Sabtu, 15 Oktober 2016

Payudara Ternyata Tidak Steril, Keragaman Mikrobanya Menentukan Potensi Kanker.


Selama berabad-abad, manusia berpikir bahwa payudara adalah organ yang steril. Namun, dua riset yang dipublikasikan pada tahun 2014 dan 2016 mengubah pandangan itu.

Seperti mulut dan saluran pencernaan, payudara juga kaya mikroba. Keragaman mikroba akan menentukan potensi seseorang terserang payudara. 

Gregor Reid dari Lawson Health Research Institute di Kanada dan rekannya melakukan studi keragaman mikroba pada jaringan payudara 13 perempuan dengan tumor jinak, 45 perempuan dengan kanker ganas, 23 serta bebas kanker.

Diberitakan Science Alert, Senin (10/10/2016), keragaman bakteri pada payudara dengan dan tanpa kanker ternyata berbeda.

Payudara perempuan dengan kanker punya populasi bakteri golongan Enterobacteriaceae, Staphylococcus, dan Baccilus yang tinggi.

Studi menunjukkan, bakteri golongan itu mampu merusak dua untai materi genetik DNA pada sel HeLa. Kerusakan DNA tersebut memicu kanker payudara.

Sementara itu, payudara perempuan yang bebas kanker memiliki populasi bakteri golongan Streptococcus dan Lactococcus yang lebih besar.

Bakteri itu menghasilkan senyawa yang berguna mencegah perkembangan kanker. Salah satu jenis bakteri yang hidup pada payudara sehat adalah Streptococcus thermophilus yang menghasilkan senyawa pencegah kerusakan DNA.


"Riset ini menunjukkan, mikroba pada payudara walaupun dalam jumlah sedikit berpengaruh pada potensi kanker, mengurangi dalam satu kasus dan meningkatkan dalam kasus lain," jelas Reid.

Penelitian yang dilakukan kali ini masih menggunakan ukuran obyek riset kecil. Ilmuwan akan meneliti lagi dengan ukuran obyek riset lebih besar sehingga kaitan antara keragaman mikroba dan kanker payudara bisa dipastikan.

Jika nantinya terbukti ada mikroba tertentu yang meningkatkan potensi kanker, terapi dengan probobiotik bisa dilakukan sehingga populasi bakteri merugikan bisa dikendalikan.

Studi Reid dan rekannya memakai pendekatan baru dalam memahami dan mengobati penyakit, yaitu keragaman mikrobioma dalam tubuh manusia.

Dalam pendekatan itu, tiap mikroba yang hidup dalam tubuh manusia punya fungsi sendiri-sendiri. Keseimbangan mikroba tubuh bakal berperan mengurangi risiko penyakit.



Mastitis, Kendala Para Ibu Menyusui
   
Salah satu penyakit yang bisa mengganggu proses pemberian nutrisi kepada bayi adalah mastitis. Penyakit ini sendiri adalah kondisi jaringan payudara yang mengalami peradangan.

Mastitis biasanya menyerang ibu menyusui pada trimester awal tapi bisa juga terjadi saat proses menyusui sudah berjalan lama. Mastitis bisa membuat ibu mengalami kesulitan memberikan ASI karena kondisi payudara yang terasa sakit.


Seperti Apa Tanda-tandanya?
Mastitis pada saat masa menyusui biasa menyerang hanya satu payudara. Gejala penyakit ini sendiri bisa muncul dengan tiba-tiba. Berikut gejala-gejala mastitis yang harus diwaspadai:
  • Payudara memar kemerahan.
  • Sering terasa gatal di payudara.
  • Payudara terasa perih saat menyusui.
  • Terdapat benjolan di payudara yang terasa menyakitkan.
  • Ukuran salah satu payudara lebih besar karena pembengkakan
  • Payudara mudah merasa nyeri.
  • Puting bernanah.
  • Sering merasa lelah.
  • Terdapat pembesaran kelenjar getah bening di ketiak.
Selain itu, Anda mungkin akan mengalami gejala menyerupai flu sebelum Anda akhirnya menyadari ada perubahan pada payudara Anda.


Apa Penyebab Mastitis?
Infeksi pada payudara atau mastitis bisa disebabkan oleh beberapa hal. Berikut penyebab mastitis paling umum:
  • Bakteri
Bakteri penyebab mastitis adalah staphylococci atau streptococci yang menginfeksi jaringan payudara melalui luka di puting maupun saluran air susu. Biasanya bakteri ini berasal dari mulut bayi dan permukaan kulit payudara.

  • Saluran aliran ASI yang tersumbat
Penyumbatan yang dimaksud adalah ketika ASI yang tersisa mengendap di dalam saluran susu. Komplikasi-nya dapat berupa infeksi payudara.

Selain kedua penyebab di atas, beberapa faktor berikut bisa meningkatkan risiko terjadinya mastitis.
  • Luka pada puting payudara.
  • Menyusui hanya dengan satu payudara.
  • Memakai bra yang terlalu ketat.
  • Kelelahan.
  • Frekuensi menyusui yang tidak teratur.
  • Pernah mengalami mastitis di masa lalu.

Langkah-langkah Mengobati Mastitis
Memberikan ASI melalui payudara yang terkena mastitis harus tetap dilakukan meski terasa menyakitkan. Menghentikan pemberian ASI pada payudara yang terkena mastitis justru akan memperburuk kondisi. Selain tetap menyusui, berikut beberapa langkah mandiri yang bisa diterapkan jika Anda terkena mastitis:
  • Susuilah bayi sesering mungkin pada posisi yang nyaman dan berganti sisi.
  • Jika bayi tidak menyusui dalam jumlah banyak, pompalah ASI Anda.
  • Pijatlah payudara Anda dengan lembut saat menyusui untuk memperlancar ASI.
  • Hindari memakai bra yang terlalu ketat.
  • Cukupilah kebutuhan cairan tubuh agar metabolisme tubuh lancar.
  • Istirahat yang cukup agar tubuh tidak mudah lelah.
Jika langkah-langkah mandiri di atas tidak mampu mengurangi gejala-gejala  mastitis, bantuan dokter mungkin dibutuhkan. Dokter kemungkinan besar akan memberikan antibiotik untuk membunuh bakteri penyebab mastitis.

Selain menggunakan antibiotik, Anda mungkin direkomendasikan untuk mengonsumsi pereda nyeri. Dokter biasanya menyarankan hal itu sembari menunggu bakteri musnah oleh antibiotik agar proses menyusui tetap nyaman.

Meski mastitis pada ibu menyusui dianggap wajar, namun tidak ada salahnya mewaspadai penyakit ini. Mewaspadai mastitis sangat penting agar momen paling intim antara ibu dan bayi tidak terganggu.

Penyusun : Yohanes Gitoyo, S Pd.
Sumber : 
  • sains.kompas.com, Selasa, 11 Oktober 2016, 18:46 WIB.
  • http://www.alodokter.com/mastitis-kendala-para-ibu-menyusui
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...