Kamis, 20 November 2014

Awas, Minuman Energi Berbahaya bagi Anak !


Jauhkan Anak dari Minuman Penambah Energi, Bahaya!.
Saat ini banyak sekali minuman penambah energi yang hadir di tengah masyarakat, dengan iklan yang menggoda dan klaim bahwa minuman tersebut dapat membantu menambah tenaga jadi berlipat ganda. Kandungan kafein dalam jenis minuman tersebut biasanya tinggi, sebab kafein lah yang membuat Anda jadi seperti lebih bersemangat dan bertenaga.

Karenanya, minuman berenergi tak disarankan diminum oleh anak-anak, apalagi usia balita. Hanya orang dewasa saja yang boleh meminumnya, itu pun dengan dosis yang aman, serta tidak setiap hari. Anak-anak yang meminum minuman berenergi, kesehatannya bisa menurun. Hal tersebut dilansir oleh laman Dailymail.

Dari pengamatan yang dilakukan, selama 3 tahun belakangan di Inggris ada lebih dari 2000 anak usia di bawah 6 tahun yang masuk rumah sakit dengan keluhan terkait efek minuman berenergi yang mereka konsumsi.

“Tingginya kandungan kafein di dalam minuman jenis ini mampu menimbulkan masalah jantung yang serius seperti detak jantung abnormal dan masalah neurologis,” kata Professor Steven Lipshultz.

Pria yang bekerja sebagai dokter anak di Childrens Hospital of Michigan di Detroit itu menyatakan bahwa minuman ringan yang diklaim pembangkit energi tersebut bisa jadi racun bagi anak-anak.

“Minuman berenergi bisa menjadi racun bagi anak usia di bawah 12 tahun yang mengonsumsinya.”

Ini karena berat badan anak-anak belum mencukupi untuk komposisi kafein yang terdapat di sebotol minuman tersebut. Per 2,5 mg kafein idealnya digunakan untuk 1 kilogram berat badan. Padahal dalam 1 kaleng minuman berenergi umumnya memiliki kadar 160 mg kafein. Jadi minimal berat badan peminum satu kaleng adalah sekitar 64 kg.

Jika kafein berlebihan kadarrnya dalam minuman penambah energi yang diminum anak-anak, maka itu dapat memicu sakit jantung, dan menurunkan kemampuan pencernaan anak-anak.

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan, ribuan anak menghadapi ancaman kesehatan serius dan berpotensi kematian akibat mengonsumsi minuman berenergi. Lebih dari 5.000 kasus orang jatuh sakit akibat minuman energi yang telah dilaporkan di Amerika Serikat antara 2010 dan 2013, dan hampir setengah dari kasus tersebut merupakan anak-anak. Demikian hasil studi yang dipresentasikan pada pertemuan Asosiasi Jantung Amerika, Senin (17/11/14).

Efek samping serius minuman ini, antara lain, kejang, irama jantung yang tidak teratur, serta tekanan darah yang sangat tinggi. Efek samping itu biasanya ditemukan pada anak berusia kurang dari 6 tahun yang mengonsumsi minuman itu tanpa menyadarinya.

"Mereka tidak pergi ke toko dan membelinya. Mereka menemukannya di dalam lemari es, atau ditinggalkan oleh orangtuanya di meja," kata rekan penulis studi, Dr Steven Lipshultz, Kepala Dokter Anak di Rumah Sakit Anak Michigan.


Minuman berbahaya?

Minuman energi biasanya mengandung kadar gula yang tinggi dan kafein sedikitnya sama dengan yang terdapat pada secangkir kopi. 


Namun, efek peningkatan energi yang cepat dari minuman ini berasal dari campuran bahan-bahan lainnya, mulai dari taurin dan l-carnitine, asam amino, sampai ginseng. 

Meskipun demikian, penelitian mengungkap bahwa "bahan campuran khusus" itu meningkatkan konsentrasi tak lebih baik dari secangkir kopi. Malah, minuman energi dapat memiliki efek samping yang buruk. 

Pada tahun 2007, Lipshultz mulai menyadari bahwa anak-anak dan orang dewasa yang mengonsumsi minuman energi masuk  ke ruang gawat darurat karena sakit. Ia mulai bertanya-tanya apakah masalah tersebut akan menjadi tren baru. Ia dan timnya mulai melacak data dari Pusat Kontrol Racun di seluruh dunia.


Pada tahun 2011, ia melaporkan bahwa kasus penyakit yang berhubungan dengan konsumsi minuman energi melejit dengan efek samping seperti gangguan jantung, kerusakan hati, kejang, dan bahkan kematian. Dalam sebuah studi terpisah, Pemerintah AS menemukan bahwa kunjungan ruang gawat darurat yang berhubungan dengan konsumsi minuman energi tumbuh pesat antara 2005 dan 2011. Demikian kata Lipshultz.

Minuman energi yang mengandung zat tambahan tertentu, seperti asam amino dan ekstrak tanaman, cenderung menyebabkan masalah yang lebih parah daripada minuman berbentuk serbuk yang kandungan utamanya kafein. 

Ekstrak mungkin mengandung kafein tambahan yang tidak dihitung pada label minuman itu. "Selain itu, ekstrak mungkin mengandung senyawa yang belum diteliti dengan baik dan dapat menyebabkan efek tambahan yang tidak diketahui, terutama bila dikonsumsi dengan  mengombinasikan dengan zat tambahan lainnya dan kafein," kata Lipshultz.


Pelabelan 

Banyak orang tidak menyadari potensi efek samping yang serius dari minuman energi. Akibatnya, orangtua dan saudara menempatkan minuman dengan akses yang mudah sehingga tidak menyadari bahwa mereka meninggalkan risiko tersebut pada anak-anak.

Karenanya, ia menyarankan agar minuman ini memiliki label khusus seperti yang tercantum dalam kemasan rokok dan alkohol. 



Selain itu, anak-anak dan orang dewasa dengan faktor-faktor risiko, seperti gangguan kejang, aritmia, atau kecenderungan terhadap tekanan darah tinggi, disarankan untuk tidak mengonsumsi minuman energi. Demikian kata Lipshultz. 

Penyusun : Yohanes Gitoyo, S Pd.
Sumber :

  1. http://www.iberita.com/55832/jauhkan-anak-dari-minuman-penambah-energi-bahaya
  2. www.livescience.com, dikutip dari : http://health.kompas.com/, Rabu, 19 November 2014, 07:05 WIB.