Rabu, 06 Februari 2013

Near Earth Object Asteroid DA14 Nyaris "Cium" Bumi Pada Tanggal 16 Februari 2013



Asteroid DA14 adalah asteroid dekat Bumi (Near Earth Object) dengan diameter diperkirakan sekitar 45 meter (148 kaki) dan massa diperkirakan sekitar 130.000 metrik ton. Menurut para astronom, ukuran asteroid ini tergolong besar, setara asteroid yang mengakibatkan ledakan di wilayah Rusia pada tahun 1908.


Asteroid ini   ditemukan pada tanggal 23 Februari 2012, oleh Observatory OAM, La Sagra di Spanyol ( J75 ) tujuh hari setelah melewati 0,0174 AU (2.600.000 km , 1,620,000 mil ). dari Bumi pada 16 Februari 2012. Perhitungan menunjukkan bahwa pada tanggal 15 Februari 2013, jarak antara asteroid dan Bumi akan menjadi 0,000228 AU (34.100 km , 21.200 mil ).

Asteroid 2012 DA14 akan melintas pada Sabtu (16/2/2013) dini hari. Dengan jarak terdekat 27.700 km, asteroid ini bakal memecahkan rekor sebagai asteroid terbesar yang melintasi Bumi dengan jarak paling dekat.  Ukuran asteroid ini sekitar 50 meter dengan berat 0,3 juta ton. Asteroid ini menjadi asteroid terbesar yang pernah melintas sangat dekat selama 20 tahun terakhir.


Asteroid 2012 DA14 diketahui akan mencapai jarak terdekat pada Sabtu (16/2/2013) dini hari sekitar 02.26 WIB. Berada pada jarak dekat, asteroid ini bisa diamati oleh warga Indonesia, walau harus dengan menggunakan teleskop. Sementara itu, warga Indonesia bisa menyaksikannya antara pukul 00.00 dan 05.00 WIB. Penggunaan teropong atau binokuler mutlak sebab kecerlangan asteroid yang rendah, yakni cuma bermagnitud +10 hingga +7.

Lokasi terbaik untuk melihat pendekatan yang terdekat akan Indonesia. Eropa Timur, Asia dan Australia yang juga terletak untuk melihat asteroid di sekitar pendekatan terdekatnya.



Ilustrasi perlintasan asteroid 2012 DA14



"Adanya asteroid berukuran 45 meter yang melintas di bawah 30.000 km dari Bumi tergolong sangat dekat dalam astronomi, yang berarti kita harus belajar banyak tentangnya," kata Jonti Homer, astronom dari University of New South Wales di Sydney, Australia. 

Humberto Campins, astronom dari University of Central Florida, seperti diberitakan Cosmos Magazine, mengatakan, mempelajari asteroid penting. Asteroid menawarkan kesempatan mengetahui sejarah tata surya. 


Astronom Amatir Ma'rufin Sudibyo mengungkapkan, "Asteroid 2012 DA14 bakal melintas pada ketinggian lebih rendah dibanding orbit satelit-satelit geostasioner yang mencakup sejumlah satelit komunikasi dan cuaca yang penting." Dengan kedekatan jaraknya, asteroid ini bakal nyaris "mencium" Bumi.

Meski demikian, menurut Ma'rufin, potensi asteroid menumbuk satelit sangat kecil. Bakal bergerak dengan kecepatan relatif 28.000 km/jam terhadap Bumi, peluang asteroid ini menumbuk Bumi pun nol. Jadi, tak akan ada bencana gara-gara asteroid ini. 

Thomas Djamaluddin, astrofisikawan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Selasa (5/2/2013), justru mengatakan, asteroid bisa jadi bahan pengamatan. "Pengamat di Indonesia bisa menyaksikannya dengan teleskop. Asteroid tampak seperti bintang redup yang bergerak dari barat ke timur laut."


Ancaman bencana akibat asteroid bukanlah fiksi ilmiah, melainkan nyata. Hingga saat ini, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengidentifikasi 47.000 asteroid yang berpotensi mengancam Bumi. 

"Kawah tumbukan terkenal di dunia, kawah Barringer di Arizona, yang berukuran lebar 1.200 meter dan kedalaman 170 meter, terbentuk akibat obyek yang diperkirakan berukuran 50 meter menghantam Bumi," kata Homer. 

Penelitian tentang asteroid juga penting sebab walaupun peluangnya kecil, terdapat asteroid yang memang berpotensi menghantam Bumi.

Anda perlu tahu, jika Near Earth Object Asteroid DA14 menghantam bumi, diperkirakan bahwa hal itu akan menghasilkan ledakan setara 2,5 megaton TNT. Peristiwa Tunguska telah diperkirakan 3-20 megaton. Jika sampai ada asteroid yang menghantam Bumi, kekuatan ledakan yang ditimbulkannya bisa mencapai ratusan ribu kali bom Hiroshima.


Bagaimana dengan asteroid 2012 DA14? Pakar mengatakan, kemungkinan asteroid menghantam Bumi adalah nol. Selain itu, walaupun melintas lebih rendah dari orbit satelit, kemungkinan asteroid menabrak satelit juga kecil.


Sumber : 
  1. Cosmos Magazine, dikutip dari : http://sains.kompas.com/, Rabu, 6 Februari 2013, 09:01 WIB.
  2. http://en.wikipedia.org/wiki/2012_DA14
  3. http://neo.jpl.nasa.gov/news/news174.html