Dena Rachman, Cowok Yang Lebih Cantik Dari Cewek Cantik (Jangan Naksir Para Cowok) !!!!



Dena Rachman, sosok fenomenal yang sejatinya merupakan anak laki-laki dan akhirnya dia memilih untuk menjadi seorang perempuan melalui operasi transgender. Entah apa yang ada dipikiran mantan artis cilik yang dulu dikenal dengan nama Renaldy ini. Namun yang pasti, Dena Rachman mengaku bahwa dirinya sudah terlihat cantik menawan saat menjalani studi di sekolah.

Dena Rachman Waktu Kecil

Sewaktu masa-masa sekolah, Dena Rachman terkenal dengan kepintaran akademiknya. Ia bahkan pernah merebut gelar juara umum kedua di sekolahnya, tepatnya saat ia duduk dibangku SMA. Dan akhirnya, mantan mahasiswa UI ini melakukan operasi transgender, lika-liku kehidupannya pun mulai goyah.

Dena Rachman harus menjalani segala risiko akibat transgender yang ia lakukan. Mulai dari diusir dari rumah, tidak diakui sebagai anak oleh orang tua, bahkan hingga ingin mengakhiri hidupnya. Ibunda Dena Rachman, Ginna Rachman mengaku sangat terkejut dengan keputusan anaknya untuk menjadi seorang wanita.

Pada awalnya memang Ibunda Dena Rachman tidak setuju, dan bahkan mengusir dan tidak mau mengakui Dena Rachman sebagai anaknya. Namun begitu, seiring berjalannya waktu, akhirnya keprasahan seorang ibu membuat jalan Dena Rachman untuk menjadi seorang wanita seutuhnya. 

Hingga saat ini, kecantikan Dena Rachman membuatnya terjun ke dalam dunia fashion, tepatnya menjadi model. Dan ia mengakui, kecantikan yang sekarang ia miliki tersebut merupakan anugerah alami sejak lahir.

Ini Awal Dena Rachman Berpakaian Wanita






Apakah Transgender Itu ?


Transgender adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan orang yang melakukan, merasa, berpikir atau terlihat berbeda dari jenis kelamin yang ditetapkan saat mereka lahir.

Kata "Gender" (pengucapan bahasa Indonesia: [gènder]) dalam sosiologi mengacu pada sekumpulan ciri-ciri khas yang dikaitkan dengan jenis kelamin individu (seseorang) dan diarahkan pada peran sosial atau identitasnya dalam masyarakat. WHO memberi batasan gender sebagai "seperangkat peran, perilaku, kegiatan, dan atribut yang dianggap layak bagi laki-laki dan perempuan, yang dikonstruksi secara sosial, dalam suatu masyarakat."

Konsep gender berbeda dari seks atau jenis kelamin (laki-laki dan perempuan) yang bersifat biologis, walaupun dalam pembicaraan sehari-hari seks dan gender dapat saling dipertukarkan. Ilmu bahasa (linguistik) juga menggunakan istilah gender (alternatif lain adalah genus) bagi pengelompokan kata benda (nomina) dalam sejumlah bahasa. Banyak bahasa, yang terkenal dari rumpun bahasa Indo-Eropa (contohnya bahasa Spanyol) dan Afroasiatik (seperti bahasa Arab), mengenal kata benda "maskulin" dan "feminin" (beberapa juga mengenal kata benda "netral").

Dalam isu LGBT, gender dikaitkan dengan orientasi seksual. Seseorang yang merasa identitas gendernya tidak sejalan dengan jenis kelaminnya dapat menyebut dirinya "intergender", seperti dalam kasus waria. Dalam konsep gender, yang dikenal adalah peran gender individu di masyarakat, sehingga orang mengenal maskulinitas dan femininitas. Sebagai ilustrasi, sesuatu yang dianggap maskulin dalam satu kebudayaan bisa dianggap sebagai feminin dalam budaya lain. Dengan kata lain, ciri maskulin atau feminin itu tergantung dari konteks sosial-budaya bukan semata-mata pada perbedaan jenis kelamin.


"Transgender" tidak menunjukkan bentuk spesifik apapun dari orientasi seksual orangnya. 

Orang-orang transgender dapat saja mengidentifikasikan dirinya sebagai : 
  1. heteroseksual, 
  2. homoseksual, 
  3. biseksual, panseksual,
  4. poliseksual, atau 
  5. aseksual. 
Definisi yang tepat untuk transgender tetap mengalir, namun mencakup:
  1. "Tentang, berkaitan dengan, atau menetapkan seseorang yang identitasnya tidak sesuai dengan pengertian yang konvensional tentang gender laki-laki atau perempuan, melainkan menggabungkan atau bergerak di antara keduanya."
  2. "Orang yang ditetapkan gendernya, biasanya pada saat kelahirannya dan didasarkan pada alat kelaminnya, tetapi yang merasa bahwa deksripsi ini salah atau tidak sempurna bagi dirinya."
  3. "Non-identifikasi dengan, atau non-representasi sebagai, gender yang diberikan kepada dirinya pada saat kelahirannya."
Perlu anda ketahui Transgender berbeda dengan istilah waria / bencong, Waria (portmanteau dari wanita-pria) atau wadam (dari hawa-adam) adalah laki-laki yang lebih suka berperan sebagai perempuan dalam kehidupannya sehari-hari. 

Keberadaan waria telah tercatat lama dalam sejarah dan memiliki posisi yang berbeda-beda dalam setiap masyarakat. Walaupun dapat terkait dengan kondisi fisik seseorang, gejala waria adalah bagian dari aspek sosial transgenderisme. Seorang laki-laki memilih menjadi waria dapat terkait dengan keadaan biologisnya (hermafroditisme), orientasi seksual (homoseksualitas), maupun akibat pengondisian lingkungan pergaulan. Sebutan bencong atau banci juga dikenakan terhadap waria dan bersifat negatif.


Berbeda kasus lagi jika seorang pria berperan sebagai wanita karena tuntutan "mencari nafkah", misal para komedian, presenter, atau "pengamen jalanan" atau biasa disebut "banci kaleng". Seseorang disebut "waria sejati" jika ia berpenampilan dan berorientasi seksual pada "sesama pria" dari dorongan dirinya sendiri. 

Sumber : 
  1. http://id.wikipedia.org/wiki/Transgender
  2. http://id.wikipedia.org/wiki/Waria
  3. http://id.wikipedia.org/wiki/Gender_(sosial)
  4. http://ramadhanakurnia.blogspot.com/