Sabtu, 14 September 2013

T-50i Golden Eagle, Elang Tempur Terbaru TNI AU

Selamat Datang T-50i Golden Eagle Indonesia

TNI Angkatan Udara menerima 2 unit jet tempur Latih T-50i Golden Eagle yang dipesan dari Korea Selatan. Pesawat itu akan menjadi pesawat latih tempur menggantikan Jet Tempur A-4 Sky Hawk M-K 53 yang telah berumur 30 tahun lebih.



2 unit jet tempur latih T-50i Golden Eagle buatan Korean Aerospace Industries diapit 2 Jet Tempur A 4 Skyhawk TNI Angkatan Udara melakukan fly pass di atas pangkalan udara Iswahyudi, Madiun, Jawa Timur. 2 Pesawat itu adalah bagian dari 1 skuadron atau 16 unit T 50 i pesanan TNI Angkatan Udara.

Pesawat bermesin jet tunggal dengan awak 2 orang itu termasuk jet latih tempur canggih. Kecepatan jelajahnya pun bisa mencapai 1,5 kali kecepatan suara.

"Jadi Pesawat T50 i ini sangat canggih bisa dikatakan adiknya Pesawat F 16 bisa fly by wire," kata Pangkoops II TNI AU, Marsekal Muda Agus Supriatna.

Pesawat latih tempur T50 i Golden Eagle merupakan hasil kerjasama Korea Selatan-Amerika Serikat itu nantinya akan menggantikan A4 Skyhawk TNI AU yang telah dioperasikan sejak tahun 1980. Para instruktur TNI AU pun telah mempelajari pengoperasian pesawat itu. Kerjasama antara Kementrian Pertahanan Indonesia dan Korea Selatan itu nantinya akan mengembangkan pesawat itu agar bisa dibuat di Indonesia.


T-50 Golden Eagle adalah pesawat latih supersonik buatan Amerika-Korea. T-50 Golden Eagle adalah keluarga Korea Selatan pelatih supersonik canggih dan pejuang multiperan, yang dikembangkan oleh Korea Aerospace Industries awal di akhir 1990-an. T-50 adalah pertama Korea Selatan pribumi supersonik pesawat dan salah satu pelatih beberapa dunia supersonik.


T-50i, Elang Emas Indonesia.


Sesuai kontrak, Indonesia akan membeli 16 T-50i yang warnanya dibagi dua, yaitu delapan pesawat pertama dengan Aerobatic Scheme, sedangkan delapan pesawat berikutnya dilaburi dengan Camouflage Scheme. Apabila dilihat sekilas, T-50i mirip sekali dengan F-16. Keduanya sama-sama menggunakan bubble canopy, wing, dan fuselage yang saling menyatu serta mirip dalam bentuk secara keseluruhan. T-50i memiliki panjang 43 kaki serta lebar sayap 31 kaki dan tinggi 16 kaki.

Dengan ukuran ini, T-50i memiliki dimensi lebih kecil empat kaki dari F-16. Perbedaan yang terlihat menyolok adalah adanya twin side-mounted air inlets sebagai air intake yang digunakan T-50i berbeda dengan F-16, dimana air intake di bawah fuselage. Air intake ini akan mengalirkan udara luar langsung menuju single engine General Electric F404-GE-102, merupakan mesin serupa digunakan pesawat Boeing F/A-18 Hornet dan Saab Gripen, namun dimodifikasi sedemikian rupa untuk disesuaikan dengan performance T-50i.

Mesin ini mampu menghasilkan thrust 17.700 pounds menggunakan after burner. Apabila dimaksimalkan, kecepatan yang dapat dicapai Mach 1,5 Mach atau 1,5 kali kecepatan suara.

Masuk ke kokpit, penerbang akan disuguhkan fitur kokpit pesawat modern. Tepat di hadapan kita pada panel depan kokpit terdapat dua layar berwarna Smart Multi Function Display (SMFD) ukuran 5x7 inci. Pada posisi line of sight terdapat Head Up Display (HUD). Dalam jangkauan tangan tepat di bawah HUD terdapat Integrated Up Front Controller (IUFC), penerbang dapat memasukkan semua informasi yang dibutuhkan selama penerbangan.

Seperti frekwensi radio untuk komunikasi, data koordinat untuk navigasi yang didukung dengan sistem EGI (Embedded GPS/INS), termasuk memasukkan data untuk way point ataupun menentukan jumlah bingo fuel.

Pada bagian lain dari panel depan masih terdapat Engine Flight Instrument (EFI), display warning untuk emerjensi dan beberapa backup system display. Kesemua sistem ini terintegrasi pada Integrated Mission/Display Computer (IMDC) dan dapat merekam data-data (in flight recording) selama penerbangan untuk memudahkan dalam melaksanakan de-briefing. Secara keseluruhan, sistem operasi pada sistem avionik T-50i seperti switchology, display philosophy dan symbology mirip digunakan F-22 Raptor dan F-35 Lighting II.

T-50i menggunakan side stick yang memiliki kemampuan full HOTAS mirip F-16. Perbedaannya adalah pada T-50i TNI AU masih dapat merasakan pergerakan dari stick sejauh kurang lebih 20mm ke segala arah. Hal ini bertujuan untuk membantu siswa ataupun penerbang tempur yang baru lulus dari Sekolah Penerbang untuk merasakan feel and motion  pada saat menggerakkan stick. Demikian juga bagi instruktur pilot yang berada di kokpit belakang dapat merasakan pergerakan stick siswa secara langsung. Flight Control System T-50i juga memiliki override system pada stick sehingga dapat digunakan oleh instruktur untuk dapat mengambil alih kontrol secara penuh apabila terjadi sesuatu di luar kendali.

Saat duduk di kokpit T-50i, penerbang memiliki field of view atau luas jangkauan pandang 320 derajat, sehingga hampir dapat melihat “6 o'clock” dari posisi duduk penerbang.  Kursi T-50i memiliki kemiringan 17 derajat, mirip seat angle pesawat F-35 dan F-22 serta dilengkapi kursi lontar Martin Baker berkemampuan zero-zero ejection.

Persenjataan

Untuk melaksanakan tugasnya sebagai pesawat tempur, T-50i Golden Eagle memiliki kemampuan persenjataan yang dapat digunakan dalam misi multirole. Total kapasitas yang dapat dibawa 10.500 pound persenjataan. Pesawat ini dilengkapi kanon internal tiga laras General Dynamics 20mm Gatling yang mampu menyeburkan 3.000 peluru per menit. Kanon ini ditempatkan di sisi kiri kokpit, tepat di leading edge extension dari pesawat. Lima external station disiapkan pada bagian under fuselage dan under wing serta dua station pada wing tip untuk dapat membawa amunisi bom ataupun roket. ( Kapten Pnb Dharma Gultom | Angkasa)



Kisah Pesawat Latih T-50 Si Elang Emas.

T-50 : 

Dikembangkan oleh Korean Aerospace Industries dengan bantuan Lockheed Martin. Program ini juga melahirkan A-50, atau T-50 LIFT, sebagai varian serang ringan.

T-50 Golden Eagle terbang perdana tanggal 20 Agustus 2002, diperkenalkan ke publik tanggal 22 Februari 2005 dan masuk dinas aktif dengan Republik Korea Air Force pada tahun 2005.


T-50 Golden Eagle desain sebagian besar berasal dari General Dinamic F-16 Falcon , dan mereka memiliki banyak kesamaan: penggunaan mesin tunggal, kecepatan, ukuran, biaya, dan berbagai senjata, sebelumnya KAI rekayasa pengalaman dalam lisensi yang memproduksi KF-16 adalah titik awal untuk pengembangan T-50.


T-50 Golden Eagle dapat membawa dua pilot di tempat duduk tandem. Tinggi dipasang kanopi dikembangkan oleh Serat Hankuk diterapkan dengan akrilik membentang, menyediakan pilot dengan visibilitas yang baik, dan telah diuji untuk menawarkan kanopi dengan perlindungan balistik terhadap 4-lb objek berdampak pada 400 knot. Batas ketinggian adalah 14.600 meter (48.000 kaki), dan badan pesawat dirancang untuk bertahan 8.000 jam pelayanan. Ada tujuh tangki bahan bakar internal dengan kapasitas 2.655 liter (701 US gal), lima di dalam pesawat dan dua di sayap. Sebuah tambahan 1.710 liter (452 US gal) bahan bakar dapat dilakukan dalam tiga tangki bahan bakar eksternal. T-50 varian pelatih memiliki skema cat putih dan merah, dan varian aerobatic putih, hitam, dan kuning. 

T-50 Golden Eagle menggunakan tunggal General Electric F404-102 turbofan mesin lisensi-diproduksi oleh Samsung Techwin , upgrade dengan Otoritas Kendali Digital Engine Control (FADEC) sistem dikembangkan bersama oleh General Electric dan Korea Aerospace Industries . mesin ini terdiri dari tiga penggemar dipentaskan, tujuh pengaturan tahap aksial, dan afterburner . Pesawat ini memiliki kecepatan maksimum Mach 1,4-1,5. Mesin mobil itu menghasilkan maksimum 78,7 kN (17.700 lbf ) dari dorong dengan afterburner. The General Electric F414 mesin telah disarankan sebagai mesin baru untuk keluarga T-50, serta Rolls Royce itu EJ200 untuk memungkinkan kompatibilitas yang lebih baik dengan pasukan udara Eropa. Kedua mesin menyediakan lebih dorong dibandingkan F404 ini.

Republik Korea Air Force mengoperasikan 50 T-50s, T-10 50Bs, 22 TA-50-an. ROKAF telah memerintahkan 20 FA-50-an dan akan menerima mereka antara 2013 dan 2014.


Karakteristik umum





Kru                                                        : 2
Panjang                                              : 42 ft 7 in
Lebar sayap                                       : 30 ft 1 in
Tinggi                                                   : 15 ft 8.25 in
Bobot kosong                                  : 14,200 lb
Bobot maksimum lepas landas       : 26,400 lb
Mesin                                                   : 1× General Electric F404 afterburning turbofan
Dorongan kering                           : 11,925 lbf
Dorongan dengan pembakar lanjut : 17,775 lbf


Kinerja
Laju maksimum                                      : Mach 1.4
Jarak jangkau                                          : 1,150 mi
Batas tertinggi servis                           : 48,000 ft

Persenjataan dan Peralatan



TA-50 tunggangan sebuah General Dynamics A-50 20 mm meriam internal di belakang kokpit . Meriam adalah versi tiga laras dari Vulcan M61 , dengan 205 butir amunisi linkless. AIM-9 Sidewinders dapat melekat pada setiap rel ujung sayap, dan senjata tambahan dapat dipasang ke cantelan underwing .Kompatibel udara-ke-permukaan senjata termasuk RUPS-65 Maverick rudal, Hydra 70 dan LOGIR peluncur roket, CBU-58 dan Mk-20 kluster bom , dan Mk-82, -83, dan -84 general purpose bombs. 


FA-50 dapat secara eksternal dilengkapi dengan Rafael's Sky Shield or LIG Nex1's ALQ-200K ECM pods, Sniper or LITENING targeting pods, dan Condor 2 reconnaissance pod untuk lebih meningkatkan peperangan elektronik pesawat tempur, pengintaian, dan kemampuan penargetan. Sistem senjata lain meningkat lebih dari TA-50 include SPICE multifunctional guidance kits, Sensor Senjata Textron CBU-97/105 Sensor Fuzed Weapon with WCMD, JDAM , dan JDAM-ER untuk lebih komprehensif operasiudara-ke-darat , dan AIM-120 rudal untuk BVR operasi udara-ke-udara . FA-50 memiliki ketentuan, tetapi belum mengintegrasikan, rudal Python dan Derby , juga diproduksi oleh Rafael, dan rudal anti kapal, stand-off senjata, dan sensor untuk dalam negeri yang dikembangkan oleh Korea.



Penyusun : Yohanes Gitoyo
Sumber :
  1. http://en.wikipedia.org/wiki/KAI_T-50_Golden_Eagle
  2. http://strategi-militer.blogspot.com/2013/09/selamat-datang-t-50i-golden-eagle.html
  3. http://news.liputan6.com/read/690501/video-pesawat-latih-canggih-jet-t50i-korsel-tiba-di-indonesia