Rabu, 13 Maret 2013

Obat dan Terapi Penumbuh Rambut

http://penumbuhrambut.org/wp-content/uploads/2011/02/rambut-rontok.jpg

Alopecia (Kebotakan)Kebotakan, juga dikenal sebagai alopecia, dapat terjadi pada pria dan wanita. Ada tiga jenis alopecia yang dikenal sebagai alpoecia aerata, androgenic alopecia dan telogen effluvium. Andogenic alopecia, juga dikenal sebagai pola kebotakan lelaki, adalah bentuk yang paling umum. Akan tetapi walau namanya adalah "botak lelaki" akan tetapi jenis kebotakan ini dapat juga terjadi pada wanita.

Kebotakan sering berkaitan dengan usia, tetapi penyakit, obat-obatan dan stres juga dapat menyebabkan rambut rontok. Kebotakan secara medis tidak berbahaya, akan tetapi memang dapat berdampak negatif untuk kepercayaan diri seseorang.

Jika Anda terkena masalah kebotakan, atau ingin menghindari masalah kebotakan di masa depan, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan, berikut di antaranya :

Obat Herbal Penumbuh Rambut

Salah satu cara yang mudah untuk dilakukan dan juga murah serta tidak menyakitkan adalah dengan memakai obat penumbuh rambut herbal. Cara ini selain praktis, juga relatif rendah resikonya.

Produk herbal yang ada di pasaran terdiri atas berbagai macam komposisi, mulai dari ginseng, minyak katel (serangga sejenis laba-laba) hingga berbagai bahan kimia sintetis lainnya. Akan tetapi, produk berbasis bahan herbal (alami) secara umum akan lebih aman bagi kulit kepala dan kesehatan badan secara umum.


Bedah Transplantasi Rambut

Selama bedah transplantasi rambut, seorang ahli bedah mengambil sebagian kecil kulit yang berisi rambut dari kepala dan menanamkannya pada daerah yang gundul. Jenis pengobatan ini dapat membantu untuk mengobati kebotakan dengan pola laki-laki (gundul di tengah).

Beberapa sesi pengobatan mungkin diperlukan untuk membuat perbedaan yang dapat dilihat. Akan tetapi pengobatan ini cenderung mahal dan menyakitkan dan dapat memakan waktu hingga delapan bulan supaya rambut baru dapat tumbuh, menurut Mayo Clinic.


Operasi Perluasan Area Tumbuh Rambut

Cara kerja operasi ini adalah dengan menghilangkan kulit kepala yang sudah botak, dan memperlebar area kulit kepala yang masih subur ditumbuhi rambut. Operasi ini biasanya dikombinasikan dengan transplantasi rambut.

Menurut International Society of Hair Replacement Surgery, cara ini sangat efektif. Akan tetapi ada resiko rasa perih, pening dan kebas (kebal) di area kulit kepala yang menjadi target operasi ini.


Finasteride

Finasteride adalah obat telan yang diindikasikan untuk pengobatan pola kebotakan laki-laki (botak di tengah). Obat ini bekerja dengan cara menghentikan konversi testosteron menjadi dihidrotestosteron, hormon yang menyebabkan rambut rontok karena menyusutnya folikel rambut.

Finasteride diminum setiap hari dan perlu dikonsumsi untuk beberapa bulan dapat supaya terlihat hasilnya. Akan tetapi menurut MayoClinic, cara ini dapat memberi efek samping menurunnya gairah seksual, walaupun efek ini jarang terlihat.


Minoxidil

Minoxidil, juga dikenal sebagai Rogaine, adalah obat topikal yang digosok pada kulit kepala dua kali sehari. Obat ini biasa tersedia di apotek dan digunakan untuk mengobati kebotakan pola laki-laki dan alopecia areata.

Menurut Mayo Clinic, perlu beberapa bulan untuk pertumbuhan rambut yang baru terjadi. Setelah perawatan minoxidil dihentikan, pertumbuhan rambut baru juga akan berhenti. Efek sampingnya belum diketahui.


Steroid

Menurut NHS Choices (U.K. National Health Service), suntikan steroid ke kulit kepala dapat membantu mengobati sedikti kebotakan. Steroid mencegah sistem kekebalan tubuh dari menyerang folikel rambut, yang dengan demikian akan mencegah rambut rontok. Steroid juga dapat merangsang pertumbuhan rambut baru sekitar empat minggu setelah memulai perawatan. Pemberian steroid secara topikal (oles) dan obat steroid telan dapat dibeli dilakukan dengan mudah, akan tetapi efek jangka panjang pengobatan ini sebagian besarnya belum diketahui.

Rujukan Ilmiah
  1. Mayo Clinic, mayoclinic.com/health/hair-loss/DS00278/
  2. National Health Services, nhs.uk/conditions/Hair-loss/

Penulis :  Haryo Amanah
Sumber : http://erabaru.net/, Kamis, 07 Juni 2012 12:59