Selasa, 20 Oktober 2015

Kalau Tahun 1965 PKI Menang berhasil memberontak) , Hal Inilah Yang (munkin) Terjadi di Indonesia .....


Tragedi penculikan enam jenderal dan satu perwira TNI AD tanggal 1 Oktober 1965 berujung pahit bagi Partai Komunis Indonesia (PKI). Tak butuh waktu lama hingga akhirnya PKI dibubarkan. Di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali, ratusan ribu anggota dan simpatisan PKI tewas dibunuh.

PKI kalah dalam kudeta gagal tersebut. Angkatan Darat dan Ormas antikomunis langsung menyerang balik dan menghancurkan PKI hingga nyaris tak tersisa.

Banyak pertanyaan, seandainya saat itu gerakan G30S berhasil dan PKI yang menang kira-kira apa yang terjadi?



Sejarawan Anhar Gonggong menilai PKI juga akan melakukan pembantaian serupa. Menurut Anhar jika melihat sejarah, perebutan kekuasaan yang dilakukan komunis pasti memakan pertumpahan darah yang sangat besar.

"Lihat di Rusia dan Uni Soviet, mungkin satu setengah juta orang terbunuh. Di Kamboja pun Khmer Merah membunuh jutaan penduduk yang tak sama dengan mereka," kata Anhar Gonggong dalam diskusi Jelajah Sejarah di Lubang Buaya, Minggu (18/10).

Walau PKI sempat menegaskan akan berjuang lewat parlemen dan tidak akan melakukan kekerasan, Anhar tak yakin dengan semua itu. Menurutnya pembantaian pasti akan terjadi. Kebetulan yang menang tahun 1965 adalah Soeharto, sehingga PKI yang dibantai. Sebuah sejarah kelam yang pernah terjadi di negeri ini.

"Kenyataannya pasti seperti itu. Tinggal siapa yang saat itu (tahun 1965) menang saja," katanya.

Pembersihan anggota PKI di Jawa Tengah dan Jawa Timur dilakukan oleh TNI dibantu ormas dan warga antikomunis. Resimen Para Komando Angkatan Darat yang dipimpin Kolonel Sarwo Edhie Wibowo melatih para pemuda yang mau melawan komunis.

Sejarah mencatat, banyak yang ikut dibunuh bukanlah anggota PKI, tetapi hanya ikut-ikutan saja. Orang yang dicap Soekarnois juga banyak menjadi korban. 

Banyak versi soal jumlah korban usai geger 1965. AS memperkirakan 500.000 sampai 1 juta orang tewas, sementara Kolonel Sarwo Edhie menyebut tiga juta orang tewas dalam tragedi itu.


Mungkin kah PKI bisa kembali bangkit lagi di Indonesia?


"Kalau PKI bangkit lagi itu terbilang tak mungkin. Bisa dikatakan itu susah. Karena secara internasional riwayat PKI itu sudah lama sekali. Sudah ambruk. Namun itu bisa terjadi jika ada dendam di masa lalu. Meski kemungkinannya sedikit sekali," kata pengamat politik serta Dosen PascaSarjana Universitas Nasional, Alfan Alfian saat dihubungi, Jumat (2/10).

Alfan menjelaskan, bahwa tak boleh ada lagi terjadi semacam gerakan yang dimotivasi dendam masa lalu seperti dendam seseorang karena orangtua yang terbunuh di masa PKI yang kemudian membawa dirinya menjadi suatu komunisme.

"Untuk hal itu, diperlukan kewaspadaan mengenai adanya oknum yang seperti ini. Oknum yang membangkitkan dendam masa lalu itu yang harus kita cermati. Tapi menurut saya itu tak terjadi di sekarang ini. Karena kira harus berpikir jauh ke depan, sehingga dendam masa lalu itu tidak muncul lagi," paparnya.

Dirinya menjelaskan, sekarang ini yang terpenting bahwa demokrasi sudah terjadi di Indonesia. Sehingga tidak ada lagi diskriminasi terhadap hak manusia seperti Orde Baru terkait sistem politik, ekonomi, hukum dan sebagainya. 

"Sekarang itu kan semuanya sama. Sudah demokratis. Tak ada perbedaan pula antara keturunan PKI atau tidak. Semua sudah memiliki hak yang sama," ucapnya.

Lanjut Alfan, yang harus diperhatikan saat ini sudah bukan lagi bagaimana masa PKI, masa Orde Baru dengan segala dendam yang menyelimutinya. Namun sepakat berkonsentrasi untuk perkembangan dan kemajuan Indonesia kepada masa depan yang lebih baik.

"Saya kira kita harus sepakat bahwa semua melihat ke depan, bukan lagi ke belakang. Semua melihat masa depan, bukan lagi masa lalu. Sehingga bisa dipastikan tak ada lagi zaman-zaman seperti PKI," tutupnya.


Reporter : Ramadhian Fadillah 
Sumber : merdeka.com, Selasa, 20 Oktober 2015 08:20 WIB.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...