikasi ini bisa memengaruhi operasional Leopard.

Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Mulyono direncanakan bulan depan berangkat ke Jerman untuk melihat alat komunikasi dan memantau uji senjata untuk Leopard. Apabila peralatan yang dipamerkan baik kualitasnya, TNI AD berharap bisa membeli perlengkapan tersebut.


Kecanggihan Tank Leopard II Revolution.


“Leopard II Revolution Indonesia memang teknologinya di atas tipe 2A4 tapi tidak bisa di-upgrade lagi. Yang tipe 2A4 masih bisa di-upgrade,” kata Komandan Batalion Kavaleri 8/2 Tank Mayor Kavaleri Valian Wicaksono di kantornya, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (20/11/2014).

Struktur cangkang luar tank ini menyerupai tank-tank siluman. “Nantinya akan ada 41 unit Leopard II Revolution Indonesia,” ujar Mayor Valian.

Kelebihan tank ini ada pada sistem kanonnya yang mampu mendeteksi musuh dan kawan secara otomatis. Kemudian moncong kanon kaliber 120 mm dapat mengunci musuh bahkan mengikuti suhu panas kendaraan tempur musuh.

“Identifikasi friend or foe itu semacam radar, jadi sudah terintegrasi bisa membaca kedudukan kawan dan musuh. Ada night visionnya juga heat lock,”.


Kelebihan teknologi ini membuat tank Leopard II RI memiliki kecepatan bidik melebihi tank-tank lainnya. Prajurit di dalam kubah kanon hanya tinggal mengarahkan binokular ke arah kendaraan tempur musuh dan kanon pun mengikutinya. Akan tetapi, tank Leopard II RI baru digunakan pada tahun depan karena masih dalam proses pengerjaan.

Aksi Tank Leopard Singapura
Video : "Drifting Leopard 2SG"

Mayor Valian menyatakan kemampuan tempur tank Leopard canggih itu di atas kemampuan tank Leopard Singapura. “Untuk saat ini, kemampuan Leopard II RI di atas tank Leopard yang digunakan Singapura,”.

Spesifikasi lainnya dari tank Leopard II RI tidak disebutkan oleh Valian. Pada dasarnya, kemampuan tank 62 ton canggih itu tak akan jauh berbeda dengan tank Leopard tipe 2A4 seperti mampu menembakan kaliber 120 mm hingga 125 mm dengan jarak efektif 4 Km.

“Ditunjang sistem keseimbangan pada turret sehingga menembak sasaran bisa sambil bergerak, dilengkapi automatic firing control system dan balistic computer untuk meningkatkan kecepatan dan akurasi tembakan,”.

Tank Leopard memiliki 4 awak yang terdiri dari komandan kendaraan yaitu seorang perwira, pengemudi, gunner dan loader. Setiap awak mendapatkan pelatihan untuk 4 posisi tersebut sehingga jika kehilangan satu posisi, Leopard tidak ‘pincang’.

“Kapasitas 47.000 cc, RPM 2.600/min dengan tenaga kuda 1.497 hp. Mengarung (berjalan di bawah air) tanpa persiapan hingga kedalaman 1,2 meter, dengan snorkel bisa mencapai kedalaman 4 meter,”.

Kecepatan maksimum Leopard mencapai 68 Km/jam untuk maju, jika mundur maka bisa mencapai 31 Km/jam. Dengan kapasitas BBM sebanyak 1.160 liter, Leopard bisa mengarungi daratan ratusan kilometer jauhnya.

“Kecepatan berputar kubahnya 360 derajat itu 9 detik, dengan persenjataan Rheinmetall 120 mm smoothbore gun L/44 dan 2 senjata mesin GPMG. Kekuatan seluruhnya di Yonkav 8/2 Tank, ada 41 unit Leopard, 19 tank support seperti komando, jembatan, recovery, engineer vehicle dan logistik,”.

Video : "Rheinmetall Defence - Leopard 2 MBT Revolution"

Dengan keberadaan Leopard ini, bagi Valian, Indonesia mendapatkan 3 keuntungan. Keuntungan itu berupa keuntungan politis untuk keseimbangan kekuatan, keuntungan untuk mewujudkan efek penggentar dan meningkatkan posisi tawar serta wibawa bangsa Indonesia di dunia internasional.

“Di blok NATO ada 4 varian yang desainnya hampir mirip yakni Leopard II, Abrams, Challenger dan Leclerc. 4 Varian ini hanya bisa diimbangi oleh tanknya Israel Merkava, tapi nggak mungkin menghadapi NATO kayaknya,”

”Kalau Rusia, dia memang menang kemampuan bajanya yang sampai saat ini baja Rusia masih yang paling baik. Tapi Leopard menggunakan explosive reactive armor dengan ceramic add on plate dan composive protection sehingga mampu menahan hingga kaliber 40 mm,” tutup Mayor Valian. 

Sumber :
jakartagreater.com, 26 Pebruari 2016.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...