Senin, 02 September 2013

Mengenal Javan Leopard, Macan Tutul Si Penguasa Rimba Tanah Jawa di Masa Lampau.


Javan Leopard, atau sering disebut Indian Leopard, atau kita mengenal sebagi macan tutul, atau sebagian menyebut sebagai macan kumbang, adalah hewan buas asli Indonesia yang pada jaman dahulu menguasai tanah Jawa ini. Macan tutul jawa (Panthera pardus melas) atau macan kumbang adalah salah satu subspesies dari macan tutul yang hanya ditemukan di hutan tropis, pegunungan dan kawasan konservasi Pulau Jawa, Indonesia. 


Macan tutul ini memiliki dua variasi warna kulit yaitu berwarna terang (oranye) dan hitam (macan kumbang). Macan tutul jawa adalah satwa indentitas Provinsi Jawa Barat.

Dibandingkan dengan macan tutul lainnya, macan tutul jawa berukuran paling kecil, dan mempunyai indra penglihatan dan penciuman yang tajam. Subspesies ini pada umumnya memiliki bulu seperti warna sayap kumbang yang hitam mengilap, dengan bintik-bintik gelap berbentuk kembangan yang hanya terlihat di bawah cahaya terang. Bulu hitam Macan Kumbang sangat membantu dalam beradaptasi dengan habitat hutan yang lebat dan gelap. Macan Kumbang betina serupa, dan berukuran lebih kecil dari jantan.


Hewan ini soliter, kecuali pada musim berbiak. Ia lebih aktif berburu mangsa di malam hari, Pola aktivitas harian mereka menunjukkan puncak di pagi-pagi 6:00-09:00, dan sore hari 15:00-18:00. Mangsanya yang terdiri dari aneka hewan lebih kecil biasanya diletakkan di atas pohon.  Makanan mereka terdiri dari kijang , kera ekor panjang , lutung daun perak , babi hutan , kancil lebih rendah , dan owa jawa . Javan macan tutul juga akan mencari makanan di dekat desa dan telah dikenal untuk memangsa anjing domestik, ayam, dan kambing.

Macan tutul merupakan satu-satunya kucing besar yang masih tersisa di Pulau Jawa. Frekuensi tipe hitam (kumbang) relatif tinggi. Warna hitam ini terjadi akibat satu alel resesif yang dimiliki hewan ini.


Sebagian besar populasi macan tutul dapat ditemukan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, meskipun di semua taman nasional di Jawa dilaporkan pernah ditemukan hewan ini, mulai dari Taman Nasional Ujung Kulon hingga Baluran. Macan Tutul juga dapat ditekan di Taman Nasional Gunung Halimun, Taman Nasional Ceremai, Taman Nasional Merbabu , Taman Nasional Merapi, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Taman Nasional Meru Betiri , Taman Nasional Baluran , dan Taman Nasional Alas Purwo. 



Populasi diperkirakan kurang dari 250 individu dewasa, dengan kecenderungan menurunnya populasi. Total habitat yang tersisa diperkirakan hanya 2,267.9 3,277.3 km untuk 2 (875,6 sampai 1,265.4 sq mi). Karena hilangnya habitat hutan, penangkapan liar, serta daerah dan populasi dimana hewan ini ditemukan sangat terbatas, macan tutul jawa dievaluasikan sebagai kritis sejak 2007 di dalam IUCN Red List dan didaftarkan dalam CITES Appendix I. Satwa ini dilindungi di Indonesia, yang tercantum di dalam UU No.5 tahun 1990 dan PP No.7 tahun 1999.

Penulis Yohanes Gitoyo
Sumber : 
  1. http://en.wikipedia.org/wiki/Javan_leopard
  2. http://id.wikipedia.org/wiki/Macan_tutul_jawa
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...