Rabu, 20 Maret 2013

Manusia "Benar-benar Sekerabat" dengan Simpanse


Peneliti mengungkap bahwa kemampuan bekerja kelompok tidak hanya dimiliki manusia. Justru manusia mendapatkan kemampuan ini dari simpanse. Ini mempertegas bahwa manusia memang berkembang dari evolusi primata.

Tim dari Warwick Business School di Inggris dan Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology di Leipzig, Jerman, adalah yang mengungkap fakta tersebut lewat penelitian. Mereka memublikasikan hasil risetnya di jurnal Biology Letters.

Quadruped to Bipedal

"Kami ingin menemukan dari mana manusia mendapatkan kemampuan untuk bekerja kelompok dan apakah itu hanya kita yang memiliki," kata Alicia Melis, asisten profesor bidang ilmu perilaku di Warwick Business School. 

"Banyak hewan bekerja sama untuk mencapai tujuan seperti mempertahankan wilayah atau berburu. Namun, level kesengajaan berkoordinasi tak jelas dan keberhasilan bisa terjadi karena kerja individu yang secara tak sengaja bersamaan," katanya seperti dikutip Physorg, Selasa (19/3/2013).

Melis mengungkap asal usul kemampuan kerja kelompok itu lewat pengamatan pada 12 simpanse di Sweetwaters Chimpanzee Sanctuary di Kenya. Ia melakukan percobaan saat dua simpanse harus bekerja sama mendapatkan makanan berupa anggur.

Dalam eksperimen, dua simpanse ditempatkan menghadap kotak berisi anggur. Salah satu simpanse diberi alat. Simpanse itu harus memberikan alat yang tepat pada yang lain. Keduanya harus bekerja sama mengeluarkan anggur dari kotak itu.

Riset menunjukkan, 10 dari 12 simpanse mampu memutuskan bahwa dirinya harus memberikan alat yang tepat pada individu lain. Sementara 73 persen dari total percobaan menunjukkan bahwa simpanse bisa memilih alat yang tepat. 


Berdasarkan riset, Melis mengungkapkan, kerja kelompok merupakan kemampuan yang dimiliki simpanse dan manusia. Kemampuan itu awalnya berevolusi muncul pada simpanse kemudian berkembang lebih maju pada spesies manusia.

"Riset menunjukkan bahwa simpanse bisa bekerja secara strategis bersama seperti manusia, mengerjakan sesuatu, dan mengetahui bahwa mereka tidak hanya perlu bekerja bersama, tetapi juga mengetahui peran sehingga bisa sukses," urai Melis.

Penulis : Yunanto Wiji Utomo 
Editor : Yunan
Sumber : Physorg, dikutip dari http://sains.kompas.com/, Selasa, 19 Maret 2013, 16:58 WIB