Minggu, 04 Januari 2015

Menelisik Peran Black Box Dalam Penyelidikan Kecelakaan Pesawat AirAsia QZ 5801.


Kotak hitam atau black box adalah sekumpulan perangkat yang digunakan dalam bidang transportasi - umumnya merujuk kepada perekam data penerbangan (flight data recorder; FDR) dan perekam suara kokpit (cockpit voice recorder; CVR) dalam pesawat terbang. Black Box alias kotak hitam adalah komponen penting dari pesawat karena alat ini merekam kegiatan yang terjadi di pesawat termasuk rekaman suara pilot. Black box merupakan kotak penyimpanan alat perekam kegiatan penerbangan yang terdiri dari Voice Cockpit Recorder (VCR) ‎dan Flight Data Recorder (FDR). 

Fungsi dari kotak hitam sendiri adalah untuk merekam pembicaraan antara pilot dan pemandu lalu lintas udara atau air traffic control (ATC) serta untuk mengetahui tekanan udara dan kondisi cuaca selama penerbangan. Walaupun dinamakan kotak hitam tetapi sesungguhnya kotak tersebut tidak berwarna hitam melainkan berwarna jingga (oranye). Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pencarian jika pesawat itu mengalami kecelakaan.


Penempatan kotak hitam ini dilakukan sedemikian rupa sehingga mudah ditemukan. Umumnya terdapat dua unit kotak hitam yang diletakkan pada bagian depan pesawat dan bagian ekor pesawat, yang diyakini merupakan bagian yang utuh ditemukan.

Data penerbangan tersebut meliputi waktu terbang, tekanan udara, ketinggian, kecepatan angin, keseimbangan horizontal, arah kompas, dan rekaman suara pilot selama 25 jam terakhir. 


Sejarah penemuan Black Box.


Terdapat berbagai versi dalam penemuan kotak hitam atau alat perekam dalam dunia penerbangan. Terlebih lagi ketika kecelakaan pesawat terbang, seringkali pesawat hancur sehingga sulit dicari sebab kecelakaan tersebut. Hal tersebut mendorong Dr.David Warren, seorang ahli ledakan, membuat alat yang dapat merekam semua informasi sebelum terjadi kecelakaan.

Idenya diambil dari sebuah alat tape recorder yang berukuran saku, dan disain dibuat di Australia, untuk dilanjutkan menjadi alat yang merekam semua arus komunikasi dalam penerbangan. Alat ini ini bisa merekam suara pilot dan semua data yang diterima dari 8 alat yang berbeda. Semua data ini bisa dipisah dan menghasilkan data yang akurat tentang penyebab kecelakaan. Alat ini kemudian dirancang untuk digunakan dalam perawatan dan pemeliharaan pesawat. Sehingga diketahui bagian mana yang mengalami tekanan.

Alat rekaman ini kemudian dimasukkan dalam kotak baja yang kuat untuk menjaga agar tidak ikut hancur ketika kecelakaan pesawat. Kotak ini kemudian dilapisi Asbes tahan api sehingga kabel-kabelnya tidak ikut rusak karena panas.

Masalah lain adalah ketika kekhawatiran pembicaraan para pilot selama penerbangan tersiar ke masyarakat umum dan disalahgunakan. Untuk mengatasi ini, dibuatkan komputer khusus yang disambungkan ke perekam. Dengan bantuan grafik, bisa dihasilkan gambar dari setiap kejadian.

Alat perekam dalam penerbangan ini, Flight Data Recorder (FDR) atau Cockpit Data Recorder (CDR), umumnya menggunakan pita perekam selayaknya kaset pada tape recorder. Namun perkembangan baru, kini telah digunakan FDR atapun CDR yang merekam menggunakan chip memory khusus.

Ketika terjadi insiden 11 September 2011 yang dikenal dengan 9-11, muncul usulan dari pihak keselamatan penerbangan agar kokpit persawat dilengkapi dengan Video Data Recorder yang merekam aktivitas dan situasi pilot saat penerbangan termasuk menit-menit terakhir dalam kecelakaan untuk melihat situasi sebenarnya.


Asal istilah Black Box.
  • Red Egg.

Istilah kotak hitam muncul ketika selepas pertemuan mengenai perekam penerbangan komersial pertama yang dinamai "Red Egg" karena warna dan bentuknya, seseorang berkomentar: "Ini adalah kotak hitam yang menakjubkan". Kotak hitam adalah istilah yang lebih humoris dan hampir tidak pernah digunakan dalam industri keselamatan penerbangan.[butuh rujukan] Perekam ini secara umum tidak berwarna hitam, namun biasanya oranye terang (lihat gambar) karena ditujukan agar mudah dicari dan ditemukan setelah terjadi suatu insiden.

  • Box-of-tricks.

Asal alternatif untuk istilah ini adalah dari terminologi RAF ketika Perang Dunia II. Selama periode inovasi elektronik baru pada 1940-1945, benda seperti Oboe, GEE dan H2S dipasang pada pesawat (biasanya pesawat pengebom) secara rutin. Purwarupanya ditutupi kotak besi buatan dan dicat hitam untuk mencegah pemantulan. Setelah beberapa waktu, barang elektronik "baru" apapun disebut sebagai "kotak trik" (box-of-tricks) atau "kotak hitam" (black box). Ekspresi ini meluas hingga masa penerbangan sipil setelah perang dan akhirnya penggunaan secara umum.


Meski disebut kotak hitam, black box biasanya berwarna oranye - memiliki bodi yang tangguh dan tahan di berbagai kondisi ekstrem - dilapisi material aluminium, silika, baja anti karat, dan titanium. Black box bahkan mampu bertahan terhadap suhu 1.100 derajat celcius selama 1 jam, dan sanggup bertahan dalam air laut selama 30 hari, tahan terhadap bahan kimia, dan tahan benturan hingga 3.400 G.


Menelisik peran blackbox dalam penyelidikan kecelakaan pesawat AirAsia QZ 5801.


Untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan pesawat AirAsia QZ 5801 dapat dilakukan jika kotak itu sudah ditemukan. Walaupun, sementara ini, spekulasi mengenai penyebab kecelakaan telah beredar seperti hasil analisis Koran The Straits Time Singapura. Dari hasil analisis itu dapat disimpulkan bahwa tidak berdayanya pilot menghindari awan comulonimbus di saat trafik yang sedang padat (tanpa bermaksud menyalahkan pihak lain).

Biro penyidik kecelakaan Perancis (BEA), menyatakan tim pencari spesialis kotak hitam berikut perlengkapannya akan tiba pada Jumat (2/1/2014) pagi di area jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501. Penyidik BEA membantu investigasi semua kecelakaan pesawat terbang yang melibatkan pesawat Airbus, yang perusahaan pembuatnya berbasis di Perancis.

Laut yang bergolak menghentikan sementara upaya penyelam mencapai lokasi puing pesawat pada Kamis (1/1/2015). Diperkirakan butuh waktu sekitar sepekan untuk mencari dan menemukan kotak hitam pesawat yang jatuh pada Minggu (28/12/2014) tersebut.

"Pada Jumat pagi waktu setempat, kapal akan membawa para penyidik ke lokasi pencarian, bersama peralatan pencari termasuk hydrophones yang diperlukan untuk menentukan lokasi acoustic beacons dari kedua flight (data) recorder," ujar pernyataan BEA, Kamis.

Pada Selasa (30/12/2014), tim pencari mendapati temuan pertama berupa kepingan pesawat dan tiga jenazah yang memastikan terjadinya kecelakaan AirAsia QZ8501 di perairan Selat Karimata, sekitar 100 mil di barat daya Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Penyusun : Yohanes Gitoyo, S Pd.
Sumber : 
  1. http://id.wikipedia.org/wiki/Kotak_hitam
  2. http://yadikarnadi.blogspot.com/2015/01/mengenal-seluk-beluk-kotak-hitam-black.html