Sekolah Ini Ganti Buku Pelajaran Teks dengan iTunes U


Pembelajaran di sekolah biasanya penuh dengan teks buku pelajaran. Tapi di sekolah ini, jangan berharap mendapatkan materi buku pelajaran bertumbuh-tumpuk, sebab sekolah ini mengaplikasikan pembelajaran online.

Sekolah independen di Cambridge, Stephen Perse Foundation, memungkinkan siswanya mendapatkan materi pelajaran dan berbagi materi cukup sejarak jari mereka. Siswa dapat mengakses materi pelajaran dari iPad mereka masing-masing. 


Dengan cara ini menjadikan pembelajaran praktis dan mudah berbagi dengan siswa lain. Diberitakan BBC, Rabu 5 Maret 2014, para guru pada sekolah independen itu membuat perpustakan pembelajaran online secara mandiri dan materi mata pelajaran untuk GCSE (setingkat SMP), A-level (setingkat SMA) dan International Baccalaureates (tingkat persiapan menuju perguruan tinggi).
Materi dalam perpustakaan digital itu dilengkapi dengan tautan video dan catatan pelajaran, dan uniknya dikustomisasi untuk kebutuhan masing-masing kelas. Terdapat juga ujian ekstensi dan tautan untuk bacaan dan materi lanjutan. 

Materi itu dapat dengan lleluasa dibagi ke siswa melalui iTunes U, layanan pengunduhan iTunes versi akademik, sehingga siswa dapat leluasa mengakses layanan ini di manapun. 


Guru berkualitas


Guru yang menjadi pionir terobosan adalah Tricia Kelleher. Dia menekankan kualitas materi pelajaran online itu tergantung pada keahlian guru.

"Kredibilitas pembelajaran online itu tergantung pada guru yang membuat materi," ujar Kelleher. Menurutnya penentunya bukan pada iPad-nya tapi pada cara memanfaatkan iPad. 

Kelleher melihat dengan terobosan ini teknologi online dapat mengubah tradisi buku teks. Dia juga mengungkapkan untuk memanfaatkan iPad itu, ia butuh kajian selama dua tahun sebelum akhirnya memutuskan tidak mencetak buku teks.

Terobosan pembelajaran itu mengundang pujian dari kolega Kelleher, Simon Armitage, yang merupakan guru senior di sekolah tersebut. 

"iTunes U bukan mengubah banyak hal bagus yang dilakukan para guru, ini mengubah bagaimana mereka melakukan terobosan dan bagaimana secara mudah mereka mampu melakukannya," jelas Armitage. 

Kelleher bersyukur, sekolah menerima idenya dan kini ia mengungkapkan tantangannya, yaitu bagaimana membangun keahlian orang muda untuk menavigasi layanan perpustakaan online itu. 

Manfaat lain dari terobosan teknologi ini yaitu dapat berbagi pengalaman pembelajaran diantara para guru di sebuah daerah tertentu.

Misalnya lembaga amal pendidikan, United Learning, yang mengelola lebih dari 40 sekolah di seluruh Inggris, mengatakan tengah mencari cara bagaimana berbagi keahlian guru pada jaringan sekolah di Inggris sehingga ekosistem sekolah bisa menimba ilmu dengan cara yang lebih praktis. 


Hasil signifikan


Menariknya, format pembelajaran online ini malah berdampak positif bagi penyerapan siswa. Disebutkan sekolah Stephen Perse Foundation mendapatkan hasil ujian siswanya menjadi yang tertinggi di dunia untuk kelas International Baccalaureate. 

Tren materi pembelajaran online tampaknya telah meluas. Alison, penyedia mata pelajaran online gratis, saat ini sudah memiliki 3 juta siswa dari seluruh dunia. 

Bahkan penyedia e-learning asal Irlandia itu tengah menggeber peluncuran materi turorial video khusus untuk matematika tingkat A-level dan GSCE. 

Respon e-learning global juga bisa dilihat dari pengunduhan layanan iTUnes U yang menembus miliaran pengunduhan tahun lalu. Layanan ini menyediakan materi pelajaran gratis pada lebih 2.400 universitas, perguruan tinggi dan sekolah. 

Penulis : Lesthia Kertopati, Amal Nur Ngaziss
Sumber: http://teknologi.news.viva.co.id/, Kamis, 13 Maret 2014, 06:10 WIB.