Sabtu, 16 November 2013

Google: Dalam 6 bulan Pemerintah AS Kirim Hampir 11.000 Permintaan Data Pengguna

Salah seorang pendiri Google Sergey Brin pakai kacamata pintar
Salah seorang pendiri Google Sergey Brin pakai kacamata pintar
(Reuters/Carlo Allegri/Files)

Raksasa Internet dunia, Google, merasa dilematis atas permintaan data informasi penggunanya oleh pemerintah AS. Selama kurun tiga tahun belakangan ini, permintaan data informasi makin meningkat. 

Menurut data Google, yang dikutip Cnet, Jumat 15 November 2013, selama Januari hingga Juni tahun ini, pemerintah AS telah mengirimkan hampir 11 ribu permintaan informasi data pengguna kepada Google.
Angka permintaan itu sekitar 42 persen dari total permintaan informasi pengguna global. Target yang paling banyak justru berada di AS.
Laporan juga mengungakapkan permintaan informasi pengguna itu meningkat dua kali dalam kurun tiga setengah tahun sejak laporan transparansi Google dirilis. 
Kemungkinan jumlah permintaan data pengguna lebih banyak, mengingat Google dilarang untuk membeberkan semuanya.

"Dan jumlah tersebut hanya yang boleh diizinkan untuk dipublikasi," ungkap Google. Dalam keterangannya di blog perusahaan, Direktur Hukum Google, Richard Salgado mengakui memang ada informasi tertentu yang memang tak boleh dipublikasikan. Informasi itu menyangkut keamanan nasional.

"Kami percaya, ini adalah hak Anda untuk mengetahui jenis dan berapa banyak permintaan data masing-masing pemerintah," jelas Salgado. "Namun secara khusus Departemen Kehakiman AS berpendapat kita tak dapat berbagi informasi mengenai yang terkait UU pengawasan intelijen asing (FISA (Foreign Intelligence Surveillance Act). Tapi Anda berhak tahu," tambah dia.

Dalam laporannya, Google memposting empat slide yang menggambarkan permintaan data informasi pengguna secara global. Terdapat satu slide, yang berkaitan dengan informasi FISA, disensor.

Dari permintaan data hampir 11 ribu untuk semester pertama 2013, 68 persen diantaranya merupakan permintaan terkait panggilan tertulis untuk menghadap sidang pengadilan (subpoena) dan 22 persen merupakan surat perintah.

Dalam laporan trasnparansi perusahan pertaman pada 2009 silam, sepanjang Juli sampai Desember 2009, jumlah permintaan informasi pengguna AS mencapai 3580 dari total permintaan global 12539 informasi pengguna.

Sedangkan pada 2012, permintaan data informasi pengguna makin naik. Tercatat untuk AS permintaan mencapai 7969 dari total 20938 permintaan global.

Penulis : Renne R.A Kawilarang, Amal Nur Ngazis
Sumber : http://teknologi.news.viva.co.id/, Jum'at, 15 November 2013, 16:40